Broken Angel

Broken Angel
Episode 313 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...~Lagi-lagi aku harus merelakan kepergian orang yang aku sayangi untuk selamanya, kami sudah lama berpisah dan saling bermusuhan selama ini, namun disaat kami sudah kembali bertemu ternyata Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuknya~...


......


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 58


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


"Kei, aku titip salam buat ayah..." ucap Wilona sembari tersenyum.


Ucapan itu menjadi kalimat terakhir yang dapat diucapkan oleh Wilona, ia sudah tidak kuat lagi dan tubuhnya mengejang lalu perlahan matanya terpejam karena serangan dari ratu Sofia tadi.


"Wilonaaaa....!!!" teriak Keira sangat histeris.


Ratu Keira terlihat sangat sedih dan langsung menangis terisak karena adiknya telah pergi untuk selamanya, ia memeluk dan mencium tubuh Wilona untuk yang terakhir kalinya sembari menumpahkan semua air mata kesedihan itu disana, sungguh ia tak menyangka kalau acara yang harusnya berlangsung meriah ini justru berubah menjadi menyedihkan.


Suasana disana juga tampak haru dan bersedih ketika menyaksikan momen tersebut di depan mata mereka secara langsung, termasuk bagi Sahira serta Lucas yang berdiri paling dekat dari kedua ratu tersebut disana. Mereka tampak sangat bersedih dan tak mampu menahan air mata yang ingin tumpah dari mata mereka.


"Hahaha, sangat menyedihkan! Mati karena membela orang jahat sepertimu Keira, sungguh malang nasibmu Wilona!" ujar Sofia.


Semua mata langsung tertuju pada sosok Sofia yang ada di dekat sana, mereka pun tampak emosi dan ingin sekali menghabisi ratu Sofia. Terlebih Sahira serta Lucas yang memang berada dekat dengan ragu Sofia disana, mereka pun tanpa basa-basi lagi langsung hendak menyerang ratu Sofia.


"Dasar tidak punya hati! Bisa-bisanya kamu melakukan itu pada ratu kami, kamu memang benar-benar cari mati!" ujar Sahira kesal.


"Ya, kami tidak akan segan-segan untuk menghabisi kamu sekarang juga!" sahut Lucas.


"Oh ya? Hahaha, coba saja kalau memang kalian bisa menghabisi ku saat ini! Justru akulah yang akan mengalahkan kalian semua dan mengirim kalian ke neraka, sama seperti Wilona!" ujar Sofia.


"Cukup!"


Sebuah teriakan dari ratu Keira membuat semua makhluk disana terkejut, ya tampak ratu Keira itu bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah Sofia penuh amarah. Keira sangat marah tentu setelah ia harus menerima kepergian adiknya, ia pun berniat untuk membalas perbuatan yang sudah dilakukan Sofia kepada Wilona barusan.


"Kamu benar-benar kurang ajar! Kali ini biar aku sendiri yang menghabisinya!" teriak Keira.


"Hahaha, jadi kau menantang ku untuk satu lawan satu Keira? Baiklah, aku terima tantangan mu itu dengan senang hati!" ujar Sofia.


"Bersiaplah untuk mati!" ujar Keira.


Ratu Keira yang dalam kondisi marah itu langsung maju mendekati Sofia dan menyerang penjahat tersebut secara membabi buta, ia sangat emosi setelah adiknya yakni Wilona pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya karena serangan dari ratu Sofia tadi.


Sementara Sahira dan Lucas hanya bisa terperangah melihat pertarungan dahsyat antara Keira serta Sofia di depan mata mereka, keduanya tampak khawatir karena melihat ratu Keira kewalahan menghadapi ratu Sofia, terlebih lagi Keira melakukan serangan itu dengan kendali emosi yang mencuat dalam dirinya.


"Kas, apa kita harus bantu ratu sekarang?" tanya Sahira meminta pendapat kekasihnya.


"Tahan! Aku khawatir ratu justru marah kalau kita membantunya sekarang, kamu cukup menonton lebih dulu pertarungan mereka!" jawab Lucas.


"Baiklah!" ucap Sahira menurut.


Mereka pun menyaksikan sejenak pertarungan dahsyat antara ratu Keira berhadapan dengan ratu Sofia disana, semua orang yang ada disana kompak terperangah karena memang pertempuran itu sangat-sangat luar biasa, yang mana keduanya adalah salah satu ratu terkuat di alam semesta.


...•••...


Sementara itu, Grey baru pulang ke rumahnya diantar oleh Alex setelah mereka seharian tadi jalan-jalan ke tempat wisata berdua menikmati weekend liburan mumpung tidak sekolah. Ya keduanya pulang karena hari memang sudah malam, tentunya Grey harus pulang karena akan sekolah kembali besok.

__ADS_1


Sesampainya di depan halaman rumah, Grey langsung turun dari mobil Alex tanpa berbicara apapun. Hal itu membuat Alex sedikit kesal dan akhirnya turun juga lalu mengejar Grey yang hendak masuk ke dalam rumahnya, Alex mencekal lengan Grey dari belakang dan menahannya disana meminta gadis itu untuk berbicara sejenak dengannya.


"Ada apa sih?" tanya Grey dengan nada jutek.


"Mau sampai kapan sih, kamu jutek terus kayak gini ke aku, Grey?" ucap Alex dengan wajah tak suka.


"Selamanya! Udah ah lepas!" ujar Grey.


Grey menarik tangannya secara kasar dari genggaman Alex, ia pun berhasil dan kembali hendak masuk ke dalam rumahnya. Namun, Alex lagi dan lagi menahannya bahkan kali ini memeluk tubuh Grey dari belakang dengan erat membuat gadis tersebut tak bisa bergerak dan terpaksa meladeni Alex disana sebentar karena tak ada pilihan lain baginya.


"Kamu jangan begini terus dong! Aku ini kan pacar kamu, harusnya kamu mulai lebih perhatian sama aku dan gak jutek lagi kayak gini! Emang apa sih alasan kamu begitu ke aku?" ucap Alex.


"Karena gue gak cinta sama lu! Jadi, jangan berharap gue mau bersikap baik sama lu!" ujar Grey.


"Kenapa kamu gak cinta sama aku? Apa karena mantan kamu yang udah dikubur itu? Diwi, aku ini tulus cinta sama kamu!" ucap Alex.


"Bisa gak? Jangan bawa-bawa Saka!" ujar Grey.


"Gimana aku gak bawa-bawa dia? Toh kamu jutek kayak gini sama aku kan karena dia, heran deh aku sama kamu, masa cowok yang udah meninggal masih aja disukain? Padahal kamu lihat sendiri, di depan kamu ini ada aku!" ucap Alex.


"Lepasin ah!" ujar Grey mulai emosi dan berontak dari pelukan Alex, lalu berbalik badan.


"Kamu mau cinta kan sama aku?" tanya Alex penuh harap.


"Gak! Harapan lu itu gak akan pernah terwujud, dan selamanya cuma sebatas mimpi yang tidak akan pernah menjadi nyata! Sekarang mending lu pulang deh, ini udah malam dan gue mau tidur!" ujar Grey.


"Aku baru mau pulang, setelah kamu bilang i love you ke aku! Itu aja kok," ucap Alex tersenyum.


"Hah? Apa?? Lu jangan ngarep deh gue bakal mau bilang gitu ke lu! Karena cinta gue selamanya cuma buat Saka, camkan itu!" bentak Grey.


"Wi, janganlah begitu sama aku!" ucap Alex memelas.


Grey tak perduli dengan perkataan pria tersebut lagi, menurutnya sudah cukup waktunya yang terbuang sia-sia karena harus meladeni Alex selama satu hari ini secara paksa. Grey pun masuk begitu saja ke dalam rumahnya, meninggalkan Alex yang masih berdiri disana sendirian dengan raut wajah kesal.


Akhirnya pria tersebut memilih untuk pergi ke dalam mobilnya, karena tak mungkin ia juga ikut mengejar Grey masuk ke dalam rumahnya itu.


...•••...


Pertarungan antara Keira dengan Sofia semakin dahsyat dan belum diketahui pasti siapakah yang akan memenangi pertarungan tersebut, ya karena kedua ratu tersebut memang bertarung seimbang dan sulit untuk ditentukan siapa yang lebih kuat dan siapa yang akan memenangkan pertarungan itu nantinya, bahkan sudah hampir tiga puluh menit mereka bertarung disana tanpa rasa letih atau lelah.


Lucas, Sahira, Nuril serta para bidadari milik Keira terus menyaksikan pertarungan antara ratunya itu disana tanpa bisa berkedip sedikitpun. Ya mereka semua terus berharap kalau Keira dapat memenangi pertarungan itu dan mengalahkan ratu Sofia, walau mereka juga khawatir jika nantinya sang ratu akan dapat dikalahkan oleh Sofia mengingat kekuatan si jahat itu cukup kuat dan menakutkan.


"Raja, sebenarnya bagaimana bisa ratu Sofia keluar kembali dari dalam penjara itu? Bukankah engkau sudah memasukkan dia kesana?" tanya Lucas.


"Ya Lucas, aku memang sudah membawa Sofia ke dalam penjara dan menjebloskannya disana. Namun, aku lupa kalau dia masih memiliki kekuatan hebat yang bisa menerobos dinding penjara itu." jawab Nuril yang tampak menyesali perbuatannya.


"Kalau begitu, kita harus bantu ratu Keira sekarang untuk segera menuntaskan semua ini! Biar bagaimanapun, nyawa ratu Wilona masih bisa diselamatkan dengan mustika merah milikku. Siapa tau harapan itu menjadi nyata bukan?" ucap Sahira memberi saran untuk mengobati Wilona.


"Sahira, mustika mu itu memang kuat! Tapi, dia tidak bisa membangkitkan nyawa yang sudah tiada." ucap Nuril memberitahu Sahira.


Sahira pun menangis karena harapannya untuk menyelamatkan Wilona dengan mustika merah itu, kini telah sirna karena mustika miliknya itu tidak bisa digunakan untuk mengembalikan nyawa seseorang yang sudah tiada. Padahal Sahira berharap dengan itu ia bisa membuat ratu Keira tenang kembali dan tidak terpancing emosi seperti sekarang.


"Sayang, tenang ya!" ucap Lucas.


"Iya, aku cuma sedih aja karena ternyata ratu Wilona tidak bisa diselamatkan lagi. Tadinya aku kira mustika merah bisa melakukan apapun, tapi nyatanya aku salah!" ucap Sahira lemas.


"Sabar Sahira! Karena yang namanya takdir, itu tidak bisa dirubah!" ucap Nur menenangkan sohibnya.


"Benar itu, sekarang kita fokus saja bersiap untuk menghadapi ratu Sofia jikalau nantinya Keira tidak dapat mengimbangi lagi kekuatan Sofia!" ujar Nuril.


Duaaarrr....


Tiba-tiba muncul suara ledakan dari arah pertarungan itu, membuat semua yang ada disana terkejut bukan main mendengarnya. Ya ternyata itu adalah hasil dari kekuatan kedua ratu yang sangat dahsyat saat saling bertemu, bahkan ledakan itu sampai membuat ratu Keira dan ratu Sofia terpental ke belakang dengan sangat kencang.


"Ratu Keira...!!" Sahira berteriak histeris dan langsung menghampiri ratunya yang tergeletak itu.

__ADS_1


Lucas serta yang lainnya pun mengikuti Sahira untuk coba membantu ratu Keira yang tengah terkapar di depan mereka, ya kondisi sang ratu terlihat cukup parah akibat terkena ledakan dari serangan miliknya dan juga milik ratu Sofia. Semuanya pun tampak panik dan tak ingin sesuatu terjadi kepada ratu mereka yang kini tinggal satu itu.


"Ratu, ratu tidak apa-apa?" tanya Sahira cemas.


"Uhuk uhuk..." Keira bangun sembari terbatuk-batuk dan memegangi bagian dadanya, ia terlihat kesulitan untuk bangkit karena rasa sakit itu.


"Pelan-pelan aja, ratu!" ucap Sahira coba membantu ratunya untuk duduk disana.


Sementara Lucas kini melihat ke arah Sofia yang juga tak kalah kesakitan di depan sana, ia pun berniat menghampiri penjahat itu dan sekalian saja menghabisi nyawanya. Karena Lucas tak ingin sesuatu yang buruk kembali terjadi disana, jika ia membiarkan ratu Sofia tetap hidup dan tidak segera dihabisi saat ini juga.


"Hey, ratu bodoh!" teriak Lucas emosi.


"Kurang ajar! Beraninya kau memanggilku dengan sebutan itu, apa kau cari mati ha?" ujar Sofia.


"Hahaha, kamulah yang akan mati, ratu bodoh!" ucap Lucas sambil tertawa kecil.


"Dalam mimpimu, pangeran!" ucap Sofia.


Baru saja Lucas hendak menyerang ratu Sofia dengan kekuatan yang ia miliki, namun penjahat itu telah berhasil pergi lebih dari sana dan menghilang tanpa jejak, membuat Lucas sangat emosi karena gagal untuk menghabisi nyawa ratu Sofia.


"Aaarrgghh sial! Dasar pengecut!!" teriak Lucas.


"Kas, tenanglah!" ucap Nur menenangkan Lucas.


"Iya Nur, gue cuma kesel aja! Si biadab itu malah kabur disaat gue baru pengen habisin dia, lu tetep disini ya dan gue mau kejar si jahat itu!" ucap Lucas masih terbawa emosi.


"Jangan Kas! Itu bahaya! Kita gak tau di luar sana ratu Sofia punya apa, lebih baik kamu disini aja sama kita!" ucap Nur mencegahnya.


"Ah gue gak peduli!" ujar Lucas tetap kekeuh.


Akhirnya raja Nuril terpaksa harus membantu Nur untuk menenangkan hati si pangeran langit yang terbawa emosi itu, Nuril tak mau jika Lucas nantinya akan mati sia-sia karena nekat keluar dari nirwana untuk mengejar ratu Sofia yang kabur keluar sana.


"Lucas! Jangan nekat!" ucap Nuril berteriak keras dan lantang sembari menghampiri Lucas.


"Tapi raja, aku—"


"Sudah lah! Ratu Sofia kita urus lain hari, sekarang kita fokus lebih dulu pada keselamatan Keira yang sedang terluka!" potong Nuril.


Lucas pun tak memiliki pilihan lain selain menurut dengan kata-kata rajanya, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk mengejar ratu Sofia dan memilih tetap diam di nirwana bersama yang lainnya.


...•••...


Disisi lain, Aldi mendatangi rumah Lucas untuk menemui ketua geng wild blood tersebut dan meminta bantuan padanya, karena sekarang ini anak-anak wild blood sedang berada di rumah sakit akibat terkena serangan dari para anggota geng the darks beberapa waktu lalu.


Namun, sayang sekali karena yang muncul bukanlah Lucas melainkan Gina yang merupakan sepupu pria tersebut. Gina keluar dari dalam rumahnya menemui tamu yang datang tersebut.


"Eh siapa ya?" tanya Gina kebingungan.


"Eee gue Aldi, temen Lucas. Nah Lucas nya ada gak di dalam?" ucap Aldi.


"Ohh, kak Lucas gak ada." ucap Gina.


"Loh emang Lucas kemana? Terus lu ini siapanya Lucas, kenapa lu bisa tinggal disini?" tanya Aldi.


"Aku Gina, sepupunya kak Lucas. Nah kalau soal kak Lucas kemana, itu aku gak tahu." jawab Gina.


"Yah oke deh, gapapa. Kalo gitu gue cabut aja, thanks ya sorry ganggu!" ucap Aldi.


"Iya..."


Aldi pun pergi kembali dari sana dengan motornya, karena ia gagal untuk bertemu dengan Lucas.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2