
Dari tempat duduknya, Aldo melihat ke arah Gwen. Sejak pelajaran pertama, gadis itu selalu melamun. Tidak seperti biasanya, gadis itu selalu saja membuat ulah di kelas sehingga sering membuat para guru menjadi sensitif kepadanya. Sambil memutar-mutarkan pulpen, Aldo selalu melihat ke arah Gwen.
"Hi Aldo... what happend? Sejak tadi aku lihat fokusmu tidak beralih dari Gwen, apakah ada yang salah dengan gadis itu. Kita amati sepertinya your relationship baik-baik saja.." Raffi teman sebangku Aldo bertanya padanya.
Aldo menoleh malas ke arah Raffi, kemudian..
"Apakah kamu merasa tidak ada yang hilang hari ini Raff... terkait dengan sikap dan tingkah laku Gwen. Sejak tadi gadis itu diam saja, aku seperti mengendus keanehan padanya. Sudah tiga hari sih, sebenarnya aku curiga dengannya, namun aku abaikan." Aldo menceritakan kejanggalan melihat perubahan sikap Gwen.
"Kamulah pasti yang paling tahu Ald.. kan kamu yang paling dekat dengannya. Sampai teman-teman bilang dan berdebat denganku, karena mereka berpikir dan ngotot jika kamu ada hubungan spesial dengan Gwen.. Tapi aku berpegang pada kata-katamu sih, jika kamu sampai jadian dengan Gwen, kamu akan bercerita padaku paling awal. Benarkan kata-kataku.." Raffi kembali bertanya, sambil sesekali mencuri pandang ke arah Gwen, dan untungnya gadis itu tidak melihatnya.
"Tenang Raff... aku masih menunggu Gwen Raff.. karena aku lihat Gwen memang seperti belum siap untuk menjadi seorang kekasih. Aku akan menunggu sampai kelulusan kita, di pesta kelulusan aku akan menembak dan mengutarakan perasaanku padanya." sambil tersenyum mantap, Aldo mengucap janji untuk menundukkan Gwen.
"Hemph... sukseslah Ald.." ucap Raffi, karena guru jadwal selanjutnya sudah masuk di dalam kelas, akhirnya dua laki-laki itu terdiam, tidak tertarik untuk membuat ulah.
Kelas menjadi hening, karena Mister Satri guru pengampu Kedisiplinan dan Tata Krama sebagai muatan lokal dalam sekolah internasional ini terkenal sangat keras. Tidak jarang, Mister Satria akan memberi hukuman pada siapapun yang membuat ulah, sehingga kelas seketika menjadi hening.
"Morning class... siapkan piranti sekolah kalian. Di kelas saya, tidak boleh ada gadget, ponsel atau apapun. Karena kita harus mulai mengabaikan perangkat itu, yang tanpa sadar sudah meracuni dan mengatur jalan hidup kita.." tiba-tiba guru laki-laki itu membuat perintah.
Semua siswa mendengarkan perintah dari Mister Satria kecuali Gwen. Gadis itu sejak tadi melamun dan tanpa sadar membiarkan iPad terbuka di depannya. Meskipun terlihat jika gadis itu tidak melihat apapun dari gadget tersebut, namun terlihat jelas oleh Mister Satria jika Gwen menyalakan gadget ketika berada di kelasnya.
__ADS_1
"Gwen Alvaretta,... apakah suara Mister Satria tidak sampai di telingamu..?" suara melengking Mister Satria terdengar memenuhi ruangan, dan Gwen yang masih melamun tidak tersadarkan. Dari tempat duduknya, Aldo melihat khawatir ke arah gadis yang disukainya itu.
"Gwen.. dukk.." Novi yang duduk di samping Gwen dengan keras menyikut lengan gadis itu, dan barulah Gwen tersadar tetapi belum tahu jika seisi kelas melihatnya dengan tatapan khawatir.
"Ada apa Nov menyikutku, sejak tadi aku diam anteng, sekalipun tidak membuat ulah.." Gwen malah melakukan konfirmasi pada teman sebangkunya,
Sambil menundukkan wajah, Novi menunjuk ke arah depan, dan ketika Gwen mengikuti arah jari telunjuk itu, terlihat Mister Satria berjalan ke arahnya.
"Mister paham jika kamu adalah murid terpandai di kelas ini Gwen... tetapi kepandaian, kepintaran yang dimiliki seseorang tidak akan ada harganya, jika kamu tidak bisa menghargai orang lain. Apakah kamu masih ingat dan mendengarkan apa yang tadi aku perintahkan.." dengan nada tinggi, Mister Satria bertanya pada gwen.
Gadis itu menoleh ke kanan kiri, tetapi tidak ada temannya satupun yang memberikan bocoran kepadanya. Akhirnya dengan polosnya, Gwen menggelengkan kepala sebagai isyarat jika dirinya tidak tahu...
**********
Gwen dan Aldo menjadi tontonan hampir seluruh murid yang ada di sekolah internasional itu, karena dianggap melakukan pelanggaran disiplin. Dua anak muda itu dihukum untuk berjemur selama pelajaran Mister Satria kurang lebih satu jam lebih tiga puluh menit. Merasa kasihan jika Gwen menjalani hukuman sendiri, Aldo juga melakukan keonaran dengan menendang kursi kelas, Akhirnya anak muda itu mendapatkan hukuman yang sama, dikeluarkan dari kelas dan diminta berjemur di lapangan basket.
"Kita bolos saja yukk... melarikan diri dari hukuman ini. Paling hanya keluarga kita dipanggil, untukku paling asisten papa yang akan mewakili untuk datang ke sekolah.." tiba-tiba Aldo mengajak Gwen membolos karena tidak tega melihat gadis itu kepanasan.
"Halah malas Ald... kita nikmati saja, dan syukuri masih bisa merasakan teriknya matahari pagi. Kata ustadz sih, tapi aku dengarnya via you tube, sinar matahari jam sepuluh pagi bagus untuk berjemur, memasukkan energi positif ke tubuh kita, dan energi negatif dari jin yang usil akan menyingkir.." Gwen terlihat cuek, dan tidak mau menuruti ajakan konyol Aldo. Padahal wajah putih gadis itu sudah terlihat menjadi berubah memerah.
__ADS_1
"Hemph ya sudahlah jika kamu malah menikmatinya Gwen.. aku akan menemanimu.." ucap Aldo sambil melanjutkan hukumannya.
Beberapa saat Aldo terdiam, terlihat jika laki-laki itu seakan menimbang-nimbang untuk berbicara sesuatu pada gadis itu. Namun sekali lagi, Gwen mengabaikannya, karena lagi-lagi gadis itu terlihat menatap kosong pemandangan di depannya.
"Gwen.. aku melihat ada yang berubah darimu sudah tiga hari ini. Ada apa, apakah kamu sedang memiliki masalah..?" akhirnya karena tidak sabar menunggu Gwen bercerita sendiri, Aldo bertanya pada gadis itu.
Gwen terkesiap, dan gadis itu menatap ke mata Aldo, dan merekapun berpandangan. Tidak lama kemudian gadis itu tersenyum kemudian mengalihkan pandangan ke tempat lain..
"Aku memang sedang ada masalah keluarga Ald.. tetapi aku tidak bisa menceritakan apa masalah yang sedang aku dan keluargaku alami. Jika saatnya tiba, aku akan menceritakan padamu Ald.. tapi kali ini aku belum bisa. Banyak hal yang aku pertimbangkan.." sambil tersenyum pahit, Gwen menjawab pertanyaan Aldo.
Aldo mengambil nafas panjang, tetapi perasaan laki-laki itu tentang Gwen merasa kurang enak. Tetapi laki-laki itu juga tidak bisa memaksa Gwen untuk bercerita kepadanya. Aldo hanya memutuskan untuk menunggu sampai Gwen mau bercerita sendiri padanya,
"Oh ya Gwen.. pulang sekolah kita ke puncak yukkk.. Dekat villa papaku ada restaurant dengan konsep seperti di Jogja, dengan menu masakan Jawa dan pembeli melakukan pesanan dengan self service.." tiba-tiba Aldo mengajak Gwen ke suatu tempat.
"Boleh Ald.. tapi pulangnya jangan malam-malam yah.. Aku khawatir kena semprot dari kakekku, dan akan ada pengawal yang datang mencariku untuk membawaku pulang nantinya.." tanpa pikir panjang, Gwen langsung menyetujui ajakan Aldo.
"Hempph... I see Gwenn.. Jadi laki-laki yang kemarin datang menjemput dan membawamu pulang dari base camp itu, adalah pengawal yang dikirimkan oleh kakekmu ya, pantas saja..." Aldo membuat kesimpulan sendiri. Dan Gwen sama sekali tidak meluruskan siapa dan bagaimana status Barra baginya.
***********
__ADS_1