Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 73 Jangan Mencari Kambing Hitam


__ADS_3

Pagi harinya..


Barra terbangun, tetapi Ketika tangannya menepuk bagian di sampingnya, tidak terlihat adanya keberadaan istrinya Gwen. Laki-laki itu kaget, dan sontak terbangun untuk mencari Gwen. Matanya beredar ke seluruh ruangan, namun tetap tidak menemukan gadis itu. Perlahan Barra segera beranjak dari atas king size bed, tetapi Ketika melihat ponsel, tas, dan semua perlengkapan Gwen masih berada di tempatnya, laki-laki itu mengambil nafas lega.


“Ada dimana Gwen… kenapa aku tidak melihatnya..” Barra melangkahkan kaki menuju ke bath up, namun di tempat itu juga tidak menemukan keberadaan istrinya.


„Ataukah Gwen ke restaurant untuk breakfast ya, saat ini sudah jam delapan pagi. Jika pergi ke Embassy sendirian, sepertinya tidak mungkin. Karena ID card untuk join ujian kelulusan, aku yang menyimpannya.” Barra berbicara sendiri.


Laki-laki itu membasuh wajahnya di wastafel, kemudian mengelap wajahnya menggunakan handuk kecil. Tiba-tiba telinganya seperti mendengar kecipak air dari kolam renang.


“Hempph… ataukah Gwen sedang berenang yah… Aku akan melihatnya keluar, siapa tahu istriku jenuh dan mengisi waktu dengan berenang untuk relaksasi.”mendengar suara air, Barra segera berjalan keluar dari dalam ruangannya.


Baru saja laki-laki itu membuka pintu ruangan, senyum lebar menghiasi bibir laki-laki itu. Terlihat di depan matanya, gadis cantik dengan kulit mulus sedang berenang di dalam kolam renang private untuk Pant House. Tampak di pinggir kolam, berbagai minuman dan camilan sudah disajikan room service.


“Aku baru menyadari saat ini, jika ternyata istriku sangat cantik dengan pakaian minim itu. Biasanya Gwen lebih banyak berpakaian casual, dan dengan pakaian renang, tubuhnya terekspos sangat seksi. Aku sudah keliru, terjebak dalam masa lalu dengan Jacqluine. Mulai saat ini, aku tidak akan menyia-nyiakan istriku lagi..” beberapa saat Barra tampak mengagumi tubuh dan kecantikan alami istrinya.


Laki-laki itu segera mendekat ke pinggir kolam, dan ketika melihatnya Gwen malah berenang semakin menjauh. DI udara dingin seperti ini, berenang di air hangat memang bisa membantu untuk menghangatkan suhu tubuh,


“Kenapa menjauh honey… bolehkan aku menemanimu berenang pagi ini..” Barra bertanya pada istrinya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, Gwen menghentikan gerakannya. Gadis itu menatap langsung ke wajah suaminya. Kemudian…


“Apakah perlu untuk minta ijin kak... bukankah Gwen bisa berada di Pant House, dan bisa merasakan fasilitas kolam renang karena upaya kak Barra.. Sepertinya tidak perlu kak Barra minta ijin pada Gwen. Malah membuat semua menjadi kacau..” Gwen menanggapi. Tiba-tiba..


“Byurr…” tanpa pikir Panjang, sambil melepas piyama di pinggir kolam, hanya mengenakan boxer, Barra terjun bebas ke kolam renang. Laki-laki itu segera berenang mendatangi istrinya..


Melihat suaminya berenang ke arahnya, Gwen berusaha untuk melarikan diri, Namun Barra berenang sangat cepat, dan tanpa mampu berenang lagi, Barra sudah memeluk tubuh istrinya dari belakang.


“Jangan pergi honey… ijinkan aku memelukmu seperti ini beberapa saat.” Barra meletakkan dagunya di sisi bahu Gwen, dengan kedua tangannya melingkar di tubuh gadis itu.


Mendapat perlakuan yang baru pertama kalinya dirasakan oleh Gwen, seketika tubuh gadis itu merinding hebat. Ada sesuatu yang dirasakan dalam tubuh gadis itu, antara kenyamanan dengan rasa risih mendapatkan perlakuan itu. Namun… Barra tidak melepaskan pelukan itu, bahkan Gwen merasakan, pelukan itu malah semakin erat.


“Kak Barra… tolong lepaskan pelukannya kak... Gwen mau istirahat dulu, sudah sejak pagi Gwen berenang.” Gadis itu berusaha meminta suaminya untuk melonggarkan pelukannya.


Terlihat Gwen hanya bisa mengambil nafas dalam, meskipun ada rasa kesal dalam hatinya, namun Gwen tidak kuasa untuk menolak ajakan suaminya.


*********


Sarapan pagi..

__ADS_1


Seusai mereka berenang, pasangan suami istri itu duduk di meja makan untuk menikmati sarapan. Barra tidak henti terus mencuri pandang pada istrinya, dan Gwen sampai merasa serba salah. Ada sesuatu hal yang ingin disampaikan oleh gadis itu pada suaminya, namun Gwen menunggu saat yang dirasanya tepat.


“Kak Barra… mungkin saatnya kali ini, Gwen harus bicara pada kakak..” tiba-tiba Gwen memulai pembicaraan.


Barra menghentikan aktivitasnya, garpu dan pisau yang ada di tangannya diletakkan di atas piring. Laki-laki itu segera mengambil tissue kemudian mengelap sudut bibirnya, dan tidak lama kemudian, tatapan laki-laki itu mengarah pada wajah istrinya.


„Apa yang ingin kamu bicarakan honey… apakah hari ini sebelum kamu Ujian Kelulusan, kamu ingin shopping, atau


traveling..” dengan penuh perhatian, Barra bertanya pada istrinya dengan penuh keseriusan.


“Gwen hanya ingin membuat penawaran dengan kakak… Ke depan, kita mungkin mulai berpikir untuk jalan kita ke depan kak, Ada baiknya kita untuk jalan masing-masing…” dengan suara lirih, akhirnya Gwen menyampaikan isi hatinya.


“Hempph… sudahkan honey memikirkan sebelum bicara. Apa yang sebenarnya kamu kehendaki honey.. Kita disatukan oleh ikatan pernikahan, tidak semudah itu kita akan melepaskannya. Dan apakah kamu pikir, aku akan menyetujui usulanmu..” dengan nada tegas, Barra mulai menanggapi perkataan istrinya. Laki-laki itu menatap tajam pada gadis di depannya itu. Dan melihat tatapan itu, tiba-tiba saja tubuh Gwen merasa begidik.


„Kenapa tidak kak... Gwen tidak ingin pernikahan ini hanya menyiksa kita berdua kak. Masa depan Gwen yang ingin diraih masih panjang kak... Dan kak Barra sendiri, sudah ada perempuan cantik yang setia menunggu kak Barra. Gwen merasa berdosa sudah merebut kak Barra dari perempuan cantik itu. Sebelum terlanjur kak Barra, ada baiknya kita mencoba untuk menjauh dari sekarang.” Dengan lancar, akhirnya Gwen bisa mengutarakan isi hatinya. Gadis itu tidak tahu, ada rasa nyeri pada ulu hati ketika mengucapkan kata-kata itu.


Tidak diduga, setelah mendengar kata-kata yang diucapkan istrinya, aura kemarahan memayungi wajah tampan laki-laki dewasa itu, Barra terus menatap kea rah Gwen, sampai gadis itu merasa bingung apa yang akan dilakukannya. Tiba-tiba satu sudut bibir Barra terangkat ke atas, dan aura menakutkan terlihat di  wajah laki-laki itu.


“Jangan sampai Gwen… kedatangan teman SMA mu Aldo dan kedua temannya, telah merubah pemikiranmu. Kamu adalah istriku, tidak ada yang lain. Jacqluine adalah perempuan di masa laluku, tidak lebih. Keberadaan Jacqluine di kamar hotel ini, hanya karena aku kasihan kepadanya. Perempuan itu masih utang penjelasan kepadaku, apakah kamu paham..” masih dengan nada agak tinggi, tatapan Aldo tidak mau lepas dari istrinya.

__ADS_1


“Kak Barra… jangan gunakan Aldo sebagai pembenaran semua sikap kak Barra kepada Gwen. Bukankah kak Barra yang sudah mengambil paksa Gwen dari sisi Aldo, tanpa ada penjelasan apapun. Jika dulu kak Barra tidak terlanjur datang dalam kehidupan Gwen, bisa saja saat ini Gwen sudah menjadi kekasih Aldo. Jadi.. jangan mencari kambing hitam untuk masalah ini..” tidak mau menjadi pihak yang dipersalahkan, akhirnya Gwen Kembali menyuarakan isi hatinya.


************


__ADS_2