
Mendengar Asep menyebut nama Barra, sesaat Aldo seperti Kembali diselimuti kemarahan. Anak muda itu memegang kedua bahu Asep, dan memberikan tatapan tajam kepadanya..
“Asep… jangan sebut laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti itu. Keadaan Gwen sampai seperti ini, semua disebabkan oleh laki-laki itu. Jika tahu Nasib Gwen akan berakhir seperti ini, sudah sejak dulu, Gwen aku bawa lari..” tampak amarah menyelimuti Aldo.
"I know how you feel about Gwen... Ald.. Tapi berpikirlah dengan arif dan bijak.. Status Gwen saat ini, berbeda dengan Gwen yang dulu. Jikapun kamu tidak mau memberi tahu bagaimana keadaan Gwen saat ini, tetapi… ada Om Andrew. Laki-laki itu sangat tepat untuk dapat menenangkan keponakannya itu..” bukannya berhenti berbicara, tetapi Asep tetap mengarahkan anak muda itu.
Perlahan Aldo melepaskan kedua tangannya yang mencengkeram bahu Asep. Anak mud aitu Kembali duduk menghadap ke depan.
“Ingat juga dengan Kayla… kamu sudah membuat komitmen dengan gadis itu. Jangan sampai, karena keadaan ini, kamu meninggalkan Kayla, dan Kembali berharap untuk bisa menumbuhkan perasaanmu pada Gwen. Jika hal itu terjadi Ald… mohon maaf aku sudah tidak bisa menemanimu lagi. Karena sebagai seorang teman, aku harus Kembali meluruskan langkahmu yang keliru. Namun… jika kamu keberatan, dan lebih berpikir untuk menuruti tindakanmu sendiri, maka lebih baik aku yang pergi..” lanjut Asep.
Aldo menjadi terhenyak, karena meskipun kata-kata Asep tersebut terdengar lembut di telinganya. Namun ada ancaman di balik kata-kata itu…., dan sesaat kemudian..
„Asep... untuk saat ini aku masih bingung bagaimana aku harus bertindak. Kita akan tunggu bagaimana dengan keadaan Gwen dulu..., barulah nanti kita akan berpikir..” Aldo mengajak Asep untuk mengakhiri pembicaraan.
Memang saat ini, hal yang paling penting adalah menunggu setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan pada Gwen. Dan karena mereka berdua, tidak diperbolehkan untuk masuk menemani gadis itu, mereka berdua hanya diam dan duduk bersandar.
*************
Baskeri & Basso Restaurant..
__ADS_1
Andy tersenyum menerima dua orang laki-laki yang diutusnya, untuk melakukan pengamatan di Helsinki Strandt hotel. Dua orang itu tahu, kemana arah Gwen pergi setelah kejadian Barra dan Jacqluine di temukan di hotel.
“Terakhir kali kami melakukan pengamatan, tadi malam Miss Gwen dibawa ke rumah sakit Helsinki oleh dua anak muda Tuan.. Tapi kami tidak mungkin untuk mengikuti mereka ke dalam. Namun.. jika tuan Andy menginginkan informasi lanjutan, apa yang dilakukan mereka, saya bisa membayar orang dalam untuk melaporkan keadaan gadis itu. Tetapi tentu saja… tidak ada yang gratis di dunia ini Tuan..” sambil tersenyum licik, salah satu laki-laki menyampaikan pembicaraan,
„Hempphh... sudah aku duga sebelumnya. Orientasi kalian selalu uang, uang, dan uang… Tapi, aku tidak peduli berapapun kamu meminta pembayaran, pastikan dimana lokasi gadis itu. Secepatnya aku akan menemui dan memberikan pertolongan padanya..” Kembali Andy memberikan perintah.
„Ha.. ha.. ha.., syukurlah jika Tuan Andy paham dengan kami. Secepatnya saya akan koordinasi dengan orang dalam di rumah sakit tersebut. Setelah kami mendapatkan informasi, kami akan segera mengabarkan informasi yang sudah kami peroleh..” dua orang itu langsung menyanggupi.
„Okay... deal. Secepatnya aku akan transfer uang ke rekeningmu… Lakukan sekarang juga, aku tidak mau kehilangan informasi tentang gadis itu..” Andy segera memberikan perintah.
Selesai bicara, Andy segera mengambil ponselnya kemudian masuk ke dalam aplikasi mobile banking. Tidak lama ponsel salah satu dari dua orang yang bersama dengan Andy berbunyi. Senyuman terbit dari bibir kedua orang itu…
“Cara yang cepat untuk menyelesaikan masalah. Terima kasih Tuan Andy…” sesaat kemudian, setelah memastikan ada sejumlah saldo yang bertambah di rekeningnya, dua orang itu tersenyum.
“Tuan Andy… untuk saat ini, Miss Gwen Alvaretta berada di Bougenville Room, VVIP Room di rumah sakit Helsinki.. Untuk penyakit yang dialami, kami belum bisa mendapatkan informasi lanjutan.” Dua orang itu segera melaporkan informasi yang sudah mereka dapatkan.
„Baiklah.. terima kasih untuk kerja cepat kalian berdua.. Aku akan segera datang ke rumah sakit, dan memberikan pertolongan untuk gadis itu. Tanpa sepengetahuan kakak sepupuku, aku akan membawa Gwen pergi bersamaku. Ha.. ha.. ha…” Andy segera berdiri, dan laki-laki itu meninggalkan beberapa lembar Euro di atas meja.
Dua laki-laki itu segera memanggil waiters. Tidak lama, seorang waiters datang menghampiri meja tersebut, dan dua orang laki-laki itu menunjuk beberapa uang di atas meja.
__ADS_1
***********
Bougenville Room VVIP
Asep dan Aldo masih menunggui Gwen yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Kedua anak muda itu masih sabar menunggu penjelasan dari dokter terkait penyakit yang diidap Gwen. Tenaga Kesehatan baru saja selesai memasangkan infus, dan juga bantuan oksigen pada gadis itu.
“Kira-kira penyakit apa yang diidap Gwen ya Sep… semoga saja bukan hal yang serius..” Aldo mengajak bicara Asep. Anak muda itu bicara sambil berbisik, karena khawatir mengganggu istirahat gadis itu.
“Aku tidak bisa menebaknya Ald... kita berdoa saja. Semoga hal baik selalu melindungi Gwen... Tapi menurutku, Gwen kemungkinan besar hanya tertekan saja karena tidak mengira akan menemukan suaminya sedang berdua dengan perempuan lain.. Semoga saja, dengan beberapa hari beristirahat disini, kondisi Gwen segera membaik.” Asep tidak berani banyak berpikir.
Aldo terdiam, dan tatapan anak muda itu melihat ke arah Gwen yang tampak tertidur. Dalam hati anak muda itu, perasaannya Kembali goyah. Melihat bagaimana Barra yang diharapkan bisa membahagiakan sahabatnya, ternyata malah berkhianat pada gadis itu, membuat laki-laki itu kecewa. Bahkan sejak kedatangan Kayla, adik Barra yang juga kekasihnya terakhir kali ke apartemen, Aldo belum berkomunikasi lagi padanya. Beberapa panggilan dari gadis itu sudah diabaikannya, dan bahkan ponselnya saat ini sedang tidak aktif.
“Tok.. tok… tok..” tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.
Aldo dan Asep saling berpandangan, tetapi Asep kemudian berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu. Perlahan anak muda itu membuka pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.
“Andy… bagaimana bisa kamu sampai di rumah sakit ini..?” terdengar suara Asep berbicara dengan terkejut dan menyebut nama Andy.
Mendengar hal itu, Aldo langsung berdiri dan ikut menghampiri Asep. Tatapan tajam dan penuh curiga, jika Andy terlibat dalam masalah itu diarahkan Aldo. Anak muda itu tanpa ba bi bu, langsung mencengkeram krah baju Andy...
__ADS_1
„Untuk apa kamu kesini Andy... pergilah sebelum aku mengusirmu keluar dari dalam rumah sakit..” dengan suara tegas, Aldo mencoba mengusir Andy.
****************