
Rey, benar-benar mengabaikan notifikasi yang di kirimkan oleh ayahnya.Toh,untuk apa di buka juga isinya saja sudah menghancurkan mental Rey,menjadi parasit dalam hidupnya dan menganggu keindahan pagi hari bersama dengan gadis kecilnya.
"Biasanya,cewek paling happy kalau di ajak pergi shopping, menghabiskan waktu di spa,ngegibah di cafe atau bahkan nongkrong di resto ternama".Ucap Rey,membantu Allena berpikir.
"Iya loe bener".Sahut Allena, antusias.
Toh,yang di sebutkan oleh rey adalah kebiasaan nya.Berpesta, berfoya-foya sambil ngabisin duit dan senang-senang itu seperti menjadi agenda khusus bagi Allena.
Tapi, itu dulu.Dulu sebelum dia memutuskan untuk minggat dari rumah.Dia yang terbiasa hidup mewah dan menghamburkan uang,selama hidup di jalanan dia harus banting tulang demi sesuap nasi dengan mengambil yang katanya itu membuat mau mamahnya.
"Ngomong-ngomong soal bersenang-senang,gue rindu pergi ke bar.Loe,mau kan nganterin gue kesana?".
"No".Jawab rey, spontan."Itu,tidak baik untuk kesehatan kamu Allena.Minumsn keras tidak baik untuk kesehatan ginjal kamu".Hardik rey, memperingati Allena.
Allena melipat wajahnya,kecewa dengan jawaban rey yang melarang nya pergi ke bar.Padahal disana,dia bisa melupakan masalah nya.
Rey,yang menyadari raut wajah Allena yang kecewa.Dia mengelus lengan Allena."Aku mengerti perasaan kamu,tapi tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan menegak minuman dengan kadar alkohol yang tinggi".Ucap Rey,lembut.Memberiksn penjelasan.
Allena,dia tentu tidak bisa menerima penjelasan rey begitu saja.Menurutnya kalau rey mengerti seharusnya rey tidak melarangnya.
__ADS_1
"Tapi, hanya dengan itu aku bisa melupakan masalah ku".
"Masih bisa dengan cara lain kan?".
"Apa?".
"Kita ngemall yuk".Ajak Rey, memberikan pilihan lain.
Allena, nampak berpikir."Boleh".Ucap nya.
Rey, refleks memeluk Allena.Dia jadi gak perlu susah payah membujuk allena agar tak kembali lagi ke tempat penuh nista.
Allena,tak perlu di suruh dia kali.Dia juga merasa senang bisa ngemall lagi setelah sekian purnama dia tidak menginjakkan kaki di pusat perbelanjaan elit.
Dulu,dia bahkan sering wara-wiri pergi ke mall.Membeli barang mewah tanpa memikirkan harga dan kegunaannya, baginya yang penting dia senang dan tidak kembali ke rumah dengan cepat.
Allena, dengan semangat 45 dia melakukan mandi cepat.Tak mau melewatkan kesempatan emas dan langka ini.Di traktir dan bisa menikmati fasilitas mewah secara percuma adalah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Allena.
Begitu pun dengan Rey,yang sama merasakan kebahagiaan seperti Allena.Mengabaikan pesan dari sang ayah yang tidak pernah absen memenuhi layar ponselnya.
__ADS_1
Dan.Dan dia melupakan notifikasi yang terakhir marga kirimkan ke ponselnya.Terlens oleh kebahagiaan Allena dan semangat Allena yang kembali hadir.
Rey,hari ini menggunakan baju kemeja dan celana jeans nya.Amat berbeda dari fashion Rey sebelum nya yang selalu menggunakan stelan formalnya,jauh dari kata santai.
Allena, sekarang dia tak menggunakan baju couple an lagi Sekarang dia menggunakan dress selutut,di padukan dengan sepatu flatshoes nya seperti wanita bule saja dia dengan rambut tergerai indah dengan memakai jepit rambut di sebelah kanan,menambah aura kecantikan nya.
Bahkan rey pun sampai Melongo, menatap penampilan Allena yang jauh berbeda dari waktu pertama dia menemukan allena sebagai anak jalanan.
"Cantik".Ucap Rey,begitu Allena berdiri tepat di hadapannya.
"Tutup mulut mu itu,tak sadar apa air liur mu menetes?".Sentak Allena,tak terpengaruh sama sekali dengan pujian rey.
"Ups, sorry".Sahut Rey, buru-buru mengelap air liur yang menetes.
Rey, dengan gerakan spontanitas nya dia merangkul pinggang Allena layaknya sepasang kekasih.Allena,jelas di buat heran dengan sikap sok manis rey.
"Singkirkan tangan mu itu". Sentak Allena, berusaha melepaskan tangan rey.
"Biarkan seperti ini,untuk sementara saja".Bisik Rey,di telinga allena.
__ADS_1
Allena,pasrah begitu saja saat suara halus menyapa telinga nya.Ada rasa geli yang dia rasakan saat rey berbisik di telinga nya.