
Rey,terbangun oleh suara Kokok ayam yang begitu terdengar nyaring.Membamgunkan penduduk muka bumi untuk segera melaksanakan aktivitas mereka,memaksa mereka untuk bekerja dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.Namun,ada juga yang masih tidur terlelap,di buai mimpi indah.
Rey dengan malas-malasan dia berjalan menuju kamar mandi, bermaksud untuk membersihkan diri lebih awal karena dia ingin menunaikan janji nya pada gadis kecilnya.
Janji itu,terus terngiang-ngiang dalam pikiran rey meski tak ada niatan di awal dia berjanji.Tapi,lagi kesamaan nasib membuat iba dan berakhir tertanam janji di hatinya.
Pukul 6:00 adalah alarm yang sengaja di setel oleh rey.Sengaja,bangun pagi agar dia bisa berjalan santai sambil menikmati pemandangan alam sekitar dengan kabur putih dan cuaca dingin yang menyenangkan.
"Semoga kamu tak terkejut".Harap Rey,begitu dia sudah siap.
Rey,hari ini.Dia menggunakan kaos putih yang di padu padankan dengan kemeja kotak-kotak,celana jeans dan juga sepatu olahraga nya.Tak lupa dia menggantungkan kamera keluaran terbaru di lehernya,siap dengan alat tempurnya.Siap untuk membangunkan Allena untuk menuju tempat wisata.
Rey,berjalan keluar hendak membangunkan Allena yang dia percaya,Allena masih terlelap tidur.
Tok..Tok..Tok
Rey,mengetuk pintu kamar Allena cukup keras.Sengaja agar ketukan nya dapat di dengar oleh allena.
__ADS_1
Tapi, alih-alih dia mendapatkan sebuah sahutan dari dalam atau ada seseorang yang membukakan pintu untuknya.Nyatanya yang ada dia hanya suara jangkrik saja yang terdengar memekakkan telinga.
"Allena Aidira".Teriak rey.
Sekali lagi Rey, berusaha untuk membangunkan Allena dari mimpi panjangnya.
Lagi,Rey tidak mendapatkan sebuah jawaban dari dalam.Tidak ada suara aktivitas manusia yang terdengar dari luar.Kesal di buat menunggu,memaksa Rey untuk masuk ke dalam kamar Allena.
"CK, ternyata masih tidur".Gertak rey."Pantas saja,tak ada jawaban ternyata si putri tidur masih terkena racun penyihir".Sentak rey,sambil berkacak pinggang.
Yah,Allena masih terlelap tidur.Tak mendengar teriakkan Rey yang terus memanggil-manggil.Tidak pula menyadari keberadaan rey di kamarnya.
"Marga".Allena mengigau.
Rey,diam terpaku di tempatnya demi mendengar ingauan allena yang memanggil nama marga.
"Marga"Allena kembali mengigau.
__ADS_1
Semakin di buat heran Rey,pada Allena yang terus memanggil nama marga seperti ada hubungan yang spesial dengan nya.
"Marga". Sekali lagi allena memanggil nama marga.
"Gue Rey bukan marga".Gertak Rey,tak terima dirinya terus di panggil marga.
Rasa kesal Rey semakin bertambah kala Allena terus-menerus mengingat,memanggil nama marga belum lagi matanya yang terus tertutup, seperti zombie saja dia.
"Allena Aidira". Sentak rey.
Allena masih tak bergeming.Dia tetap terlelap tidur.Sepeeti enggan untuk membuka matanya,terbuai oleh mimpi yang entah apa mimpinya hingga menyerukan nama marga.
"Allena Aidira". Sentak rey,lagi.
"Marga".Ingau Allena, sekarang malah dia menggigil kedinginan.Seperti orang yang sedang demam.
Rey yang tadinya emosi kini berbalik kasihan tatkala melihat Allena yang menggigil kedinginan.
__ADS_1
"Allena".Seru Rey, khawatir bukan main terhadap kondisi Allena yang begitu memprihatinkan.