
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 131
...•...
Nur kini berada di nirwana bersama ratu dan para bidadari lainnya, mereka membahas rencana untuk menemukan Sahira yang saat ini masih belum berhasil diketahui dimana lokasi keberadaannya. Sang ratu juga tampak gusar karena ia tidak dapat melacak keberadaan Sahira, seperti ada sesuatu yang menghalanginya untuk bisa mengetahui dimana Sahira sekarang.
"Baguslah kamu sudah datang, Nur! Kami disini menunggu kedatangan mu sedari tadi, karena kami akan segera membahas rencana yang tepat untuk bisa menemukan Sahira dan membebaskannya dari genggaman penjahat itu!" ucap ratu Keira.
"Maafkan keterlambatan ku ratu, aku harus bersekolah seperti biasa agar tak ada makhluk bumi yang menaruh curiga padaku! Tapi, aku masih tetap perduli pada Sahira dan keutuhan nirwana ratu!" ucap Nur agak membungkuk memberi hormat pada sang ratu sekaligus merasa bersalah.
"Ya, tak apa! Aku memakluminya karena kamu sekarang masih menjalani hidup sebagai bidadari sekaligus seorang manusia bumi, aku juga tahu kau tidak mungkin melupakan kami apalagi Sahira! Sudahlah, sekarang kita mulai pembahasan kali ini supaya kita bisa lebih cepat juga menemukan Sahira!" ucap ratu Keira.
Seluruh bidadari berkumpul disana, mereka berbaris rapih di hadapan sang ratu dengan wajah tegang tak seperti biasanya karena mereka selalu ceria dan menunjukkan senyum di wajahnya. Mungkin ini akibat dari kehilangan seorang Sahira, ya tentu para bidadari juga bisa merasakan kesedihan walau tidak akan menangis seperti manusia di bumi.
Ratu Keira berdiri tegak dengan satu kaki lebih tinggi dibanding para bidadari, ya itu karena ratu berdiri di pijakan yang agak tinggi. Ia menghela nafasnya sejenak, sembari melirik ke atas dimana tempat jiwa-jiwa para bidadari berkumpul. Hanya ada satu yang menghilang dari sana, tapi sangat berbekas di hati mereka.
"Baiklah, seperti yang kita semua ketahui saat ini Sahira sedang menghilang dan kita tidak tahu kemana dia serta dimana dia berada sekarang! Satu jiwa yang melayang di atas sana telah menghilang, menandakan kalau ada kemungkinan Sahira saat ini sudah kehilangan jati dirinya sebagai seorang bidadari! Walau aku juga masih belum tahu pasti apa yang terjadi padanya, untuk itulah aku mengumpulkan kalian semua disini!" ucap ratu Keira dengan lantang dan tegas menahan kesedihannya.
Semua bidadari-bidadari disana terdiam mendengarkan sang ratu berbicara, bahkan mereka semua menundukkan kepala menghormati ratu Keira yang tengah berbicara.
"Kita harus bisa mencari dan menemukan keberadaan Sahira secepatnya, Sahira adalah bagian dari keluarga kita para bidadari khayangan! Aku akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk bisa mendapatkan Sahira kembali, aku juga sudah meminta bantuan pada raja-raja langit dan penguasa di negeri awan agar pencarian Sahira semakin mudah! Sekarang aku perintahkan kalian semua untuk pergi mencari Sahira ke seluruh penjuru dunia, jangan ada yang kembali sebelum berhasil menemukan keberadaannya!!" ucap ratu Keira.
"Baik, ratu! Kami akan pergi berpencar untuk mencari Sahira ke seantero dunia, apapun pasti kami lakukan demi keselamatan Sahira karena dia adalah saudara kami!" ucap Nur mewakili para bidadari yang lain.
__ADS_1
"Bagus, aku tunjuk kamu sebagai pemimpin pasukan bidadari dalam pencarian ini! Silahkan kamu atur rencana yang tepat untuk mencari Sahira, aku yakin kamu pasti bisa melakukannya!" ucap ratu Keira.
"Baiklah, aku siap ratu!" ucap Nur.
"Yasudah, kalian bisa bubar!" ujar ratu Keira.
Sontak para bidadari itu langsung berbalik badan pergi meninggalkan sang ratu sendirian, sementara ratu Keira sendiri masih tetap disana memikirkan nasib Sahira yang belum pasti.
"Apa yang terjadi padamu, Sahira? Kemana aku harus mencari kamu sekarang? Tidak ada petunjuk satupun yang bisa ku dapatkan tentang kamu, apa kamu masih hidup atau justru...." batin ratu Keira tak mampu melanjutkan ucapannya.
•
•
Nur kini berdiri di hadapan para bidadari yang kini tinggal 8 bersamanya, sebagai seorang pemimpin tentu Nur harus bersikap tegas dan memikirkan rencana yang tepat untuk bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.
Ada Nawal, Nara, Nana, Adeliene, Rara, Zahra & Anisa yang termasuk ke dalam 9 bidadari khayangan. Jumlah mereka mengerucut karena kehilangan satu bidadari terkuat yakni Sahira, ya tinggallah mereka berdelapan saat ini dibawah pimpinan Nur.
"Iya, kamu harus bisa memikirkan rencana yang bagus secepatnya! Bagaimanapun kita tidak tahu kondisi Sahira saat ini, bisa saja dia dalam bahaya dan membutuhkan bantuan kita!" saut Nana.
"Tenanglah, semua! Kita beri waktu bagi Nur untuk berpikir sejenak, kalau kita terus-terusan mendesaknya justru akan membuat dia kesulitan berpikir cerdas!" ucap Zahra.
"Yang dikatakan Zahra ada benarnya, ayolah kalian harus bisa sabar dan tenang! Jangan gegabah seperti ini, karena sesungguhnya sesuatu yang dikerjakan dengan terburu-buru maka hasilnya akan mengecewakan!" ucap Rara setuju dengan ucapan Zahra.
"Baiklah, kami akan berusaha tenang!" ucap Nara lalu diikuti dengan anggukan oleh Nana.
Setelah semuanya diam dan tenang, barulah Nur angkat bicara sembari mengukir senyum di wajahnya.
"Terimakasih karena kalian sudah mau tenang, jujur aku gugup saat ini karena aku belum pernah sama sekali ditunjuk sebagai seorang pemimpin! Namun, demi sahabatku dan juga saudara kita semua aku akan berusaha untuk kuat!" ucap Nur.
Semuanya terdiam mendengarkan perkataan Nur, mereka berusaha menghargai pemimpin mereka walau ada beberapa bidadari yang tak suka dengan ditunjuknya Nur sebagai pemimpin.
__ADS_1
"Baiklah, tanpa berlama-lama lagi aku akan membagi kita menjadi 4 kelompok yang mana masing-masing kelompok berisi 2 orang! Oke, kelompok pertama ada aku dengan Nawal dan kita akan pergi menyusuri planet bumi tempat terakhir kali Sahira berada sebelum menghilang..." ucap Nur.
...•••...
Disisi lain, Lucas datang ke warung babeh dalam kondisi sedih serta hancur karena kehilangan sosok yang disayanginya. Ia duduk di tempat biasanya tanpa menyapa para temannya disana, tampak Alan dan yang lainnya menatap Lucas penuh perhatian.
"Bro, lu masih kepikiran Sahira ya?" tanya Alan menghampiri sohibnya sembari menepuk pundak Lucas dari samping.
"Ya," jawab Lucas singkat.
"Gini deh bro, emang waktu itu kejadiannya gimana sih kok Sahira bisa sampe hilang gini? Yang gue tahu saat itu lu kan ngeliat semuanya, pasti lu juga tau dong apa yang terjadi sama Sahira??" ucap Alan.
Lucas terkejut lalu menatap wajah Alan, ia pun mengingat kembali kejadian saat Sahira dibawa pergi oleh seorang pria berpakaian aneh.
"Iya, gue lihat Sahira dibawa sama cowok! Tapi, gue gak tahu siapa cowok itu dan kemana dia bawa Sahira! Karena mereka ngilang gitu aja sebelum gue sempat deketin Sahira, gue udah susurin daerah dekat sekolah tapi nihil gak ada hasil!" ucap Lucas.
"Cowok? Dia manusia atau...." ucap Alan menggantung sembari menatap Lucas tajam.
"Gue gak tahu pasti, tapi pakaiannya itu menunjukkan kalau dia bukan manusia biasa! Bisa jadi dia seorang yang punya kekuatan atau apalah gue gak ngerti, sekarang gue bingung banget harus cari Sahira kemana lagi!" ucap Lucas mengusap wajahnya kasar.
Alan terdiam memikirkan kata-kata Lucas barusan, ia coba membantu sohibnya itu dengan mencari tahu siapa sebenarnya yang sudah membawa Sahira.
"Kayaknya info ini bakal berarti deh buat membantu Nur nyari Sahira, gue harus kasih tahu Nur sekarang!" batin Alan manggut-manggut sendiri.
Alan mengambil ponselnya dan langsung menelpon nomor Nur alias kekasihnya itu, tapi sayang Nur tidak bisa dihubungi karena nomornya tak aktif.
"Ah sial, gak aktif lagi!"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1