Broken Angel

Broken Angel
Episode 241 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 141


...•...


Paginya, Sahira beserta Dimas & Wilona bersama-sama pergi menuju alam lain yang ada di semesta ini. Mereka hendak mengumpulkan pasukan demi bisa melakukan penyerangan menuju nirwana dan mengalahkan ratu serta para bidadari, Sahira yang tak tahu apa-apa kali ini justru mendukung gerakan Dimas & Wilona untuk mencari pasukan tambahan bagi mereka bertiga.


Selain karena ingin membebaskan teman-temannya, tentu Sahira juga sudah mulai terpengaruh oleh kekuatan hitam yang perlahan menguasai tubuhnya dan mengakibatkan ia tumbuh menjadi pasukan hitam atau jahat. Sahira sekarang lebih mudah dipengaruhi oleh Dimas maupun Wilona, karena ia memang menganggap dua orang itu pendekar baik.


Kini mereka bertiga telah sampai di sebuah alam lain alias dunia di dalam semesta yang berbeda, mereka langsung disambut oleh beberapa makhluk aneh yang berbentuk seperti robot dengan mata merah. Para robot itu langsung menyerang mereka dengan pancaran laser melalui matanya serta mulutnya, tentu saja Dimas reflek berdiri di depan melindungi kekasihnya dari serangan itu.


Tak ingin berlama-lama membuang waktu hanya untuk melawan robot tersebut, Dimas langsung menggunakan kekuatannya dan menghancurkan semua robot disana dengan mudah dan cepat.


Jegeeeerrrr....


Setelah para robot itu hancur, muncullah sebuah kapal terbang dari atas mereka yang turun berhenti tepat di hadapan ketiga manusia itu. Sosok berjubah hitam keluar dari kapal tersebut menemui Dimas dan yang lainnya dengan wajah marah, Sahira tampak ketakutan melihatnya karena sosok itu cukup menyeramkan apalagi dengan gigi-gigi tajamnya.


"Berani sekali kau menghancurkan pasukan robot ku, siapa kau sebenarnya dan mau apa kau datang ke alam ku?" ujar sosok itu emosi.


"Kami dari nirwana, kedatangan kami kesini untuk meminta bantuan padamu dalam menghadapi pasukan jahat yang hendak menguasai wilayah kami!" jelas Dimas.


"Hahaha, kalau kau datang ingin meminta bantuan mengapa kau malah merusak semua pasukan robot penjaga milikku? Itu sama saja kau mencari ribut denganku, dasar para makhluk bodoh!" ujar sosok itu makin dibuat emosi lalu loncat turun dari kapalnya.


"Hey, kaulah yang bodoh dan bukan kami! Para robot payah itu menyerang kami lebih dulu, itulah sebabnya kami menghancurkan mereka! Kalau kau tidak mau membantu kami, simpel saja maka kami akan memusnahkan seluruh kaum yang ada di alam ini!" ucap Wilona mengancam sosok itu.


"Hahaha, lancang sekali kau berbicara seperti itu! Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah dokter orb si penguasa dunia robot, jangan bermimpi kau akan bisa mengalahkan ku dan para pasukan ku!" ucap dokter orb malah menantang balik.


"Oh ya? Baiklah, akan ku tunjukkan seperti apa kekuatan yang akan menghancurkan kau beserta seluruh robot busuk ciptaan mu itu! Bersiaplah menerima kehancuran karena telah berani menolak permintaan kami, jangan salahkan kami jika kau akan kehilangan seluruh kekuatan serta pasukan mu!" ucap Dimas tersenyum.


Akhirnya mereka bertiga terpaksa harus berkelahi untuk bisa mengalahkan dokter orb beserta para pasukan robotnya yang berjumlah cukup banyak, mereka dipaksa untuk bertahan karena robot-robot itu tidak ada habisnya dan selalu bangkit kembali walau telah berhasil dirobohkan.


Sahira yang baru menguasai beberapa jurus pun tampak kewalahan menghadapi robot raksasa yang jumlahnya tak terhingga itu, Dimas sang kekasih langsung memintanya untuk istirahat dan biar ia serta Wilona saja yang menghadapi para robot disana.


...•••...


Tak hanya Dimas serta pasukannya yang berkeliling mencari pasukan tambahan, sang ratu Keira beserta para bidadari cantik juga melakukan hal yang sama yakni menggunakan portal penembus alam untuk bisa menemukan sekutu baru di seluruh alam semesta ini. Ratu Keira mengumpulkan para bidadari dan memberi pengarahan sejenak sebelum mereka akan berangkat nantinya menuju alam lain, tampak wajah kewaspadaan serta kecemasan terpampang jelas di wajah para bidadari itu.

__ADS_1


Nur selaku pemimpin para bidadari yang ditunjuk ratu Keira secara langsung, kini berhak memimpin para bidadari lainnya untuk melakukan perjalanan menuju alam lain yang tentunya ini adalah perjalanan tak mudah bagi mereka karena harus selalu waspada akan apa yang nantinya mendatangi mereka. Walaupun berbahaya, tentu ini semua harus mereka lakukan demi mendapatkan kekuatan tambahan untuk bisa menyelamatkan Sahira.


"Baiklah, semuanya sudah paham kan? Kita harus segera pergi sekarang sebelum terlambat, karena makin cepat kita mendapatkan pasukan makin cepat juga kita bisa menyelamatkan Sahira dan membawanya pergi dari tangan Dimas!" ucap ratu.


"Tentu ratu, kami semua sudah sangat paham dan siap untuk melakukan perjalanan kali ini! Kita juga sudah mempersiapkan diri sebelumnya, maka dari itu kami telah siap menghadapi apapun yang akan ada di alam sana!" ucap Nur mewakili para bidadari alias teman-temannya disana.


"Oke, aku senang dengan kinerja mu Nur! Kamu memang cocok sebagai pemimpin para bidadari disini karena kamu memiliki sikap leadership yang kuat, semoga kamu terus bisa begini ya! Karena sekarang Sahira sedang tidak ada disini, kamu lah satu-satunya harapan bagi para bidadari untuk bisa menggantikan posisi Sahira sementara!" ucap Keira.


"Aku sangat tersanjung ratu jika kau benar-benar percaya padaku sebagai pemimpin mereka, tetapi jika harus diplot sebagai pengganti Sahira maka itu akan sangat sulit bagi aku ratu! Bagaimanapun kekuatan Sahira jauh di atas ku, aku ini hanya remahan jika dibandingkan dengan Sahira! Ya walau begitu, aku akan terus berusaha menjadi pemimpin yang baik dan melindungi mereka semua!" ucap Nur.


Ratu Keira tersenyum mendengar ucapan Nur karena ia suka dengan semangat bidadari itu, walau ia tahu kekuatan Nur memang sangat jauh jika dibanding dengan kekuatan milik Sahira yang merupakan bidadari terkuat di nirwana.


"Yasudah mari semuanya kita pergi sekarang menuju alam lain, karena waktu kita tidak lama dan harus segera menemukan pasukan tambahan demi bisa menyelamatkan Sahira! Ayo para bidadari semuanya, kita sama sama masuk ke portal itu dan mencari sosok-sosok di luar sana yang ingin membantu kita!" ucap ratu Keira bergerak memerintahkan para bidadari untuk memasuki portal penembus dunia.


"Baik, ratu! Ayo semua kita ikuti ratu!!" ucap Nur mengajak teman-temannya mengikuti sang ratu.


Ya mereka semua pun perlahan mulai memasuki portal penembus alam lain secara beriringan, yang mana sang ratu masuk lebih dulu lalu diikuti oleh para bidadari di belakangnya.


Setelah terombang-ambing di dalam portal tersebut akhirnya mereka berhasil sampai dengan selamat pada alam lain yang bentuknya seperti gurun pasir tak berpenghuni dengan angin kencang yang terus berhembus, ratu Keira berusaha menutupi pandangannya agar tak terkena pasir yang berterbangan begitu pun dengan para bidadari.


"Hati-hati semuanya, sepertinya alam ini sedang mengalami badai pasir yang besar!" ucap ratu Keira.


"Baik, ratu!"


"Hahahaha, ahahaha...."


...•••...


Hari Minggu yang cerah dan penuh keceriaan bagi seorang Kania karena ia saat ini akan pergi keluar bersama teman-temannya, walau ia masih merasa sedih karena hingga saat ini sahabatnya yakni Sahira & Nur tak kunjung kembali dan kabarnya juga belum diketahui.


Kania berupaya menghibur diri dengan mengajak teman-temannya pergi refreshing, bagaimanapun juga Kania memang harus bisa melupakan sejenak tentang Sahira dan menikmati hari liburnya yang sangat jarang ini.


Apalagi abangnya yakni Valen juga sedang jalan-jalan keluar bersama kekasihnya yang tak lain adalah Tiara, sahabat sejati sang adik yakni Kania. Sehingga tentunya Kania akan bisa keluar rumah bersama temannya tanpa harus takut tidak diizinkan oleh abangnya, ia pun langsung keluar rumah menunggu kedatangan Diandra dan yang lain disana.


Namun, bukan Diandra ataupun temannya yang datang ke rumahnya... justru malah Willy sang ketua geng the darks yang tiba-tiba muncul disana dan menghentikan motornya tepat di depan Kania, pria itu melepas helmnya kemudian menatap Kania sambil tersenyum dan turun dari motornya.


"Hai, cantik! Kamu mau kemana sih, kok udah rapih begini? Ohh, pasti mau jalan-jalan keluar ya? Kebetulan dong, aku juga mau ajak kamu jalan bareng sekalian liburan! Gimana, kamu mau gak?" ucap Willy tanpa tahu malu langsung mendekati Kania dan hendak menyentuh wajah gadis itu, beruntung Kania berhasil menghindarinya.


"Ish, jangan macem-macem ya lu! Di dalam rumah gue ada satpam sama bodyguard, kalo lu berani bertindak yang enggak-enggak gue bakal teriak dan mereka bakal hajar lu sampe bonyok! Mending lu cepet pergi deh dan jangan ganggu gue lagi, kan gue dah pernah bilang kalo gue gak mau deket-deket sama lu lagi!" ujar Kania emosi.


"Hahaha, santai dong Kania sayang! Aku kesini gak mau ganggu kamu kok, kan tadi aku dah bilang kalau aku mau ajak kamu jalan-jalan aja dan gak akan ngelakuin hal yang macam-macam!" ucap Willy.


"Cih! Jangan harap ya gue mau jalan berdua sama lu, udah deh lu gausah terlalu halu karena gue sampe kapanpun gak akan pernah mau sama lu Willy! Harusnya lu nyadar dong dan berhenti deketin gue, lu cari aja cewek lain yang mau sama lu dan bisa terima sikap jelek lu itu!" ucap Kania emosi.

__ADS_1


"Kenapa sih, Kania? Kenapa kamu selalu begitu sama aku, padahal aku ini tulus loh cinta sama kamu? Apa ini semua karena kamu cinta sama Aldi, iya? Dengar ya Kania, Aldi itu bukan lelaki yang baik buat kamu! Asal kamu tahu aja ya, Aldi itu suka mainin perasaan cewek dan mungkin kamu selanjutnya yang bakal jadi korban keganasan dia!" ucap Willy.


"Cukup ya, Willy! Ini bukan karena Aldi atau siapapun, tapi emang karena gue gak suka sama lu! Lagian gue juga gak percaya sama kata-kata lu itu, karena Aldi adalah orang baik dan dia bukan tipe cowok yang suka nyakitin cewek! Jadi lu jangan asal bicara deh, percuma juga gue gak akan terpengaruh!" ucap Kania tak percaya pada perkataan Willy.


Willy pun hanya tersenyum memandang wajah Kania yang membuang muka, ia cukup gemas melihat ekspresi Kania yang memang terlihat imut.


...•••...


Lucas menemui Edrea di ruang tengah villa milik gadis itu, ia duduk di samping Edrea kemudian menatap wajahnya dengan tatapan serius. Tentu Edrea merasa heran karena tak biasanya Lucas menghampirinya lebih dulu bahkan memandangnya seperti itu, namun Edrea juga merasa senang dan berbunga-bunga karena menganggap Lucas mulai tertarik kembali padanya.


"Kas, kenapa? Kamu mau bikin kopi atau ngemil? Tinggal bilang aja sama mbok Jamilah di dapur, semuanya ada kok disana!" ucap Edrea memulai obrolan lebih dulu.


"Enggak, gue mau tanya sesuatu sama lu! Kalau lu mau kita ngobrolnya di luar aja, soalnya disini banyak orang takutnya kedengeran sama mereka!" ucap Lucas tanpa ekspresi.


"Ohh, emangnya lu mau ngobrolin tentang apa sih? Kenapa sampai orang lain gak boleh denger?" tanya Edrea penasaran.


"Kalo lu mau tau, yaudah ayo ikut gue keluar!" ucap Lucas membuat Edrea makin penasaran.


"Umm, ya oke deh! Kalau sama kamu kemanapun ngobrolnya pasti aku bakal mau, yuk lah kita langsung cus ke kebun samping!" ucap Edrea tersenyum lalu bangkit sembari menggenggam telapak tangan lelaki di sampingnya.


Lucas hanya diam kemudian ikut bangkit tanpa melepas genggaman tangan Edrea, mereka pun berjalan pergi menuju kebun samping sesuai arah Edrea agar mereka bisa berbicara aman tanpa takut terdengar oleh para anggota wild blood maupun teman-teman Edrea disana.


Sesampainya di kebun samping villa itu, Lucas bersama Edrea langsung duduk di bangku panjang yang tersedia disana dan tanpa basa-basi lagi Lucas pun tampak ingin segera menyampaikan apa yang ingin ia katakan pada wanita tersebut.


"Eee begini Edrea, gue—"


"Sssttt! Sabar dong jangan buru-buru gitu! Kita nikmati dulu pemandangan indah disini, lihat deh tuh banyak bunga warna-warni disana! Emangnya lu gak mau pandangin tempat seindah ini? Sayang loh, tempat kayak gini kan jarang ada di Jakarta!" ucap Edrea memotong ucapan Lucas.


Lucas pun memutar bola matanya berusaha sabar menahan emosi di dalam dirinya, walau sebenarnya ia sangat ingin meluapkan kekesalan itu karena Edrea benar-benar menyebalkan menurutnya.


"Edrea, gue kan mau bicara sama lu! Bukan mau lihat pemandangan di tempat ini, jadi sebaiknya kita langsung ke inti aja gausah berbelit-belit!" ucap Lucas.


"Ih ngapain sih buru-buru banget? Kan lebih enak kalo kita berdua sama sama nikmati dulu pemandangan disini, lagian kan hari Minggu masih lama tau!" ucap Edrea malah menautkan tangannya pada sela-sela lengan milik Lucas dan membenamkan wajahnya di pundak pria tersebut.


"Jangan nempel-nempel kayak gini deh! Gue risih tau ditempelin sama lu, lagian gue juga udah punya pacar dan lu gak boleh deketin gue!" ucap Lucas menyingkirkan kepala serta tangan Edrea.


Edrea pun tampak sebal dan menunjukkan wajah cemberutnya karena Lucas bertindak seenaknya pada dirinya, padahal ia sempat berharap pria itu sudah tertarik lagi padanya.


"Yaudah, lu mau ngomong apa?" ujar Edrea.


"Semalem gue denger obrolan lu sama mbok Jamilah di ruang tamu, tentang mitos kalo banyak orang asing yang dateng ke villa ini bakalan digangguin! Itu maksudnya apa?" ucap Lucas.


Edrea pun tercengang dengan pertanyaan dari Lucas tersebut, ia tak mengira kalau Lucas ternyata mendengar pembicaraan dirinya dengan mbok Jamilah semalam.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2