Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 229 Keraguan Mike


__ADS_3

Sepeninggalan Andy dari perusahaannya, Barra masih duduk di sofa. Laki-laki itu  berpikir jika keputusan yang diambilnya merupakan hal yang benar. Jacqlluinne tidak bisa dipandang remeh, dia mengenalnya dengan sangat baik. Lebih dari tiga tahun berpacaran, Barra merasa mengenal watak dan karakter perempuan itu, sehingga tidak akan membiarkan istrinya masuk dalam jebakan dan tipu daya dari perempuan itu.


“Aku harap Andy akan bisa memahami keputusanku… Istri dan kedua putraku terlalu berharga untukku, aku akan menjaganya. Tidak akan aku biarkan sedikitpun potensi bahaya muncul, dan menghancurkan keluargaku.. Terlebih dari orang yang sudah jelas-jelas pernah berusaha mencelakakan kami.” Laki-laki itu berbicara sendiri,


Duduk sendiri dan melamun seperti itu akhirnya mengingatkan Barra pada istri dan kedua putranya. Mendengar tadi Andy akan ke rumah untuk menjemput Mike, laki-laki itu beranjak dari posisi duduknya,


“Andy bisa saja tanpa sengaja mengatakan niatnya pada Gwen, jika Jacqluinne akan minta maaf padanya. Aku harus segera pulang, karena aku tidak bisa membiarkan emosi istriku terganggu, dan akan berpengaruh pada janin yang dikandungnya..” Barra segera menyambar kunci mobil.


Laki-laki itu bergegas keluar dari dalam ruangannya, dan tidak menyapa para karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya. Melihat laki-laki itu tampak sibuk dan tergesa, sekretaris yang masih akan mengantarkan berkas tidak berani untuk mengganggu laki-laki itu. Perempuan itu hanya menatap punggung Barra yang berjalan menuju ke arah pintu lift.


********


Villa puncak bukit…


Bareeq, Tareeq, dan Mike berlari ke arah mommy Gwen, yang tampak membawa camilan sehat untuk mereka bertiga. Ketiga bocah itu sedang bermain sepedaan di halaman belakang, dan Mike tampak excited menikmati kebersamaan dengan bocah kembar itu.


“Mommy… kebabnya enak.. Apakah mommy yang membuat sendiri…?” merasa jika taste makanan berbeda dengan biasanya, Bareeq bertanya pada perempuan muda itu.


„Iya Bareeq... mommy hanya mengulang Kembali masakan yang pernah mommy masak, ketika mommy masih muda dulu. Syukurlah kalian bertiga sangat menyukainya,..” Gwen tersenyum, dan menjelaskan pada ketiga anak-anak itu.


Perempuan muda itu melihat ke arah Mike, yang tampak menikmati makanan dengan tergesa-gesa. Di sekitar bibir bocah itu, sampai cemot banyak mayonaise yang menempel. Dengan sikap keibuan, Gwen mengambil tissue dan menarik tangan Mike agar mendekat kepadanya.

__ADS_1


“Mike.. makannya yang pelan sayang, tidak perlu tergesa, Nanti jika kalian bertiga menyukainya, dan makanan ini habis, mommy janji akan membuatnya lagi untuk kalian.” Sambil membersihkan mayonnaise yang menempel di bibir bocah kecil itu, Gwen memberikan nasehat,


“Iya mommy Gwen… karena Mike baru pertama kali ini makan makanan lezat seperti ini. Jika mommy Jacqluinne ada disini, apakah mommy juga mau ya membuatkan makanan untuk Mike..” dengan polosnya, Mike malah menyinggung mommy kandungnya.


Gwen menjadi speechless beberapa saat, bingung untuk memberikan tanggapan. Namun perempuan mud aitu kemudian menghela nafas, dan…


“Mike… jangan merasa rendah diri ya sayang, jika mommy Jacqluinne tidak ada di sampingmu, Mungkin ada alasan kenapa mommy mu tidak berada di negara ini bersamamu. Jika kamu lebih dewasa, mommy Gwen yakin kamu akan bisa memahaminya. Untuk saat ini, Mike bisa memanggil dan menganggap Mommy Gwen seperti mommy kamu sendiri.” Tanpa merendahkan siapapun, Gwen mencoba memberi pengertian pada bocah kecil itu.


“Benar Mike… kami mau kok, berbagi mommy denganmu. Mommy Gwen juga mommy Mike, begitu juga papa Barra, juga bisa menjadi papa Mike juga..” seperti memahami kesedihan yang dialami oleh Mike, Bareeq ikut memberikan hiburan.


Tareeq malah berdiri dari tempat duduknya, dan anak itu berjalan mendekati Mike. Akhirnya Bareeq dan Gwen ikut dengan apa yang dilakukan oleh Tareeq. Mereka saling berpelukan, dan Mike tidak merasa sendiri lagi.


„Papa...., mommy papa sudah pulang..” Tareeq berlari ke arah papanya.


Barra langsung mengangkat tubuh salah satu putra kembarnya, kemudian laki-laki itu mendatangi istri dan menurunkan Tareeq. Gwen menyambut kedatangan suaminya dengan berjabat tangan dan mencium punggung tangan suaminya. Barra memberikan ciuman ke pipi kanan dan kiri istrinya.


‘Wow… ada kebab nih, bikinan mommy ya.. Papa boleh tidak nih bergabung dengan kalian, ikut menikmati kebabnya..” melihat beberapa gulung kebab khas buatan istrinya, Barra bertanya pada tiga bocah kecil itu.


„Boleh dong papa... mommy banyak membuatnya kok. Tadi mommy malah katakan pada kita bertiga, jika kami menginginkannya lagi, mommy pasti akan membuatkannya lagi..” Bareeq memberikan tanggapan.


„Bagus deh..” Barra segera mengambil satu potong kebab, kemudian sambil duduk di samping Gwen, laki-laki itu mulai menikmati makanan itu.

__ADS_1


Mike tampak mengamati perilaku keluarga itu, dan di matanya terlihat jika anak itu seperti menahan kerinduan. Untungnya Gwen memperhatikan gerak gerik anak itu, sehingga..


“Apakah ada yang kamu pikirkan saat ini Mike..? Mommy melihat tatapan matamu seperti bersedih. Ceritakan pada mommy Gwen, apa masalahmu sayang..” untuk mencegah agar kesedihan itu tidak menekan perasaan anak kecil itu, Gwen langsung mengkonfirmasi.


“Mmmmmppphh… Mike hanya iri saja mommy.. Bareeq dan Tareeq memiliki orang tua yang lengkap, sedangkan Mike.. Papa saja juga tidak bisa menemani Mike setiap hari. Waktu yang Mike miliki lebih sering dihabiskan dengan maid di rumah, daripada dengan papa..” tanpa sadar, Mike menceritakan apa yang diinginkannya.


Mendengar hal itu, Gwen menatap ke arah suaminya sebentar. Barra tersenyum, dan laki-laki itu meletakkan kebab yang masih ada di tangannya,


“Mike sayang, jagoan papa Andy… Tidak perlulah kamu bersedih seperti ini, percaya deh sama papa Barra. Sebentar lagi, papa Andy pasti akan menjemputmu kesini, dan mommy mu Jacqluinne sudah menunggumu di rumah..” meskipun suaminya belum bercerita, Gwen sudah bisa mengira. Pasti Andy berhasil membawa kembali Jacqluinne istrinya..


“Benarkan papa Barra… apakah papa tidak hanya sedang menghibur Mike..” anak kecil itu bertanya untuk menegaskan.


“Papa Barra tidak pernah berbohong sayang, tadi papa Andy datang ke perusahaan papa. Papamu meminta ijin untuk membawamu Kembali ke rumah, dan mommy Jacqluinne sudah ada di rumah.” Sambil tersenyum, Barra Kembali menjelaskan.


Mike seakan tidak percaya, dan anak kecil itu melihat ke arah mommy Gwen. Perempuan muda itu tersenyum, dan menganggukkan kepalanya untuk lebih meyakinkan anak itu. Tiba-tiba..


“Tapi pa.. Momm, apakah mommy Jacqluinne akan bisa seperti mommy Gwen..?? jika diminta memilih, Mike merasa lebih nyaman bersama dengan mommy Gwen..” Barra dan Gwen terkejut dengan pertanyaan polos anak kecil itu.


“Hempphh… pasti bisa sayang. Jika mommy mu khilaf, katakan apa yang kamu inginkan pada mommy atau papamu. Percayalah sayang..” dengan lembut, Gwen mencoba memberikan pengertian pada anak kecil itu.


**********

__ADS_1


__ADS_2