Broken Angel

Broken Angel
Part 28


__ADS_3

Allena yang sudah hampir seharian penuh berada di dalam ruang rawat nya tanpa mau keluar atau sekedar say hello dengan dunia luar.Akhirnya merasakan jengah,dia sedang di Landa kebosanan.Terus-menerus berada dalam ruang perawatan nya dengan selang infus tertancap di pergelangan tangan nya.


Allena, mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan.Hanya ada warna putih sesekali ada warna biru menghiasi dinding ruang perawatan nya.Bau cairan disinfektan memenuhi rongga hidung nya.


"Cuih".Allena berdecih."Lebih harum asap rokok daripada bau apa ini?".Tanya allena sembari menutup hidungnya dengan jarinya.


Allena mencabut paksa selang infus yang memberikan cairan nutrisi dalam tubuhnya.Hingga mengeluarkan darah.Allena tidak memperdulikan itu semua,yang dia inginkan adalah kebebasan.


Allena turun dari ranjang dengan berjalan tertatih-tatih,dia masih merasakan pusing di kepala nya."Efek kelamaan tidur terus".Keluh Allena.


Klek


Pintu telah sempurna terbuka lebar, menampakkan seorang pria yang tengah duduk melamun sebabnya pria itu tak mendengar pintu telah terbuka lebar.


"Dia lagi dia lagi".Gumam Allena.


Benar,Rey tengah asyik tenggelam dalam lamunan Mada lalunya.Tentang gadis kecil yang ditemuinya,tentang pertemuan singkat namun memberikan kesan dan kenangan yang amat dalam.

__ADS_1


"Loe masih betah disini?".


Ucapan dari seorang wanita berhasil membuyarkan lamunan rey.Dia sampai terlonjak ke depan saking kagetnya dia karena di tarik paksa dari masa lalu yang masih menjadi teka-teki baginya.


"Al-Al-le-na".Bahkan rey gugup bukan main,saat Allena berdiri di depannya.


"Biasa aja kali,gak usah kaget gitu.Gue bukan hantu,gue nyata".Sahut Allena, santai.


Rey, mendekat kearah Allena seakan tak percaya wanita yang ada di hadapannya memang benar adalah Allena.


"Oh,saya pikir kamu memang hantu".Celetuk rey.


"Oh yah".


"Loe butuh bukti?".Allena menyentak langkah kakinya, menunjukkan bahwa kakinya memang menapak di lantai."Gue masih hidup bukan arwah gentayangan.Lagian kalau gue jadi hantu juga,yah amit-amit aja selalu ada di dekat loe".Ledek Allena.


Rey,merangkul pundak Allena bak sahabat karib yang terbiasa melakukan hal konyol."Aku kira bakal gangguin aku terus".Ucap Rey,sembari menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Singkirkan tangan loe dari bahu gue".Gertak Allena,sembari memelintir tangan rey hingga rey terjatuh ke lantai.


"AW".Pekik Rey sembari memegangi pinggulnya."Kasar sekali".


"Udah tau,masih berani melawan".Gertak Allena,sembari berlalu pergi meninggalkan rey yang masih terpaku dengan rasa nyeri di pinggulnya.


"Allena,tunggu".Teriak Rey.Dia, berusaha bangkit berdiri untuk mengejar allena.


Yang di panggil malah melenggang pergi,tak peduli dengan teriakan rey yang memenuhi seisi ruangan.Beruntung,mereka ada di ruang VVIP sehingga tidak menganggu pasien lainnya.


"Hah,gak ada kapok nya tuh orang".Keluh Allena,semakin melebarkan langkah kakinya.


"Padahal masih sakit tapi jalannya cepat amat".Gumam Rey,dia juga menaikkan tempo laju langkah kakinya demi bisa menyusul Allena.


Allena menoleh ke belakang."CK,keras kepala sekali dia".Keluh Allena."Tak akan ku biarkan kau bisa menguntit ku lagi dan berakhir mengacaukan kesenangan ku lagi".


Yah,Allena tidak berlari menghindari Rey.Melainkan dia berbelok ke kiri, bersembunyi di balik tembok yang menjulang tinggi.

__ADS_1


"Aish, cepat sekali dia berlari".Keluh Rey,sembari mengatur napasnya yang tersengal-sengal karena berlari mengejar allena.


__ADS_2