
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 124
...•...
Sahira terbangun dari tidurnya, matanya terbuka sembari berusaha bangkit duduk di atas ranjang. Ia melihat ke sekeliling dan sungguh tak mengenali dimana ia berada saat ini, kepalanya juga terasa sakit serta tubuhnya yang sangat lemas akibat kekuatannya telah hilang diserap Dimas.
"Aku dimana...??"
Sahira berusaha turun dari ranjang meletakkan telapak kakinya di lantai dengan perlahan, entah kenapa rasanya cukup sulit baginya untuk berdiri karena kedua kakinya yang terasa lemas. Namun, ia terus berusaha bangkit demi bisa membebaskan diri dari tempat yang asing itu.
Ia berpegangan pada meja sebagai tumpuan untuk bangun dari tempat tidurnya, ia coba menggerakkan kakinya melangkah maju ke dekat pintu dengan memegang dinding disana. Sahira sungguh bingung tempat apa ini dan siapa yang sudah membawanya kesini, ia tidak bisa mengingat kejadian sebelumnya karena kepalanya selalu terasa sakit jika ia berusaha mengingat-ingat tentang yang terjadi.
Akhirnya Sahira sampai di depan pintu, ia menggunakan tangannya yang terkepal untuk menggedor-gedor pintu sembari berteriak minta dilepaskan. Walau ia tidak dapat mengingat apapun saat ini, tapi ia tahu kalau tempat ini bukanlah di rumahnya ataupun nirwana.
"Tolong!! Buka pintunya, tolong!" teriak Sahira sambil terus menggedor-gedor pintu, suaranya memang tak terdengar kencang karena sangat merasa lemas.
Dari luar tampak Dimas mendengar suara teriakan disertai ketukan pintu dari dalam kamar ia meletakkan Sahira, ia pun menuju ke arahnya sambil tersenyum karena senang Sahira sudah sadar.
Sementara Sahira sudah tidak kuat lagi menahan tubuhnya berdiri terlalu lama, ia merasa pusing dan pandangannya mendadak kabur. Akhirnya Sahira terduduk di lantai sambil terus memegangi keningnya, ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sampai merasakan sakit seperti ini.
Ceklek...
__ADS_1
Dimas datang membuka pintu kamar itu, ia langsung menghampiri Sahira yang terduduk disana dengan wajah cemas. Pria itu coba menenangkan Sahira karena gadis itu terlihat histeris mungkin akibat sakit yang dirasakannya, tentu Dimas tidak tega melihatnya walau itu juga karena perbuatannya.
"Sahira, kamu kenapa?" ujar Dimas cemas memegang tubuh gadisnya.
Melihat kedatangan Dimas disana membuat Sahira merasa senang, yang ia ingat saat ini Dimas adalah kekasihnya dan tentu Sahira langsung memeluk pria itu dengan erat sembari tersenyum.
"Aku senang kamu ada disini, Dimas! Tadi aku takut banget karena tiba-tiba ada di tempat aneh ini, aku pikir aku disekap seseorang yang jahat dan pengen lukain aku!" ucap Sahira.
Dimas pun tampak menyunggingkan senyum di wajahnya mendengar ucapan Sahira serta mendapat pelukan dari gadisnya itu, ia juga senang karena Sahira kembali menganggap dirinya sebagai kekasih satu-satunya yang sangat dicintai olehnya.
"Hahaha, mantra penghilang ingatan milik Wilona emang canggih! Sahira dengan sekejap langsung bisa melupakan semua tentang manusia bodoh itu dan sekarang dia anggap gue sebagai kekasihnya, bagus dengan begini dia bakal seutuhnya menjadi pasangan gue... selain itu, dia juga gak akan benci gue karena gue udah rebut mustika merah dan ambil seluruh kekuatannya!" batin Dimas.
Sahira yang sudah tidak mempunyai kekuatan saat ini tentunya tak dapat mendengar suara hati Dimas, ia pun terus mendekap erat tubuh pria itu sembari menitikkan air mata sedih sekaligus kebahagiaan.
Dimas perlahan melepas pelukannya, ia mencengkeram wajah kekasihnya dengan dua tangannya lalu menyeka air mata di wajah Sahira dengan lembut sambil tersenyum.
"Jangan nangis! Ada aku disini yang selalu menjaga dan melindungi kamu, Sahira! Kamu tenang ya gausah panik, meskipun sekarang kamu sudah tidak memiliki kekuatan sama sekali! Tapi, aku akan selalu ada untuk menjaga kamu dan tidak akan pernah meninggalkan kamu walau sedetik!" ucap Dimas.
"Panjang ceritanya sayang, nanti saja aku ceritain ke kamu kalau kondisi kamu sudah mendingan ya! Sekarang kamu harus istirahat dulu di ranjang, yuk biar aku bantu!" ucap Dimas membelai rambut Sahira lalu membantu gadis itu berdiri.
Sahira manggut-manggut menggenggam tangan kekasihnya lalu bangkit dari duduknya, Dimas langsung menggendong tubuh Sahira ala bridal style dan menidurkan kekasihnya itu di atas ranjang serta menyingkirkan rambut yang menghalangi kecantikan wajah Sahira. Dimas mengecup kening Sahira dan seketika gadis itu tersenyum ke arahnya, Dimas juga mengelus lembut bibir kekasihnya lalu menjauh.
"Kamu mau kemana?" tanya Sahira menatap wajah kekasihnya khawatir, ia takut kalau Dimas akan meninggalkan dirinya disana.
"Tenang, aku cuma keluar kok! Kamu kan harus istirahat cantik, jadi aku tunggu di luar aja ya! Kamu gausah khawatir disini aman kok, gak mungkin ada yang berani apa-apain kamu!" ucap Dimas.
"Kamu disini aja! Aku malah jadi gak tenang kalau kamu keluar dan aku gak bisa ngeliat kamu, udah ya jangan tinggalin aku sayang!" ucap Sahira tidak mau melepaskan pegangannya dari Dimas.
"Yaudah iya, aku disini deh temenin kamu! Tapi, kamu istirahat ya jangan sampe gak istirahat!" ucap Dimas akhirnya kembali mendekat ke Sahira dan duduk di pinggir ranjang samping gadis itu.
__ADS_1
Sahira pun tersenyum senang sembari menempelkan tubuhnya ke dekat sang kekasih, Dimas mengusap lembut wajah Sahira sambil menatapnya dengan senyuman.
Perlahan Sahira memejamkan matanya karena merasa aman dan nyaman, sementara Dimas terus mengusap-usap wajah cantik kekasihnya yang sama sekali tak berubah walaupun ia sudah mengambil kekuatannya. Ya hal itu memang sengaja dilakukan Dimas karena ia tak mau Sahira berubah wajahnya, tentu ia menyukai Sahira karena gadis itu adalah seorang bidadari cantik dan manis.
"Kalau begini rasanya gue semakin berat buat jauh-jauh dari Sahira, maaf ya sayang semua ini aku lakukan demi hubungan kita!" batin Dimas mendekatkan wajahnya ke Sahira lalu mengecup kening gadis itu dengan lembut.
...•••...
Disisi lain, Aldi juga sadar dari pingsannya dan ia cukup terkejut karena tiba-tiba dirinya terbangun di tempat yang ramai dan banyak orang juga tengah mendapat perawatan dokter serta suster. Aldi melihat ke kanan dan kiri secara bergantian, ada beberapa orang yang dikenalinya termasuk Imeh & Edrea. Ia pun sadar kalau saat ini sedang berada di klinik pengobatan dan mereka semua dibawa kesana karena kesurupan, Aldi coba bangkit tapi punggungnya terasa sakit hingga ia tidak kuat.
"Awhh..." rintih Aldi meringis memejamkan matanya.
Seorang suster cantik langsung menghampiri Aldi karena mendengar suara rintihan pria tersebut, ia pun memeriksa kondisi Aldi dan pria itu tampak tersenyum genit menatap sang suster.
"Harap tenang ya kak, kondisi kakak masih belum pulih seutuhnya! Jadi kakak harus banyak-banyak istirahat dulu, ini karena pukulan yang terkena pada punggung kakak!" ucap suster itu.
"Iya cantik, eh maksudnya suster!" ucap Aldi cengengesan menggoda suster itu.
Tampak sang suster itu juga tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, sedangkan Aldi terus menaik-turunkan alisnya serta mengedipkan matanya menggoda suster tersebut.
"Eee sus, nama suster siapa? Biar enak aja gitu saya manggilnya jadi gak repot-repot, nanti kalo saya panggil suster semuanya pada nengok!" ucap Aldi.
"Panggil aja saya Elis," ucap suster itu tersenyum.
"Wah cantik seperti orangnya, suster Elis!" ujar Aldi tersenyum mencolek lengan mulus suster itu.
"Maaf, kak! Saya mau cek yang lain dulu!" ucap suster bernama Elis itu lalu pergi meninggalkan Aldi.
Aldi pun tampak kecewa dan terus memandangi suster itu pergi dari sana, senyum tipis terpancar di wajahnya membayangkan kejadian tadi.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...