Broken Angel

Broken Angel
Episode 309 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...~Bila memang hatimu untuk aku, salahkah ku berharap kau memilih diriku? Iya salah, udah tau dia punya pacar malah masih berharap aja, gak ngotak emang kalian ini😠~...


...Γ—Γ—Γ—...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 54


...β€’...


...HAPPY READING....πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️❀️...


Aldi tanpa sengaja melihat rombongan anak-anak wild blood yang tergeletak lemas di tengah jalan ketika ia hendak menuju markas wild blood, Aldi pun tampak terkejut melihatnya dan memilih langsung turun dari motornya lalu menghampiri mereka yang juga merupakan teman-temannya dengan cepat.


Tampak Alan yang juga terkapar disana, bergerak bangkit begitu melihat kedatangan Aldi. Alan bersusah payah untuk bisa bangkit, karena kondisi tubuhnya sangat buruk akibat bertarung dengan begitu banyak anggota the darks beberapa waktu lalu di jalanan tersebut.


Aldi pun bergerak cepat menghampiri Alan untuk membantu pria itu bangun, karena yang lain memang kebanyakan masih pingsan serta belum kuat untuk bangkit dari rebahan mereka. Mungkin memang kekuatan tubuh Alan lebih baik dibanding temannya, atau luka teman-temannya itu lebih parah darinya.


"Lan, lu bisa bangun?" tanya Aldi yang mencemaskan kondisi Alan dan khawatir pria itu kenapa-napa jika tetap memaksakan diri untuk bangkit.


"Bisa kok, tenang aja!" jawab Alan dengan penuh keyakinan dan terus mencoba bangkit.


Akhirnya Aldi memapah tubuh Alan untuk bisa bangkit dan terus menopangnya agar tak terjatuh kembali, kedua pria tersebut tampak saling pandang sebelum akhirnya Alan kembali meringis kesakitan sembari memegangi bagian pundak serta bahunya yang mungkin saja mengalami patah tulang.


"Kondisi lu parah, bro! Lu harus segera diobatin, biar gue telpon ambulance ya buat bawa kalian semua ke rumah sakit! Gue takut ada luka dalam atau apa gitu yang parah!" ucap Aldi panik.


"Iya bro, tolong ya!" ucap Alan.


Aldi pun mengangguk, ia menggunakan tangannya yang satu lagi untuk mengambil ponsel kemudian menghubungi nomor ambulance agar bisa datang kesana mengangkut teman-temannya. Aldi juga meminta banyak ambulance untuk memudahkan pengangkutan anak-anak wild blood yang terluka.


Setelahnya, Aldi pun membantu Alan untuk duduk lebih dulu di pinggir jalan. Ia hendak menengok kondisi teman-temannya yang lain, karena tampak sekali kalau mereka lebih parah dari Alan. Terlebih lagi Geri yang kondisi mukanya dipenuhi luka berdarah dan masih belum sadarkan diri.


"Uhuk uhuk..."


Aldi menoleh setelah terdengar suara temannya terbatuk-batuk disana, ya itu adalah Jack yang baru sadar dari pingsannya dan langsung meringis kesakitan, Jack hendak bangkit namun tenaganya tidak cukup kuat karena lukanya cukup banyak termasuk pada bagian kaki serta pinggulnya.


"Jack, jangan dipaksain! Salah-salah tulang lu bisa patah, kita gak tau apa yang terjadi sama lu! Lu sabar aja dan tunggu ambulance datang, gue tadi udah telpon mungkin lagi dalam perjalanan!" ucap Aldi meminta Jack untuk tetap disana.


"Aaakkhhhh..." Jack kembali merintih menahan rasa sakit yang amat sangat.


"Sabar sabar! Lu tahan dulu posisi lu sekarang, jangan banyak gerak! Gue yakin sebentar lagi ambulance datang buat bantu lu semua!" ucap Aldi tampak sangat panik.


Akhirnya karena tak tau harus apa lagi sekarang, Aldi pun memilih menghubungi Lucas ketua mereka yang saat ini tengah menjalankan tugas sebagai seorang pangeran langit bersama Sahira. Aldi ingin meminta bantuan pada Lucas dalam menangani masalah ini, karena cukup sulit baginya jika hanya seorang diri disana tanpa ada orang yang bisa membantunya.


Namun, telpon darinya tidak diangkat oleh Lucas. Hal itu pun membuat Aldi semakin panik dan tak tau harus apa saat ini.


"Haish, gak diangkat lagi!" gumamnya bingung.

__ADS_1


...β€’β€’β€’...


Sementara itu, Lucas dan Sahira baru menyadari kalau dokter Septian sudah tidak ada disana. Ya mereka pun langsung kalang kabut mencari dimana keberadaan dokter Septian itu, tentu saja keduanya saling menyalahkan karena dianggap lalai dan tak bisa mencegah dokter Septian untuk tidak pergi dari sana dan malah fokus berbincang tentang kartun.


"Kas, kamu sih! Harusnya tadi kamu fokus serang dokter Septian, bukannya malah ajakin aku bahas kartun-kartun jaman dulu!" ujar Sahira.


"Eh jangan berantem dulu! Tiga loli milkita setara dengan 120 kalori," ujar Lucas.


"Kas, serius ah! Malah iklan lagi! Kita tuh gak diendorse, jadi jangan sebut merk! Rugi tau, udah novelnya gak rame terus promo gratisan kan tambah rugi!" ujar Sahira marah-marah.


"Yaudah iya, aku mode serius nih!" ucap Lucas.


"Nah gitu dong, ayo cepet kita cari dimana dokter Septian dan tangkap dia! Kita gak boleh biarin dia sampai keluar jalan dan rubah semua makhluk hidup di luar sana jadi ular, karena itu sangat berbahaya dan musuh kita jadi makin banyak!" ucap Sahira.


"Iya iya, sebentar biar aku lacak dulu dia ada dimana sekarang!" ucap Lucas yang sudah masuk mode serius dan bersiap melacak keberadaan Septian.


Setelahnya, Lucas pun mulai melacaknya dan berhasil mendapatkan dokter Septian masih tengah jalan-jalan berkeliling seluruh rumah sakit. Nampaknya dokter Septian heran lantaran semua orang disana hanya diam saja tak ada yang bergerak sama sekali, itu pun membuat Lucas langsung senyum-senyum sendiri sembari menatap wajah cantik Sahira yang tengah kebingungan itu.


"Gimana? Berhasil enggak?" tanya Sahira penasaran.


"Jangan tanya! Aku pasti selalu berhasil, mana pernah aku gagal kan? Sekarang kita langsung keluar dan tangkap si ular jadi-jadian itu! Aku lihat dia masih berkeliaran di sekitar rumah sakit ini!" jawab Lucas.


"Oke, ayo kita keluar sekarang!" ucap Sahira.


"Eh jangan dong! Main-main dulu jangan langsung dikeluarin! Gak enak lah sayang baru beberapa menit langsung keluar, lemah amat!" ujar Lucas.


"Hah? Pikiran kamu kenapa jadi gila begitu sih? Maksudnya keluar dari sini ayo! Lagian kita kan gak gitu-gituan, kenapa kamu malah bahas begitu?" ujar Sahira terheran-heran.


"Hahaha, mungkin karena kebanyakan buka aplikasi warna biru yang itu." ujar Lucas nyengir.


"Iya iya, aku gak bercanda kok." ucap Lucas.


Lucas pun akhirnya menggandeng tangan Sahira yang terlihat cemberut karena kelakuannya, kini mereka bersama-sama keluar dari ruangan tersebut dan mulai mencari keberadaan dokter Septian. Mereka menyusuri seluruh lorong rumah sakit masih sambil bergandengan tangan dan saling menatap sesekali lalu tersenyum sendiri.


Braakkk...


Sampai tiba-tiba muncul sebuah suara aneh yang terdengar cukup keras di telinga mereka, tentu mereka meyakini kalau itu berasal dari dokter Septian dan langsung saja tanpa berpikir panjang mereka bergerak maju mencari asal suara tersebut untuk menangkap dokter Septian dan membawanya ke kerajaan langit sama seperti yang sudah dilakukan mereka sebelumnya pada Sita.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Keira dan Wilona tengah mencoba menduduki singgasana baru yang dibuatkan oleh raja Lingga alias ayah mereka di nirwana. Keduanya tampak tersenyum sumringah karena dapat duduk berdampingan di atas kursi tertinggi itu, ada raut penyesalan juga di wajah Wilona karena selama ini ia sudah sering mencari gara-gara dengan kakaknya.


Sementara Nuril harus duduk di kursi bawah, karena kedudukan ia disana hanyalah sebatas tamu dari kedua ratu tersebut. Ya Nuril juga ikut bahagia melihat kedua kakak-beradik itu tampak akrab dan mau saling berbagi, walau ia tau tak mudah tentunya bagi Keira untuk menerima keadaan ini karena dia adalah ratu yang asli di nirwana dan bukan Wilona.


"Kei, aku minta maaf ya! Selama ini aku udah sering bikin kamu susah dan juga selalu bikin gara-gara sama kamu, harusnya aku sadar kalau kita ini saudara dan kita gak pantas buat bertengkar!" ucap Wilona sembari menatap wajah Keira.


"Kamu gak perlu terus-terusan minta maaf ke aku, Wilona! Aku kan udah bilang, aku ini udah maafin kamu kok dan aku juga gak pernah marah apalagi benci sama kamu, ya walau kamu emang ngeselin banget kemarin-kemarin. Tapi, sekarang aku seneng banget karena kamu bisa berubah!" ucap Keira.


"Iya Kei, tapi aku rasa singgasana ini cuma cocok untuk kamu." ucap Wilona.


"Apa maksud kamu bilang begitu, Wilona? Bukannya kamu selama ini menginginkan singgasana ini kan? Kenapa sekarang kamu malah bilang seperti itu? Kamu cocok kok, Wilo!" ucap Keira.


"Iya sih, tapi aku ngerasa gak enak sama kamu. Ini kan seharusnya cuma milik kamu, tapi karena keegoisan aku kamu jadi harus berbagi tempat ini sama aku." ucap Wilona sambil menunduk.

__ADS_1


"Kamu jangan bilang gitu! Aku gak masalah kok berbagi tempat ini sama kamu, justru aku senang karena sekarang kita bisa dekat lagi seperti dulu! Aku juga gak mau, kamu terus terpengaruh oleh kejahatan dan bermusuhan denganku!" ucap Keira.


"Makasih Kei, kamu emang baik banget! Aku semakin nyesel udah pernah jahat sama kamu, sekali lagi maafin aku ya!" ucap Wilona menangis.


"Gapapa, Wilona." ucap Keira tersenyum manis.


Keira pun memeluk Wilona alias adiknya itu dari samping dan membiarkan gadis itu mengeluarkan kesedihannya disana, Keira sudah lama menantikan momen untuk bisa kembali memeluk adiknya seperti ini. Ia sangat senang karena itu bisa terjadi saat ini, ya walau harus dengan tetesan air mata penyesalan dari sang adik yakni Wilona.


Sementara Nuril juga ikut terharu melihat momen yang menyedihkan itu, dimana dua saudara kembar saling berpelukan setelah sekian lama bermusuhan dan saling menyerang. Nuril sangat bangga pada keihklasan hati Keira yang rela berbagi singgasana dengan adiknya demi membuat hubungan damai diantara mereka dan tak ada lagi perkelahian.


"Kalian benar-benar hebat! Aku salut sekali dengan sikap kalian yang seperti itu! Keira dengan keihklasan dan ketulusannya, rela berbagi singgasana untuk menyenangkan hati adiknya. Dan kamu Wilona, aku juga salut dengan sikap mu yang tak sungkan untuk meminta maaf dan mengakui semua kelakuan buruk yang sudah kamu lakukan dahulu!" ucap Nuril.


Keira dan Wilona menatap sekilas wajah Nuril, lalu saling memandang satu sama lain dan mulai tersenyum renyah disana. Pelukan tangis itu pun berubah menjadi pelukan penuh senyuman dan keceriaan.


...β€’β€’β€’...


Nur serta Rara tengah dilanda kebingungan, pasalnya mereka merasa heran sekali karena kerajaan langit begitu sepi dan tidak ada ratu Keira ataupun raja Nuril disana. Ya padahal mereka baru saja berhasil meletakkan Sita si siluman ular itu ke penjara, namun saat mereka ingin melapor justru Keira maupun Nuril tidak ada keberadaannya disana.


Akhirnya Nur memutuskan untuk bertanya pada salah seorang pelayan yang lewat di dekatnya, ia pun bertanya dimana keberadaan raja Nuril atau ratu Keira saat ini padanya. Sedangkan Rara justru duduk santai di belakangnya sembari menopang dagunya dengan telapak tangan, tampaknya Rara sangat letih karena harus bolak-balik dari bumi ke kerajaan langit dan sebaliknya dalam waktu singkat.


"Eee maaf, apa kamu melihat ratu Keira atau raja Nuril disini?" tanya Nur pada pelayan.


"Raja Nuril dan ratu Keira tadi pergi berdua, kalau saya tidak salah denger sih mereka ingin pergi ke nirwana." jawab pelayan itu.


"Apa??" Nur tampak terkejut mendengarnya.


"Eee yasudah, terimakasih ya!" ucap Nur.


"Sama-sama," pelayan itu pun berlalu pergi.


Nur sangat cemas karena mengetahui ratu Keira dan raja Nuril ternyata pergi ke nirwana, ia khawatir kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka disana. Apalagi nirwana sekarang tengah dikuasai oleh Wilona dan juga si jahat ratu Sofia, tentunya hal itu semakin membuat Nur panik tak karuan saat ini.


Sementara Rara kini bangkit kembali dan mendekati Nur untuk bertanya apa yang terjadi, ia penasaran karena melihat Nur tampak cemas disana.


"Nur, ada apa?" tanya Rara penasaran.


"Eh Ra, ini loh ratu sama raja Nuril pergi ke nirwana. Aku cemas banget, khawatir kalau mereka sampai kenapa-napa disana! Apalagi kan kita belum tahu bagaimana kekuatan dahsyat ratu Sofia, kita harus segera susul mereka!" jawab Nur cemas.


"Hah? Kenapa ratu pergi lebih dulu tanpa meminta bantuan kita? Apa mungkin para bidadari yang lainnya juga ikut bersama mereka, dan ratu ingin menyerang nirwana saat ini?" tanya Rara penuh kebingungan dan penasaran.


"Bisa jadi, kita temukan jawaban itu setelah sampai disana!" ucap Nur.


"Iya, kamu benar. Ayo kita berangkat!" ujar Rara.


Akhirnya Nur dan Rara pun pergi dari kerajaan langit itu untuk menyusul raja Nuril serta ratu Keira yang lebih dulu pergi ke nirwana. Mereka berdua tampak sangat cemas dan panik, terlebih mereka tau betul kalau pasukan raja Nuril tentunya tidak banyak dan kalah dari pasukan milik Wilona yang berjumlah sangat banyak di nirwana sana.


Namun, perjalanan mereka terhenti lantaran ada seorang bidadari yang tiba-tiba muncul menahan laju mereka di depannya. Ya itu adalah Nawal si bidadari muda yang lucu dan masih polos, namun terkadang Nawal juga bisa menjadi biang masalah.


"Tunggu!" ucap Nawal menahan Nur dan Rara sembari berhenti di depan mereka.


"Nawal...??" Nur serta Rara kaget secara bersamaan, mereka pun saling memandang dengan mulut terbuka serta mata terbelalak karena terkejut dengan kemunculan Nawal yang tiba-tiba itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2