Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 42 Adu Tanding


__ADS_3

****Sirkuit Internasional Sentul ****


Dari atas tribun VIP, mata Barra beredar ke sirkuit yang ada di bawah. Jantung laki-laki itu berdebar, melihat banyaknya motor yang menggeber di sirkuit tersebut. Barra tidak bisa mengenali yang mana motor yang dibawa oleh istrinya Gwen, karena laki-laki itu sampai di sirkuit sudah cukup malam. Untung saja, ketika meninggalkan base camp tempat istrinya dan teman-teman berkumpul, Barra mendapatkan informasi dari penjual mie ayam jika anak-anak itu sedang melakukan balapan.


"Ya Tuhan... gadis apa sebenarnya yang sudah aku peristri. Sama sekali aku tidak menyangka, Gwen yang imut dan lucu kala masih kecil, saat ini sudah menjelma menjadi gadis garang seperti itu..." setelah berhasil menemukan Ducati yang dikendarai istrinya, Barra terlihat cemas.


Mata Barra tidak berhenti terus mengamati bagaimana istrinya memutar gas motor, dan dengan trampil meliuk-liuk di arena balap. Ketika motor lain berhasil mendahului gadis itu, dengan cepat gadis itu kembali mengejar ketertinggalan. Jantung Barra berdegup kencang, bagaimanapun Gwen adalah istrinya, dan laki-laki itu tidak mau jika terjadi sesuatu pada istrinya.


"Aku harus melarang Gwen melakukan balapan seperti itu, sangat membahayakan, terlebih lagi Gwen adalah seorang perempuan.." Barra kembali bergumam. Sebagai laki-laki dewasa, melihat Gwen istrinya yang masih remaja melakukan balapan, yang identik dengan aktivitas olah raga laki-laki, membuat Barra merasa khawatir.


Tepuk tangan riuh di bawah, dan juga dari tribun di samping Barra berdiri terdengar bergemuruh. Suara pemandu lewat loud speaker juga terdengar keras, ikut meramaikan suasana pertandingan. Rupanya, teman-teman sekolah Gwen pada datang dan melihat balapan itu.


"Sepertinya tinggal satu lap lagi pertandingannya, aku harus turun untuk mencegah Gwen bertanding pada balapan berikutnya. Gadis itu betul-betul tidak terkontrol, terlalu asyik membahayakan dirinya..." mendengar suara pengumuman dari pemandu pertandingan, Barra bergegas mencari akses jalan untuk turun ke pinggir sirkuit.


"Aku lompat saja dari batas itu, terlalu membuang waktu jika harus berjalan memutari tribun," melihat akses untuk turun ke sirkuit masih harus memutar, Barra berpikir untuk lompat dari atas tribun VIP.


Tanpa berpikir panjang, Barra langsung mendekat ke arah pembatas tribun VIP dengan pinggir sirkuit. Terlihat di belakang Barra, dua security berlari untuk memberi peringatan kepadanya.

__ADS_1


"Mas... mau kemana, sangat bahaya berada di pinggir sirkuit balap. Jika terpaksa harus turun, lewatlah jalan yang sudah disediakan.." terdengar satu security membuat peringatan pada laki-laki itu.


Barra menoleh ke belakang, melihat petugas security yang tampak mendatanginya, laki-laki itu tersenyum. Tangan kanan Barra memegang papan pembatas, dan dengan masih melihat ke arah petugas laki-laki itu sudah menggunakan kakinya, melompat ke pinggir sirkuit. Sesampainya di bawah, sambil tersenyum Barra menangkupkan dua telapak tangan dan diarahkan ke petugas yang mendatanginya. Dua petugas itu berhenti, dan geleng-geleng kepala melihat kenekatan laki-laki itu,.


"Hemmpph... untung aku pas berhasil turun. Motor yang dikendarai Gwen sudah menuju ke arah titik awal, aku akan membawa gadis itu pulang sekarang.." melihat Ducati yang dibawa istrinya sudah menuju ke garis start yang juga finish, Barra bergegas mendatangi tempat tersebut,


"Broom... broom... " Gwen mem blayer gas motornya dengan tangan kanannya, dan satu tangan kirinya diangkat ke atas. Tidak lama kemudian, Gwen menghentikan motornya. Tiba-tiba...


"Hentikan tindakan berbahayamu Gwen.. apakah kamu melupakan ada aku dalam hidupmu..." Gwen terkejut, ketika tangan kokoh laki-laki memegang tangannya yang masih di atas stang,


Melihat wajah Barra suaminya ada di depannya, Gwen seketika merasa gugup dan panik. Bagaimanapun Gwen masih menutup identitas jika dirinya sudah menjadi istri dari laki-laki yang tengah berdiri di sampingnya itu. Tatapaka khawatir bercampur kemarahan, dapat dilihat Gwen dari mata suaminya,


Barra hanya menggerakkan satu sudut bibirnya ke atas. Gwen merasa melihat senyuman sinis suaminya itu, menjadi sesuatu yang menakutkan untuknya. Gadis itu menjadi terdiam, dan melihat ke wajah suaminya dengan penuh harap. Tapi tiba-tiba...


"Hey... siapa kamu  berani mengganggu teman dekatku.." tiba-tiba terdengar suara Aldo memberi peringatan.


Barra menoleh ke belakang, dengan masih memegang tangan istrinya, laki-laki itu tersenyum sinis menatap balik Aldo,

__ADS_1


"Anda lagi.., anda lagi,. sebenarnya siapa anda, kenapa selalu menghantui kehidupan Gwen." melihat kembali Barra, Aldo bertanya dengan nada tinggi. Sedangkan Gwen terlihat cemas, dan baru kali ini gadis itu merasakan ketakutan yang amat sangat.


"Kamu bertanya siapa aku untuk Gwen..., kenapa kamu tidak bertanya pada Gwen? Siapa sebenarnya aku baginya.. Dengan ataupun tanpa sepersetujuanmu, aku akan membawa Gwen pulang sekarang juga. Aku yakin, Gwen akan patuh terhadapku..." sambil tetap tersenyum sinis, Barra menanggapi kata-kata Aldo. Wajah Gwen terlihat semakin pucat, dan bibir gadis itu semakin kelu tidak mampu mengeluarkan kata-kata.


Mendengar jawaban dari Barra, Aldo terlihat semakin marah. Meskipun tidak ada hubungan antara dirinya dengan Gwen, tetapi Aldo sudah berpikir jika Gwen adalah kekasihnya. Tapi mendengar ada laki-laki dewasa, yang tampak menekan gadis itu, tentu saja kemarahan melingkupinya.


"Baiklah... kita fair play saja. Kita bermain lima putaran di sirkuit ini. Kamu bisa membawa pulang Gwen sekarang juga, asalkan kamu bisa mengalahkanku.." mendengar kata-kata yang diucapkan dari bibir Aldo, Gwen menjadi semakin panik.


Gadis itu tahu bagaimana kemahiran Aldo dalam balap motor, hanya karena menganggap balap motor hanya sekedar hobby, anak muda itu tidak pernah join dalam turnamen. Tetapi beberapa pembalap tanah air, yang sudah adu persahabatan dengan anak muda itu, hampir semuanya mengalami kekalahan. Dan sekarang, jika Barra bertanding dan mengalami kekalahan dengan Aldo, Gwen merasa khawatir jika Barra akan membuka statusnya di depan teman-temannya.


"Hanya itu tantanganmu anak muda... aku akan meladenimu.." sambil tersenyum smirk, Barra menyambut tantangan Aldo.


"Tidak perlu, tidak ada yang akan bertanding. Aldo.. aku akan pulang mengikuti laki-laki ini, jangan buat masalah dengannya please..." tiba-tiba Gwen membuat permintaan pada sahabatnya itu.


"Untuk apa takut honey... apakah kamu mengkhawatirkanku...?" tiba-tiba Barra berbisik lirih di telinga Gwen. Gadis itu menjadi semakin takut, tubuhnya sampai merinding. Gwen hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan, tetapi untungnya dengan cepat Barra melompat naik di belakang gadis itu. Tangan laki-laki itu memeluk erat pinggang istrinya. Tanpa kata satupun, akhirnya Gwen terdiam dan pasrah dengan apa yang akan terjadi.


Melihat hal itu, Aldo menjadi semakin marah. Namun melihat kediaman Gwen atas perlakuan dari Barra, Aldo tidak bisa berkutik.

__ADS_1


"Ayo... kita lakukan pertandingan. Akan aku lihat, siapa yang lebih unggul di antara kita, dan bisa membawa Gwen.." tanpa berpikir, Aldo kembali bersuara lantang.


*********


__ADS_2