
Aldo mengambil posisi duduk di dekat kaca pembatas, dan dari tempat duduk itu mereka bisa menikmati pemandangan di luar. Orang-orang bermain ski di bawah, terlihat jelas dari tempat duduk mereka, karena kebetulan cuaca terlihat cerah sehingga mereka bisa melihat semuanya.
“Kayla… apakah kamu marah sweety, karena berbohong padamu. Acara ini diadakan papa, karena papa dan mama akan mendirikan cabang perusahaan di negara ini. Mereka memintaku untuk mengelola perusahaan ini ke depannya, karena aku malas mengikuti papa dan mama di Canada. Aku menginginkanmu untuk menjadi saksi hidup, dimana untuk pertama kalinya aku akan start up perusahaan..” tiba-tiba Aldo memberi tahu Kayla, untuk alasan apa dirinya mengajak gadis itu.
Kayla mengangkat wajahnya, dan menatap ke wajah laki-laki yang duduk di depannya itu.
„Tidak masalah Aldo... hanya saja kenapa kamu mengajakku. Kenapa bukan gadis lain, yang lebih dekat denganmu, atau mungkin kamu mengajak pacarmu atau siapapun..” tampak Kayla masih ragu.
Aldo tersenyum, kemudian anak muda itu mengambil dua tangan Kayla. Tidak lama kemudian, Aldo mengangkat kedua tangan itu dan memberinya kecupan di punggung tangan gadis itu.
„Seperti yang tadi dikatakan papa dan mama.. Kayla. Jujur.., aku ingin menjadikanmu perempuan terakhir dalam hidupku ke depannya. Aku ingin memintamu untuk menemaniku Kayla, menemani kehidupanku, juga karirku.. Apakah kamu mau Kayla... jujur aku tertarik padamu..” dengan nada tersendat, Aldo mencoba jujur pada gadis di depannya.
Tatapan mata Aldo tidak terlepas dari pandangannya pada gadis itu, dan Kayla menjadi malu serta menundukkan kepalanya. Tetapi jari tangan Aldo dengan cepat menahan dagu gadis itu, berusaha agar mereka tetap saling bertatapan. Beberapa saat kemudian...
„Kenapa kamu diam saja sweety... apakah kamu marah, dan menolakku. Hal apa yang harus aku lakukan Kayla, agar aku bisa meyakinkanmu. Jujur Kayla... hanya ada dua gadis yang mengisi kehidupanku dan membuatku melayang sampai seusiaku saat ini. Gadis itu adalah Gwen.. yang saat ini menjadi istri kakakmu. Tetapi aku tidak pernah berani untuk mengungkapkan hal yang sebenarnya, hanya menjadi ge er dengan kedekatan kami bertahun-tahun. Dan yang kedua adalah dirimu...” lanjut Aldo sambil terus menatap ke netra gadis itu.
Terlihat Kayla mengambil nafas panjang, kemudian…
“Aldo.. semua terjadi secara mengejutkan, dan kamu tidak memberiku spare waktu untuk berpikir. Apalagi, kamu langsung mengenalkanku pada papa dan mamamu, sungguh semua itu membuatku shock Ald..” akhirnya terdengar suara Kayla memberikan tanggapan.
Aldo tersenyum…
__ADS_1
“Itu semua bukti keseriusanku Kayla.. Aku tidak akan mempermainkanmu, dan sekali aku mengutarakan maksudku., akan menjadi sesuatu yang akan aku jaga selamanya. Tetapi itupun bisa terjadi, jika kamu menerima maksud baikku. Jika tidak...” Aldo menghentikan perkataannya.
„Jika tidak.. apa yang akan kamu lakukan Aldo..” karena Aldo terdiam, dan tidak melanjutkan kata-katanya, Kayla tampak mengejar laki-laki itu.
„Mmmmpph... jika tidak, aku mungkin akan pergi dari negara ini. Karena tidak mungkin, berada di negara yang sama, aku kehilangan dua kali harapanku. Yaitu bersamamu dan juga dengan Gwen.. Hal itu tentu saja sangat menyakitkanku..” sahut Aldo lirih, dan tersenyum kecut.
Kayla terdiam, dan mengamati perubahan wajah laki-laki di depannya. Terlihat ada ketulusan dalam tatapan sendu mata Aldo, dan hal itu membuat nyaman hati Kayla. Akhirnya..
„Baiklah Aldo... kebetulan aku juga seorang single girl.. Berada di negara ini memang membuatku nyaman, dan terlebih ketika aku mengenalmu. Aku sampai merayu kak Barra dan kak Gwen, agar mereka berdua mengijinkanku untuk dapat pindah kuliah ke negara ini.. Tapi aku juga belum yakin dengan perasaanku ini Ald… namun hal itu tidak akan menghalangiku untuk berani mencoba untuk menjalin hubungan denganmu.”
Aldo kaget dengan keterus terangan gadis di depannya itu, senyum lebar mulai muncul di bibir anak muda itu. Berkali-kali Aldo mengecup punggung tangan Kayla, dan gadis itu hanya tersenyum melihat semuanya…
„Terima kasih atas pernyataanmu Kayla.., kita akan mencobanya bersama.” Ucap Aldo perlahan, dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Kayla.
Beberapa saat kemudian...
Ternyata apa yang diucapkan Aldo pada Kayla bukan merupakan kebohongan. Beberapa menit kemudian, banyak tamu berdatangan di ruangan itu. Dan ketika host mulai mengambil acaranya, berbagai acara ceremony dilakukan yang menandakan resminya perusahaan papa Aldo, membuka cabang di Helsinki, Finlandia.
„Kami undang untuk maju ke depan, putra dari Tuan Firmansyah dan Nyonya Helene. Kami mohon kerelaannya untuk maju ke depan, Tuan Aldo...” setelah beberapa acara dilalui, host memanggil Aldo untuk berjalan ke depan.
Aldo menoleh ke arah Kayla, dan...
__ADS_1
„Kayla.. temani aku ke stage sweety. Untuk mengumumkan pada khalayak, jika aku tidak single, tetapi sudah memilikimu...” terdengar Aldo mengajak Kayla untuk menemaninya.
“Mmmmpphh... tidak Aldo, akan menjadi hal yang tidak etis. Kita belum ada ikatan apapun Aldo, tolong jangan lakukan, please…” Kayla menolak dengan halus ajakan dari laki-laki yang baru saja memberikan komitmen padanya.
“Tidak Kayla… harus dengan kamu. Karena dirimulah yang menjadi alasanku untuk merintis perusahaan di negara ini, ayolah temanilah aku..” tapi Aldo terlihat terus memaksa.
Karena tatapan para tamu undangan ke meja tempat mereka berada, akhirnya Kayla tidak tega membuat mereka untuk menunggu. Akhirnya...
„Baiklah Aldo... aku akan menemanimu. Tapi ingat, jangan buat yang aneh-aneh di atas stage..” dengan sangat terpaksa, akhirnya Kayla mau menemani. Tapi gadis itu sudah mewanti-wanti anak muda itu untuk menjaga sikapnya.
„Baiklah sweety...” Aldo tersenyum, dan anak muda itu segera menggandeng tangan Kayla. Aldo terlihat seperti seorang pangeran yang membawa putri yang dikasihinya ke atas stage.
Tepuk tangan membahana, mengiringi pasangan anak mud aitu berjalan ke atas stage. Tuan Firmansyah dan Nyonya Helene saling berpandangan, dan keduanya tersenyum melihat kebersamaam putranya, dengan gadis yang dicintainya.
“Baiklah… sudah hadir di atas stage, putra dari Tuan Firmansyah dan nyonya Helene. Yang menurutku sih… sudah membawa calon istri atau pendamping CEO di perusahaan. Selaku host, saya secara pribadi sangat appreciated dengan sikap tuan Aldo. Berikan tepuk tangan meriah untuk pasangan ini…” seluruh yang ada di dalam private room itu bertepuk tangan.
Wajah Kayla berwarna merah menahan malu, dan Aldo malah tanpa malu-malu bergeser mendekat dan merangkul bahu kayla di depan semua tamu undangan.
“Terima kasih atas kehormatan yang dianugerahkan pada saya. Terima kasih papa, mama.. atas kesempatan dan juga challenge yang harus Aldo selesaikan ke depan. Dan terima kasih juga untuk calon istriku Kayla.., bersamamu akan kita wujudkan masa depan dari perusahaan kita, PT. Nusantara di kota Helsinki.” Dengan tegas, Aldo menyatakan statement, yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah.
Akhirnya acara pembukaan perusahaan baru di kota Helsinki itu, diakhiri dengan pemotongan pita secara simbolis.
__ADS_1
***********