Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 119 Perhatian Suami


__ADS_3

Gwen menyambut kepulangan suaminya dengan membantu melepaskan dasi di leher laki-laki itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 p.m, dan padahal suhu udara di luar sangat dingin, tetapi laki-laki itu baru saja menginjakkan kaki Kembali di rumah itu. Setelah dasi Barra terlepas, Gwen minta ijin untuk menyiapkan minuman panas untuk suaminya.


“Honey… jika tidak Lelah, buatkan ginger tea saja ya. Sepertinya ada gula kristal yang dikirimkan mama, jika tidak tahu tempatnya bisa tanya maid di dapur..” sebelum Gwen keluar kamar, Barra berpesan pada istrinya.


“Iya kak… Gwen akan mencarinya sendiri. Jikapun sudah habis, ada brown sugar yang bisa dipadukan dengan ginger tea..” setelah melihat suaminya menganggukkan kepala, gadis itu segera berjalan keluar menuju ke arah dapur.


Baru beberapa Langkah berjalan, Gwen berpapasan dengan maid rumah tersebut. Melihat kedatangan majikannya, maid memberi jalan pada gadis itu.


“Non Gwen mau kemana, apakah ada yang bisa saya bantu Miss…” dengan sikap hormat, maid bertanya pada gadis itu.


“Tidak perlu, kembalilah beristirahat. Aku hanya akan membuatkan ginger tea untuk suamiku..” setelah menanggapi tawaran maid, Gwen kembali melanjutkan langkahnya menuju kea rah dapur. Karena untuk membuat minuman panas, Gwen merasa lebih mantap menggunakan air yang langsung dididihkan, daripada menggunakan air dari dispenser.


Gadis itu segera mendidihkan air menggunakan warm machine, sembari menyiapkan ginger tea bag dan memasukkan ke dalam mug. Tanpa mencari, ternyata gula kristal sudah ditempatkan di canister oleh maid. Gwen segera mengambil satu potong kecil, kemudian dimasukkan di cangkir yang sudah ada ginger tea bag di dalamnya. Sesaat kemudian, karena air sudah mendidih, Gwen segera mengisi mug dengan air tersebut.


“Uhukk…” tiba-tiba terdengar suara batuk, dan Gwen langsung menoleh. Ternyata ada Andy di pintu masuk dapur tempat Gwen berada.


„Hi And.. mau buat minuman panas kah..?” Gwen mengakrabkan diri, gadis itu menyapa Andy.


“Iya.. memang hanya suamimu saja yang ingin minuman panas di malam dingin ini..” Gwen mengerenyitkan dahinya, mendengar jawaban Andy yang terkesan sarkasme. Gadis itu menatap tajam kea rah adik sepupu suaminya,


“Ada apa kamu menatapku seperti itu kakak Gwen...” Andy tersenyum smirk, dan bertanya pada Gwen.

__ADS_1


“Tidak ada And.., iseng saja aku menatapmu. Hanya saja, kata-katamu terlalu sinis untukku. Sebenarnya apa yang terjadi padamu Andy... apakah aku ada salah kepadamu, sampai akhir-akhir ini kamu secara terang-terangan kerap menyindirku..” Gwen merasa tidak berkenan dengan respon yang ditunjukkan anak mud aitu.


Andy tidak menjawab, anak muda itu malah tersenyum seakan mencibir gadis itu. Gwen merasa sebal dengan sikap dan respon yang ditunjukkan Andu, akhirnya..


“Hempphh percuma sepertinya aku menghabiskan waktu untuk orang keras sepertimu Andy.. Mubadzir waktuku, mending aku menghabiskan waktuku untuk orang lain, yang mau lebih peduli padaku..” Gwen segera membawa mug, dan bergegas pergi meninggalkan anak mud aitu.


Andy hanya menatap punggung Gwen, sampai gadis itu berjalan meninggalkannya. Selepas Gwen keluar, terlihat Andy menghembuskan nafas panjang, dan anak muda itu tersenyum pahit.


“Aku akan berusaha menjaga jarak dengan gadis itu, daripada aku tersiksa sendiri setiap berada di dekat Gwen.. Aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku tertarik dengan istri dari kakak sepupuku... .” sambil menyiapkan kopi di coffee maker, Andy berbicara dalam hati.


***********


Di dalam kamar


“Hempphh… ada honey, sepertinya ada yang mengganggu mood istriku pagi ini..” sambil tersenyum, Barra menyapa Gwen.


Gadis itu tidak menjawab, malah langsung meletakkan mug di meja sebelah kiri suaminya.


“Kenapa honey, masa ada sih yang berani mengganggu istriku di dalam rumah ini. Jika aku tahu, aku pasti akan memberinya pelajaran. Berani beraninya mengganggu istriku yang cantik dan menggemaskan ini..” Barra terus berusaha menggoda istrinya.


“Andy kak… sangat menyebalkan sekali anak itu. Gwen sudah berusaha mengalah, tapi anak itu malah semakin menjadi. Bisa-bisanya secara frontal melarang Gwen bergaul dengan teman kuliah Ketika berada di college, tetapi ketika aku tanya face to face apakah ada yang salah, eh.. malah dianya yang ngambek. Terus Gwen harus berbuat apa kak, harus mengalah.. Sebel kan..” sambil menaikkan tubuh ke atas ranjang, gadis itu mengadu pada suaminya.

__ADS_1


Barra segera mengambil mug, kemudian perlahan menyesap minuman dari dalam mug tersebut. Karena masih panas, laki-laki itu meletakkan kembali mug tersebut di atas meja kecil.


“Itu bisa jadi hanya perasaan honey saja sayang… Pastilah Andy akan menjaga berlian, permata hati kakak sepupunya, takut permata hati itu hilang diambil orang..” Barra meraih lengan istrinya, dan menariknya agar Gwen lebih mendekat kepadanya.


“Tapi juga tidak segitunya kali, untung saja teman-teman Gwen sabar kak.. Jika tidak, Andy pasti sudah jadi bulan-bulanan mereka. Memangnya Gwen hanya diminta datang ke kampus, duduk kuliah, selesai terus pulang. Tidak ada kesempatan sedikitpun untuk Gwen bersosialisasi. Memang ada hak apa Andy padaku, suami bukan, pacar bukan, sok sok an..” mendengar cerita Gwen, hati Barra malah seperti tertotok.


Laki-laki itu terdiam sesaat, ikut memikirkan tentang Andy setelah mendengar keluh kesah yang diutarakan istrinya.


“Kak Barra itu mendengarkan Gwen ga sih.. malah terdiam. Apa kak Barra baru berpikir, bagaimana akan membela Andy agar rasa jengkel Gwen menguap..” melihat suaminya terdiam, Gwen mengkonfirmasi.


„Hempphh... kenapa jadi aku ikut kena getahnya sih honey.. Sudahlah, sudah malam, tidur yukkk. Bukankah besok pagi honey ada jadwal kuliah pagi bukan... Nanti jika ada waktu longgar, aku akan ajak Andy untuk bicara honey...” Barra mencium kening istrinya.


Setelah itu Barra kembali meminum ginger tea beberapa teguk, kemudian kembali memeluk Gwen dan merebahkan tubuh gadis itu di sebelahnya.


„Aku tahu istriku baru lelah bukan.., dan pasti keberatan jika harus melayaniku malam ini.. Kita tidur saja sayang..” sambil tersenyum smirk, Barra menggoda istrinya.


“Halah.. mesti menggunakan Gwen sebagai alasan. Kenapa tidak langsung saja bilang, jika laki-laki bebas semaunya pada istrinya.” Gwen masih belum bisa menghilangkan kejengkelannya. Gadis itu menjadi lebih sensitive.


“Ha.. ha.. ha.., jangan ngambeklah honey.. Yakinlah, besok suamimu ini akan mengkonfirmasi pada Andy. Alasan apa yang digunakannya, karena sudah berani melarang istriku bergaul dengan teman-teman di kampusnya. Tidak ada salahnya bukan, jika mendengarkan penjelasan darinya..” sambil senyum-senyum, Barra Kembali mendekap tubuh istrinya dan membenamkan wajah Gwen di dadanya.


Mendapatkan respon dari suaminya, Gwen merasa sedikit lebih baik perasaannya. Gadis itu akhirnya memeluk balik suaminya.

__ADS_1


***********


__ADS_2