Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 248 Grand Opening


__ADS_3

Bulan berikutnya…


Suasana meriah penuh dengan ucapan selamat atas pembukaan work shop dan bengkel baru, terlihat di seluruh ruangan perusahaan yang dikelola oleh Gwen. Semua ruangan in door maupun out door penuh dengan bunga, balon, dan ucapan selamat. Sesaat di dalam ruangan, Gwen tampak terharu melihat sendiri dengan mata kepalanya, work shop yang diinginkannya akhirnya bisa berdiri.


“Selamat ya Gwen.. impianmu sudah satu tahap terwujud, aku salut padamu..” tampak Cynthia yang sudah tidak lagi hamil, karena sudah melahirkan memberikan ucapan selamat pada Gwen.


Perempuan itu memberikan pelukan dan ciuman pada istri dari pemilik Java Horizon Ltd. Itu. Ada keharuan dalam pelukan kedua perempuan itu, dan tanpa  sadar air mata menitik melalui sudut mata mereka.


“Eits… kita tidak boleh menangis Gwen.., karena ini adalah hari Bahagia kita. Kamu dan suamimu Barra sudah menjadi fasilitator aku bisa menjalankan mimpiku, terima kasih Gwen..” Cynthia kembali mengucapkan terima kasih pada perempuan itu.


„Selamat juga untukmu Cynthia, ingat kita bukan hubungan antara seorang atasan dengan bawahan. Namun kita adalah mitra, partner kerja. Kemajuan work shop ini, tidak akan terlepas dari kerja kerasmu dan juga Hans..” Gwen merendah.


Tiba-tiba dari luar ruangan, pandangan Gwen seperti tidak percaya. Dengan buket besar di tangannya, tampak Andy berjalan di samping Jacqluinne dan juga Mike. Gwen tersenyum menyambut kedatangan mereka, dan perempuan itu mendekat ke arah pintu masuk.


“Kalian datang juga akhirnya, terima kasih Andy, kak Jacqluinne… Oh ya Mike, ada Bareeq dan Tareeq di dalam, kamu kesana saja ya menemui mereka berdua..”


„Baik aunty..” Mike langsung berlari  masuk ke dalam, dan ketiga orang dewasa itu tersenyum melihat respon cepat Mike.

__ADS_1


‘Hebat sekali Gwen, aku mengapresiasi langkah cerdasmu. Work shop ini sangat besar, dan memiliki fasilitas yang lengkap. Barra pasti menggelontorkan dana yang sangat besar untuk pembangunannya. Aku jadi iri..” Andy tampak mengedarkan pandangan ke sekeliling.


Laki-laki itu melihat ke sekitar dengan tatap penuh kekaguman. Mata Jacqluinne juga tampak menatap penuh dengan rasa takjub, melihat kemewahan namun tetap elegan interior dan bangunan work shop yang dimiliki Gwen.


“Betul-betul menakjubkan Gwen… membuat siapapun akan iri memandangnya. Berapa milliar yang dialokasikan Barra untuk mendirikan work shop ini..?” Jacqluinne berkomentar pada Gwen.


“Halah.. kak Jacqluinne terlalu melebih lebihkan saja. Hanya ratusan juta saja, ini semua karya bersama desain interior yang kami rancang, dengan mengedepankan tampilan kemewahan, namun tetap elegance.” Gwen tampak merendah.


Jacqluinne tersenyum, dan dalam hati mengakui penguasaan emosi istri dari mantan pacarnya itu. Dalam usianya, Gwen memang bisa menunjukkan bagaimana menempatkan diri, dan hal itulah yang diinginkan laki-laki yang menjadi pasangannya. Selama dirinya dulu bersama dengan Barra, selalu hanya keributan yang mewarnai hari-hari mereka, dan akhirnya Barra lah yang harus mengalah.


„Kita masuk yuk kak Jacqluinne, Andy.., di dalam banyak teman yang sudah menunggu di sana. Siapa tahu banyak peluang yang bisa kita ambil, seperti join dalam kerja sama dengan beberapa orang.” Jacqluinne tergagap, ketika kembali mendengar suara Gwen mengajaknya masuk.


**********


“Hey Andy… Jacqluinne, kamu datang juga akhirnya. Aku pikir, acara hari ini bersamaan dengan agenda yang sudah kamu susun, jadi kalian datang agak terlambat ke work shop istriku..” begitu pasangan suami istri itu sampai di dalam, tampak Barra menyambut kedatangan mereka,


„Tidak kak, tadi Jacqluinne di rumah menungguku datang bersama Mike. Tadi ada rapat online dengan papa, bersama dengan Dewan Direksi, jadi tidak bisa ijin sembarangan..” sambil tetap merangkul Jacqluinne, Andy menjawab pertanyaan kakak iparnya.

__ADS_1


„Okaylah... nyamankan dirimu ya. Aku dan Gwen tidak mungkin menemanimu, karena harus menyambut dan menyapa tamu yang lain..” lanjut Barra.


„Santai saja kak... aku dan istriku pasti akan menganggap work shop ini seperti tempat kami sendiri. Sangat homy dan nyaman.. By the way… ruangan ini sangat luas dan elegance. Tapi jika tidak difungsikan apakah malah tidak ada pemborosan uang Gwen..” sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, Andy tanpa malu bertanya pada Gwen.


Gwen tersenyum, dan ikut mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.


“Iya Andy… aku memang ingin menciptakan jika bengkel atau work shop ini bukan hanya sekedar untuk mencari uang saja. Masalah uang bagiku, merupakan hal yang ke sekian kalinya. Di sela sela pengerjaan desain, aku ingin membuka training gratis untuk masyarakat yang tidak mampu dengan seleksi yang ketat. Dan di akhir masa training mereka, aku juga akan menambahkan uji kompetensi gratis untuk mereka. Jadi diharapkan lulusan dari tempat ini, memang benar benar menjadi desainer ahli, yang tersertifikasi.” Panjang lebar Gwen menjelaskan.


Andy dan Jacqluinne saling berpandangan, dan pasangan suami istri itu tampak sangat mengagumi apa yang ada dalam pola pikir Gwen. Dalam masa seperti ini, dimana setiap orang berlomba untuk menumpuk kekayaan sebanyak banyaknya, namun tidak untuk perempuan muda di depannya. Dalam usia yang masih relative sangat muda, Gwen berhasil mencapai tingkat kebutuhan aktualisasi dirinya.


“Kalian berdua nikmati hidangan saja dulu. Banyak kok kuliner khas Indonesia. Sengaja kak Barra mendatangkan chef dari Indonesia, untuk menyajikannya. Aku akan menyambut tamu yang baru sampai di depan..” tidak mau mengganggu pasangan suami istri itu menikmati suasana, Gwen berpamitan. Perempuan itu berjalan meninggalkan pasangan suami istri itu ke arah depan, untuk menyambut tamu yang baru saja berdatangan.


“Okay Gwen… pergilah. Kami akan mencari menu sajian khas negara kita dulu..” agar tidak membuat Gwen tidak enak, Andy segera membawa istrinya menuju ke meja tempat disajikan makanan.


Mata pasangan suami istri itu tampak berbinar, melihat banyak sekali hidangan yang hanya bisa mereka dapatkan di Indonesia seperti karedok, gado gado, gudeg, empek empek, dan masih banyak menu lainnya di meja saji.


“Jacqluinne… aku akan ambil empek empek terlebih dahulu sayang…, kamu pilih dan ambil sendiri ya..” Andy berjalan meninggalkan istrinya. Laki-laki itu sudah tidak sabar untuk menikmati makanan khas dari kota Palembang itu.

__ADS_1


Jacqluinne hanya tersenyum, dan perempuan itu segera mengambil karedok, ikan bakar, dan juga kerupuk karak, yang hanya bisa dijumpai di daerah kecil seperti Yogyakarta, Solo, Madiun. Mereka berdua tampak menikmati semua menu sajian, Bersama dengan para tamu undangan yang lainnya.


***********


__ADS_2