
Di dermaga penduduk, Barra mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mengamati keadaan. Di sudut bangunan yang ada di pinggir pantai, mata laki-laki itu melihat ada orang yang memberi isyarat kepadanya. Dengan cepat Barra kembali mengembalikan pandangan ke tempat lain untuk tidak menimbulkan kecurigaan. Dalam hati laki-laki itu merasa lega, karena orang-orangnya sudah membawa pertolongan dan mengikutinya sampai di tempat itu.
“Barra… sesaat lagi orang-orangku akan membawa kita ke negara Rusia. Kita akan singgah beberapa saat di negara itu, dan mungkin di negara itu kita akan melangsungkan pernikahan. Kamu tidak akan lepas dari kejaranku Barra...” dengan suara lembut, Jacqluine mengajak bicara Barra sambil menunggu boat mendekat,
Laki-laki yang diajak bicara itu diam, bahkan pandangannya sedikitpun tidak teralihkan. Kayla semakin berpegangan erat pada lengan kakaknya.
„Apakah suaraku tidak terdengar Barra...??? Harusnya kamu bahagia bukan, kita bisa mewujudkan masa muda kita. Dulu kita pernah berjanji bukan, jika sampai kapanpun kita akan hidup bersama. Kali ini... merupakan saatnya untuk kita membuktikan janji kita...” merasa diabaikan, Jacqluine terus berbicara.
Jari-jari runcing Jacqluine memegang dagu Barra, kemudian mengarahkan wajah laki-laki untuk beradu pandang padanya. Namun Barra keukeuh tidak mau menatap ke arah perempuan itu. Tiba-tiba saja Jacqluine menundukkan wajahnya mendekat ke wajah Barra, dan tanpa permisi perempuan itu memberikan ciuman ke bibir laki-laki itu.
“Cuih… Najis…” tidak diduga, mendapatkan ciuman dari perempuan itu tiba-tiba Barra merasa jijik. Laki-laki itu membuang ludah di depan perempuan itu.
Dua pengawal yang dibawa Jacqluine tampak bersiaga, tetapi perempuan itu memberi kode pada mereka untuk tidak bertindak gegabah…
“Ha… ha.. ha…, kamu semakin liar Barra.. Hal itu semakin membuatku tertantang untuk kembali merayumu, membawamu ke dalam pelukanku.” Perempuan itu mencoba melakukan Kembali., Namun Ketika wajah Jacqluine sudah semakin mendekat ke wajah Barra, tiba-tiba…
“Dukk… aaaaawww…” ternyata dengan kencang Barra membenturkan keningnya ke kening perempuan itu.
Tentu saja perempuan itu tidak menyangka, dan berteriak kesakitan. Bahkan tubuh Jacqluine sampai terjengkang ke belakang. Dua pengawal langsung menangkap kedua tangan Barra dari belakang, dan Kayla sampai terpental dan hampir tercebur ke laut.
“Kak Barra… tolong Kayla..” jerit ketakutan terdengar dari bibir Kayla, dan untung laki-laki itu dengan sigap menjejakkan kakinya ke depan. Dengan cepat Kayla berpegangan pada kaki kakak kandungnya, sehingga gadis itu tidak tercebut ke dalam air yang ada di belakangnya.
__ADS_1
„Jangan berani unjuk gigi di tempat ini anak muda... Kamu tidak ada dukungan kekuatan apapun, atau adikmu aku tendang ke arah laut.” Orang-orang Jacqluine terdengar memberi peringatan pada laki-laki itu.
Barra diam tidak menjawab, dan dengan tangan dipegangi orang-orang tersebut, laki-laki itu menggeser pantat agar duduknya menjadi sedikit lebih nyaman.
“Sudah biarkan saja mereka karena mereka memiliki ruang gerak terbatas...” Jacqluine mengingatkan orang-orangnya.
Di depan mereka, boat yang mereka tunggu akhirnya mendekat ke dermaga tempat orang-orang itu berada. Wajah Kayla pucat pasi, dan dengan ketakutan gadis itu menatap ke wajah kakaknya. Barra menganggukkan kepala untuk menenangkan adik kandungnya, dan agar gadis itu menjadi lebih sabar sedikit.
„Ayo... kalian segera naik ke atas boat.. Miss Jacqluine.., silakan naik ke atas boat dulu, kami akan memegang dan membawa dua orang ini untuk naik di belakang anda..” pengawal itu memberikan arahan pada perempuan itu,
“Okay..” dengan hati-hati Jacqluinee naik ke atas boat, dan sopir boat lebih mendekatkan kendaraan yang dibawanya kea rah perempuan itu.
“Byurrr..” kaki Barra tiba-tiba melayang ke depan dan mengenai tubuh Jacqluine yang akan naik ke atas boat. Tidak ayal lagi,. Tubuh perempuan itu tercebur ke air laut yang ada di bawahnya.
“Help… help me…” karena terkejut, meskipun Jacqluine pandai berenang tetapi karena semua terjadi secara mendadak, perempuan itu terlambat bereaksi.
“Damn it… kamu berani berulah ternyata..” pengawal itu mengirimkan tendangan ke arah Barra, dan dengan cepat laki-laki itu menangkap kaki pengawal itu.
Pengawal yang satunya bereaksi cepat, laki-laki itu mengambil senjata api dan akan menodongkan senjatanya ke arah Kayla. Tetapi...
„Dor.. dor.. letakkan senjata kalian berdua…!” ternyata dari belakang, lebih dari lima orang berlari ke atas dermaga.
__ADS_1
Salah satu dari mereka menodongkan senjatanya, dan berlari cepat naik ke atas dermaga. Sejenak kekacauan terjadi di tempat itu, dan pengawal terlambat memberikan respon. Memanfaatkan kebingungan dari pihak Jacqluine, Barra menjadi lebih cepat bertindak. Dengan cepat laki-laki itu memutar badan, dan tendangannya mengenai pengawal yang tadi menodongkan senjata ke arahnya.
“Byurr…” tubuh pengawal itu juga terjatuh masuk ke dalam air. Satu pengawal yang lain merasa panik dan gugup. Sedangkan merasa keselamatannya terancam, pengemudi Boat berusaha untuk melarikan diri. Tetapi orang-orang yang menyelamatkan Barra segera melemparkan tembakan, dan tepat mengenai punggung laki-laki itu. Tidak lama kemudian, pengemudi boat itupun juga berhasil dilumpuhkan.
Kayla yang tidak pernah melihat aksi kekerasan secara langsung dengan matanya sendiri, menjadi pucat pasi. Untung saja Barra segera menyadari apa yang terjadi, dan laki-laki itu segera meraih tubuh adiknya kemudian memeluknya erat.
************
Helsinki Apartment…
Setelah kedua anak muda itu, Aldo dan Asep beristirahat sejenak, keduanya segera duduk di depan laptop. Kepingan Compact disk yang diantarkan orang-orang suruhan papa Aldo, segera dipasang anak muda itu. Tidak lama kemudian…
“Langsung diputar bagian tengah saja Ald… biar kitab isa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.” Seperti merasa tidak sabar, Asep meminta Aldo langsung ke sisi tengah.
“Tidak Sep… jika kita langsung ke tengah, kita akan kehilangan moment bagaimana semua bisa terjadi. Dengan runtut memutarnya, kita akan lihat apakah kak Barra benar-benar ada niat untuk mengkhianati Gwen, ataukah laki-laki itu hanya dijebak. Karena jujur saja Asep… aku kok tidak merasa yakin, jika Kak Barra bisa berubah pikiran secepat itu pada Gwen..” Aldo meminta Asep untuk bersabar sedikit.
Asep termenung, dan anak muda itu mencoba mengingat kembali bagaimana sikap dan perilaku Barra selama ini pada Gwen. Sikap posesif, bahkan terkadang cemburu pada mereka, hal itulah yang selalu mereka lihat. Kabar jika laki-laki itu berselingkuh, memang sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang setiap saat mereka lihat dalam keseharian.
“Benar katamu Ald, aku setuju.. Kita akan memutar keping CD ini dari depan, semoga kita akan bisa menemukan runtutan dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.” Akhirnya dua anak muda itu dengan serius melihat ke arah putaran rekaman kamera CCTV di hotel kejadian.
*********
__ADS_1