
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 95
...•...
Sahira & Nur diantar oleh Alan ke rumah sakit tempat Lucas dirawat, ya Sahira tentunya langsung menerobos masuk begitu saja ke dalam ruangan Lucas tanpa permisi pada anggota wild blood yang ada disana.
Sementara Nur tetap di luar bersama kekasihnya yakni Alan menunggu Sahira, Alan langsung memeluk Nur setelah ia berada di dekat gadisnya sambil menatap wajah Nur.
"Kita sama sama berikan doa yang terbaik buat kesembuhan Lucas ya, dia pasti bisa melewati ini semua dengan cepat karena Lucas itu laki-laki kuat!" ucap Alan pada semua orang yang ada disana.
"Ya kamu benar Alan, sebentar lagi Lucas akan sembuh karena Sahira pasti bisa menyembuhkan kekasihnya itu dengan kekuatan yang ia miliki! Aku yakin kesedihan kalian juga akan sirna dan berubah jadi kebahagiaan saat melihat Lucas telah pulih!" gumam Nur tersenyum menatap wajah Alan.
Disaat semuanya tengah mendoakan kesembuhan Lucas, Sahira yang sampai di dalam kini terlihat menangis bersedih ketika melihat kekasihnya terbaring disana.
"Lucas..." ucap Sahira sambil meneteskan air mata kesedihan berjalan mendekati Lucas.
Tampak kekasihnya itu sedang tertidur akibat obat yang diberikan dokter, Sahira pun bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menyembuhkan Lucas dengan kekuatannya.
"Lucas, luka kamu parah sekali! Sebenarnya kamu berantem sama siapa sih, kok bisa sampai separah ini sayang? Aku cemas loh sama kamu kalo begini, semoga aja kekuatanku bisa bikin kamu sembuh seperti semula walau aku harus mengambil resiko tinggi untuk menggunakannya..." ucap Sahira menatap wajah Lucas kemudian mengangkat telapak tangannya.
Sahira terus menitikkan air mata sampai membasahi pipinya, ia tak kuat melihat sang kekasih terbaring seperti itu dan ingin segera menyembuhkannya sekarang juga.
Akhirnya setelah tekadnya bulat, Sahira menghentikan waktu disekitar tempat itu hingga tak akan ada yang bisa mengetahuinya kecuali Nur tentunya.
Sahira menghela nafas panjang meyakinkan dirinya lagi untuk melakukan itu, ia sudah tau resikonya bila menggunakan kekuatannya untuk membantu manusia di bumi. Namun gadis itu tetap ingin menyembuhkan Lucas kekasihnya yang ia cintai itu.
"Aku harus bisa sembuhin kamu Lucas! Karena aku sayang sama kamu, aku gak bisa melihat kamu terbaring lemah kayak gini! Setelah kamu sembuh nanti, kita bisa jalan bareng ke Bogor sama teman-teman yang lainnya Lucas! Cepatlah sembuh my beloved!" ucap Sahira tersenyum lalu memejamkan matanya.
Dengan penuh keyakinan dan tekad yang kuat, Sahira merentangkan kedua tangannya ke atas mendongakkan kepala serta berdoa pada sang maha kuasa untuk meminta bantuannya.
Ya angin mulai memasuki ruangan itu melalui celah-celah yang ada serta jendela disana, perlahan cahaya putih menyinari tubuh Sahira dan berubah lah kini Sahira menjadi bentuk aslinya yaitu seorang bidadari cantik dengan selendang putih serta tongkat bintang di tangannya yang siap menyembuhkan sang kekasih yakni Lucas.
"Aku akan menyembuhkan kamu sekarang, Lucas! Dan kita bisa bersama-sama lagi seperti kemarin, sehingga kamu gak perlu merasakan sakit lagi!" ucap Sahira tersenyum manis memandang wajah Lucas.
__ADS_1
Sahira mengangkat sedikit tongkatnya lalu memutar-mutarnya perlahan, sinar emas muncul dari tongkat itu disertai bintang-bintang kecil yang melingkarinya.
Sahira pun mengarahkan tongkat itu ke tubuh Lucas dengan cepat, sehingga sinar tersebut merasuki tubuh Lucas dan membuatnya kejang-kejang menerima pengobatan dari Sahira.
Proses itu tak berlangsung lama, hanya sekitar 30 detik luka-luka di tubuh Lucas baik luar maupun dalam berhasil disembuhkan oleh Sahira tanpa bekas sedikitpun.
Sahira tersenyum melihat kekasihnya kini telah pulih seperti sedia kala, ia memejamkan mata memasukkan kembali tongkatnya lalu berputar dan dengan sekejap tubuhnya berubah kembali menjadi manusia biasa dengan seragam sekolah.
Sahira juga tak lupa menjentikkan jarinya hingga waktu kembali berjalan, kesedihan di wajahnya kini berubah menjadi kesenangan karena telah berhasil menyembuhkan pacarnya.
"Lucas, sekarang kamu gak akan merasa kesakitan lagi sayang! I love you..." bisik Sahira di telinga sang kekasih yang masih tertidur.
Sementara di luar ruangan, Nur menyadari kalau sahabatnya telah selesai menyembuhkan Lucas dengan kekuatan yang dimilikinya.
"Huh syukur deh kalo prosesnya berhasil dan lancar, aku bangga sama kamu Sahira karena rasa cintamu ke Lucas begitu besar sampai rela mengorbankan diri kamu sendiri!" gumam Nur tersenyum menghela nafasnya.
...•••...
Disisi lain, April mendatangi rumah Kirana seorang diri dengan masih memakai seragam sekolah di tubuhnya karena ia belum sempat pulang ke rumah berganti pakaian.
TOK TOK TOK...
April mengetuk pintu rumah itu berkali-kali sampai akhirnya ada jawaban dari dalam, ya dia pun berhenti mengetuknya setelah itu.
"Yuk masuk!" ucap Kirana singkat.
April manggut-manggut lalu melangkahkan kakinya ke dalam rumah itu, sementara Kirana menutup kembali pintunya kemudian menyusul sahabatnya berjalan ke arah ruang tamu.
"Duduk!" ucap Kirana menyuruh April duduk di sofa yang kosong itu.
Sambil menunduk April menganggukkan kepalanya, ia pun duduk disana secara sopan diikuti oleh Kirana yang duduk tepat di sebelahnya.
"Apa yang mau lu infoin ke gue?" tanya Kirana menatap wajah sahabatnya sambil mengunyah permen karet di mulutnya yang baru ia masukkan barusan.
"Ini tentang Sahira sama teman-temannya," jawab April menegakkan tubuhnya.
"Oh ya? Soal apa??" tanya Kirana penasaran sampai membungkukkan sedikit tubuhnya mendekat ke arah April.
"Sahira dan temannya besok akan pergi ke Bogor tepatnya sebuah villa disana, mungkin lu bisa lanjut teror dia disana! Gue yakin boneka itu bisa bikin Sahira ketakutan lagi, karena sekarang dia udah merasa lega akibat boneka itu jarang muncul lagi..." jelas April.
"Hahaha, lu bener Pril! Ini saatnya gue dan bang Zaenal beraksi kembali, gue akan bikin Sahira ketakutan seperti sebelumnya!" ucap Kirana menyunggingkan senyum di wajahnya.
__ADS_1
April juga tak mau kalah dengan sohibnya, ia memperlihatkan senyum seorang pembunuh seperti apa yang dilakukan Kirana.
...•••...
Sementara itu, Aldi sedang duduk di jok motornya berkaca pada spion sambil mengelus-elus dagunya yang terlihat mulai tumbuh janggut walau sedikit.
"Wah kelihatannya ganteng banget ya gue kalo ada jenggot pendek begini, pantes aja banyak cewek yang ngejar-ngejar gue hehe.." ujar Aldi berbicara sendiri sambil nyengir.
Tak lama kemudian, tiba-tiba seseorang menepuk punggungnya dari belakang membuat Aldi tentunya terkejut dan hampir saja terjungkal dari atas motornya.
"Aldi!" panggil seseorang sambil menepuk punggung Aldi dari belakang.
"Eh ayam ayam!" latah Aldi reflek karena ia terkejut dikagetkan oleh seseorang itu.
Aldi pun menoleh lalu melihat sosok Kia sedang tersenyum ke arahnya, tentu saja Aldi mengusap wajahnya kasar karena malas harus meladeni wanita aneh itu lagi.
"Heh kuntilanak! Lu mau bikin gua mati apa gimana sih? Kalo muncul jangan tiba-tiba begitu bikin orang jantungan aja! Untung reflek gua bagus jadi nih motor kagak jatuh, coba kalo jatuh terus gua ikutan nyungsep gimana?" ujar Aldi marah-marah pada gadis itu.
"Hehe maaf Al, gue gak sengaja suer!" ucap Kia mengangkat jari telunjuk serta tengahnya.
"Hadeh yaudah lu mau apa samperin gua?" tanya Aldi masih tampak kesal dan deg-degan.
"Lu lagi ngapain disini? Kok sendirian aja sih, Alan nya mana??" ucap Kia.
"Lu kalo mau cari Alan ya telpon lah, jangan nanya sama gue! Emang gue abangnya apa? Udah sana ah ganggu aja orang lagi narsis di spion!" ujar Aldi kemudian membuang muka.
Kia yang merasa Aldi masih tak suka dengan kehadirannya pun memilih pergi, dulu ia memang terus berusaha mengejar-ngejar Aldi namun selalu gagal sehingga ia beralih ke Alan yang terlihat mau menerimanya. Namun, ternyata Alan juga malah berkhianat darinya karena masih mencintai Nur.
"Emang wanita seperti gue gak pantas dicintai oleh lelaki manapun di dunia ini..." gumam Kia bersedih menundukkan kepalanya.
Sesaat setelah Kia pergi, wanita yang ditunggu-tunggu oleh Aldi akhirnya muncul juga dari dalam sekolah sambil tersenyum.
Ya siapa lagi dia kalau bukan Kania, gadis itu baru selesai ekskul dan Aldi dengan sangat baiknya menunggu Kania sampai selesai padahal lumayan lama.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Eh ada Kia alias Notnot...
__ADS_1
...😍😍😍...