Broken Angel

Broken Angel
Episode 204 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 104


...•...


Anak-anak the darks yang berada di belakang Aldi langsung menyeret paksa tubuh pria itu dan membawanya mendekat ke arah Willy, tampak Aldi terus berusaha melepaskan diri tapi tidak berhasil karena jumlah anggota the darks itu cukup banyak.


Begitu sampai di depan Willy & Satu orang lagi, Aldi langsung saja berteriak memaki dua orang di hadapannya tersebut sampai puas.


"Woi! Mau kalian apa ha? Dasar pengecut, beraninya keroyokan! Kalian semua itu gak punya nyali, lemah!Cuih.." ujar Aldi dengan sangat berani meludah di depan Willy dan pria disampingnya yang masih belum dikenali identitasnya oleh Aldi.


Willy menyunggingkan senyum di wajahnya menatap mata Aldi yang nampak ketakutan, tentu ia tau akan itu karena terlihat jelas Aldi memasang wajah takut.


"Kita bukan pengecut, Aldi! Tapi cerdas, karena ini semua bagian dari rencana kita..." ucap Willy.


"Halah! Sekali pengecut tetap pengecut, kalian gak pantas jadi anak geng motor karena mental kalian patungan! Mana berani kalian hadapi gue satu lawan satu ha??" ujar Aldi menantang pria di depannya.


"Hahaha, satu lawan satu? Yakin lu, Aldi? Emang lu gak takut bakal jadi mayat di tempat ini kalau lu duel sama gue? Udah deh mending sekarang lu nurut aja apa yang gue minta demi keselamatan lu, gue janji gak akan apa-apain lu kalau lu mau nurut sama gue! Gimana, setuju gak?" ucap Willy.


"Cih! Gue gak sudi nurut sama orang pengecut kayak lu, Willy! Sekarang lepasin gue!!!" teriak Aldi berusaha berontak dari cengkeraman anggota the darks.


"Diem lu!" bentak Alves sebagai salah satu orang yang memegangi tangan Aldi.


"Hajar aja dia, supaya dia sadar dan mau ikutin apa kata-kata gue!" perintah Willy.


"Baik, Wil!"


BUGH...


BUGH...

__ADS_1


BUGH...


Aldi pun mulai dihajar habis-habisan oleh para anggota the darks disana, sedangkan Willy hanya mengamati saja sambil tersenyum dari jarak dekat bersama seorang lagi yang masih memakai helmnya.


Setelah Aldi tampak lemah dan kesakitan, Willy meminta mereka untuk berhenti menghajarnya karena ia ingin kembali berusaha mengajak Aldi untuk bergabung menjalankan rencananya.


"Gimana, apa sekarang lu masih mau nolak tawaran dari gue Aldi?" tanya Willy sambil menarik dagu Aldi dengan kasar.


"Sampai mati juga gue gak akan pernah mau terima tawaran lu, Willy! Gue akan terus setia sama Lucas dan anak-anak wild blood, jangan harap kalau gue akan mengkhianati mereka!" jawab Aldi dengan suara lantang dan tegas.


"Hahaha, yaudah kalo itu mau lu! Saka, habisi aja dia supaya lu bisa balas dendam lu!" ucap Willy melepas dagu Aldi lalu berbicara pada seorang di belakangnya.


Sontak Aldi terkejut sekaligus membulatkan matanya saat mendengar nama yang disebutkan Willy, ya tentu saja ia tak asing dengan nama tersebut.


Aldi bertambah kaget ketika pria itu melepas helmnya dan menunjukkan wajahnya, kali ini ia memang benar tak salah karena pria tersebut adalah Saka sahabatnya yang sudah keluar dari gengnya.


"Apa? Saka??" ujar Aldi syok.


...•••...


"Sayang, aku pergi dulu ya! Aku khawatir sama Aldi, dia gak bisa dihubungi sama sekali! Takutnya dia kenapa-napa di jalan dan butuh bantuan, kamu disini aja tunggu kita kembali!" ucap Lucas pada kekasihnya yakni Sahira.


"Iya, kamu hati-hati ya!" ucap Sahira tampak sangat cemas karena Lucas akan pergi menyusul Aldi.


"Pasti, ayo guys kita berangkat!" ujar Lucas.


Lucas, Alan, Wildan, Geri & Jack pergi dari warung babeh untuk menyusul Aldi yang masih belum ada kabar hingga sekarang. Lucas sengaja tak mengajak seluruh anggota wild blood karena khawatir jika meninggalkan para wanita itu sendirian disana, bagaimanapun juga mereka harus tetap berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.


Setelah mereka berlima pergi, Diandra serta cewek lainnya yang berada di warung babeh muncul karena mendengar suara motor tersebut. Ya tentunya mereka mengira kalau geng wild blood sudah kumpul dan berjalan menuju villa Kania, tapi nyatanya tentu tidak.


"Eh Kania, itu mereka mau kemana?" tanya Diandra menghampiri Kania di tempat duduk.


"Ohh, mereka mau susul Aldi! Katanya takut kalau si Aldi kenapa-napa soalnya sampai sekarang dia gak ada kabar dan ponselnya juga gak bisa dihubungin, udah hampir 30 menit juga kita nunggu disini tapi dia gak dateng-dateng!" jelas Kania.


"Ya ampun makin lama deh kita berangkatnya, kalau terus begini bisa-bisa batal rencana kita buat malmingan di Bogor! Ah elah ada-ada aja, tau gitu gausah ajak gengnya Lucas..." ujar Diandra kesal.


"Sabar Dra, semoga aja Aldi gak kenapa-napa dan kita bisa lanjutin perjalanan ini! Ya kalaupun batal juga gapapa kali, kan masih bisa lain waktu!" ucap Kania menenangkan sohibnya yang sedih.

__ADS_1


"Iya,"


Akhirnya Diandra bisa tenang dengan rangkulan dari Kania serta Tasya, dan sekarang giliran Kania lah yang panik mencemaskan kondisi Aldi. Entah kenapa ia sangat penasaran bagaimana keadaan pria itu sekarang.


"Lu dimana sih, Aldi? Semoga lu baik-baik aja deh dan gak terjadi sesuatu yang buruk sama lu!"


Begitulah isi hati Kania saat ini, ia benar-benar mengkhawatirkan sahabat yang sekarang tengah dekat dengannya.


...•••...


Disisi lain, Kia bersama taksi onlinenya tengah dalam perjalanan pulang setelah gadis itu harus menerima kenyataan kalau Aldi tidak mau berbicara dengannya walau hanya sebentar. Sungguh sakit hati Kia karena ditolak mentah-mentah oleh pria idamannya, kini dirinya merasa sangat kecewa serta hancur.


"Kenapa sih, Al? Kenapa kamu gak mau terima perasaan aku yang tulus ini?" batin Kia.


Tiba-tiba supir taksi itu berbicara padanya meminta izin untuk lewat jalan tikus karena jalan utama menuju rumah Kia agak terhambat dengan banyaknya motor yang terparkir di tengah jalan.


"Maaf, mbak! Kita puter balik aja kali ya? Soalnya itu jalannya di depan gak bisa dilewati, banyak motor-motor parkir sembarangan mentang-mentang ini jalanan sepi jadi seenaknya aja!" ucap supir.


Kia yang tengah melamun jadi terkejut karena ucapan sang supir, ia pun melihat ke depan untuk memastikan apa yang dikatakan supir itu benar atau tidak. Dan ternyata memang benar banyak sekali motor-motor sport yang terparkir di depan sana.


"Iya ya, banyak banget motor pada parkir sembarangan! Emang lagi ada apa sih itu pak? Gak biasanya loh ada motor parkir disini kayak gini, apa mungkin mereka sengaja nutup jalan?" ucap Kia.


"Saya kurang tahu, mbak! Tapi kayaknya sih itu anak-anak geng motor di daerah sini, mereka emang suka begitu berhenti sembarangan dan bikin keributan di tengah jalan! Mungkin sekarang mereka lagi tarung tuh di depan, soalnya kedengaran suara orang berantem dari sini!" ujar supir itu.


"Hah? Coba maju sedikit lagi deh pak, saya mau lihat ada apa sih sebenarnya!" ucap Kia.


"Baik, mbak! Tapi, sebaiknya jangan dekat-dekat ya mbak karena saya takut kena masalah!" ucap supir itu dengan gugup melajukan mobilnya perlahan.


"Iya pak,"


Saat taksi itu sudah lebih dekat dengan rombongan motor yang terparkir, kini terlihat sangat jelas kalau benar banyak anak geng motor tengah berkerumun di tengah jalan itu.


"Kayaknya gue kenal deh sama tulisan di jaket yang mereka pake, tapi dimana ya?" batin Kia.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2