Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 212 Kekhawatiran


__ADS_3

Kedua putra Gwen dan Barra malah terlihat akrab dengan Mike putra Andy.. Saat ini mereka berada di Play Ground Mall, karena sejak tadi si kembar minta bermain di tempat itu. Karena desakan Gwen, akhirnya Barra mau duduk bertiga dan berbincang dengan Andy..


“Bagaimana kabarmu sekarang And.., kamu juga sudah selesai kan kuliahnya..?” Gwen memecah keheningan.


Andy tampak tergagap karena posisinya sedang melamun, sambil melihat ke arah tiga anak kecil itu sedang bermain. Mendengar pertanyaan dari Gwen, laki-laki muda itu kemudian mengarahkan pandangan ke tempat pasangan suami istri yang duduk di depannya itu.


“Bulan depan aku baru wisuda kak.. Yah, aku agak terlambat satu tahun dibanding denganmu, dan juga teman-teman yang lain. Untuk pekerjaan, aku menjalankan usaha papa yang ada di kota Helsinki, sudah malas untuk keluar dari negara ini..” Andy agak malu menceritakan tentang studinya.


“Tidak apa And.. yang penting masih bisa lulus.. Kerja dimanapun juga ga pa pa, halal itu yang harus diutamakan, karena akan mengalir ke darah putra keturunan kita..” lanjut Gwen.


Ketiga orang itu Kembali terdiam. Gwen sampai mencubit paha suaminya, karena sejak tadi hanya dirinya yang terus mengajak keponakan suaminya itu bicara. Barra terlihat malas untuk berbaik hati pada laki-laki muda itu. Tapi Gwen terus memaksa suaminya, dan akhirnya..


„Bagaimana kabar Om dan tante… sampai kemarin Kayla dan Aldo menikah, mereka berdua tidak terlihat. Bahkan Ketika mama meninggal, mereka juga tidak ada..” ternyata Barra malah seakan mengungkit daftar kesalahan keluarga Andy..


Andy terdiam, kemudian membuka ponselnya. Beberapa saat kemudian..


“Ketika Kayla dan Aldo menikah, papa dan mama kebetulan baru saja mendarat di Indonesia Kak.. Dan tidak terburu untuk mencari penerbangan balik ke negara ini.. Namun ketika tante Santa tidak ada, papa dan mama sebenarnya juga ada di Canada, Hanya saja, mereka tidak berani menampakkan diri di depan keluarga kak Barra.. Ini buktinya kak..” Andy memberikan bukti beberapa photo dari gallery penyimpanan pada ponselnya,

__ADS_1


Tampak kedua orang tua Andy dalam acara pemberangkatan jenazah, bahkan juga berfoto di makam mamanya. Melihat hal itu, hati Barra menjadi tersentak. Laki-laki itu kemudian mengangkat wajahnya, dan memeluk erat tubuh Andy. Keduanya berpelukan dalam beberapa saat…


“Maafkan kesalahan Andy dan keluarga kak… Tapi yakinlah kak, setelah memiliki putra sendiri, dan juga membesarkan tanpa campur tangan dari mama Mike, aku sudah bisa berpikir jernih. Tidak mudah untuk  bisa menjadi orang tua yang bisa membanggakan, untuk kedua orang tua kita.. “ tanpa disadari, air mata mengalir dari sudut mata Andy.


Penyesalan dan kesedihan karena sikap impulsive serta rasa iri, telah melenakan kehidupannya di masa lalu. Andy benar-benar sudah menyadari semua sikap keliru yang pernah dilakukannya. Gwen tersenyum melihat bagaimana suaminya, sudah berhasil menyingkirkan rasa ego dan amarahnya pada Andy. Tiba-tiba ketiga anak kecil itu sudah berlari menghampiri mereka..


“Aunty… ada apa dengan daddy dan Uncle.. Kenapa mereka berpelukan Aunty..?” tanpa bisa dicegah, tiba-tiba Mike bertanya pada Gwen. Bareeq dan Tareeq ikut melihat, tetapi tidak memberikan komentar.


“Papa Mike dan papa Bareeq serta Tareeq, sudah lama berpisah Mike.. Jadi wajarlah, ketika baru pertama bertemu, mereka seperti ini, Nanti jika kalian bertiga sudah tumbuh besar, bisa jadi kalian juga akan merasa seperti ini..” sambil tersenyum, Gwen menjelaskan,


Mike kembali melihat ke arah uncle dan daddy nya yang sudah melepaskan pelukan itu. Tetapi melihat dengan manjanya, Bareeq dan Tareeq memeluk mommy nya, muncul  rasa iri di hati anak kecil itu, Untungnya Gwen melihat tatapan kosong Mike..


Tanpa disuruh lagi, Mike segera berlari dan ikut memeluk Gwen sama seperti Bareeq dan Tareeq.. Dengan lembut, Gwen memperlakukan Mike sama dengan dirinya memperlakukan kedua putranya,


*********


Melihat ketiga anak kecil itu bisa bergaul dengan akrab, akhirnya Barra dan Andy saling mengesampingkan perasaan mereka. Gwen juga ikut merasa senang, karena hubungan keluarga sepupu suami serta adik sepupunya, kembali bisa tersambung.

__ADS_1


“Apakah sudah ada indikasi putra yang akan kamu lahirkan nanti kak..?? Jadi, untuk warna perlengkapan kamu bisa menyesuaikan, mana yang match untuk bayi laki-laki, dan yang match untuk bayi perempuan..” Ketika Gwen sedang mengamati perlengkapan di toko khusus anak-anak, Andy memberikan masukan.


“Sudah dong… hebat kan aku And.. Bisa punya dua putra laki-laki yang menggemaskan, dan saat ini istriku sudah hamil bayi perempuan di rahimnya. Beginilah jika memiliki istri resmi And.., apakah kamu tidak ingin mengikuti jejakku dan istriku..” belum sampai Gwen menjawab, Barra sudah dengan kesombongannya malah mengejek kesendirian adik sepupunya.


“Hemppphh… okay, okay, aku akan mengaku kalah kak.. Setelah aku membereskan surat ceraiku pada Jacqluinee, aku akan segera mencari mama pengganti untuk Mike.. Beberapa kali, Mike sudah meminta mama untuknya..” sambil tersenyum kecut, Andy melihat ke arah putranya yang berada dalam pelukan Gwen.


Mike terlihat menikmati perlakuan lembut yang diberikan Gwen. Bahkan Ketika Bareeq dan Tareeq sudah melepaskan diri dari pelukan mommy nya, tetapi Mike masih memeluk erat tubuh Gwen. Dengan perasaan keibuan, Gwen mengusap usap punggung Mike dengan menggunakan tangannya.


“Alihkan pandangan matamu dari istriku Andy.. atau aku akan mencungkilnya sendiri..” melihat Andy yang melihat ke arah istrinya, padahal karena putranya dalam pelukan perempuan muda itu, Barra terlihat cemburu.


„Iya iya Kak.. buang rasa cemburu yang tidak beralasan. Apa kak Barra tidak melihat, bagaimana putraku berada dalam pelukan istrimu.” Andy membela diri.


„Sama saja, abaikan saja.. Gwen memang seorang istri dan juga seorang mommy yang  sangat dicintai putra-putranya. Aku mengijinkan Mike memanggil istriku dengan panggilan mommy, sama seperti Bareeq dan Tareeq. Tapi ingat, jika kamu berani melakukan sesuatu yang buruk pada keluargaku, maka aku sendiri yang akan menghabisimu. Bahkan, aku bisa membawa Mike untuk berpisah jauh darimu..” Barra membuat ancaman. Terlihat ada rasa cemburu dan takut kehilangan istrinya.


Andy geleng-geleng kepala melihat sikap dan perlakuan Barra terhadapnya, Namun karena, laki-laki muda itu pernah membuat kesalahan yang sangat fatal, akhirnya Andy hanya memaklumi sikap sinis dari kakak sepupunya.


„Aunty... apakah Mike bisa sesekali ikut tinggal di rumah Aunty dan Uncle.” Tiba-tiba dengan polosnya, Mike mengajukan pertanyaan pada Gwen,

__ADS_1


“Pasti sayang… kapanpun pintu rumah Tareeq dan Bareeq terbuka untuk Mike datang.. Masih ada kamar kosong, yang dulu juga ditempati daddy mu sayang..” dengan terbuka, dan tanpa meminta pertimbangan pada suaminya, Gwen menjawab pertanyaan bocah kecil itu.


********


__ADS_2