Broken Angel

Broken Angel
Part 106


__ADS_3

Yah, bagaimana lah marga bisa menahan tangis kerinduan nya ketika sang kekasih tanpa di duganya telah memberikan sebuah notifikasi melalui aplikasi hijau.Apalagi dalam pesannya sang kekasih mengabarkan bahwa dia akan pulang ke negara tercintanya, negara Indonesia.


Marga,masih memeluk layar MacBook seakan tak ingin lepas barang sejenak pun.Kekasih hatinya,kekasih yang dia rindukan selama tiga tahun ini akhirnya mengabari nya dengan sebuah kabar yang membahagiakan untuk nya.


"Aida,aku rindu".Gumam marga, diantara Isak tangisnya.


Inilah sebab nya marga menyuruh Allena untuk tidak menaruh hati pada hati yang sudah memiliki tuannya.Rupanya marga tengah menanti kekasih hatinya untuk pulang dari misi kemanusiaan nya,menanti sebuah kepastian dari seorang aida nur janah.


Tentu,kisah asmaranya berbeda dengan rey.Rey yang terkenal dengan tingkat ketidaksetiaan nya dan juga selalu ingkar janji, termasuk janjinya pada Allena yang dia buat sendiri,dia pula yang mengingkari nya.


"Allena,maaf untuk masalah hati aku tidak bisa memberikannya padamu".Gumam marga, diantara tangis haru dan kerinduan nya,marga teringat akan allena.


Rasa iba dan prihatin begitu dalam dia rasakan terhadap allena.Tapi, apalah daya,dia sudah memiliki kekasih hati yang sudah tiga tahun dia nanti.


....


Allena terbangun oleh suara kasak-kusuk di sekelilingnya.Suara knalpot dan teriakan begitu memekakkan telinga nya.


Mau tidak mau Allena harus memaksa tubuhnya untuk bangkit dari tidurnya.Memaksa matanya untuk terbuka lebar demi melanjutkan aktivitasnya yang entah akan seperti apa dan bagaimana.


Yah,Allena tadi malam dia tidur di salah satu ruko yang ada di pasar.Tentu suara knalpot itu berasal dari orang-orang yang tengah berbelanja dan suara teriakan itu berasal dari aktivitas orang-orang yang ada di pasar.

__ADS_1


Allena mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan,tadi malam dia amat kelelahan dan mengantuk hingga dia tak sadar bahwa dia tidur di ruko yang ada di pasar.


"Hoam".Allena menguap.Masih ada sisa-sisa kantuknya,tapi harus di paksa untuk bangun dari istirahat nya.Jika memang itu pantas di sebut istirahat.


Krucut...Krucut..Krucut


tanpa permisi, cacing-cacing di perut nya berbunyi, menandakan perutnya meminta asupan nutrisi dari sang empunya.


"Lapar".Gumam Allena, sembari memegangi perutnya.


Dia bangkit berdiri, mengedarkan pandangannya demi melihat orang yang tengah menjajakan makanan nya.


Sepanjang perjalanan Allena meneteskan air liur saking laparnya dia sebab semalam perut nya belum mendapatkan asupan nutrisi.


Langkah Allena terhenti kala dia mengingat bahwa dia tak punya sepersen pun uang atau benda yang pantas untuk dia tukar dengan sepotong gorengan.


"CK,gue kan gak punya duit".Gertak Allena, mengingat diri sendiri.


Dengan terpaksa,Allena berjalan menjauh dari tempat-tempat yang menjajakan makanan agar tidak mengundang selera makannya.


Dengan menahan rasa lapar pula,Allena mencoba untuk menyeret kakinya ke sembarang arah.Bermaksud agar rasa laparnya berkurang.

__ADS_1


Tapi alih-alih rasa lapar itu berkurang,Allena merasakan pusing yang amat sangat karena menahan rasa laparnya.


"Kuat yuk,kuat yuk perut.Jangan manja,kau harus terbiasa menahan rasa lapar".Ucap Allena, berusaha berkompromi dengan perutnya.


Usaha Allena sedikit berhasil,meski rasa lapar dan pusing nya masih ada.Saking pusing nya,Allena berjongkok terlebih dahulu.


"Gini, kali yah rasanya jadi gelandangan.Pergi kesana kemari, tanpa arah dan tujuan".Gumam allena, sembari menahan rasa laparnya yang terasa amat menyiksanya.


Allena bangkit berdiri lagi,mencari tempat untuk berteduh dari panasnya terik matahari.Dia berjalan gontai,menahan rasa laparnya.Semakin dia berjalan,rasa lapar itu mulai tergantikan dengan rasa haus.


Allena menghentikan langkahnya,dia lap mukanya dengan telapak tangan nya karena sinar matahari yang begitu bersinar terang nya membuat Allena berkeringat.


"Tadi lapar sekarang haus".Gumam Allena."Manja amat punya tubuh".Keluh allena.


Dia berbicara tanpa sadar bahwa dirinya sendiri lah yang memanjakan tubuh nya dengan berbagai macam makanan mewah nan lezat,dia juga telah menodai kerongkongan nya dengan minuman beralkohol.Sekarang dia malah menyalahkan tubuhnya,lupa diri sekali Allena pada diri sendiri.


....


Hai guys, jangan lupa baca novel ku yang lainnya juga yah


__ADS_1


__ADS_2