Broken Angel

Broken Angel
Episode 324 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...~Tidurlah sayang, mimpi yang indah dan biarkan dirimu beristirahat dengan nyaman dan tenang di atas ranjang empuk mu itu! Begadang tidak membuat mu terkenal atau kaya, justru akan membuat kamu merugi jika sakit nantinya dan harus dibawa ke rumah sakit~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 69


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Alan dan Nur baru selesai menonton film horor yang mereka saksikan barusan, mereka berdua masih berdua bersamaan di ranjang kamar yang empuk dengan diselimuti oleh selimut yang tebal. Alan juga meneguk habis cokelat panas miliknya yang masih tersisa sedikit itu, ia tampak senang karena telah menyelesaikan film horor itu tanpa ketakutan yang berlebih walau ia juga terus memeluk gadisnya itu.


Sementara Nur juga masih menghabiskan cokelat panas miliknya disana sembari memeluk dirinya sendiri karena terasa dingin disana, ya suasana dingin itu semakin bertambah apalagi ada angin sepoi-sepoi yang menyelinap masuk melalui ventilasi udara di kamar Alan. Namun, ia merasa cukup puas karena bisa berduaan dengan kekasihnya disana dan mengobrol sambil menonton film horor yang seru.


"Sayang, gimana filmnya tadi? Seru kan?" tanya Alan.


"Banget banget dong! Aku suka banget sama film itu, kapan-kapan kita nonton lagi yuk film horor begitu!" jawab Nur sambil tersenyum renyah.


"Umm, hehe tapi kalo film horornya diganti sama film romantis gapapa kan?" ucap Alan nyengir.


"Yah cemen ah kamu! Masa laki-laki takut sama film horor dan lebih suka film romantis sih? Kalo gitu kamu mulai besok mending pake rok aja deh, lebih cocok dan sesuai sama kamu!" ucap Nur.


"Hahaha, duh kalo gitu berarti tukeran gender gitu kita? Kamu jadi cowok, terus aku jadi cewek, iya?" ucap Alan kebingungan.


"Haish, ya gak gitu! Aku cuma bercanda kok, udah ah kita ke depan yuk! Lama-lama disini berduaan sama kamu bikin aku pusing tau gak, ngomong sama kamu itu kayak ngomong sama kambing! Gak pernah nyambung dan gak jelas banget, masih mending aku ngomong sama banteng deh kalo gitu!" ucap Nur dengan raut wajah kesal.


"Yeh aku disamain sama kambing, ya jelas beda jauh lah! Aku ini ganteng plus bisa dicium-cium, kamu juga bisa kalo mau peluk-peluk aku. Sedangkan si kambing, dia mah cuma bisa mbe mbe gitu doang!" ucap Alan membela diri.


"Ahaha, yaudah gausah dibahas lagi ah! Aku mau pulang nih, bentar lagi kan waktunya pulang sekolah tau! Si Sahira pasti juga udah mau pulang, jadi mending aku mau pulang duluan aja. Lagian filmnya kan juga udah abis, disini kita udah gak ada keperluan lagi ya kan?" ucap Nur.


"Iya sih, tapi kamu yakin mau pulang?" tanya Alan.


"Ya yakin, emang kenapa?" ucap Nur heran.


"Umm, gak mau ngapa-ngapain dulu gitu sama aku?" tanya Alan sambil nyengir.


"Ngapa-ngapain gimana maksudnya?" Nur tak mengerti dengan yang dikatakan Alan.


"Jalan-jalan atau pergi gitu loh!" jelas Alan.


"Ohh, emang kamu mau ajak aku jalan kemana sih?" tanya Nur penasaran.


"Ya keliling-keliling aja gitu, kita naik motor berdua sambil menikmati indahnya pemandangan siang hari yang cerah dan dingin ini. Kamu pasti suka dong dibonceng sama pacar kamu yang tampannya gak ada lawan ini?" ucap Alan.


"Hah? Kamu ini kepedean banget sih jadi cowok! Yaudah iyain aja deh aku mah, ayo kita jalan-jalan!" ucap Nur tersenyum.


"Asik! Nah gitu dong sayang, kan aku jadi makin cinta sama kamu!" ucap Alan sambil mencubit pipi Nur


Nur hanya tersenyum saja sembari menggelengkan kepalanya secara perlahan.

__ADS_1


...•••...


Sahira yang baru keluar dari kelasnya langsung bertemu dengan Lucas alias sang kekasih yang sudah menunggu sedari tadi di depan kelasnya itu seperti biasa, ya pria tersebut memang sering sekali menunggu gadisnya sampai selesai belajar di kelas untuk nantinya mereka akan pulang bersama menuju rumah Sahira dengan berboncengan motor yang sangat disukai dan dinanti-nanti oleh Lucas.


Sahira pun tersenyum saat melihat sosok Lucas yang sudah berdiri di depan sana, ia berjalan mendekat ke arah Lucas tanpa menghapus senyum di bibir yang membuatnya makin terlihat cantik. Sahira berhenti tepat di hadapan lelakinya dan masih terus tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipi yang menambah cantik dirinya, ia perlahan meraih tangan Lucas lalu mengelusnya.


Lucas yang disentuh secara lembut oleh gadisnya pun tak tinggal diam, ia menarik dua tangan Sahira kemudian membawanya ke dalam dekapan tubuh yang hangat dan juga menatap wajahnya. Kini tubuh keduanya hanya berjarak beberapa senti dan Lucas juga sengaja menarik dagu Sahira agar ia bisa leluasa menatap wajah gadis itu, mereka pun saling tersenyum disana di hadapan banyak orang.


"Ehem ehem..." dehem seseorang yang tak lain ialah Sasya alias teman ekskul Edrea serta Imeh.


Lucas dan Sahira pun kompak menoleh secara bersamaan ke arah wanita tersebut, mereka menatap heran wajah Sasya yang terlihat berdiri disana sembari melipat kedua tangannya di depan. Mereka tak mengerti apa sebenarnya masalah dari Sasya yang membuatnya berdiri disana, karena mereka menganggap kalau mereka tak melakukan kesalahan apa-apa kepada Sasya atau siapapun itu.


"Lu kenapa...??" tanya Lucas terheran-heran.


"Pake nanya lagi! Ya jelaslah gue gak suka ngeliat kalian mesra-mesraan di tengah jalan kayak gini, emang kalian gak punya modal apa buat cari tempat untuk pacaran?!" bentak Sasya.


"Hah? Di tengah jalan matamu! Lu gak lihat emang kita udah minggir gini, ha?" balas Lucas emosi.


"Ya tetep aja lu ngalangin jalan gue tau! Apalagi gue harus saksiin kalian mesra-mesraan kayak gitu secara langsung, ish jijik gue!" ujar Sasya.


"Ah banyak omong lu! Kalo emang lu gak suka dan jijik, yaudah pergi aja sana gausah kesini! Ngapain lu malah nyamperin kita coba? Itu kan tandanya lu emang pengen aja ngeliat gue sama Sahira pacaran, ya kan? Ngaku aja dah lu, lu iri kan sama kita yang udah pacaran? Ah dasar jomblo!" ujar Lucas.


"Ish! Nyebelin banget sih lu! Gue tuh bukan iri, gue cuma mau menyampaikan aspirasi para murid yang lewat jalan ini tadi! Mereka gak suka ngeliat kalian pacaran disini, paham?" ucap Sasya.


"Halah aspirasi t*i kucing! Bilang aja lu disuruh kan sama Edrea temen lu itu, yang ngakunya tercantik tapi list lima besar aja gak masuk?" ucap Lucas.


"Dih, apa banget dah? Siapa yang disuruh sama Edrea? Ogah banget gue disuruh-suruh sama dia, ini tuh gue cuma negur kalian buat pacaran di tempat yang sebenarnya! Karena ini kan sekolah tempat buat belajar, bukan pacaran!" ucap Sasya.


"Heh, lu bener-bener ya!" ujar Lucas emosi.


"Lucas, sabar dong! Sasya bener kok, udah yuk kita pergi aja dari sini!" ucap Sahira menahan Lucas.


Akhirnya Lucas pun menggandeng tangan Sahira dan membawa gadis itu pergi dari sana.




Setelah menuruni tangga demi menghindari Sasya si gadis pengganggu itu, kini Sahira serta Lucas akhirnya bisa bebas dari gadis tersebut dan melanjutkan adegan pacaran mereka. Ya keduanya terus bergandengan tangan sembari bertatapan mesra di lorong sekolah itu, bahkan Sahira juga terus saja membenamkan wajahnya pada bahu sang kekasih dan tak jarang juga mengelusnya lembut.


Lucas pun tampak senang karena bisa memiliki waktu berduaan dengan gadisnya cukup sering, ia memang menginginkan sekali momen-momen seperti ini walau tak jarang juga terjadi. Ya Lucas sudah mulai bosan dengan yang namanya pertarungan dan perkelahian, ia ingin hidup bebas dan bisa berpacaran dengan Sahira tanpa ada satupun makhluk jahat yang berniat menggangu nya.


"Kas, kita mau kemana sekarang?" tanya Sahira sembari menatap wajah lelakinya itu.


"Umm, ya terserah kamu. Aku sih ngikut aja sama maunya kamu, kan disini yang paling berkuasa itu kamu bukan aku." jawab Lucas tersenyum.


"Yah kalo gitu aku bingung deh, soalnya aku juga gak tahu mau kemana sayang." ucap Sahira.


"Hahaha, ke rumah aku aja gimana? Nanti disana kamu biar main sekaligus kenalan sama Gina, ya biar tambah akrab gitu yang bentar lagi mau jadi calon keluarga Lucas." ucap Lucas.


"Hmm, boleh deh. Kebetulan aku juga pengen tahu Gina itu anaknya gimana?" ucap Sahira.


"Nah bagus tuh, kamu pasti suka deh kalo ngobrol sama dia. Soalnya Gina itu orangnya asik dan lucu banget, ya walau kadang jengkelin sih suka gak nyambung gitu kalo diajak ngobrol. Tapi tenang aja, Gina itu asik banget orangnya!" jawab Lucas.


"Waw jadi makin penasaran aku, yaudah yuk kita kesana aja langsung!" ucap Sahira.


"Oke sayang!" ucap Lucas sambil mencubit pipi gadisnya dengan gemas.

__ADS_1


Disaat mereka baru hendak melangkahkan kaki menuju ke arah depan sekolah, tiba-tiba saja Diandra beserta teman-temannya muncul dan menghalangi jalan Sahira serta Lucas. Ya keempat gadis itu tampak tersenyum menatap Sahira dan Lucas secara bergantian, hal itu membuat sepasang kekasih tersebut merasa keheranan.


"Kalian pada ngapain?" tanya Lucas heran.


"Kita mau ke rumah Sahira, ya kan guys?" ucap Diandra mewakili teman-temannya.


"Iya bener itu!" jawab Tasya dan yang lainnya.


"Hah? Mau ngapain kalian ke rumah gue?" tanya Sahira justru terheran-heran.


"Lah, lu gimana sih? Kan tadi kita udah janji pas pagi, kita berempat lima sama Kania tuh mau dateng ke rumah lu sepulang sekolah. Kita kan mau bantu lu buat hibur si Nur, masa lu lupa sih ih?" jawab Diandra menjelaskan dengan sedikit emosi.


"Oh iya, gue lupa. Yah berarti aku gak jadi ke rumah kamu hari ini, Kas." ucap Sahira.


"Iya gapapa. Biar aku anterin kamu pulang, ya? Kamu kan juga butuh waktu main sama temen-temen kamu, supaya mereka gak slek!" ucap Lucas.


"Hahaha, bener tuh!" ucap Tasya tertawa.


"Terus Kania nya mana?" tanya Sahira heran.


"Di toilet dia, katanya nyusul." jawab Diandra.


"Ohh, yaudah yuk gas!" ucap Sahira.


"Gaskeun lah! Emot api emot api🔥" sahut Diandra serta yang lainnya disana.


Setelahnya, Sahira pun pergi bersama Lucas dan teman-temannya pulang ke rumah. Ya Sahira tidak jadi main ke rumah Lucas, karena ia baru ingat memiliki janji dengan teman-temannya.


...•••...


Disisi lain, Kania yang baru selesai dari kamar mandi untuk buang air, kini tengah mencuci tangannya sembari membasuh muka sedikit di wastafel yang ada di bagian depan toilet. Kania memang masih galau dan bingung dengan perasaannya pada Aldi saat ini, ia tak mengerti apakah ia jatuh cinta dengan Aldi atau semua itu hanya sekedar rasa kasihan saja karena Aldi selalu baik padanya?


Disaat Kania tengah membasuh wajahnya di depan cermin wastafel, tiba-tiba saja muncul Edrea serta Imeh si biang masalah yang memang suka sekali mencari masalah dengan siapapun disana. Ya kali ini mereka berdua tampak mendekati Kania yang memang kebetulan ada disana, gosip yang beredar mengenai hubungan Kania dan Aldi pun dijadikan oleh Edrea serta Imeh untuk mengucilkan Kania.


"Ehem ehem, cie ada yang udah jadi pacarnya anak geng wild blood lagi nih...." cibir Edrea sembari melangkah dan berhenti tepat di samping Kania.


"Ahaha, pansos nya hoki banget ya? Keren loh sampe bisa dapet anak wild blood lagi," sahut Imeh.


Kania masih mencoba diam menahan diri untuk tidak emosi atau membalas mereka, ya karena menurutnya itu tidak terlalu penting karena ia harus segera menyusul teman-temannya. Namun, kedua gadis itu tampaknya tak membiarkan Kania pergi dan mereka justru mencengkeram lengan Kania sehingga Kania terpaksa berdiam diri disana.


"Heh, mau kemana lu?!" ujar Edrea.


"Lu gak bisa kemana-mana Kania! Sekarang lu udah terjebak sama kita, dan lu harus dapetin balasan atas apa yang udah lu lakuin dulu! Yaitu berani macarin Lucas disaat Edrea gak ada!" sahut Imeh.


"Kalian tuh maunya apa sih? Gak bosen-bosen apa cari masalah mulu? Mending kalian tobat deh, lupain Lucas yang emang gak cinta sama kalian! Relain aja dia sama Sahira, jangan kayak gini! Siapa tahu kalian bisa dapat pengganti Lucas," ucap Kania.


"Hah? Apa lu bilang? Relain? Oh tidak bisa semudah itu Kania, kita gak akan pernah ikhlas karena Sahira udah merebut pacar gue!" ujar Edrea.


"Sahira itu gak ngerebut pacar lu! Justru kan lu sendiri yang mutusin buat kasih Lucas ke Sahira, apa lu lupa ha sama kejadian itu? Dan asal lu tahu Edrea, lu itu sempat baik beberapa hari sebelum akhirnya lu kembali konslet lagi kayak gini! Mending lu balik kayak dulu lagi deh, jadi Edrea yang kalem dan baik bukan kayak gini!" ucap Kania.


Edrea terdiam mencoba mengingat masa lalunya.


"Lu juga Imeh! Bukannya dulu lu sempat baikan sama Sahira dan bisa ikhlasin Lucas sama Sahira? Kenapa lu malah balik jadi jahat lagi sih?" ucap Kania sembari menatap wajah Imeh.


Kania pun menghentakkan tangannya melepaskan diri dari cengkeraman mereka, ia lalu pergi begitu saja meninggalkan kedua gadis yang masih terdiam itu disana tanpa perduli apapun.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2