Broken Angel

Broken Angel
Part 150


__ADS_3

Rey, sebenarnya dia tidak merasa kesal apalagi kecewa.Sengaja,memang dia meninggalkan Allena dengan asumsi bahwa dia tengah kecewa.Nyata nya dia ingin bertukar kabar dengan marga perihal kekasihnya yang sudah kembali.


"Allena,jangan sampai tau".Gumam Rey, melebarkan langkah kakinya,menjauh dari Allena.


Sekuat tenaga dia tidak menoleh kearah belakang agar sandiwara nya bisa berjalan dengan lancar.Bisa bertemu dengan marga tanpa sepengetahuan Allena.


Rencana awal memang dia ingin mengajak allena pergi shopping tapi mendadak marga mengirimkan notifikasi perihal pertemuan nya dengan aida yang secara kebetulan di mall yang sama.


[Gue tunggu loe di mall cempaka indah, tepatnya di toko perhiasan].


Begitu isi pesan marga,yang di kirimkan tepat sebelum dia turun dari mobil.Tempat yang sama.Namun,di waktu yang salah.


Dengan alibi,rey kecewa dengan Allena karena berkendara dengan kecepatan tinggi.Rey, berjalan mendahului allena,demi bisa bertemu dengan marga.


"Maaf,Allena.Kali ini aku tidak mengajak mu".Ucap Rey,semakin melebarkan langkah kakinya.Tak peduli Allena yang kelelahan mengejar diri nya.


Yah,Allena sudah berada di ujung batas kekuatannya berlari.Tak kuat rasanya terus mengejar rey.


Saat itulah Rey, menoleh kearah belakang.Merasa aman saat Allena berbalik,memunggungi dirinya.


"Aman".Ucap Rey, berjalan dengan santai nya menuju toko perhiasan.


Tapi, langkah kakinya harus terhenti karena dia tanpa sengaja harus bertemu dengan ayahnya yang merupakan pemilik mall cempaka indah.


"Pertemuan yang tak sengaja dan secara kebetulan.Ansk pembangkang".Gertak Rendi.

__ADS_1


Rey, menghentikan langkah kakinya demi bersitatap dengan ayahnya yang entah darimana dia berasal.


"Aku bukan anak pembangkang dan yah, berhenti untuk mencampuri urusan ku".Sentak rey.


.Puk...Puk..Puk


Rendi,bertepuk tangan mendengar jawaban anaknya yang semakin hari semakin menjadi saja sifat pembangkang nya.


"Hebat,luar biasa.Ternyata anak ku sudah berani melawan ku".Sindir Rendi,tak terkejut sama sekali.


Rey,tersenyum kecut."Gue bukan anak kecil lagi yang bisa loe atur semau loe sendiri,gue juga bukan boneka loe yang bisa loe kendalikan ".Ucap Rey, dengan memberikan kata-kata menohok.


"Selama fasilitas dan kemewahan yang ada sama loe berasal dari gue.Gue berhak mengendalikan hidup loe".


"CK,bedebah".Gertak Rey,tak habis pikir dengan pemikiran ayahnya yang menganggap anak adalah mesin pengendali, boneka hidup yang bisa di atur.


Ting


Notifikasi dari handphone Rey berbunyi.Hal itu pula yang memutus adu tatap diantara ayah dan anak ini.


[Gue,udah di toko perhiasan.loe dimana?].


Notifikasi dari marga,mau tak mau harus membuat rey berpikir secara tajam agar bisa lolos dari perintah ayahnya.Tak mudah memang,tapi itu harus dia lakukan.


"Ayah".Ucap Rey,memanggil Rendi.

__ADS_1


Rendi,tak bergeming.Masih terpaku di tempatnya.Dia jelas bukan lawan tandingan Rey.Tapi, bukan rey namanya jika putus asa dan tak punya ide.


"Ayah".Panggil Rey lagi.


"Yah".Kali ini Rendi menyahuti panggilan rey.


Rey, dengan otak cerdasnya tak menyia-nyiakan kesempatan ini.Dia pancing ayah nya untuk mengobrol sebentar dan mengalihkan perhatiannya pada kerumunan gadis-gadis cantik nan seksi.Hapal betul dia dengan kebiasaan buruk ayahnya.


Saat,rendi tergoda dan terpana pada salah satu gadis cantik nan seksi.Rey, dengan kecepatan seribu berlari.Menghindar dari ayahnya.


"Sial,anak itu mengelabui ku lagi".Gertak rendi,tersadar begitu rey berlari.


Sementara Rey, dengan langkah kakinya yang lebar terus berlari sambil tertawa terbahak-bahak.Kelemahan ayah nya memang pada wanita cantik dan seksi.


"Haha...Rasain tuh tua Bangka".Gertak rey.


Dia semakin berlari,membelah keramaian mall,mengejar waktu seperti takut ketinggalan kereta saja dia.


"Huh".Rey,mengatur napasnya yang tersengal.Sebelum dia masuk ke toko perhiasan.


Tapi,lagi dia harus di kejutkan dengan sosok Allena yang tak pernah ada pikiran rey bahwa Allena bisa menemukan marga dan aida, mendahului dirinya.


Buru-buru Rey menghampiri sahabat dan si gadis kecilnya.Sayup-sayup dia mendengar percakapan mereka.Dan


Dan

__ADS_1


Tepat, saat Allena ingin mengungkapkan perasaannya.Rey, dengan sigap membekap mulut Allena dengan resiko kaki nya yang di injak secara keras dan kasar.


__ADS_2