
Jacqluine tertidur dalam perjalanan dengan laki-laki bernama Antonius, dan ketika sudah terbangun gadis itu kaget karena berada di sebuah tempat yang sangat bising. Hanya saja, saat ini dirinya berada dalam sebuah ruangan tertutup, sedangkan bising suara musik berasal dari luar ruangan.
„Dimana aku saat ini, dan dimana Antonius.. Laki-laki ba**jingan itu membawaku kesini tanpa membangunkanku... kurang ajar..” Jacqluine yang merasa asing dengan ruangan ini, bertanya tanya pada dirinya sendiri.
Perempuan muda itu mengedarkan pandangan ke sekeliling, saat ini dirinya duduk di atas sofa. Terlihat di meja yang ada di depannya, banyak botol minuman dan gelas-gelas sloki di atasnya. Sebagai seorang yang berkecimpung dalam dunia hiburan, apa yang dilihatnya bukan lagi merupakan hal yang asing.
“Bar… ini sebuah bar.. Damn it.. Antonius memang tidak bisa diajak berbicara baik-baik, selalu menguji kesabaranku. Bisa-bisanya laki-laki kurang ajar itu membawaku ke tempat seperti ini, apa sudah bosan hidup dia..” perempuan itu mengumpat, begitu sadar dimana dirinya berada saat ini.
“Aku harus cepat meninggalkan tempat ini, jika aku tidak mau dijadikan mesin oleh Antonius.” Begitu pikirannya sudah bisa berpikir, Jacqluine beranjak bangun dari posisi duduknya,
Perempuan itu segera melangkahkan kaki untuk menuju ke arah pintu, dan berusaha untuk melarikan diri keluar dari dalam ruangan itu. Tapi belum sampai perempuan itu memutar handle pintu, tiba-tiba pintu dibuka dari luar ruangan. Jacqluinne terkejut, tapi perempuan itu sudah tidak bisa lagi untuk menghindarkan diri.
“Hey… hey… kali ini Antonius layak untuk aku beri imbalan besar. Perempuan yang disediakan untukku, betul-betul berkualifikasi..” dengan tatapan mesum, laki-laki dengan wajah mengerikan itu, melihat pada Jacqluinne dengan tatapan berminat.
“Anda salah orang… aku bukan orangnya Antonius. Aku hanya salah masuk ke ruangan ini Tuan..” perempuan itu mencoba membuat alasan, untuk menghindar dari laki-laki mesum itu..
“Ha.. ha.. ha.., jangan mencoba untuk berbohong kepadaku Jacqluinne.. Meskipun tidak begitu terkenal, wajahmu cukup dikenal di kalangan industri model di kota ini.. Kamu harus menurut kepadaku, maka akan banyak gelimang harta yang akan aku limpahkan kepadamu..” namun rupanya, laki-laki itu sudah mengenali Jacqluinee.
Perempuan muda itu tidak dapat berkutik, saat ini Jacqluinne hanya memundurkan tubuhnya ke belakang, sampai membentur dinding di belakangnya. Namun laki-laki itu tersenyum melecehkan, dan terus mendekat ke arah perempuan itu.
“Aku sudah membayarmu nona.. menurutlah padaku kali ini.. Aku akan membawamu pada kenikmatan yang tidak akan terlupakan..” kedua tangan laki-laki itu tiba-tiba mengurung sisi wajah Jacqluinne. Perempuan itu merasa jijik, dan mengalihkan pandangannya ke samping, tidak mau beradu pandang dengan laki-laki di depannya.
Tetapi begitu wajah laki-laki itu mendekat ke wajahnya, Jacqluinne mau muntah kemudian merendahkan wajahnya ke bawah, dengan satu lututnya diangkat ke atas..
__ADS_1
„Dukk...’ aaawww... kurang ajar perempuan ******...” laki-laki itu berteriak kesakitan.
Jacqluine tidak mengabaikan kesempatan itu. Ketika laki-laki itu merasa kesakitan, perempuan itu menggunakannya untuk berlari keluar ruangan. Terlihat beberapa orang berlari ke arahnya, dengan cepat perempuan itu menyelinap ke dalam keramaian, orang-orang yang sedang berjoged di dance floor.
“Aku harus segera keluar dari ruangan ini, jika aku ingin selamat..” sambil ikut berjoged, Jacqluinne mengedarkan pandangannya.
Perempuan itu berusaha mendekat ke arah pintu, sambil mengawasi para penjaga. Untungnya tidak ada penjaga di pintu masuk, Jacqluinne segera menyelinap keluar.
“Tutup semua akses pintu keluar… tidak boleh ada satupun pengunjung yang boleh keluar dari tempat ini.. Ada pengunjung yang melakukan penyerangan pada Boss..” tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam.
Beberapa penjaga berlarian menuju ke arah pintu, dan untungnya Jacqluinne sudah berhasil keluar dari ruangan itu. Perempuan itu mengendap-endap, dan mencoba menghindari pantauan kamera CCTV yang banyak terpasang di tempat tersebut.
*********
Antonius terduduk ketakutan, laki-laki yang tadi bersama dengan Jacqluinne menatapnya dengan pandangan garang. Beberapa anak buah laki-laki bernama Mack itu, ikut berdiri mengelilingi Antonius.
“Plak.. brakkk…..” sebuah tamparan bersarang di rahang Antonius, dan tubuh laki-laki itu terdorong ke belakang sampai mendorong kursi di belakangnya.
“Ampun Tuan Mack.., saya akan berjanji untuk membawa perempuan itu kembali ke hadapan Tuan.. Bebaskan saya kali ini Tuan..” Antonius merangkak untuk mendekati laki-laki itu. Tetapi bukannya mendapatkan pengampunan, malahan..
„Bukk... terlalu banyak bicara kamu.. Kembalikan uang yang sudah aku transfer ke rekeningmu sekarang juga, jika kamu tidak segera menemukan gadis itu kembali ke hadapanku. Atau.. satu tanganmu akan menjadi gantinya..” tatapan Mack terlihat kejam dan mematikan,
“Jangan tuan Mack.. saya minta waktu dulu. Anak buah saya sudah berusaha untuk menemukan Jacqluinne, pasti perempuan itu tidak akan lama lagi pasti akan berakhir di ranjang Tuan.. Untuk saat ini, beri saya waktu Tuan, saya harus mendampingi anak buah untu menemukan keberadaan perempuan itu..” dengan menghiba, Antonius terus memohon.
__ADS_1
Uang yang ditransfer oleh Mack, sudah habis dipergunakan oleh Antonius. Bahkan hak uang Jacqluinne juga belum diberikannya pada perempuan itu. Mendengar jika Mack memintanya untuk mengembalikan uang tersebut, sudah bisa dipastikan jika laki-laki itu tidak akan bisa mengembalikannya dalam waktu yang singkat.
“Apa yang akan kamu berikan padaku sebagai jaminan Anton.., apakah nyawamu..?? Berani-beraninya kamu berlaku ingkar kepadaku. Duakk..” tubuh Antonius yang sudah banyak mengeluarkan darah, kembali terlempar ke belakang. Mack menghujani tubuh laki-laki itu dengan tendangan di sekujur tubuhnya.
„Saya akan berusaha Tuan.., berikan saya waktu untuk mencari Jacqluinne, dan membawanya kembali..” Antonius tidak berhenti memohon.
Mack melihat ke arah anak buahnya yang, lain dan menggunakan dagunya seakan memberikan perintah pada mereka. Tidak lama kemudian, Mack berjalan ke pintu dan meninggalkan ruangan. Setelah laki-laki itu keluar dari dalam ruangan, anak buah Mack mendatangi tempat Antonius kemudian menarik krah baju yang dikenakannya.
“Puak.., aaawww..” darah Kembali mengalir dari sudut bibir Antonius, karena beberapa orang itu kembali menghujani laki-laki itu dengan pukulan di rahangnya.
„Duakk...” salah satu anak buah Mack, menggunakan lutut menghajar perut Antonius. Laki-laki itu tambah meratap kesakitan.
“Ingat Antonius, dalam waktu 2 kali 24 jam, jika kamu belum membawa perempuan itu ke hadapan boss, atau kamu mengembalikan uang yang sudah kamu terima, maka nyawamu sebagai gantinya..” kata-kata peringatan kembali diucapkan oleh anak buah Mack.
“Aku akan berusaha.. bebaskan aku..” Antonius berkata lirih,
Anak buah Mack saling berpandangan, kemudian,.
“Cuih..” salah satu anak buah itu meludah ke arah Antonius, kemudian mereka berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut.
Begitu orang-orang itu keluar dari dalam ruangan, Antonius duduk bersandar di kaki sofa dengan kaki di atas lantai. Menggunakan lengan bajunya, laki-laki itu mengusap darah yang masih merembes keluar. Dengan perlahan dan menahan rasa nyeri, laki-laki itu akhirnya berusaha bangun dari posisi duduknya untuk berjalan keluar dari dalam ruangan itu.
*********
__ADS_1