
"Peluk lah aku,jika itu bisa membuat hati mu lega,peluk lah aku jika dengan sebuah pelukan bisa menyembuhkan luka".Ucap marga,berbisik di telinga allena.
Tentu,itu membuat Allena semakin hanyut dalam pelukan hangat seorang pria tampan nan gagah.Sikapnya yang ramah dan tutur katanya yang baik, membuat Allena tak ragu lagi untuk meluapkan segala perasaan yang selama ini mengganjal dalam hati Allena.
Dia juga bercucuran air mata,dalam sebuah pelukan tanpa di duga dan dari pria yang sebelumnya tak di kenalnya.
Allena,melerai pelukan hangat itu.Kembali harus di hadapkan pada kenyataan pahit.Ternyata pelukan nya hanya sebentar,tapi sudah mampu meruntuhkan gunung kristal es di hatinya.
"Terimakasih".Tak henti-hentinya Allena mengucapkan rasa terimakasih nya.
Marga tersenyum sembari mengusap puncak kepala Allena."Sama-sama gadis kecil".
Di Katai gadis kecil,membuat Allena cemberut bukan main.Dia tepis tangan kekar yang membelai rambutnya."Jangan bilang,aku anak kecil paman".Sentak Allena.
"Haha.. Haha".Marga,tertawa terbahak-bahak.Lucu sekali bila melihat tingkah laku Allena yang merajuk bak anak kecil."Iya,Sifa".Ucap marga,kembali membelai rambut Allena.
"Nama ku Allena Aidira bukan Sifa.Siapa juga tuh Sifa?".Rajuk Allena.
Andai Allena memang benar-benar adik nya akan dia cubit pipinya karena gemas dengan tingkah laku Allena yang semakin terbuka dan menunjukkan sikap hangatnya.Jauh berbeda bila saat pertama kali bertemu, apalagi perlakuan nya terhadap Rey.
__ADS_1
"Kamu gak suka nonton kartun yah?".Tanya marga,kembali ke mode serius nya.
"Udah gede".Sahut Allena.
Marga duduk di kursinya kembali."Oh udah gede.Udah punya pacar dong?".Tanya Rey lagi, mengintrogasi Allena.
Allena menatap sekilas pada marga, sebelum akhirnya kembali membuang wajahnya."Udah,tapi sayangnya dia berkhianat ".Jawab,ketus Allena.
"Kenapa?".
"Udah bosan,kali sama aku.Tapi,yah gak papa toh ceweknya aja sama kayak ibunya.Wanita lajang".Gertak Allena.
Allena terdiam sebentar, tanpa permisi mulutnya malah berkhianat.Menceritakan pengkhianatan kekasihnya sama saja menceritakan pengkhianatan ayahnya terhadap ibunya.
Kekasih dan ayahnya terjebak oleh dua wanita lajang yang sama-sama kegatelan dan tega menghancurkan kebahagiaan nya dan juga mamah nya.
"Kenapa diam?".Tanya marga, membuyarkan lamunan Allena tentang ayah dan kekasihnya.
"Hmmm".Allena berdehem."Karena kekasih ku berkhianat dengan wanita yang dimana ibunya itu adalah pelakor.Ibunya merebut ayah ku dari sisi mamah ku".Jelas Allena.
__ADS_1
Akhirnya penjelasan itu terlontar juga dari mulut Allena.Sesuatu yang selama ini tengah dia selidiki.Benarlah kata pepatah sekali mendayung,dua tiga pulau terlampaui.
Inilah alasan marga mendekati Allena dengan cara baik-baik dan lembut agar dia mengetahui secara langsung permasalahan Allena melalui cerita nya langsung dan bukan menurut versi yang lain.
Benang merah dan kusut itu satu-satu persatu mulai terangkai membentuk sebuah cerita dan kejadian yang sebenarnya,baru satu yang marga ketahui masih banyak lagi cerita Allena yang belum tersampaikan dan belum menemukan titik terang nya.
"Miris sekali hidup mu".Gumam marga.
"Yah, inilah hidup ku.Jangan pernah menilai seseorang dari luar nya saja,lihat dan pelajari dari sisi dalam nya hidup seseorang".Jelas Allena.
Marga, menatap kearah Allena."That's true, terkadang mereka mengetahui tapi tidak merasakan".Ucap marga, membenarkan ucapan allena.
"So, sedang apa kamu di tepi laut dengan keadaan pingsan dan dengan diagnosis dokter yang tak enak di dengar?".Tanya marga.
Inilah pertanyaan puncak dari marga.Pertanyaan yang akan mengungkap semua cerita dan rahasia Allena.Ini sudah waktunya,kala hati sudah merasa tenang.Maka, bercerita pun akan semakin nyaman.
Benar, keputusan marga dalam mendengar dan merangkul semua cerita pilu Allena.Gadis kecil yang malang, korban Broken home karena sekarang dia sudah mulai mempercayai dirinya untuk di jadikan teman berbagi cerita nya.
Tinggal mencukil sedikit kerikil di hati Allena.Tinggal,membuat Allena sedikit percaya padanya,maka semua akan mudah di dapatkan.
__ADS_1
Allena memicingkan matanya,curiga terhadap marga."Kau menemukan ku?,kau membuntuti ku?".Allena memberondong marga dengan banyak pertanyaan,tak mudah baginya untuk berbagi cerita pada orang yang baru di kenal.