
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Hatiku bukan pelabuhan ataupun bandara yang bisa kau singgahi begitu saja lalu pergi~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 30
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Lucas bersama yang lainnya makin tertekan, karena para anggota the darks cukup banyak dan sulit bagi mereka untuk bisa mengalahkannya.
Terlebih lagi saat ini Willy berhasil melumpuhkan Lucas dan membuat Lucas tak berdaya dalam kuncian tubuhnya.
Dans serta Putra juga berhasil membuat Alan, Aldi serta Jack tergeletak lemas di atas jalanan sembari memegangi bagian tubuh mereka masing-masing yang terluka akibat perkelahian itu.
Bahkan kini Putra juga ikut menghampiri Lucas dengan tawa khasnya.
"Hahaha, dasar lemah! Cuma segini kekuatan dari pentolan SMA panca sakti? Kalo cuma ini sih, gak ada apa-apanya dibanding sama gue!" ucap Putra mengejek Lucas.
"Lu emang bener, Lucas ini mah cuma cowok lemah yang selalu berlindung di ketiak anggotanya!" ucap Willy tak mau kalah mengejek Lucas.
"Bedebah! Kalianlah yang lemah dan sampah! Kalian hanya berani main keroyokan, kalau kalian memang merasa jago ayo lawan gue secara jantan dan jangan begini!" teriak Lucas emosi dan masih terus mencoba untuk berontak dari kuncian Willy.
"Hahaha, barusan kan kita udah satu lawan satu. Tapi apa? Lu kalah dan sekarang lu aja gak bisa lepas dari kuncian gue, itu artinya lu lemah!" ucap Willy mengejek Lucas lagi.
"Kurang ajar! Bedebah kalian semua!" ujar Lucas.
"Hey, berhenti bicara kasar! Terima aja kekalahan lu yang tragis ini, karena lu udah gak bisa apa-apa lagi sekarang! Semua temen lu juga udah kalah dan mereka gak bakal bisa bantu lu!" ucap Putra.
"Benar itu, sebaiknya lu nyerah aja dan ikut kita ke tempat yang pastinya bakal bikin lu makin menderita!" sahut Willy.
"Sampai kapanpun, gue gak akan pernah mau nyerah sama kalian!" ucap Lucas masih bersikeras tidak ingin menyerah dan tetap pada pendiriannya bahwa lelaki sejati adalah yang selalu berusaha dalam keadaan sesulit apapun itu.
Willy dan Putra saling pandang dan tersenyum licik.
"Heh, gue salut sama keberanian lu itu! Tapi, sekarang lu udah gak bisa apa-apa men! Jadi percuma juga lu teriak-teriak begitu, gak akan hasilin apa-apa!" ucap Putra.
Lucas terdiam memalingkan wajahnya.
Putra sedikit menunduk menyamai tinggi Lucas saat ini, kemudian menatap wajah pria itu.
"Hey, lemah! Lu itu gak pantas jadi pemimpin disini, jadi mending lu nyerah aja dan serahin jabatan lu ke gue supaya gue bisa lindungin semua murid di sekolah ini! Gak kayak lu, yang bisanya cuma ngerepotin mereka!" ujar Putra.
"Gausah belagu lu! Gue bisa habisin lu dengan dua tangan kosong, tanpa perlu ada bantuan dari siapapun!" ucap Lucas.
"Hahaha, udah mau mati aja masih sombong! Kalo emang lu bisa ngelawan gue, harusnya lu juga bisa dong lepas dari kuncian Willy!" ucap Putra.
Tak lama kemudian, rombongan wild blood yang dihubungi Diandra sebelumnya akhirnya datang.
"Woi berhenti!" teriak Geri.
Geri bersama yang lainnya pun meloncat masuk melalui dinding disana lalu berjalan cepat menghampiri Willy serta anggota geng the darks.
Sontak Willy dan Putra pun ikutan terkejut, mereka tak menyangka kalau anak-anak wild blood bisa datang kesana.
Lucas tersenyum puas, ia coba menggunakan kesempatan ini untuk lepas dari kuncian Willy mumpung pria tersebut lengah.
Dan hasilnya berhasil.
Bughh...
Lucas melayangkan tendangan ke arah Willy serta Putra secara bergantian.
Mereka pun kembali berkelahi disana.
__ADS_1
Alan, Aldi serta Jack yang tadinya tergeletak pun mampu bangkit lagi dan menghadapi Dans serta yang lainnya dengan bantuan anggota wild blood.
...•••...
Ratu Keira muncul di hadapan Sahira dengan wajah marah karena tau kalau lagi-lagi Sahira sudah menghabisi nyawa seorang manusia karena ia tidak dapat mengendalikan amarahnya.
Sontak sang ratu langsung memberi hukuman pada Sahira dan membuat Sahira bersimpuh lesu memohon ampun pada sang ratu atas segala perbuatan yang sudah ia lakukan.
Rara dan Nur disana hanya bisa menyaksikan momen tersebut tanpa mampu berbuat apa-apa.
"Aku mohon ampun padamu, ratu! Aku sudah lalai dalam menjalankan tugasku di bumi untuk menjaga dan melindungi manusia, aku justru kembali membunuh seseorang dan bahkan hampir juga menghabisi nyawa kedua!" ucap Sahira.
Ratu Keira terlihat benar-benar sangat marah.
"Aku sudah memperingatkan mu, Sahira. Kamu tidak bisa sembarangan menggunakan mustika merah itu jika berada di bumi, karena itu bisa mengundang makhluk jahat lainnya untuk datang kemari! Tapi, kamu masih saja bandel dan melanggar peringatan ku itu Sahira!" ucap ratu Keira emosi.
"Sekali lagi aku meminta maaf padamu, ratu! Aku memang telah lalai dan melupakan itu semua, hanya karena aku emosi!" ucap Sahira.
"Kamu tidak bisa diampuni, Sahira! Aku harus menghukum kamu dan mengambil seluruh kekuatan yang kamu miliki saat ini, aku baru akan mengembalikan itu setelah kamu selesai menjalani hukuman untuk menjaga bumi!" ucap ratu Keira.
Sahira terkejut mendengarnya.
Bukan hanya Sahira, karena Nur serta Rara juga sangat syok saat sang ratu berbicara seperti itu.
Nur pun berusaha mencegah ratu Keira.
"Tunggu ratu! Tolonglah, ampuni Sahira dan maafkan dia! Aku yakin Sahira pasti tidak akan lalai lagi, ratu! Tolong jangan hukum dia seperti ini!" ucap Nur.
"Iya ratu, kami berdua sangat yakin dan bersedia menjadi jaminan kalau memang nantinya Sahira akan kembali lalai, ratu!" sahut Rara.
"Tidak bisa! Kalian sebaiknya diam saja dan jangan ikut campur urusanku! Disini aku yang berkuasa dan menjadi pimpinan kalian, jadi kalian tidak berhak untuk mengaturku!" ucap ratu Keira.
"Kami paham, ratu! Engkaulah sang ratu disini, tetapi sekali lagi kami mohon agar engkau mau memaafkan Sahira!" ucap Nur.
Ratu Keira terdiam sejenak.
"Benar yang dikatakan mereka, Keira!" tiba-tiba saja seseorang muncul dari belakang dan mengatakan itu dengan nada yang tak asing di telinga mereka.
Sontak keempatnya syok saat melihat Nuril disana.
"Raja Nuril? Apa yang kamu lakukan disini? Mengapa kamu mengikuti ku sampai kesini?" tanya ratu Keira kebingungan.
"Apa maksudmu?" tanya Keira tak mengerti.
"Ya, tindakan itu akan membuatmu menyesal Keira! Karena nantinya Sahira tidak mungkin bisa melawan lagi orang-orang jahat yang berniat menguasai bumi, seperti contohnya Elargano sang raja angin! Dia akan datang sebentar lagi, setelah anak buahnya berhasil dikalahkan oleh Sahira barusan!" jelas Nuril.
"Elargano?" Keira terkejut.
"Iya, dialah yang sudah memberi kekuatan pada manusia tadi dan memintanya untuk melawan Sahira disini! Jadi, kamu jangan menyalahkan Sahira karena sudah membunuhnya!" ucap Nuril.
Ratu Keira pun menyesal dan menoleh ke arah Sahira dengan tatapan bersalah.
...•••...
Pertarungan antara the darks dan juga wild blood terus berlangsung dengan sangat panas, mereka saling serang hingga salah satu diantara mereka menyerah kalah.
Walau sudah dibantu oleh para anggota wild blood, namun tetap saja mereka kalah jumlah jika dibanding dengan geng the darks yang memiliki anggota lebih dari dua puluh.
Akibatnya, wild blood kembali kewalahan menghadapi the darks saat ini dan mereka satu persatu mulai berjatuhan karena tidak kuat lagi melawan the darks yang makin mengganas dengan jumlah mereka yang banyak.
Lucas juga berhasil kembali dijatuhkan oleh Dans serta Willy karena tidak fokus.
"Hahaha, lihat? Wild blood sekarang tidak ada apa-apanya dibanding the darks! Kamilah penguasa yang sebenarnya di jalan, bukan kalian yang lemah ini!" ucap Willy menyombongkan diri.
Lucas tampak terdiam memegangi dadanya.
"Bagaimana, Lucas? Apa lu sekarang bakal menyerah sama kita dan mau jadi budak the darks?" ujar Dans.
"Ya, kalo emang lu mau kita bakal tahan diri buat bunuh lu!" sahut Willy.
Lucas masih saja terdiam menahan sakit.
"Jangan Kas! Lu gak boleh nyerah!" teriakan Geri membuat Lucas terkejut dan menoleh ke arahnya yang juga tengah tergeletak di jalanan.
"Hahaha, emang kalian ini pada keras kepala ya? Udah pada kalah aja masih sombong, apa kalian mau kita habisin sekarang juga?" ucap Dans.
__ADS_1
"Heh, dengar ya! Kalo lu masih gak mau nyerah juga sama kita dan jadi budak kita, jangan harap lu bisa hirup udara segar esok hari! Karena kita bakal langsung kirim lu ke neraka!" ancam Willy.
Lucas bingung memikirkan ini semua, tentu ia tak mau sahabatnya akan kenapa-napa.
"Oke, gue akan turuti permintaan kalian! Tapi, tolong tepati janji buat bebasin temen-temen gue dan jangan apa-apain mereka! Kalian juga harus pergi dan jangan ganggu anak sekolah panca sakti lagi!" ucap Lucas.
"Siap! Lu bisa pegang omongan gue!" ucap Dans.
"Lucas, jangan! Lu gak boleh ngelakuin itu cuma demi kita! Sebaiknya lu pikir-pikir lagi, jangan langsung ambil keputusan!" teriak Geri.
"Benar Kas, kita gak terima kalo lu harus jadi budak mereka para penjahat itu!" sahut Wisnu.
"Diam kalian semua! Disini gue cuma ajak bicara Lucas, bukan kalian! Jadi sebaiknya kalian diam atau gue bakal habisin ketua geng kalian yang gak berguna ini!" ucap Dans.
"Udah lah, mending lu abisin aja dia bang! Daripada nunggu lama kayak gini, cuma buang-buang waktu aja!" ucap Putra memberi usul.
"Lu juga diem! Semua keputusan ada di tangan gue, karena sekarang gue ketua the darks dan gue lah pemimpin kalian semua disini!" ucap Dans meminta pada adiknya untuk tidak berbicara.
Dans pun mengalihkan pandangannya ke arah Lucas dengan tatapan tajam.
"Gimana keputusan lu?" tanya Dans pelan.
Lucas masih belum menemukan keputusan yang tepat untuk ia ambil saat ini.
"Jawab!" bentak Willy karena Lucas hanya diam.
"Oke, seperti yang tadi gue bilang. Gue bakal turutin permintaan kalian, asal kalian mau bebasin semua temen gue dan gak ganggu anak panca sakti lagi!" ucap Lucas.
"Hahaha, bagus! Kita janji kok gak akan ganggu mereka lagi, karena adik gue ini yang bakal jadi pemimpin panca sakti!" ucap Dans.
"Kalo gitu sekarang lu cepet bilang kalo lu nyerah dan bersedia buat jadi budak anak-anak the darks yang akan melayani kita selamanya!" ucap Willy meminta Lucas segera menyerah.
"Iya, gue—"
"STOP!!!"
Teriakan seorang pria dari arah pintu depan membuat Lucas menghentikan ucapannya.
Lucas terkejut saat melihat rombongan Valen serta gengnya muncul disana dan tengah menuju ke arahnya.
Dans, Putra dan juga Willy pun ikut terkejut melihat kedatangan rombongan itu. Terlebih Willy sangat mengenal Valen dan teman-temannya itu.
"Bang Valen? Waduh, kenapa dia ikut campur sih?" gumam Willy dalam hatinya.
...•••...
Ratu Keira meminta maaf pada Sahira karena sudah salah hendak menghukum Sahira dengan mengambil seluruh kekuatan bidadari itu, ia sadar betul kalau apa yang dilakukannya adalah salah.
"Sahira, aku minta maaf padamu! Aku telah keliru memarahimu tadi, seharusnya aku berterimakasih padamu karena kamu sudah berhasil mengalahkan Kirana yang telah dijadikan sebagai alat oleh raja Elargano untuk menghabisi mu dan juga seluruh manusia di muka bumi ini!" ucap Keira.
"Tak apa, ratu! Aku mewajarkan tindakanmu barusan, karena aku juga sadar kalau seharusnya aku tidak terbawa emosi dan membunuh Kirana!" ucap Sahira.
"Kamu tidak salah, Sahira! Kirana memang pantas diperlakukan seperti itu, dia bukan lagi manusia biasa melainkan anak buah raja Elargano! Sekarang kamu harus lebih berhati-hati, karena sang raja El pasti akan muncul sebentar lagi!" ucap ratu Keira.
"Apa yang harus aku lakukan, ratu?" tanya Sahira.
"Aku yakin kamu pasti tau semuanya, kamu itu bidadari terkuat yang pernah aku temui dan juga terpandai dari semua bidadari yang ada di nirwana! Kamu pasti bisa mengalahkan raja El tanpa bantuan ku, yakinlah pada kemampuan mu!" ucap Keira.
"Tapi ratu, bukankah raja angin itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat? Melawan Kirana saja aku kewalahan dan hampir kalah, apa lagi jika aku berhadapan langsung dengan raja El?" ucap Sahira.
"Hanya satu kuncinya untuk bisa menang dan mengalahkan raja El, fokus! Kamu harus fokuskan diri untuk mengalahkan dia dan jangan terpengaruh oleh keadaan apapun itu, karena raja El sangat pintar berkata-kata dan menjebak musuhnya!" ucap ratu Keira memberi wejangan pada Sahira.
"Baiklah, ratu! Tapi, aku juga membutuhkan bantuan mu kalau-kalau nantinya aku kesulitan menghadapi raja El sendirian!" ucap Sahira.
"Kamu tidak perlu takut, Sahira! Aku akan tetap membiarkan Nur serta Rara disini menemanimu, kalian bertiga pasti bisa saling bekerjasama untuk mengingatkan satu sama lain supaya tidak terpengaruh keadaan yang dibuat-buat oleh raja El demi menghilangkan fokus kalian! Aku juga akan berada di atas kalian, memantau situasi pertarungan ini sembari berjaga-jaga bersama raja Nuril." ucap sang ratu sambil tersenyum.
"Benar itu, kalian tidak perlu takut! Karena kalian bertiga adalah bidadari yang hebat, kami yakin kalian memiliki kemampuan yang cukup untuk bisa mengalahkan kekuatan angin raja El!" sahut Nuril.
"Baiklah ratu, kami pasti akan berusaha semampu kami untuk mengalahkan raja El dan membuat bumi ini aman damai dari serangannya!" ucap Sahira.
"Bagus, kalau begitu kami mohon pamit! Semoga sukses untuk kalian semua, ingatlah untuk saling percaya dan satukan kekuatan kalian! Aku tidak ingin melihat kalian lemah hanya karena raja El si pendrama itu!" ucap ratu Keira.
"Baiklah, ratu!" ucap Sahira, Nur serta Rara secara bersamaan.
Setelahnya, ratu Keira bersama raja Nuril pun pergi ke atas langit untuk memantau mereka bertiga dari sana dan berjaga-jaga kalau nantinya ketiga bidadari itu membutuhkan bantuan mereka.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...