Broken Angel

Broken Angel
Part 169


__ADS_3

Axel,yang sedari tadi duduk diam.Tak terpengaruh oleh bentakan marga bahkan tak tersulut emosi begitu saja.Bukan dia menyadari kesalahannya,tidak.Dia tidak menyadari kesalahannya dalam mendidik anaknya, bahkan dia merasa bahwa dia sudah melakukan yang terbaik demi kelangsungan hidup anaknya,bukan membunuh nya secara perlahan seperti yang sudah di tuduhkan.


"Sudah selesai?".Tanya Axel,menatap tajam pada marga."Sudah selesai bicaranya?,apa anda sudah puas?,jika begitu silahkan kalian pergi dari sini.Pintu terbuka lebar".Ucap Axel,bangkit berdiri.


"Belum.Belum selesai".Ucap marga."Allena, menginginkan mu,Allena menginginkan waktu luang mu dan Allena membutuhkan kasih sayang dari mu,Axel Maureen".Gertak marga,kembali tersulut emosi.


Axel,yang sudah melangkah kan kaki.Terhenti kembali."Loe,anak kemarin sore gak usah ikut campur dengan urusan orang lain,gue gak butuh ceramah dari loe.Hidup gue gak butuh nasehat dari bocah tengil kayak loe".Sentak Axel,kembali memberikan tatapan tajamnya pada marga.


"Apa arti anak mu untuk hidup mu?,dia hanya minta waktu luang mu saja, hanya itu.Dia tidak minta harta mu".


"Loe pikir hidup gak butuh duit?,butuh.Bego.Loe gak tau hidup gue,gak usah ceramahin gue".Sentak Axel,tersulut emosi dengan ucapan provokasi marga.


Aida,duduk lesu.Rencana yang sudah susah payah di susun nya,pasti tidak akan berjalan sesuai dengan rencana.Ternyata marga, begitu tersulut emosi, hingga berbicara dengan mengebu-ngebu.


"Satpam".Teriak Axel.

__ADS_1


Teriakan Axel yang nyaring dan lantang, membuat satpam yang berjaga di depan menghampiri Axel.Bos nya yang memberikan gajih kepada mereka.


"Yah Bu".Sahut kedua satpam dengan napas terengah-engah.


"Bawa kedua manusia sampah ini keluar dan jangan di biarkan masuk kembali!".Perintah Axel,sembari berlalu pergi.


Yang di takutkan oleh aida, terbukti juga.Dimana mereka mendapatkan sebuah pengusiran dengan kasar dan bahkan menghina nya.


Kedua satpam itu dengan sigap, menjalankan perintah bosnya demi menyelamatkan pekerjaan.


Aida dan marga di seret keluar.Sepsnjang jalan,marga terus memberontak.Minta satpam itu untuk melepaskan nya dan membiarkan dia untuk berbicara dengan bos mereka.


Teriakan dan juga pemberontakan marga,tak di hiraukan oleh satpam itu.Dia terus menyeret tubuh marga,keluar dari dalam perusahaan.


"Ternyata kalian menyusahkan".Ucap satpam itu, mendorong tubuh marga secara kasar.

__ADS_1


"AW".Pekik aida kesakitan.Karena dorongan satpam yang menyeret tubuhnya keluar tanpa perasaan, membuat tubuh aida terjengkang ke depan.


"Aida!".Seru marga, mendekati tubuh aida yang terjatuh akibat ulah satpam penjaga arogan.


Marga, dengan sigap membantu aida untuk bangkit berdiri.Tak di sangka nya satpam itu berlaku kasar kepada perempuan.Tak pilih kasih dalam menumbangkan lawannya.


Aida dan marga kembali ke mobil mereka dengan membawa rasa kecewa dan kesal.Bahkan marga sampai-sampai memukul stir kemudi,saking kesalnya dia.


"Kok bisa yah,ada ibu seperti dia?,pantas Allena menjadi anak pembangkang.Toh ibunya aja gak peduli".Gertak marga.


Aida,tak henti-hentinya menenangkan marga.Dia juga sebenarnya kesal dan kecewa tapi dia tahan sebisa mungkin demi menenangkan kekasihnya.


Tapi,lagi berbicara dengan menggunakan emosi tidak akan baik.Segala tindakan jika tidak dengan pikiran tenang dan hati terbuka,tidak akan berjalan dengan baik.


Aida,sudah merasa gagal menyampaikan pesan Allena untuk ibunya.Kebahagian yang dia inginkan,harus tertunda.Pertemuan itu,belum lah dapat di pastikan.

__ADS_1


"Allena aida, maafkan aku.Maaf".Gumam aida,merasa bersalah pada allena.


__ADS_2