
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 115
...•...
Malam ini Edrea tidur agak larut dari biasanya, ya sudah pukul 1 dinihari dan ia baru hendak tidur setelah berjam-jam belajar demi meraih hasil terbaik saat ujian nanti. Edrea pun tampak sangat lelah dan mengantuk, ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk sambil mematikan lampu tidurnya hingga satu ruangan kamar itu gelap.
Baru saja Edrea hendak memejamkan matanya, eh tiba-tiba angin berhembus kencang sampai membuat gorden jendelanya terbang-terbang tertiup angin kencang jadi kelihatan kayak mbak Kunti. Edrea pun kedinginan, sudah AC nya nyala terus ditambah angin kencang dari luar beuh nikmat mana lagi yang engkau dustakan Edrea.
"Ya ampun, itu kenapa sih jendelanya malah kebuka sendiri? Padahal tadi perasaan udah gue kunci rapet deh walau gak serapat vaginaa gue, ish ada-ada aja ah orang udah ngantuk juga..." ujar Edrea kesal.
Akhirnya gadis itu bangkit kembali dan menutup jendela kamarnya yang terbuka, tak lupa juga ia mengunci jendelanya agar tidak kembali terbuka walau tertiup angin sekencang apapun. Setelahnya, Edrea balik ke ranjangnya sambil menguap karena sudah sangat mengantuk apalagi suasana yang dingin menambah kantuk yang dideritanya.
Namun, baru saja ia menarik selimut menutupi tubuhnya sambil memejamkan mata. Lagi-lagi jendelanya terbuka dan kali ini angin yang berhembus makin kencang hingga membuat satu ruangan kamar Edrea terbang, gadis itu pun bangun kembali dengan wajah kesal sekaligus terheran-heran mengapa jendelanya bisa terbuka lagi.
"Duh, ini kenapa sih ya?" ujar Edrea geram.
Gadis itu langsung menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjangnya, ia berjalan ke arah jendela dengan rasa kesal. Sebelum menutupnya, Edrea sempat melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan. Anehnya, pohon-pohon di sekitar rumahnya sama sekali tidak bergerak padahal angin yang ia rasakan saat ini cukup kuat menerpanya.
"Loh, kok pohonnya gak gerak ya?" ujar Edrea terheran-heran.
Edrea selalu berpikiran positif, ia pun menganggap ini semua hanya kejadian alam biasa yang tak perlu dikhawatirkan. Setelah menutup jendelanya, Edrea hendak kembali ke ranjang untuk menuntaskan tidur malamnya yang selalu tertunda. Namun, kakinya seperti mati rasa dan tak bisa digerakkan.
"Ish ini kenapa sih??" ujar Edrea kebingungan sembari berusaha menggerakkan kakinya tapi gagal.
Dan tiba-tiba saja jendelanya terbuka lagi, mata Edrea langsung melotot begitu melihat selendang hijau terbang ke arah kamarnya lalu berhenti tepat di wajahnya. Sontak Edrea terkejut kemudian berteriak kencang, ia berusaha melepaskan selendang yang menutupi matanya tapi gagal.
"Aaaaaaaa... tolong, tolong!!!!"
...•••...
Setelah 2 hari libur yang kurang menyenangkan, kini Sahira serta Nur harus pergi ke sekolah kembali seperti biasa dan mereka sudah memasuki waktu ujian akhir tahun sebelum nantinya libur 2 tahun eh 2 Minggu maksudnya. Sahira & Nur pun keluar dari rumah mereka dengan sudah berseragam sekolah rapih dari ujung rambut hingga ujung kaki, mereka langsung senyum-senyum begitu melihat pangeran bermotor mereka sudah menunggu di depan.
Tentu saja Sahira & Nur yang lagi kasmaran itu mempercepat langkah mereka karena sudah tidak sabar untuk bertemu sang pujaan hati.
"Pagi, Lucas! Udah lama ya?" ucap Sahira menepuk punggung pacarnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ohh enggak, baru kok!" jawab Lucas senyum juga.
"Bukan itu, maksud aku udah lama ya gantengnya?" ucap Sahira malah tersipu sendiri.
"Ya ampun, bagus deh bagus mulai ada peningkatan kualitas gombalan kamu..." ujar Lucas.
"Hahaha, tetep aja gak bisa ngalahin kamu!" ucap Sahira.
Duo bucin itu tidak merasa malu saling beradu hidung di hadapan duo bucin lainnya, justru mereka malah sengaja memamerkan kemesraan disana.
"Heh, Kas! Lu kalo begitu sama Sahira gua bukan iri tapi jadi jijik lihatnya, mending sekalian aja deh tuh lidah lu masukin ke lubang hidung Sahira! Bersihin tuh hidungnya sampe upil-upilnya sekalian lu jilatin, jangan lupa kasih tau gue rasa upil cewek cantik tuh kayak gimana!" ujar Alan.
"Ah elah berisik lu! Ganggu aja orang lagi pacaran, bilang aja kalo lu iri kan sama gue? Soalnya Nur itu pacaran sama lu cuma karena terpaksa, dia gak mau ngeliat lu jadi jomblo akut yang suka nyium-nyium tiang listrik di pinggir jalan..." ujar Lucas.
"Eh buset, kurang manis nih anak!" ucap Alan sembari menggulung lengan seragamnya.
"Kurang asem kali!" ujar Lucas membenarkan perkataan Alan barusan.
"Halah lu mah gak kekurangan asem, orang aja lewat deket lu langsung pingsan gara-gara bau asem lu itu! Yang gue aneh si Sahira kok biasa biasa aja ya?" ujar Alan terheran-heran.
"Ya iya dong, gue kan suka sama bau khas tubuhnya Lucas!" ujar Sahira tersenyum menempelkan wajahnya di pundak sang kekasih.
"Nah tuh, denger sendiri kan lu? Udah deh gausah berusaha buat jelekin gue di depan Sahira, karena Sahira itu menerima gue apa adanya bukan ada apanya! Makanya sampe sekarang hubungan kita langgeng terus dan gak ada hambatan.." ucap Lucas.
"Umm, tergantung sih..." ucap Nur.
"Lah tergantung apaan?" tanya Alan heran.
"Iya, kalo kamu beliin aku iPhone 20 baru deh aku bakal mencintai kamu apa adanya.." jawab Nur.
"Eh buset dah, hp gue aja masih esia hidayah lah ini minta dibeliin iPhone 20! Bro, emang iPhone 20 udah keluar ya?" ujar Alan.
"Belum lah, lu gak nangkep si omongan Nur! Maksudnya tuh dia gak bakal mencintai lu apa adanya karena iPhone cuma rilis sampe seri ke 15! Hahahaha...." ujar Lucas tertawa terbahak-bahak.
"Ish Lucas! Gak baik ah begitu!" ucap Sahira mengingatkan pacarnya.
"Hehe, iya maaf!"
...•••...
Disisi lain, Imeh & Sonya melihat Edrea tengah berjalan di lorong sekolah sendirian. Seperti biasa mereka pun menghampiri gadis itu, akan tetapi kali ini mereka merasa aneh pada fisik Edrea yang terlihat sangat pucat dan pandangannya seperti kosong.
"Heh, Edrea!" ujar Imeh menepuk pundak Edrea sambil mengipas-ngipaskan tangannya di depan mata gadis itu.
__ADS_1
Tak ada respon apapun dari Edrea, ia malah terus berjalan meninggalkan Imeh & Sonya disana.
"Loh, itu si Edrea kenapa ya?" tanya Imeh heran.
"Gak tau deh, kita ikutin aja yuk! Kayaknya dia sakit deh mukanya aja pucet gitu, gue takut dia malah kenapa-napa nanti!" ucap Sonya.
"Iya bener, yaudah yuk!" ujar Imeh langsung berlari mengikuti Edrea bersama Sonya di belakangnya.
Mereka terus mengikuti Edrea sampai ke belakang sekolah, tentu saja mereka heran mengapa dan mau apa Edrea datang kesana. Secara tiba-tiba Edrea mempercepat langkahnya kemudian belok ke kiri hingga tak terlihat lagi oleh Imeh & Sonya, mereka makin penasaran lalu juga berjalan cepat mengejar Edrea ke depan. Namun, mereka tak berhasil menemukan Edrea ketika sudah belok ke jalan yang sama.
"Meh, Edrea kemana?" tanya Sonya heran.
"Lah kagak tau, tadi dia jalan kesini kan?" jawab Imeh sambil terus celingak-celinguk.
"Kita coba kesana, yuk!" usul Sonya menunjuk ke depan kemudian diangguki oleh Imeh.
Disaat mereka hendak melangkah maju, tiba-tiba saja seperti ada tangan yang menahan pundak mereka sehingga Imeh & Sonya tak bisa bergerak.
"Hah, Son... si-siapa ya yang tahan kita?" ujar Imeh gemetar ketakutan.
"Gu-gue juga gak tau... kita nengok sama sama yuk!" ucap Sonya juga gemetar.
Mereka pun menoleh ke belakang secara bersamaan sambil menelan saliva dengan kasar. Betapa terkejutnya mereka karena ternyata yang ada di belakang sambil menahan pundak mereka adalah Edrea itu sendiri, Edrea langsung membuka mulutnya sembari menatap kedua orang itu.
"Aaaaaaaa...."
Suara teriakan Imeh & Sonya rupanya terdengar sampai ke depan, kebetulan ada Aldi yang baru datang juga. Ia pun penasaran karena mendengar suara teriakan dari belakang sekolah.
"Loh suara apa itu ya?" gumam Aldi bertanya-tanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Mo coba buat yang horor horor dikit biar bervariasi, tapi entah kenapa gak ada kesan horornya🤣...
...Bonus foto Sahira❤️Lucas...
__ADS_1
...😍😍😍...