
Barra dan Gwen meninggalkan putrinya dengan ditemani baby sitter. Pasangan suami istri itu duduk di halaman belakang, sambil berbicara tentang banyak hal. Gwen meminta ijin pada suaminya untuk melanjutkan hobby membuat draft desain, dan menyelesaikan beberapa pesanan desain yang ditundanya karena focus untuk melahirkan Sheen putri mereka.
“Papa mendukungmu honey, asal jangan sampai putri dan si kembar merasa ditinggalkan. Kerjakan desain di sela-sela waktu senggang, dan yang paling penting jangan sampai terporsir. Ingat, bahkan mencari nafkah adalah tugasku sebagai seorang suami, dan honey hanya sekedar menyalurkan hobby saja dalam bekerja membuat desain.” Dengan suara pelan, Barra memberikan beberapa pesan pada istrinya.
“Iya pa.. percayalah pada mommy.. Karena sudah ada baby sitter yang ikut mengawasi Sheen, dan Tareeq serta Bareeq juga lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah, Gwen merasa banyak waktu yang terbuang. Jadi Gwen minta ijin untuk melanjutkan hobby papa..” Gwen tersenyum, dan menyampaikan janji pada suaminya,.
„Hempphh .. aku percaya kepadamu honey..” sahut Barra,
Pasangan suami istri itu kemudian terdiam, dan menatap ke taman yang ada di depan mereka. Waktu Barra memutuskan untuk membangun villa yang mereka tempati saat ini, sudah memperhitungkan halaman belakang sebagai tempat untu relaksasi. Di sekitar swimming pool, terdapat taman dengan berbagai tumbuhan yang tertata dengan apik,
“Tuan Barra.., Miss Gwen.. tuan Andy dan Nyonya Jacqluinne ingin bertemu dengan Tuan dan miss. Apakah bisa saya persilakan untuk bertemu di tempat ini..?” tiba-tiba Claire menyela lamunan pasangan suami istri itu.
Mendengar kalimat dari maid keluarga mereka, Barra melihat kea rah Gwen istrinya. Sepertinya laki-laki itu masih ragu, apakah Gwen sudah berhasil melupakan kejadian buruk di masa lalu dari hatinya. Meskipun di acara tasyakuran kemarin, mereka sudah berinteraksi dengan Jacqluinne, tapi bisa jadi karena
“Biar saja mereka kesini pa, mungkin ada yang mau mereka sampaikan pada kita. Tidak baik kita memutuskan tali silaturahmi pada mereka, Sudah saatnya kita lupakan semua di masa lalu..” sambil tersenyum dan menganggukkan kepala, akhirnya Gwen memberikan ijin,
Barra terlihat mengambil nafas panjang, meskipun laki-laki itu masih ada keraguan, namun akhirnya Barra melihat kea rah Claire.
“Minta mereka untuk datang kesini saja Claire.. kami akan menunggu di tempat ini..” akhirnya Barra meminta Claire untuk membawa Jacqluinee dan Anndy.
„Baik Tuan,.” Perempuan itu kemudian membalikkan badan, dan berjalan keluar meninggalkan tempat itu.
Barra dan Gwen terdiam, dan untuk memberikan dukungan pada istrinya, Barra menggenggam tangan istrinya dengan kuat. Beberapa kali Barra memberikan ciuman di genggaman tangan itu, kemudian menurunkannya lagi.
“Selamat sore kak Barra… Gwen..” tiba-tiba pasangan suami istri itu mendengar suara Andy menyapa mereka.
__ADS_1
“Sore.. duduklah di sini And… ajak istrimu..” dengan ramah, Gwen menjawab sapaan dari adik sepupu suaminya itu..
„Terima kasih... Duduklah Jacqluinne..” Andy mengajak duduk istrinya,
Barra dan Gwen melihat mereka sambil tersenyum, dan setelah kedua orang itu sudah duduk, Gwen memberi isyarat pada suaminya lewat gerakan tangan.
„Dimana Mike And.. kenapa tidak kalian ajak kemari..” basa basi Barra menanyakan keponakannya.
„Tadi sedang ikut latihan piano kak, mama yang memintanya agar Mike bisa bermain piano. Yah… dari pada hanya di rumah, saja akhirnya kami datangkan pelatih ke rumah untuk melatihnya.” Andy memberikan tanggapan.
Jacqluinne dan Gwen hanya menjadi pendengar kedua laki-laki itu berbicara. Sampai pada akhirnya…
“Gwen.. Barra.. aku sengaja meminta Andy untuk mengantarku kemari, khusus untuk bertemu dengan kalian berdua.” Jacqluinne akhirnya membuka suara.
“Banyak kesalahan yang telah aku lakukan pada kalian berdua, tapi secara khusus aku belum pernah meminta maaf pada kalian, terutama pada Gwen..” Jacqluinne membuka suara, dan perempuan itu menatap ke wajah istri dari Barra.
Gwen tersenyum lembut, sedikitpun tidak ada terlihat masih ada rasa dendam atau sakit hati di wajahnya.
“Lupakan kak Jacqluinne, kita semua adalah keluarga. Berkali-kali Gwen katakan, tidak baik untuk menyimpan dendam karena malah akan menyakiti hati kita.. Gwen sudah memaafkan semua kesalahan yang pernah kakak lakukan padaku, juga yang dilakukan Andy. Tidak perlu lagi untuk mengingatnya, dan pintu rumah ini selalu terbuka untuk kedatangan kak Jacqluinne sekeluarga..” setelah menghela nafas, Gwen juga memberikan tanggapan.
„Kamu sudah mendengar apa yang dikatakan istriku bukan…, istriku Gwen memang sangat pemurah, dan baik hati. Ke depan, aku harap tidak ada lagi tindakan provokatif dalam kehidupan kita. Aku dan Andy adalah saudara sepupu, sehingga kitapun sekarang menjadi saudara Jacqluinne..” Barra ikut menambahkan,
Terlihat Jacqluinne menoleh ke arah suaminya, dan Andy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba terlihat Claire datang ke tempat mereka, dan membawa nampan berisi minuman dan kudapan.
“Letakkan di meja ini saja Claire...” Gwen memberikan arahan pada maid keluarga mereka itu,
__ADS_1
“Baik Miss..” dengan hati-hati, Claire meletakkan empat cangkir.
Satu piring saji berisi samosa goreng, ikut dihidangkan oleh perempuan itu. Sepertinya samosa itu sengaja disiapkan untuk menjamu Andy dan Jacqluinne, karena terlihat masih terlihat panas.
“Kamu membuat sendiri samosanya Claire..?” Gwen bertanya.
“Benar Miss… tetapi sudah beberapa waktu yang lalu. Claire dibantu maid yang lain, sengaja membuat banyak sekaligus, dan menyimpannya di freezer. Sehingga ketika kita butuh, baru menggorengnya. Claire ijin Kembali ke belakang Miss, Tuan..” Sambil tersenyum, Claire menjawab, dan sekaligus berpamitan.
“Bagus sekali idemu Claire.. lanjutkan.” Dengan tulus, Gwen memberikan pujian pada maid itu.
Claire tersenyum malu, dan perempuan itu segera Kembali ke belakang. Gwen segera mempersilakan Jacqluinne dan Andy untuk menikmati kudapan yang sudah disajikan oleh Claire. Ke empat orang itu melanjutkan pembicaraan dengan mengambil topik yang lain.
“Oh ya Kak Jacqluinne.. untuk saat ini, apa kegiatan kakak di Helsinki..??” Gwen memancing pembicaraan pada Jacqluinne.
„Masih menganggur Gwen... mengawasi Mike bermain, dan terkadang menemaninya belajar juga. Belum terpikirkan mau beraktivitas apa, masih trauma saja dengan dunia model di Los Angeles..” sahut istri dari Andy itu,
“Hemppphh… benar juga ya, memang tidak mudah untuk menghilangkan trauma. Kenapa tidak mencoba melirik bidang yang lain kak, yang paling tidak masih in line dengan dunia model. Misalkan membuat butik, tetapi dengan target market yang jelas, dan desain atau karya bajunya juga belum banyak ada di negara ini..” Gwen membuat usulan,
“Benar juga ya Gwen, kenapa aku malah tidak berpikir sampai ke situ. Aku nanti malam akan mempelajari terlebih dulu, bagaimana trend busana tahun ini, dan arah ke depannya.” Jacqluinne seperti memiliki ide. Senyuman muncul di bibir perempuan itu.
“Atau tambahkan ornament batik, dalam setiap desain yang kamu buat kak, sekaligus mengenalkan kain daerah negara kita..” lanjut Gwen.
Jacqluinne tersenyum, bahkan Andy dan Barra sampai menghentikan pembicaraan mereka, beralih melihat ke arah istri mereka.
**********
__ADS_1