
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 87
...•...
Disaat yang lainnya tengah berduaan dengan pasangan masing-masing, justru Dimas tampak gusar sendirian di pinggir jalan karena harus memikirkan cara agar ratu Keira tidak mengetahui kalau dirinya memang sengaja mengincar Wilona untuk digenjoti.
Dimas terus berjalan sambil menendang kerikil-kerikil yang ada di jalan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Tiba-tiba ia malah kepikiran tentang lelaki yang malam itu ia lihat sedang membonceng Sahira, ia pun jadi mengkhawatirkan hubungannya dengan Sahira sekarang.
"Cowok itu siapa ya? Kenapa dia bisa boncengin Sahira terus kelihatannya Sahira juga seneng dibonceng sama dia, apa jangan-jangan cewek itu udah mainin perasaan gue! Dia tega selingkuh sama cowok lain padahal dia masih sah jadi pacar gua!" gumam Dimas geram.
Namun, kemarahannya itu reda setelah Wilona gadis cantik miliknya menelpon... tanpa basa-basi Dimas pun langsung mengangkat telepon dari wanitanya tersebut.
📞"Halo cantik! Kenapa sayang?" ujar Dimas menyapa Wilona sambil tersenyum.
📞"Halo Dimas, aku cuma mau ngabarin ke kamu kalau ibu udah siuman dan sekarang dipindah ke ruang rawat biasa gak di ICU lagi! Makasih ya Dimas, berkat kamu ibu aku jadi bisa sembuh dari penyakitnya..." ucap Wilona.
📞"Wah bagus dong kalo gitu, gak perlu terimakasih segala cantik kan aku ikhlas bantunya tanpa pamrih! Ya tapi jangan lupa aja nanti malem waktunya kita anu anu lagi!" ujar Dimas nyengir.
📞"Iya Dimas aku inget kok, oh ya kamu lagi dimana sekarang?" ujar Wilona.
📞"Ini aku lagi di jalan, emangnya kenapa sayang? Kangen ya mau ketemu aku?" ujar Dimas.
📞"Enggak, cuma nanya aja kok! Kalau kamu lagi di jalan yaudah selamat jalan ya!" ucap Wilona.
📞"Yeh dibilang selamat jalan emangnya aku udah meninggal apa? Ngaku aja sayang kamu kangen kan sama aku? Gausah malu-malu gitu kali justru aku seneng kalo kamu jujur bilang kangen sama aku..." ujar Dimas.
📞"Huh iya deh aku ngaku, kamu mau kesini gak?" ujar Wilona.
📞"Nah gitu dong, iya aku kesana kok cantik ini sebentar lagi juga sampe! Tunggu aja ya pangeran tampan mu ini akan datang..." ujar Dimas sambil nyengir.
📞"Yaudah sampai ketemu ya!" ucap Wilona.
📞"Iya sayang...." ucap Dimas alay.
Wilona langsung mematikan teleponnya membuat Dimas sedikit kesal karena belum mendapat kecupan dari gadisnya itu.
__ADS_1
"Yaelah langsung dimatiin gitu aja, gak pengertian banget jadi cewek! Masa mau matiin gak kasih kiss bye dulu!" ujar Dimas.
Pria itu pun memasukkan ponselnya ke dalam saku celana lalu lanjut berjalan menuju rumah sakit, ia mempercepat langkahnya karena tak sabar menemui Wilona disana.
...•••...
Disisi lain, Kania serta Aldi masih berada di taman dan saling bertatapan dengan tangan yang juga saling menggenggam.
Aldi tersenyum lalu dibalas oleh senyuman manis dari gadis di hadapannya itu, ia tak tau mengapa perasaannya kini terasa berbeda saat bertatapan dengan Kania.
"Kenapa ini? Apa jangan-jangan gue mulai jatuh cinta sama Kania? Ayolah Aldi buang jauh-jauh pikiran lu itu, gak mungkin Kania mau terima cinta cowok kayak lu!" gumam Aldi.
Melihat pria di depannya tampak bertingkah aneh, Kania yang penasaran pun coba bertanya kepada Aldi apa yang membuatnya begitu.
"Eee Al, lu kenapa sih?" tanya Kania memandang wajah Aldi.
"Hah? Gak kok Kania, bukan apa-apa hehe..." jawab Aldi sambil nyengir.
Aldi berusaha tetap bersikap tenang supaya Kania tidak lagi curiga padanya, tentu ia tak mau Kania tau kalau dirinya kini tengah deg-degan akibat bertatapan dengan gadis itu.
"Eh ya omong-omong ini kita gandengan mulu daritadi gak dilepas lepas, emang lu gak kesakitan apa megang tangan gue mulu?" ujar Aldi.
"Ah maaf maaf, pasti lu risih ya gue pegang terus daritadi... harusnya lu ngomong aja biar gue bisa langsung lepasin!" ucap Kania melepaskan tangannya.
"Bukan gua yang risih lah, justru gua malah seneng apalagi tangan lu halus banget mana wangi lagi..." ujar Aldi mencium telapak tangannya yang tadi bekas disentuh Kania.
"Aduh sakit juga ya tabokan lu, tapi gapapa deh soalnya yang nabok spek bidadari..." ujar Aldi.
"Ada-ada aja lu!" ucap Kania tersipu karena gombalan dari Aldi. "Eee oh ya gue harus pulang sekarang nih Al, takut terlalu sore nanti gue dicariin sama mama!" sambungnya.
"Oh iya gue baru inget lu kan anak Malih!" ujar Aldi nyengir.
"Hah? Kok Malih sih? Nama bokap gue aja Faiz bukan Malih Al! Salah orang kali lu..." ujar Kania kebingungan saat dirinya disebut anak Malih.
"Iya gua salah sebut hehe, maksud gua tuh anak mamih gitu biasalah lidah gue suka keslibet kalo ngomong..." ujar Aldi nyengir.
"Ahaha ya ampun Aldi gue kira apaan loh, yaudah anterin gue pulang ya! Kan lu yang ajak gue kesini tadi, jadi lu harus tanggung jawab anterin gue balik!" ujar Kania.
"Iya iya tenang aja kali, gue itu kan orangnya bertanggung jawab! Yuk lah gue anter lu pulang tapi bukan ke rumah lu..." ujar Aldi.
"Lah terus ke rumah siapa Al? Jangan ngadi-ngadi deh lu!" ujar Kania bingung.
"Kosan gua.... aowkoawk," ujar Aldi tertawa terpingkal-pingkal ala bocah tektok.
Sedangkan Kania malah memutar bola matanya merasa tidak ada yang lucu.
__ADS_1
...•••...
Sementara itu, Lucas bersama Sahira baru selesai makan pizza... mereka pun hendak pulang setelah membayar pizza tersebut.
Namun, tanpa disengaja mereka malah berpapasan dengan seorang pria saat melangkah keluar dari restoran itu.
"Loh Sahira?" ujar pria itu mengenali wajah wanita di samping Lucas.
Sontak raut wajah Lucas berubah jadi cemburu, ia curiga karena pria itu bisa mengenali wajah kekasihnya.
"Dokter Septian? Ya ampun dokter kok bisa ada disini sih?" ujar Sahira tersenyum saat mengenali pria di hadapannya itu.
"Iya, kebetulan aku juga mau beli pizza! Kamu pasti baru selesai makan ya?" ujar pria itu yang rupanya adalah dokter Septian.
"Iya dok aku baru aja selesai, coba dokter datang daritadi kan kita bisa makan sama-sama di dalem!" ucap Sahira.
Melihat pacarnya sangat akrab dengan dokter Septian, Lucas pun cemburu karena merasa dikacangin hingga akhirnya ia berdehem.
"Ehem ehem...."
Sahira menoleh ke arah Lucas begitupun dengan dokter Septian, sontak gadis itu langsung mengenalkan kekasihnya pada sang dokter.
"Oh ya dok, kenalin ini pacar aku namanya Lucas!" ucap Sahira tersenyum. "Sayang, kenalan dong dia tuh dokter yang dulu selamatin aku pas diculik Willy!" sambungnya berbisik di telinga Lucas.
"Emangnya kamu pernah diculik sama Willy? Kok aku gak tau sih sayang??" tanya Lucas cemas.
"Iya udah lama, nanti aja aku ceritanya ya! Mending sekarang kamu kenalan dulu sama dokter Septian, dia tuh baik loh!" ucap Sahira.
Lucas mengangguk pelan lalu mencoba gentle dengan memperkenalkan dirinya terlebih dahulu kepada dokter di hadapannya itu.
"Saya Lucas!" ucap Lucas menjulurkan telapak tangannya di hadapan sang dokter.
"Oh ya, saya Septian biasa dipanggil dokter Septian!" ucap dokter itu meraih tangan Lucas lalu bersalaman dengan pria tersebut.
Walau tersenyum, sebenarnya perasaan dokter Septian cukup tersakiti... selain itu ia juga sangat heran karena wajah kekasih Sahira yang sekarang berbeda.
"Perasaan waktu itu pacar Sahira bukan ini deh, apa mereka udah putus dan Sahira jadian sama pria ini? Duh berarti gue terlambat dong!" gumam dokter Septian.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
__ADS_1
...Saha yg mo malmingan sama ratu Keira/Wilona nih???...
...Btw jomblo ngacung☝️☝️...