Broken Angel

Broken Angel
Part 53


__ADS_3

Allena duduk di meja makan dengan berbagai hidangan makanan tersaji di depannya.Setelah bi Surti dengan giatnya memasak berbagai hidangan makanan, sengaja agar Allena bisa memilih dan tidak berakhir mengamuk.


"Seperti biasa, keroyokan".Keluh Allena.


Yah, alih-alih hidangan makanan yang banyak membuat Allena tidak murka, justru semakin menjadi saja.Toh,dia sendiri hanya dengan membuat nya sedikit saja itu sudah lebih dari cukup bagi Allena yang tidak ingin tubuhnya gemuk.


"Makanan berminyak pula,bikin lemak perut gue bergumpal dong".Allena masih saja mengumpat,tak terima hidangan makanan yang tersaji banyak yang mengandung kolesterol dan lemak tinggi.


"Non,gak boleh mencela makanan.Non, harusnya bersyukur karena masih bisa makan enak tanpa memperdulikan harga dan esok lusa". Nasihat bi Surti yang tak sengaja Allena mencela makanan.


"CK,gue kan sendiri.Ngapain juga bikin makanan kayak buat orang sekampung?".Gertak Allena, menimpali ucapan bi Surti.


Tak ingin berdebat lagi dengan Allena,bi Surti memilih untuk melanjutkan pekerjaannya setelah hidangan makanan sudah dia sajikan di meja makan.


"Huh, belagu ".Umpat Allena.


Dia mulai,mengambil makanan yang tersaji.Yaitu nasi merah,telur rebus dan kol rebus.Sengaja memilih makanan yang di oleh dengan di rebus,untuk menghindari pengumpulan lemak di perutnya.

__ADS_1


Dia melihat layar iPhone nya sembari sesekali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.Melihat notifikasi dari aplikasi berwarna hijau sebab sudah sejak tadi iPhone terus berbunyi, menandakan ada notifikasi yang masuk.


Begitu dia membuka aplikasi berwarna hijau,rentetan chat dan panggilan tak terjawab begitu memenuhi layar iPhone nya,dan itu semua berasal dari nomer tak di kenal.


"Banyak amat".


[Allena,kau dimana?]


"[Al,ada surat pemberitahuan dari pihak sekolah,kamu baca dan pahami yah]


[P]


Dan berbagai notifikasi lainnya yang berasal dari nomer yang sama tapi tidak di kenal oleh allena,dan beberapa panggilan yang tidak terjawab lainnya yang berasal dari nomer tak di kenal.


"Siapa sih ini?,belagu nih orang sembarangan memberikan nama panggilan?,orang tua gue capek-capek ngasih nama buat gue sama udah di bubur putih dan bubur merah.Eh,malah seenaknya ngerubah nama ".Umpat Allena,sembari mulutnya mengunyah penuh makanan dengan sendok penuh.


Allena begitu penasaran dengan nomer yang tak di kenal tapi telah memberikan banyak spam chat dan panggilan.Saat Allena mengetik Foto profil.

__ADS_1


Blur


Allena memuntahkan makanya saat foto profil dari aplikasi hijau terpampang nyata di depan matanya.


Dia adalah Rey dengan menggunakan foto profil dia tengah duduk di samping motor bebeknya dengan percaya diri nya.Rey,yang kala itu menggunakan stelan baju kantor, memakai kaca mata dan lengan tangan yang di gulung sampai siku.


"Cuih".Allena meludah."Model kayak gini sok-sokan ngelamar kerja di kantoran.Palingan dia jadi OB(Office boy) atau lebih parahnya udah di tendang duluan Ama satpam sebelum akhirnya di terima".Ledek Allena,tak henti-hentinya merendahkan rey.


"Non,kenapa makanannya di buang-buang kan sayang atuh".Ucap Mbak Surti,sembari menyodorkan jus mangga kesukaan allena.


Allena mengalihkan pandangannya yang semula menatap layar iPhone nya kini menatap tajam pada mbak Surti."Kalau kerja, jangan di biasa in mulutnya ikut kerja". Sentak Allena."Loe di sini loe kerja di bayar untuk beres-beres beserta dengan ***** bengeknya bukan ngedumel". Nasehat allena.


"Iya, non ".Jawab mbak surti.


"Yaudah sana,pergi gak usah diem aja disini".Usir Allena,seraya mengibas-kibaskan tangan,mengusir mbak surti.


Allena masih aja mengumpati Rey bahkan dia tertawa cekikikan saat dia membayangkan rey yang di terima kerja tapi sebagai OB(Office boy).

__ADS_1


"Haha..Cocok sekali dia jadi office boy ".Umpat Allena.


__ADS_2