
Hari-hari berikutnya..
Begitu mengetahui jika istrinya sedang mengandung putra mereka untuk kesempatan kedua, Barra menjadi lebih protective. Laki-laki itu betul-betul memperlakukan istrinya seperti seorang ratu, dan malah terlalu membatasi ruang gerak Gwen. Bahkan Tareeq dan Bareeq, juga sama-sama bersikap menjaga mommy nya.
“Tidak perlulah kalian bertiga bersikap seperti ini pada mommy… Ingat, mommy ini bukan mesin atau robot, yang hanya disimpan di dalam rumah saja. Sekali-sekali, mommy juga ingin berjalan-jalan, atau sekedar ke mall untuk melihat keindahan..” terdengar ucapan protes dari Gwen, Ketika tiga laki-laki dalam hidupnya itu, tengah membatasi ruang geraknya.
“Iya mommy… tapi kasihan dengan adik di dalam perut mommy. Kasihan jika harus terguncang-guncang karena menuruti keinginan mommy...” Bareeq berceletuk.
„Sabarlah momm... jika adik sudah lahir, mommy akan memiliki waktu yang banyak untuk bersenang-senang..” Tareeq menimpali.
Barra hanya tersenyum mendengar putra kembarnya menasehati istrinya. Mendengar bagaimana istrinya berkeluh kesah, muncul juga rasa iba dari dalam hatinya. Laki-laki itu kemudian mendekat pada Gwen, kemudian menundukkan wajah dan mencium perut istrinya.
“Papa ikut deh, yang penting tidak ada potensi bahaya untuk istri dan putraku, papa akan mengantar kemanapun honey ingin pergi.. Bareeq dan Tareeq pasti juga tidak akan keberatan, bagaimana putraku..” Barra meminta dukungan pada putra kembarnya,
“Siap pa.. Bareeq dan Tareeq juga akan siap untuk menemani mommy..” Bagai gayung bersambut, dua bocah tampan itu, secara serentak mengiyakan perkataan papanya,
Gwen tersenyum merasa bahagia, perempuan muda itu merentangkan kedua tangannya, dan memeluk suami serta putra kembarnya. Beberapa saat kemudian…
“Mommy ingin ke mall pa…, kita harus mempersiapkan perlengkapan untuk putra kita, Tidak ada satupun perlengkapan Bareeq dan Tareeq kala bayi, karena semua ada di Dubai, di tempat tinggal kakek Atmadja..” akhirnya kesempatan bagi Gwen. Perempuan muda itu segera menyampaikan apa yang ingin dilakukannya saat ini,
“Baik honey.. lupakanlah masa lalu.. Sekarang juga aku akan menemanimu untuk mencari perlengkapan untuk putra kita.. Kemarin dokter Alex mengatakan padaku, jika tidak salah lihat, sepertinya putra kita kali ini terlahir perempuan, dan akan melengkapi keluarga kita. Kita segera bersiap, sekarang juga aku akan menemanimu ke mall..” Barra segera meminta istrinya untuk bersiap.
__ADS_1
“Asyikkk,,, hari ini kita akan berjalan dengan papa dan mommy Bareeq.. kita bersiap juga..” Tareeq mengajak Bareeq untuk segera mempersiapkan diri.
Gwen tersenyum dan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat respon kedua anak laki-lakinya, Perlahan dengan dibantu suaminya, akhirnya Gwen berusaha bangun dari posisi duduknya. Dengan diikuti Barra yang memegang bahu perempuan muda itu, pasangan suami istri itu kemudian masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap. Sudah beberapa saat, begitu diketahui Gwen hamil putra ketiga mereka, keluarga kecil itu lebih banyak hanya berdiam diri di rumah. Hal itu karena sikap over protective Barra, yang tidak ingin ada kejadian yang menimpa istri dan calon bayi mereka. Selain itu, kehilangan moment Ketika kehamilan Bareeq dan Tareeq yang tidak bisa dirasakan oleh laki-laki itu, membuatnya sangat excited begitu mengetahui istrinya tengah hamil lagi.
“Hati-hati honey.., kamu duduk saja di pinggir ranjang. Aku akan membantumu Bersiap-siap..” agar istrinya tidak terlalu lelah, Barra membantu perempuan muda itu untuk bersiap.
Gwen hanya bisa mengambil nafas Panjang, dengan sikap protective itu, Akhirnya tanpa bicara Gwen hanya menunjuk ke wardrobe, agar suaminya menyiapkan baju ganti untuknya,
********
Mall of Tripla
Sudah beberapa saat tidak melihat gemerlap kehidupan mall, wajah Gwen terlihat berbinar. Tatapan matanya yang bening, terus beredar di seluruh mall. Barra tersenyum melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh istrinya, demikian juga dengan kedua putranya Bareeq dan Tareeq.
“Hempphh… bagus juga kelihatannya. Kita ke tempat itu yukk..” Gwen segera menyetujui ajakan putranya.
Ke empat orang keluarga kecil itu segera berjalan menuju ke merchant yang dimaksud. Tetapi baru saja mereka akan masuk ke merchant, mata Gwen mengenali seorang laki-laki muda yang tampak menuntun bocah laki-laki. Tapi laki-laki muda itu tampak menghindar, tidak mau beradu pandang dengan keluarga itu.
“Andy…” tiba-tiba Gwen berteriak memanggil laki-laki muda itu. Barra terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya. Secara logika, harusnya Gwen marah dan tidak mau bertegur sapa lagi dengan Andy, karena kejadian di masa lalu yang memisahkan keluarganya, adalah karena ulah anak muda itu. Tetapi, apa yang terjadi saat ini, jelas -jelas mengejutkan Barra.
“Apa yang kamu lakukan honey… abaikan saja anak kurang ajar itu..?” melihat Gwen yang akan berjalan menghampiri Andy yang tengah tersenyum malu menatap pada mereka, Barra bereaksi keras.
__ADS_1
“Sudahlah kak… jangan lawan kekerasan dengan kekerasan pula. Hal itu sudah lama berlalu, bagaimanapun, kalian berdua adalah saudara sepupu. Tidak baik bukan, jika menurunkan permusuhan pada putra atau keturunan kita..” namun Gwen bukannya menurut pada Barra, melainkan malah memberikan nasehat.
Akhirnya Barra diam saja, hanya berjalan mengikuti istrinya dari belakang. Bareeq dan Tareeq juga mendekat, karena melihat anak laki-laki seusianya juga sedang bersama dengan laki-laki yang dipanggil mommy nya.
„Hey Andy.. apakah ini putramu..?” Gwen mengusap pipi bocah laki-laki yang tampak menatapnya sambil malu-malu itu.
„Pfffttpphh... iya Gwen.. Hey kak Barra.. sudah lama kita tidak bertemu..” dengan suara lirih, Andy akhirnya memberikan tanggapan,
„Hempphh.. punya nyali juga kamu untuk menjawab panggilan istriku. Aku pikir kamu sudah membusuk di dalam kamar, karena menjalani tahanan rumah. Ternyata masih bisa kamu berkeliaran di mall dengan bebasnya..” dengan sikap bermusuhan, Barra menjawab.
Gwen memundurkan kaki ke belakang, kemudian gadis itu menepuk pelan bahu istrinya untuk memberi isyarat agar Barra menjaga sikapnya.
„Pa .. lihat ada anak-anak, tolong kendalikan amarah papa. Tidak baik bukan, jika sampai Bareeq dan Tareeq maupun putra Andy tahu, jika papa mereka ternyata memiliki musuh. Semua sudah berlalu, butuh kesabaran hati untuk melupakan semuanya.” Dengan suara lirih, Gwen berusaha mengingatkan suaminya.
Barra mengambil nafas Panjang, kemudian laki-laki itu memberikan kecupan di kening istrinya, Andy mengalihkan wajah ke samping, melihat saudara sepupunya malah pamer kemesraan di depannya. Setelah melihat suaminya sudah bisa mengendalikan dirinya, Gwen kemudian merangkul pinggang suaminya, dan mereka kembali mendekati Andy.
“Maafkan sikap Andy di masa lalu ya kak Barra.., kak Gwen..” Andy tersenyum pahit, dan meminta maaf pada kakak iparnya itu.
„Hempphh... sudah lupakan saja Andy, semua sudah berlalu, Yang penting adalah ke depannya, kita harus menjadi orang yang lebih baik. Siapa nama putramu And... sepertinya mereka sepantaran ya dengan putra kembar kami” Gwen segera mengubah topik pembicaraan.
„Mike kak.. Mike.. kasih salam sama aunty dan uncle. Baeeq dan Tareeq juga masih saudaramu..” Andy mengenalkan putranya.
__ADS_1
“Baik daddy.. Aunty, Uncle…, Mike memberi salam.” Dengan sopan, Mike mengikuti apa yang diperintahkan oleh daddy nya.
**********