
Terbawa suasana hati yang gembira,rey tanpa sadar memeluk pinggang ramping Allena yang seperti candu baginya bila berada dekat di tubuh gadis kecilnya.Seperti memberikan kekuatan sendiri untuk jiwa rapuh namun terlihat tegas dan kuat.
Allena dan Rey,berjalan menuju tempat parkir.Disana sudah berjejer rapih mobil-mobil mewah nan mahal.Allena jelas tak terkejut sama sekali.Toh,dia juga berasal dari keluarga konglomerat.Yang menjadi pusat perhatian Allena tertuju pada Audi R8 berwarna merah.
Allena, menghentikan langkah kakinya.Mau tak mau itu membuat rey juga menghentikan langkah kakinya.
"Kenapa?".Tanya Rey.
Allena,menunjuk mobil Audi R8 berwarna merah.Mobil itu seakan mengingatkan dia waktu pertama kali dia bertemu dengan rey yang tak lain dan tak bukan adalah pria di masa lalunya.
"Kau ingin,kita mengendarai mobil itu?".
"Tentu,karena mobil itu dulu menjadi mobil favorit ku sekaligus mengingatkan ku pada pertemuan kita".Jelas Allena.
Rey,tersenyum.Menyentuh puncak kepala Allena dengan lembut."Apapun itu pasti akan aku lakukan ".Sahut Rey.
Sebenarnya dia ingin mengendarai mobil Lamborghini nya sembari berkeliling kota Jakarta,tapi demi memenuhi keinginan gadis kecilnya.Dia memilih mengalah saja.
__ADS_1
"Mau kamu yang nyetir?, seingat ku kamu jago bermanuver dengan mobil ini?".Tawar rey.
Allena tersenyum.Di tawari menyetir mobil kesayangannya tanpa ragu dia mengambil kunci mobil dari tangan rey.
"Thank".Ucap Allena,berlari kecil menuju mobil yang dulu menjadi mobil favoritnya.
Rey, menggelengkan kepala."Ada-ada aja tingkah laku nya".Ucap Rey,tersenyum manis melihat tingkah laku Allena yang kembali ceria.
"Are you ready?".Teriak Allena, padahal rey baru juga masuk.Rasanya Allena sudah tak sabar mengemudikan si merah menggoda.Seperti buah strawberry berwarna merah menggoda.
Mengendarai mobil audi R8 adalah keahlian Allena.Seperti kata Rey,Allena jago bermanuver dengan si merah Audi R8 ini.Dia dengan keahlian nya bisa menyalip kendaraan yang ada di hadapannya bahkan yang menjadi penghalang laju jalan nya.
Jika di Ciwidey Allena yang merasa ketakutan sekarang giliran rey yang sampai merem-melek.Takut, dengan cara menyetir Allena yang ugal-ugalan di tengah kondisi jalanan padat.
"Kenapa,takut?".Sindir Allena.
Rey,tidak menanggapi pertanyaan allena.Dalam hatinya dia berdebar tak karuan.Seperti sedang senam jantung saja dia, mulutnya tak lupa berkomat-kamit membacakan do'a-do'a memohon keselamatan atas dirinya sampai-sampai bulu roma nya berdiri.
__ADS_1
"Pelankan laju berkendara mu, Allena".Ucap rey.
Allena,dia justru semakin sengaja menambah kecepatan laju berkendaranya.Tak memperdulikan raut wajah rey yang ketakutan.Toh,dia laki-laki meski nya dia menyukai tantangan.
"Laki-laki yang gentle tidak akan merasa takut_".
"Aku tidak takut,hanya cara berkendara mu terlalu bar-bar.Kau bisa membunuh ku secara perlahan ".Sahut Rey, rasanya dia tak kuat lagi berada di satu mobil dengan si pengendara gila.
Allena,menoleh sebentar.Rasa kasihan begitu menguasai diri Allena.Tak tega, begitu lah yang dia rasakan melihat wajah rey yang sampai-sampai keringat dingin karena ketakutan.
"Baik, jika itu mau mu".Ucap Allena, memelankan laju jalan nya.
Dia, sebenarnya kecewa harus memelankan laju jalannya.Tapi,demi pria yang telah memberikan earphone dan dia pula yang merusak nya.Demi pria yang senasib dan sepenanggungan Allena rela mengalah.
Akhirnya Rey bisa bernapas lega.Mall, tempat tujuan mereka akhirnya sampai juga.Allena,tak lupa memarkirkan mobil rey di basemen tempat parkir mobil.
"Lega".Ucap Rey.
__ADS_1