
Ketegangan Allena dan Rey kembali memuncak.Lagi-lagi Rey, lagi-lagi dia peganggu dan perusak mood harinya.Tak bisakah rey membiarkan dia hidup bebas,tak terikat oleh sebuah aturan.
"Loe,bisa gak sih gak ganggu hidup gue?".Sentak Allena.
"Tergantung".Sahut Rey, dengan santainya.
Saat ketegangan itulah.Rey,meminta marga dan aida pergi menjauh dari allena.Dengan menggunakan tangan nya,yang dia kibaskan kearah bawah.Meminta marga,untuk pergi secara diam-diam.Sementara dia mengalihkan perhatian Allena.
"Loe,itu kayak nyokap gue.Sukanya mengatur tapi tidak mau berkaca pada diri sendiri".Omel Allena,terus mengeluarkan unek-uneknya.
Tanpa Allena, ketahui marga dan aida berlalu pergi dengan jalan perlahan-lahan,sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara.
"Pelan-pelan sayang".Bisik marga di telinga aida.
Hati-hati sekali marga dan aida berjalan seperti seorang maling, mengendap-endap rumah sasaran rampoknya.Seperti itulah mereka berjalan,Allena menoleh sedikitpun.Maka,tamat riwayat mereka.
Marga, mengacungkan lengannya sembari membentuk huruf O.Mengisyaratkan mereka sudah aman.
Rey, menganggukkan kepala.Dudah cukup baginya untuk mengakhiri drama yang di buatnya sendiri.Mendengarkan keluh kesah Allena,tanpa membantah ternyata ada manfaatnya.Seperti marga,yang menjinakkan singa betina dengan mendengarkan ocehannya.
__ADS_1
"Sudah cukup?,sudah puaskah kamu?, berceloteh tanpa henti?".Tanya Rey,memancing reaksi Allena.
"Belum.Gue belum puas".Sahut Allena.
"Ok,kita datang ke program tv mata Najwa".Ucap Rey,hendak pergi.
"Untuk?".
"Untuk debat panjang,kali lebar,kali tinggi".Jawab asal,Rey.
"Go".Tanpa di duga Allena menyetujui usulan rey yang dia jawab secara asal saja.
Rey,menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Gadis aneh bin gila".Ucap Rey.
Belum juga Rey, melangkah menyusul Allena.Allena sudah berbalik badan, seperti ada hal yang terlupakan.
"Dimana marga dan si perempuan sok suci itu?".Sentak Allena,tersadar akan kebodohannya.
Rey, merangkul pinggang Allena.Kembali harus mengalihkan perhatian allena."Untuk apa mencari dia?,kan ada aku".Goda rey.
__ADS_1
Allena, menyingkir dari rangkulan tangan rey."Idih,najis".Sindir Allena.
Allena,terus berlari mencari marga nya.Marga nya yang hari ini secara kebetulan dia menemukannya bersama dengan perempuan lain.Perempuan itu yang dia kenalkan sebagai kekasihnya.
Rey,di belakangnya tak kalah melangkah agar bisa menghalau Allena yang ingin mengejar marga bersama dengan kekasihnya.
"Allena".Teriak rey.
Allena,dia mana peduli dengan teriakan Rey.Fokus dan perhatian nya hanya tertuju pada seorang marga Prayudha dan bukan pada rey.
Rey,memang laki-laki di masa lalunya, tapi marga lah yang telah merebut hatinya.Seluruh pusaran hidupnya hanya tertuju pada seorang marga Prayudha.
Semakin allena berlari,semakin dia merasa sakit akan sebuah pengkhianatan cinta.Jika,memang iya benar begitu.Cinta nya ternyata bertepuk sebelah tangan bukan dia yang di khianati,bukan pula dia berselingkuh dari nya.Tapi,memang cinta nya tak berbalas.
"Sakit.Sakit rasanya,bila cinta kita tak berbalas".Ucap Allena,sembari menepuk-nepuk dadanya.
Dia,sadar akan cinta nya pada marga tak berbalas.Tapi,dia ingin berusaha sekali lagi meski mungkin itu sudah terlambat untuk dia.
"Allena".Rey,berhasil menangkap tubuh allena.Memeluknya sangat erat seakan dia juga merasakan apa yang di rasakan oleh allena.
__ADS_1