
Tentu, keyakinan marga terhadap perasaan Allena yang sebenarnya bukanlah tanpa alasan mengingat dia pernah bertemu dengan Rey remaja yang memberikan nya sebuah earphone yang berguna bagi Allena kecil.
Perasaan cinta Allena terhadap dirinya hanyalah sebuah rasa nyaman yang kemudian menyimpulkan sendiri sebagai perasaan cinta.Yang sebenarnya terjadi, adalah allena haus akan kasih sayang dan cinta bukan perasaan cinta yang sesungguhnya.
itu pula yang menjadi beban pikiran marga terhadap allena.Gadis kecil yang penuh dengan luka.Tadinya dia pikir dengan membantu Rey sebagai sahabat sekaligus atasannya itu tidak menjadikan dirinya terjebak dalam permainan yang dia ciptakan sendiri.Nyatanya,dia tak mampu mengendalikan diri sendiri.
Rasa kasihan dan peduli nya terhadap sesama manusia lebih mendominasi diri marga.
Marga yang sudah merasa pegal.Akhirnya memutuskan untuk pulang saja,cukup sudah kegiatan nya mencari angin di alam terbuka.Waktunya dia memulai kembali pekerjaan nya yang tertunda akibat rasa bahagia terhadap sebuah kabar dari kekasih nya.
Masa bodoh lah jika rey nanti nya mengamuk bak Hulk yang mengacaukan kota.Yabg terpenting baginya tetap bertanggung jawab.
"Rey, semoga misi mu berhasil".Gumam marga,sebelum menginjak pedal gas.Melaju dengan kecepatan tinggi.
.....
"Ibu Axel Maureen".Panggil seorang wanita cantik nan seksi.
Axel menoleh kearah belakang,mencari sumber suara yang memanggil nya dengan suara tinggi nan melengking.
__ADS_1
"Gue kira siapa, ternyata si kutu kupret Melinda".Gertak Axel.
Wanita yang di maksud menghampiri Axel dengan napas terengah-engah karena berlari untuk menghadap bos nya.
"I i-bu Axel".Ucap wanita yang bernama Melinda dengan napas tersengal."Ibu tau gak".lagi ucapannya harus terjebak demi bisa mengatur napasnya.
Axel di depannya mengamati raut wajah asistennya dengan kesal karena lagi-lagi asistennya selalu berbicara dengan terburu-buru dan seringnya terpotong.
"Apa yang ingin kau bicarakan?,aku gak punya waktu untuk mendengarkan ucapan mu yang suka terpotong".Gertak Axel sembari berkacak pinggang.
Melinda yang tadi setengah membungkuk badan karena mengatur napasnya kini berdiri tegap,saling pandang dengan bos nya.
Axel memutar bola matanya jengah."Kau tau anak ku sudah sebulan lebih memilih pergi dari rumah dan aku tidak cukup punya waktu untuk mencarinya".
"Kenapa gak menyewa orang bayaran untuk bisa menemukan putri ibu?".Tanya Melinda dengan spontan nya.
Deg
Benar juga apa yang di katakan oleh asistennya.Kenapa pula dia sampai melupakan hal sepenting itu hanya demi sebuah pekerjaan nya yang dia rasa lebih penting dari segalanya.
__ADS_1
Axel mematung di tempatnya setelah mendengar pertanyaan dari asistennya dengan begitu lantangnya seakan tak pernah memikirkan perasaan dari atasannya itu.
Yah, selama kepergian Allena.Dia sering menghabiskan waktunya untuk kerja,kerja dan kerja seakan pekerjaan nya adalah dunia nya dan lebih berharga dari apapun dan siapapun itu.
Pernah dia berpikir untuk mencari putrinya tapi lagi-lagi terhalang oleh bisnis yang di jalaninya tak pernah ada dalam pikirannya untuk mencari anaknya lagi bahkan menyewa orang bayaran seperti apa yang di katakan oleh asistennya pun tidak.
Dia sudah lelah pikiran,tenaga dan bahkan uang nya sering dia keluarkan demi kemajuan perusahaan nya.Tapi,tidak pernah sedikitpun berpikir untuk menggunakan kekuatan uang nya demi kebahagiaan putrinya.
Dia mencurahkan waktunya hanya untuk menjalankan bisnisnya,tapi tak pernah ada sedikitpun waktu untuk anaknya sendiri.
"Ibu ibu".panggil Melinda,menyentuh pundak Axel.
"Y Yah".Axel begitu gugup saat menjawab panggilan Melinda.Dia seakan di kejutkan oleh mesin kejut jantung.
Dia yang sudah kembali ke dunia nyata setelah tadi dia terjebak dalam pikirannya tentang anaknya.Kini,dia menatap asistennya dengan tatapan kosong.
"A_Aku gak punya banyak waktu untuk mencari anak ku bahkan tak pernah sedikitpun ada dalam pikiran ku untuk menyewa orang bayaran ".Ucap Axel,tertunduk sedih.
Melinda yang paham, tanpa meminta izin.Memeluk tubuh atasannya itu."Masih belum terlambat Bu".Ucap Melinda seraya mengelus punggung nya.
__ADS_1