
Beberapa hari ke depan…
Pagi hari rumah Barra di puncak bukit sudah terlihat riuh.. Hari ini, Gwen akan menjalani wisuda sebagai lulusan Desain Interior. Bareeq dan Tareeq terlihat sangat gagah, dengan balutan setelan jas senada dengan pakaian papa mereka. Gwen juga terlihat anggun dan cantik, dimana gadis itu masih mengingat pakaian adat local Indonesia. Tubuh Gwen terlihat ramping dengan pakaian kebaya, dan kerudung senada.
“Mommy… mommy very beautifull…” Bareeq dan Tareeq berteriak begitu melihat mommy mereka keluar dari dalam kamar.
Kedua anak kecil itu memeluk kaki mommy nya, dan tiba-tiba Barra mendatangi mereka.
“Bareeq.., Tareeq.., jaga sikap kalian. Mommy mengenakan kain panjang dan kebaya, sangat sulit untuk melakukan gerakan, Jangan sampai tingkah kalian mengacaukan pakaian mommy..” dengan sikap protective, Barra memberikan teguran halus pada dua putranya.
“Tidak pap… kita tidak merusak pakaian mommy. Lihat..., kita hanya memeluk mommy saja.” Bareeq berusaha membela diri.
Gwen tersenyum kemudian mengusap kepala kedua putranya secara bergantian. Tidak ada kebahagiaan yang akan dicarinya lagi, memiliki suami tampan dan dua putra yang juga tidak kalah tampan. Ketiga laki-laki itu selalu memuja dan memanjakannya.
“Kak Gwen… sudah siapkah… Bolehkan Kayla menumpang di mobil kalian ..?” tiba-tiba terdengar suara Kayla di belakang mereka. Barra dan Gwen serentak menoleh ke belakang, dan berdirilah Kayla.
Adik perempuan Barra itu mengenakan sack dress, yang juga terlihat anggun dan cantik. Senyuman malu muncul dari bibir gadis itu.. Gwen dan Barra saling berpandangan dan tersenyum melihat penampilan adik mereka satu-satunya itu.
“Oh iya.., sampai kakak lupa Kay... Pasti kamu akan ikut mendampingi Aldo wisuda juga bukan.. Ayolah, kita akan membawa mobil SUV kalau begitu, dan Smith yang akan mengantarkan kita ke college..” dengan senang hati, Gwen menyambut permintaan adik iparnya.
“Hemmpphh… lebay kamu Kay.. Dari pagi sibuk mencari pakaian, dan ternyata hanya untuk mendampingi Aldo. Ingat .., belum ada ikatan apa-apa di antara kalian..” berucap lirih, Barra menyindir adik perempuannya.
„Kak Barra...” Kayla terhenti sebentar, merasa tersenggol dengan ucapan kakak kandungnya. Gadis itu menatap kakaknya dengan tatapan protes. Kayla memang selalu dibedakan jika ada kakak kandungnya di sisi mereka.
__ADS_1
“Halah… abaikan saja ucapan kakakmu Kay... Tidak perlulah untuk dimasukkan ke hati. Ayo bareng kakak, kita bisa duduk di kursi tengah. Kak Barra di samping Smith, sedangkan Bareeq dan Tareeq duduk di belakang.” Untuk menjaga perasaan adik iparnya, Gwen menengahi adu pendapat itu.
“Eitttss… pengaturan siapa yang dibuat. Jika mau menumpang, Kayla duduk di depan, tidak ada yang aku ijinkan untuk duduk di samping istriku tercinta. Bareeq.. Tareeq.., ayo segera tempati posisi duduk kalian. Kita tidak boleh ketinggalan..” tidak mau kehilangan tanah kekuasaan, Barra menunjukkan sikap kuasanya.
“Ppppfftthh… kakak…” Kayla berteriak melakukan protes.
Tapi Gwen hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelucuan itu. Perlahan Gwen merangkul bahu Kayla…
“Sudahlah Kay, kita mengalah saja pada pemilik kekuasaan. Daripada kita berdua naik taksi ke college..” dengan sikap keibuan, akhirnya Gwen mengajak Kayla untuk masuk ke dalam mobil.
Kayla dengan patuh duduk di kursi depan, dan pintu sudah
dibukakan oleh Smith. Dengan penuh perlindungan, Barra mengangkat istrinya dengan hati-hati dan mendudukkan di kursi tengah. Perlahan mobil segera berangkat meninggalkan rumah tersebut.
************
Barra dan kedua putranya mengantarkan Gwen sampai di pintu masuk ball room, tempat diselenggarakannya acara wisuda. Tatap kekaguman melihat Gwen, banyak diarahkan oleh teman-temannya mahasiswa, dan juga beberapa pendamping mereka. Berada di negara Finlandia dengan berbagai kebebasan, mengenakan pakaian adat Indonesia dalam bentuk kain Panjang dan kebaya, memang merupakan keanehan. Namun dengan santai, Gwen tetap mengenakannya.
“Hi Gwen… kamu terlihat sangat cantik pagi ini. Pakaianmu extra ordinary... aku mengaguminya..” beberapa calon lulusan gadis mengerumuni Gwen, dan tanpa malu mengucapkan kekaguman mereka.
“Kalian semua juga sangat cantik friend.s… Ini salah satu pakaian adat di negara saya Indonesia, Namanya kebaya. Aku sangat bangga, bisa mengenakannya di acara ceremony sepertu ini..” dengan sikap merendah, Gwen berusaha menjelaskan.
Beberapa menit waktu mereka terbuang, karena banyak pertanyaan dari teman kampusnya tentang negara Indonesia. Dengan sabar dan telaten, Gwen menjelaskan. Tiba-tiba terdengar pengumuman, agar para wisudawan segera masuk dan berkumpul. Mereka sudah akan dipanggil satu persatu.., untuk disahkah kelulusan sebagai Sarjana.
__ADS_1
“Ayolah kita segera menuju ke samping ball room. Tetap urut sesuai nomor panggilan friend.s..” karena Gwen mendapat nomor urut kelima, gadis itu segera menyeruak ke dalam barisan.
Baru saja Gwen akan mencari-cari dimana posisinya, tiba-tiba..
“Hemmpphh… Gwen, sejak tadi aku mencarimu. Berdirilah disini, sudah aku kosongkan tempat untukmu..” tanpa disadari Gwen, ternyata Cynthia sudah mencarikan tempat untuknya. Kebetulan Cynthia memang mendapatkan nomor urut di belakang gadis itu.
“Thank.s Cynt.., aku sudah datang sejak tadi. Hanya saja, asyik mengobrol dengan teman-teman kita..” sambil berbisik, Gwen mengatakan alasan keterlambatannya.
“Sudahlah.., segera tempati barisanmu. Lihat host sudah akan mulai membacakan nomor urutan..” Cynthia segera menempatkan Gwen sahabatnya di depannya.
Tanpa banyak bicara, Gwen segera menyelipkan diri di depan Cynthia, dan kedua gadis itu segera focus mendengarkan suara master of ceremony mulai membicarakan rangkaian acara. Perlahan nomor urut wisudawan disebut satu persatu oleh pembawa acara.
**********
Mendengar Nama dan nomor urutnya dipanggil, dengan percaya diri Gwen berjalan menuju kea rah stage. Perlahan gadis itu melangkahkan kaki dan berhenti di depan Dean, dan pendampingnya. Dean memegang tali di depan topi wisudawan yang dikenakannya, dan pendampingnya mengalungkan Samir ke lehernya. Tanpa bisa ditahan, air mata menggenang di kelopak mata Gwen, gadis itu merasa terharu dengan predikat baru yang disandangnya.
“Congratulation Miss Gwen Alvaretta.., sukses selalu dimanapun anda berada..” sebelum bergeser, terdengar suara Dean memberikan ucapan selamat kepadanya.
“Terima kasih Prof…” dengan suara lirih, Gwen membalas ucapan Dean.
“Mommy… I love you… Congratulation Momm…” di tengah keheningan, dari barisan tempat duduk pendamping wisudawan, terdengar suara Bareeq dan Tareeq memberikan ucapan selamat untuk mommy nya.
“Love you too… kids.” Dengan suara lirih, dan gerakan memberikan ciuman dengan tangannya, Gwen membalas ucapan kedua putranya.
__ADS_1
Seketika suara tertawa riuh kekaguman terdengar di dalam ball room. Para tamu yang hadir mencari ke arah sumber suara. Dengan bangganya, Barra mengangkat kedua putranya ke atas bahunya. Dari atas stage, Gwen melambaikan tangan menyambut ucapan kedua putranya. Senyum haru dan bangga muncul dari bibir gadis itu, dan perlahan Gwen berjalan Kembali menuju tempat duduknya. Suasana wisuda yang biasanya hening dan sepi, seketika cair dengan celoteh lucu dari putra Gwen dan Barra.
***********