
Asep dan Cynthia yang sudah sampai di lokasi duluan, tampak terbelalak melihat kemewahan villa itu. Meskipun tidak memiliki ukuran yang lebih besar dari tempat tinggal Barra dan Gwen di puncak bukit, tetapi villa itu juga memiliki kamar yang banyak, serta space kosong di luar bangunan rumahnya. Dan yang membuat lebih nyaman adalah, dari space tersebut, bisa melihat ke bawah, untuk menikmati lautan luas Laut Baltic..
“Asep… ternyata suami Gwen memiliki selera yang bagus.. Lihatlah, bisa mendapatkan tempat yang tidak jauh dengan objek wisata sudah luar biasa. Tetapi bangunan ini, masih menawarkan view yang sangat memanjakan mata.. Sangat disayangkan, jika villa sebagus ini selalu dibiarkan dalam keadaan kosong..” sambil merentangkan tangan, menikmati hembusan angin yang bertiup dari laut, Cynthia berkomentar.
“Hemppphh… aku juga baru pertama kali ini melihatnya Cynt... Aku sudah sangat lama mengenal Gwen.. namun gadis itu sedikitpun gadis itu tidak pernah menceritakan tempat ini. Mungkin saja, mereka memang merahasiakannya dari orang lain..” Asep memberi tanggapan.
Laki-laki muda itu berjalan lebih ke depan, sampai di batas pembatas bangunan itu, Sesampainya di pinggir pagar, pandangan Asep melongok ke bawah, dan terlihat jurang batu-batu karang tampak terlihat indah di bawahnya.
“Kemarilah Cynthia… dari tempat ini pemandangan bertambah bagus..” laki-laki itu memanggil istrinya untuk ikut melihat pemandangan di depannya,
Perlahan Cynthia berjalan menuju ke tempat suaminya, dan Ketika pandangan mata gadis itu melihat ke bawah… mulut Cynthia terlihat terbuka, dan Asep tersenyum melihat reaksi istrinya…
“Tuan… nona.., minuman kami siapkan di meja tamu.. Mohon untuk segera menikmatinya...” ketika pasangan suami istri itu sedang menikmati pemandangan, maid yang bertugas di villa datang dan memberi tahu pada dua orang itu.
„Baik .. sebentar lagi kami akan kesana..” agar maid tadi tidak menunggu mereka, Asep segera menjawab. Kemudian..
“Kita masuk dulu saja Cynthia... aku haus dan lapar. Kita minum dan menikmati camilan dulu, baru nanti kita kembali berkeliling lagi ke tempat-tempat yang lain..” laki-laki itu mengajak istrinya untuk kembali ke depan.
Cynthia tidak banyak bicara, gadis itu tersenyum kemudian mengikuti suaminya yang sudah berjalan di depannya. Begitu mereka sampai di dalam, sudah terlihat ada dua gelas berisi minuman, dan keduanya segera menghampiri ke dekat meja tersebut.
__ADS_1
“Foto-foto pernikahan, dan juga foto dengan kedua putra mereka terlihat sangat hidup dan cantik ya... Kita perlu membuat juga seperti itu Asep..” tiba-tiba melihat foto-foto keluarga, yang terpajang di etalase, Cynthia menjadi terinspirasi untuk menirunya..
“Iya Cynth… semua yang baik dari keluarga ini, kita bisa menirunya.. Tapi yang terpenting kita harus merealisasikan diri untuk bisa memiliki keturunan seperti mereka berdua.. Jujur Cynth.. aku ingin segera dipanggil dengan panggilan sebagai papa..” Asep menoleh dan tersenyum manis melihat kepada istrinya.
Namun Cynthia malah pura-pura tidak melihat, dan mengambil toples yang ada di seberang meja. Asep hanya tersenyum masam, karena Cynthia selalu akan mengalihkan focus jika dirinya menyinggung masalah keturunan. Tiba-tiba di depan rumah, terdengar ada mobil berhenti..
“Aku akan melihatnya dulu Cynth... siapa tahu Gwen dan kak Barra sudah sampai,” Asep kemudian berdiri, untuk membangunkan kembali mood nya yang sempat hilang,
“Pergilah Sep.. aku akan duduk menunggumu di sini saja..” begitu Cynthia sudah memberikan ijin, Asep segera melangkahkan kaki dari ruangan itu. Jadilah tinggal Cynthia yang langsung melamun, setelah keluarnya Asep dari ruangan itu.
***********
„Kamu sudah sampai di villa kak Barra juga Asep..., bantu aku ya..” Kayla menyapa laki-laki itu, kemudian mengulurkan keranjang buah segar.
Tampak penjaga villa berlari ke mobil Kayla dan Aldo, kemudian mereka juga membantu mengeluarkan barang-barang dari mobil, kemudian membawanya masuk ke dalam rumah. Aldo tersenyum melihat bangunan villa itu, dan juga pemandangan yang ada di sekitarnya. Setelah Aldo menikah dengan Kayla, baru kali inilah dirinya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke tempat itu.
„Langsung masuk saja Kay.., di dalam ada Cynthia juga.. Kak Barra dan Gwen masih menjemput si kembar, juga menjemput Novi dan suaminya..” Aldo yang sudah mendapatkan informasi terlebih dulu dari Gwen, memberi tahu istrinya.
“Iya Ald.. aku juga sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana interiornya. Kak Barra selalu pelit untuk memperlihatkan villa ini padaku, dan bahkan pernah menolakku juga Ketika aku ingin meminjamnya..” Kayla segera berjalan mendahului suaminya masuk ke dalam.
__ADS_1
Ternyata bukan hanya Asep dan Cynthia saja yang merasa kagum, begitu masuk ke dalam, Kayla memandang kagum dengan susunan interior, dan perabotan mewah yang ada di dalam villa ini.. Sesaat Kayla teringat, jika kakak iparnya adalah Sarjana jurusan Desain Interior.
“Tidaklah heran Ald… ini semua pasti ada campur tangan kak Gwen.., bagaimana mendesain ruangan ini. Desainnya ada kehangatan, cozy tetapi nyaman sebagai tempat berkumpulnya keluarga…” Kayla berkomentar.
“Benar katamu Kay… kita bisa minta bantuan pada kakakmu. Bukankah kita sedang membangun villa juga, kita bisa libatkan Gwen ketika akan mengisi perabotan di dalamnya..” dari sebelahnya, Aldo ikut menimpali.
Pasangan suami istri itu sampai mengabaikan keberadaan Cynthia istri Asep, karena kagum melihat tatanan accecoris, perabotan dan semua yang ada di dalam rumah itu. Untungnya Cynthia juga memahami, karena dirinyapun juga sesaat blank ketika melihat desain interior dalam ruangan itu. Dirinya yang satu kelas dengan Gwen, bahkan juga tidak terpikir untuk menciptakan desain sehebat itu.
„Wow swimming poolnya sangat bagus… kita juga bisa melihat lautan Baltic dari tempat ini. Betul-betul maha karya yang sangat hebat,.” Ketika Kayla keluar dari ruang tengah, dan melihat out door area, Kembali mulut gadis itu berdecak kagum.
Batu-batu alam berjajar dengan indah membentuk mozaik, dan betut-betul out door area ini menjadi ruang private yang sangat nyaman dan menyenangkan. Tanpa sadar, Kayla mencelupkan kakinya ke dalam kolam, kemudian gadis itu duduk di atasnya.. Beberapa saat, gadis itu melamun di tempat itu.
“Sayang.. apakah kamu tidak merasa kepanasan, jam segini berjemur di tepi kolam renang..” terdengar suara Aldo yang berjalan mendekatinya,
„Tidak apa Ald sekali-kali.. Kemarilah temani aku,” gadis itu malah memanggil suaminya untuk bergabung.
Aldo tersenyum kemudian laki-laki itu membungkukkan badannya, dan ikut duduk di samping istrinya. Pasangan suami istri itu menggantungkan kaki masuk ke kolam renang, dengan pandangan mata ke lautan Baltic yang terlihat jelas dari depan mereka.
*************
__ADS_1