
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Bulan puasa sebentar lagi tiba, tapi justru dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Ada perang, masalah toa, harga minyak dan lain-lain naik. Eh bentar-bentar ini kenapa jadi kayak portal berita? Harusnya kan kolom quotes, ah gajelas!~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 43
...•...
...HAPPY READING...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Lucas dan Sahira yang hendak pergi ke kantin, merasa heran melihat banyak kerumunan di depan Mading sekolah. Apalagi disana juga ada teman-teman mereka, sehingga mereka tentunya semakin penasaran dan ingin tau ada apa sebenarnya di Mading itu.
"Kas, kita kesana dulu yuk! Aku penasaran deh mereka pada ngeliatin apa," ucap Sahira mengajak Lucas menuju ke Mading.
"Iya, aku juga penasaran. Yaudah yuk!" ucap Lucas.
Mereka pun mengalihkan perjalanan menuju Mading karena rasa penasaran, sampai akhirnya mereka menghentikan langkah ketika bertemu dengan Aldi yang tengah senyum-senyum sendiri sehabis melihat Mading tersebut.
Lucas yang sangat penasaran langsung coba bertanya kepada sahabatnya tersebut.
"Heh! Ada apaan sih disitu?" tegur Lucas bertanya kepada sohibnya yakni Aldi sembari menepuk pundak pria tersebut.
"Eh ini dia cowok terganteng di sekolah, sama cewek tercantik di sekolah. Beuh emang mantap dah kalian! Gak salah kalau kalian dijuluki seperti itu, apalagi kalian sekarang udah jadi pasangan, makin tambah cocok aja deh!" ucap Aldi sambil tersenyum.
"Hah? Maksudnya apaan?" tanya Lucas heran.
"Itu loh, di Mading ada daftar cewek tercantik sama cowok terganteng di sekolah kita. Nah barusan gue abis lihat, yang nomor satu itu kalian berdua. Terus kalian pada mau tau gak gue nomor berapa? Ya bener banget, gue nomor tiga boy!" ucap Aldi.
"Yaelah, lu nanya sendiri jawab sendiri. Tapi, serius itu ada daftar begituan segala?" ucap Lucas.
"Ya iya, serius. Kalo gak percaya, lihat aja sendiri sono di Mading! Tapi, mending gausah sih kan udah ketahuan kalian berdua nomor satunya! Mending sekarang kalian ikut gue, kita pamer ke seluruh murid yang ada disini! Gini-gini ternyata gue masuk top tiga cowok terganteng, hahaha Kania pasti makin klepek-klepek sama gue!" ujar Aldi nyengir.
"Buset dah! Yaudah, lu aja sana yang pamerin! Gue sama Sahira masih mau lihat dulu, apa emang bener yang lu bilang barusan. Kan lu tukang ngibul, jadi gue kurang percaya lah!" ujar Lucas.
"Yeh dia gak percaya. Oke, silahkan aja dicek sendiri!" ucap Aldi memberi jalan pada keduanya.
Lucas bersama kekasihnya itu kembali melangkah ke depan, mereka berhasil menyelak antrian kerumunan itu dengan mudah dan langsung dapat melihat isi Mading tersebut. Mata Lucas dan Sahira terbelalak lantaran memang benar yang dikatakan Aldi tadi kepadanya, seketika Lucas pun tersenyum karena ia masuk nomor satu cowok terganteng.
"Hahaha, ternyata bener kata si Aldi. Gimana sayang, aku nomor satu loh? Kamu gak bangga apa punya pacar paling ganteng di sekolah?" ujar Lucas.
"Hadeh, lebay ah! Tanpa perlu ada beginian, aku juga tau kalau kamu paling ganteng diantara semua cowok yang ada disini. Mata aku kan gak pernah salah, sayang!" ucap Sahira tersenyum.
"Iya ya, bener juga. Yaudah, sekarang kita lihat yuk ke Mading sebelah!" ucap Lucas.
Sahira mengangguk pelan, lalu mengikuti kemana Lucas membawanya pergi. Tampak orang-orang yang tadi mengantri, langsung maju ke depan setelah Lucas dan Sahira pergi dari sana.
Sahira pun menghampiri Nur yang tengah bersama Alan di dekat papan Mading itu.
"Nur!" ucap Sahira menyapa sahabatnya.
"Eh kalian, si raja dan ratunya sekolah nih. Selamat ya, kalian terpilih jadi nomor satu cowok terganteng dan cewek tercantik di sekolah kita!" ucap Nur tersenyum lalu bersalaman dengan Sahira sebagai ucapan selamat.
"Iya tuh, emang keren banget dah kalian! Pasangan lain pasti iri sama kalian, salut gue!" sahut Alan.
"Apaan sih? Cuma begituan doang, lagian apa manfaatnya sih ada list kayak gitu?" tanya Sahira.
"Yah dia ketinggalan berita! Itu tuh buat dimasukin ke ajang putra-putri sekolah, nah karena kalian berdua nomor satu, jadi kalian yang terpilih buat mewakili sekolah kita di ajang itu!" jawab Nur.
"Hah? Gila aja kali!" ujar Lucas terkejut hebat.
"Ahaha, iya bro. Selamat ye, semoga sukses di ajang putra-putri sekolah bareng sama Sahira! Udah tenang aja, gue yakin kalian pasti kok! Mana ada yang bisa menandingi kegantengan dan kecantikan kalian berdua? Gue yakin peserta yang lain juga langsung pingsan dan mimisan, begitu ngeliat kalian!" ucap Alan menyemangati Lucas sohibnya.
"Buset dah! Ini kenapa jadi ada kayak ginian sih? Perasaan dulu-dulu gak ada!" ujar Lucas.
"Kata siapa kagak ada? Emang lu lupa? Tahun kemarin kan juga diadain, yang wakilin sekolah kita itu si bang Valen sama Dinda temen kita. Ya cuma sayang aja, mereka kalah di final! Sekarang lu harus buktiin ke mereka semua, kalo lu bisa menang terus juara dan balikin itu piala putra-putri sekolah ke sekolah kita!" ucap Alan sangat bersemangat.
"Loh emang udah pernah menang sekolah kita? Kok lu bilang balikin sih?" tanya Lucas terheran-heran.
"Ya udah lah! Dua tahun lalu, pas pesertanya si Edrea sama kakak senior kita yang ngeselin itu! Kan waktu itu lu cemburu banget karena yang dipilih cowoknya bukan elu." jawab Alan.
__ADS_1
"Oh iya, kok gue bisa lupa ya?" ujar Lucas.
"Ya mana gue tau! Udah ah, sekarang gue sama bebeb Nur itu mau cabut dan pamer ke semua murid karena kita masuk top dua!" ucap Alan sambil merangkul gadisnya.
"Apaan sih? Sejak kapan aku setuju buat pamer kayak gitu?" tanya Nur menolak.
"Yah elah, jadi kamu gak mau nih?" tanya Alan.
"Gak! Udah kita gausah pake pamer! Sekarang kita pulang aja yuk, udah mau sore nih!" ucap Nur.
"Yah...." Alan tampak kecewa.
Lucas dan Sahira pun terkekeh saja melihat ekspresi kecewa di wajah Alan karena kekasihnya tidak mau mengikuti kemauannya, lalu mereka berinisiatif untuk coba menemui Bu Tantri dan bertanya apakah memang benar mereka akan menjadi wakil sekolah dalam ajang putra-putri sekolah.
"Eh yaudah ya, gue sama Sahira mau pergi dulu!" ucap Lucas pamit pada Alan dan Nur.
"Iya, Nur nanti kita ketemu di rumah aja ya!" sahut Sahira juga berpamitan.
"Oh oke, good luck buat kalian!" ucap Nur tersenyum.
Setelahnya, Lucas dan Sahira pun pergi menuju ruang Bu Tantri sambil bergandengan tangan. Sepanjang jalan itu, banyak sekali murid-murid yang berbicara tentang mereka.
Sementara Alan kini menggandeng tangan gadisnya, lalu mengajak Nur untuk pergi.
"Yuk aku antar kamu pulang!" ucap Alan.
"Umm, mau gak ya...??" ucap Nur.
"Yeh mau dong, harus!" paksa Alan.
"Hahaha, dasar pemaksa! Yaudah iya, aku mau kok." ucap Nur sambil tersenyum.
"Nah, gitu dong!" ucap Alan sambil mencolek dagu Nur dengan telunjuknya.
Mereka pun juga pergi menuju tempat parkir.
•
•
Aldi menemui Kania yang juga berada tak jauh darinya saat ini, gadis itu tengah bersama Diandra serta teman-temannya yang lain. Aldi pun tampak senyum-senyum sendiri sembari memandangi wajah Kania, setelah ia mengetahui gadis itu juga masuk tiga besar sama seperti dirinya.
Kania yang sedang berbincang dengan temannya merasa kaget saat tiba-tiba pipinya dicolek, ia pun menoleh dan hanya bisa menghembuskan nafas sembari geleng-geleng kepala saat melihat sosok Aldi muncul di sampingnya.
"Cie cie, samaan tiga besar nih ye!" goda Diandra.
"Hahaha, udah ketara sih cocok banget emang! Udah buruan jadian aja!" sahut Tasya.
"Apaan sih kalian?" ujar Kania kesal.
Berbeda dengan Kania yang kesal karena diledek seperti itu, Aldi justru gembira dan senang. Bahkan pria itu sempat-sempatnya membenarkan rambut di hadapan para gadis tersebut, ia memang sudah tak sabar menanti jawaban Kania dan mulai berpacaran dengan gadis itu seperti impiannya.
"Oh iya, kita jalan-jalan yuk! Aku pengen kasih lihat tempat yang indah banget ke kamu! Gimana, mau apa enggak?" ucap Aldi.
"Hah? Sorry, gue gak bisa! Gue ada janji sama bang Valen buat pergi ke rumah saudara, lain kali aja ya!" jawab Kania dengan dingin.
"Yah sayang banget! Yaudah deh, gapapa. Toh aku juga gak bisa maksa." ucap Aldi kecewa.
"Nah iya, yaudah ya gue mau balik duluan! Pasti kang Amin supir gue udah nunggu di depan. Guys, gue balik ya! Jangan lupa dateng besok malam!" ucap Kania pamitan pada teman-temannya.
"Iya santai..." ucap Diandra dan yang lainnya bersamaan.
Kania langsung pergi begitu saja sesudah pamit kepada teman-temannya disana.
Aldi yang penasaran coba bertanya pada Diandra apa yang dimaksud oleh Kania barusan.
"Heh! Besok malam emang kalian mau ngapain?" tanya Aldi sangat penasaran.
"Hahaha, cie kepo..." ledek Diandra sambil terkekeh.
"Yeh kurang ajar lu! Gue serius ini, jawab dong!" ucap Aldi mulai kesal dengan tingkah Diandra.
"Ahaha, iya iya. Besok kan hari ultahnya Kania, dia mau adain pesta di rumahnya besok malam. Kita semua ini diundang sama dia, termasuk anak-anak wild blood. Emang lu belum dikasih tau apa sama si Alan?" ucap Diandra kali ini menjawab dengan benar.
"Ulang tahun Kania?" Aldi terkejut.
"Iya, Aldi yang katanya cowok terganteng ketiga di sekolah kita! Masa tanggal lahir cewek yang disuka sendiri gak inget sih?" ucap Tasya.
__ADS_1
"Tau ih, parah banget!" sahut Andini.
"Hooh, gimana Kania mau terima elu?" ujar Tiara.
"Yeh kan gue juga manusia. Punya rasa punya hati." ucap Aldi malah bernyanyi.
"Suka-suka lu aja dah!" ujar Diandra.
Tak lama kemudian, Edrea dan gengnya muncul disana lalu mengecek nama mereka di Mading sekolah dengan gaya sok anggunnya.
Diandra serta teman-temannya yang melihat itu, tampak tidak senang dan menggunjing Edrea dari jauh. Mereka juga sudah merencanakan sesuatu untuk berperang dengan Edrea.
Ya benar saja, Edrea pun menghampiri mereka berempat disana dengan wajah emosi.
"Hahaha, kasihan deh yang gak masuk lima besar cewek tercantik! Padahal tuh makeup udah tebel banget, kayaknya kalo diperes juga bisa buat makeup satu kampung!" cibir Diandra.
"Ahaha, bener banget! Tapi, emang dia gak pantes sih buat masuk lima besar! Gayanya aja sok cantik, padahal aslinya mah jauh banget dibanding Sahira!" sahut Tasya sambil tertawa.
"Gausah dibandingin sama Sahira, kejauhan itu mah! Mending yang deket-deket dulu aja, yang nomor lima si mantan temennya sendiri. Itu aja masih kalah jauh dibanding sama si Cat, hahaha..." ujar Tiara.
"Heh! Kurang ajar ya kalian! Seenggaknya gue masih masuk nomor enam, daripada kalian?" ucap Edrea.
Aldi yang terjebak dalam peperangan itu, akhirnya memilih kabur karena tak mau ikut terlibat dan akan berakibat fatal baginya.
"Kabur aja ah gua!" gumamnya.
...•••...
Disisi lain, Alan dan Nur sudah berada di tempat parkir dan pria tersebut tampak tengah memakaikan helm di kepala gadisnya. Alan tersenyum dan sesekali mengusap wajah Nur sembari memandang kecantikan gadisnya tersebut, sedangkan Nur tampak diam saja lalu membalas senyuman Alan.
"Cantik banget!" puji Alan.
"Makasih, kamu juga ganteng banget!" ucap Nur.
"Ahaha, aku masih kalah sama Lucas. Pasti kamu nyesel ya pacaran sama aku? Karena aku gantengnya gak sebanding sama Lucas," ucap Alan.
"Apa sih? Ganteng dan cantik itu relatif, setiap orang punya penilaian yang berbeda. Mungkin Lucas emang paling ganteng di mata seluruh sekolah, tapi bagi aku tetep kamu kok!" ucap Nur.
"Aduh, belajar dimana sih kamu gombal begitu?" tanya Alan yang salah tingkah.
"Ahaha, dari kamu dong! Udah ah, yuk kita langsung jalan pulang!" ucap Nur sambil tersenyum.
"Cie cie salting nih ye..." ujar Alan.
"Hah? Bukannya kamu ya yang salting? Dasar aneh kamu!" ucap Nur.
"Hahaha, yaudah yuk naik!" ucap Alan tertawa.
Setelahnya, Nur pun naik ke atas motor kekasihnya dan langsung memeluk pinggang atletis milik Alan itu dari belakang sembari membenamkan wajahnya pada punggung pria tersebut.
Alan tersenyum dan mengelus punggung tangan gadisnya yang ada di pinggangnya, Alan juga menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang dan menatap wajah gadisnya yang tengah bermanja pada punggungnya saat ini.
"Cantiknya gadisku ini..." ujar Alan.
"Udah ah, jangan gombal terus! Ayo jalan!" ucap Nur salah tingkah sambil memukul punggung Alan.
"Haha, iya iya..." ucap Alan nyengir.
Alan pun melajukan motornya meninggalkan sekolah sambil senyum-senyum sendiri, Alan tampak senang menikmati momen berdua dengan gadisnya.
Ketika mereka melintasi jalan di dekat pepohonan yang rindang, mata Alan tertuju pada sebuah motor yang terparkir begitu saja di tengah jalan. Alan pun mengerem secara mendadak, membuat Nur terkejut dan mengira Alan hanya modus padanya.
"Ih kamu modus aja sih!" ujar Nur kesal.
"Hey, gak gitu! Aku ngerem karena di depan ada motor berhenti sembarangan tuh!" ucap Alan menunjuk ke depan.
Nur pun melihat ke arah yang ditunjuk Alan, ia baru menyadari memang ada motor tanpa pengemudinya di depan sana.
"Itu motor siapa, ya?" tanya Nur heran.
"Gak tau, tapi kayaknya aku kenal deh. Kita turun yuk ngecek dulu!" ucap Alan.
Nur mengangguk saja menuruti kemauan Alan. Mereka pun turun dari motor lalu mendekat ke arah motor tersebut karena penasaran, keduanya sangat syok saat melihat adanya seseorang yang tergeletak dengan kondisi sangat mengenaskan.
"I-itu...." ucap Alan dan Nur gugup.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...