Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 221 Terpuruk


__ADS_3

Hotel pinggiran kota..


Jacqluinne yang sudah dua hari menginap di hotel itu, tampak terpuruk. Sudah dua hari, perempuan yang terbiasa memperhatikan penampilannya itu, hanya berganti baju dengan baju yang dibelinya dari outlet sederhana, yang ada di sekitar tempatnya menginap. Setelah berusaha menghubungi Andy, perempuan itu merasa sedikit tenang, meskipun tidak yakin jika laki-laki muda yang masih berstatus sebagai suaminya itu, akan memberinya pertolongan.


„Aku tidak bisa hanya terus-terusan berada di tempat ini, dan dalam keadaan mengenaskan.. Untuk meninggalkan negara inipun, aku butuh untuk kembali ke apartemen. Semua perlengkapan dan surat-suratku masih ada di dalam apartemen, termasuk passport dan visa. Tanpa dua ID itu, aku tidak akan bisa pergi meninggalkan negara ini..” Jacqluinne berpikir sendiri.


Hanya beberapa uang cash, dan simpanan yang tidak seberapa yang saat ini berada dalam kendalinya. Semua benda berharga miliknya, masih tertinggal di apartemen. Sedangkan untuk kembali ke apartemen, perempuan itu merasa takut jika Antonius akan menyambanginya.


“Ya Tuhan.. maafkan aku. Baru kali ini aku ingat kepada-Mu ya Tuhan.., berilah aku pertolongan. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ya Tuhan.. help me please..” perempuan itu terus meratap.


Tidak mungkin dirinya akan bertahan di tempat itu terus terusan, karena lama kelamaan simpanan dan uang cash yang masih tersisa akan habis. Pikiran perempuan itu menjadi buntu..


„Atau aku menghubungi KBRI saja untuk meminta suaka, dan pihak KBRI akan memerintahkan pada polisi, untuk memberikan pengamanan sementara kepadaku.. Aku tidak mungkin hanya berada di dalam penginapan ini.. Paling tidak, aku bisa kembali ke apartemen, dan mengambil ID serta perlengkapanku. Barulah aku bisa meninggalkan negara ini..” pikiran Jacqluinne terus mengembara kemana-mana.


Berbagai peluang untuk menyelamatkan diri sudah dicobanya, tetapi belum ada satupun yang memberinya feed back untuknya. Tiba-tiba pikiran Jacqluinne kembali teringat dengan Andy, laki-laki muda yang sudah menikah dengannya karena kehamilan yang tidak disengaja,


„Mungkinkah Andy akan memberiku pertolongan.. Tapi sepertinya tidak mungkin, mengingat aku sendiri yang memutuskan untuk pergi meninggalkan laki-laki muda itu. Pada siapa lagi aku akan mengharapkan pertolongan. Apakah Barra.., laki-laki itu sepertinya tidak akan mungkin. Aku sudah membuat kesalahan fatal pada laki-laki itu..?” hanya penyesalan yang memenuhi pikiran perempuan itu. Semuanya seakan buntu, dan karena ulahnya sendiri di masa lalu, Jacqluinne sudah menutup pintu pertolongan untuknya.


Beberapa saat Jacqluinne terpekur sendiri, dan pikirannya Kembali mengembara. Akhirnya pada satu titik, pikiran perempuan itu berakhir dengan harus Kembali ke apartemen.

__ADS_1


“Kenapa aku harus takut, bukankah ada security di apartemen. Lagian aku hanya akan kembali untuk mengambil barang-barang berhargaku, dan akan segera pergi dari negara ini. Ada dua tempat untukku Kembali, apakah harus pulang ke Indonesia, negara yang sudah sangat lama aku tinggalkan. Ataukah aku harus ke Helsinki, untuk Kembali pada Andy. Keberadaan Mike, menjadi jalanku untuk kembali pada Andy..” pikiran Jacqluinne akhirnya mengerucut.


Perempuan itu kemudian beranjak dari posisi duduknya. Setelah membereskan pakaian yang hanya dua pasang itu, akhirnya Jacqluinne memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan Setelah melakukan pengecekan sekali lagi, dan memastikan jika tidak ada barang yang tertinggal, Jacqluinne segera membuka pintu kamar. Tanpa menengok lagi ke belakang, Jacqluinne segera berjalan menuju ke customer service. Karena merupakan penginapan kecil, banyak pasang mata menatap kecantikan perempuan itu dengan pandangan mesum.


“Excuse me Miss.. saya mau check out..” tidak mau terlalu banyak membuang waktu di tempat itu, Jacqluinne segera memberikan kunci pintu kamar pada petugas.


“Okay… ini kartu identitas anda Miss Jacqluinne..” setelah menerima kartu identintasnya, perempuan itu segera bergegas meninggalkan ruang customer service.


Untungnya begitu perempuan itu sampai di luar, mobil online yang dipesannya sudah datang, sehingga Jacqluinne terbebas dari tatapan mesum laki-laki hidung belang, di sekitar penginapan. Begitu sampai di depan mobilm perempuan itu segera masuk ke dalam mobil.


***********


Begitu mobil berhenti di lobby apartemen, Jacqluinne segera menyelinap masuk dan langsung mendatangi ruang security. Semula perempuan itu berpikir untuk datang ke lobby, minta bantuan pada customer service, namun diurungkan niatnya itu. Siapa tahu Antonius menempatkan orang untuk mengawasi gerak geriknya. Untuk itu, dengan langsung minta bantuan pada security, Jacqluinne merasa lebih aman.


“Bagaimana Miss.. apakah ada yang bisa saya bantu..?” kepala security langsung melakukan konfirmasi pada perempuan itu.


„Bisa temani saya sampai di depan pintu kamar saya pak.., saya agak paranoid dan ketakutan beberapa hari terakhir ini. Setelah sampai di atas, dan saya sudah masuk ke dalam kamar, anda bisa pergi meninggalkan saya sendiri..” tanpa basa basi, Jacqluinne menyampaikan keinginannya.


Tiga orang security yang berada di base camp itu saling berpandangan, dan salah satu laki-laki mengangkat kedua bahunya ke atas..

__ADS_1


“Hehhhh… baiklah Miss.. Aku yang akan mengantarmu ke atas, sekalian ingin meninjau lokasi keamanan apartemen.” Akhirnya Kepala Security sendiri yang akan menemaninya.


“Baik terima kasih, akan aku tunggu..” setelah beberapa saat, akhirnya kedua orang itu segera berjalan meninggalkan tempat itu.


Kepala Security segera menekan tanda anak panah ke atas, dan tidak lama pintu lift terbuka. Jacqluinne segera masuk ke dalam pintu lift, diikuti oleh Kepala Security. Keduanya terdiam, tidak ada percakapan antara keduanya. Sampai akhirnya di lantai tujuh, lift segera berhenti. Begitu pintu lift terbuka, Jacqluinne segera keluar dan bergegas menuju ke pintu kamarnya. Perempuan itu menengok ke kanan kiri, dan tidak melihat satupun orang di sekitar kamarnya. Setelah melakukan scanning acces room, dan pintu terbuka, Jacqluinne segera menyelinap masuk.


“Kembalilah ke tempat anda bertugas pak.. Dan tolong, jika ada yang bertanya tentang saya, konfirmasi ke saya dulu, sebelum menunjukkan ada dimana kamar saya berada.” Sambil melongokkan kepala di balik pintu, Jacqluinne berpesan pada security tersebut.


„Baik Miss.. jika ada apa-apa, jangan segan untuk menghubungi security atau bagian lobby..” dengan sopan, Kepala Security memberikan tanggapan.


Setelah menganggukkan kepala, Jacqluinne segera menutup pintu. Perempuan itu tidak mau membuang waktu, baru kali ini Jacqluinne merasa jika sedetik saja waktunya sangat berharga. Tempat penyimpanan barang-barang berharga, menjadi tempat pertama kali yang dijamahnya. Semua perhiasan, dan surat-surat penting dimasukkan pada tas selempang. Dan hanya sebagian baju saja yang dimasukkan ke dalam trolly besar.


“Sepertinya sudah cukup, tidak mungkin aku akan membawa semua perlengkapanku. Lain waktu, jika situasi sudah aman, aku akan bisa Kembali ke apartemen ini setiap saat..” akhirnya perempuan itu berbicara sendiri.


“Tet.. tet…” tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi.


Jantung Jacqluinne seakan berhenti berdetak, dan wajahnya menjadi pucat. Perempuan itu bingung, tidak tahu lagi apa yang akan dilakukannya.


*********

__ADS_1


__ADS_2