
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 96
...•...
Lucas telah terbangun dari tidurnya, ia membuka mata lalu tersenyum lebar saat melihat kehadiran sang pacar disana. Lucas tampak sumringah dan langsung berusaha bangkit dari tidurnya lalu mendekati gadis yang tengah tertidur sambil duduk di sofa.
Lucas merasa heran karena sekarang ia sudah tidak merasakan sakit lagi di tubuhnya, bahkan ia bisa duduk sempurna tanpa harus bersusah payah seperti sebelumnya. Ia pun semakin senang karena itu berarti tubuhnya sudah pulih seperti semula, Lucas akhirnya turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Sahira.
Pria itu tersenyum memandangi wajah Sahira yang tengah tertidur, tampaknya gadis itu kelelahan karena telah menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Lucas tadi.
Lucas merasa tak tega untuk membangunkan pacarnya itu dan memilih duduk saja di sampingnya sambil menaruh kepala Sahira di pundaknya agar ia bisa lebih dekat dengan wanita itu.
"Kamu cantik sekali sayang, aku bangga bisa memiliki kekasih seperti kamu! Terimakasih ya cantik, karena kamu sudah mau menemani aku di rumah sakit ini sampai tertidur! Aku janji akan selalu berada di samping kamu, aku gak bakal tinggalin ataupun nyakitin kamu sayang!" ucap Lucas mengusap wajah Sahira serta menyingkirkan rambut yang menutupi wajah gadis tersebut.
Lucas tersenyum menatap wajah Sahira yang kini berada di pundaknya, pandangannya tertuju pada bibir mungil gadis itu yang sangat menggodanya seperti minta untuk dikecup. Ia mengelus lembut bibir milik Sahira dengan jari telunjuknya, lalu perlahan Lucas mendekatkan wajahnya kesana seperti hendak menciumnya.
Cupp... mata pria itu langsung terbuka lebar saat merasakan bibir milik Sahira, ia menempelkan bibirnya cukup lama disana sebelum akhirnya ia lanjut melumatt nya.
"Belum pernah gue merasakan bibir seenak ini, sungguh luar biasa sempurna kamu Sahira!" gumam Lucas sambil terus asyik memagut bibir kekasihnya itu.
Tiba-tiba saja Sahira tersadar dari tidurnya dan langsung beranjak menjauh dari Lucas, ia terkejut karena mendapati Lucas tengah mencumbu bibirnya. Gadis itu tampak memegangi bibirnya dan menatap Lucas.
"Ma-maaf sayang, aku gak bermaksud lancang!" ucap Lucas merasa bersalah telah mencium bibir Sahira diam-diam.
__ADS_1
Namun, gadis itu malah tersenyum dan mendekat kembali ke arah Lucas. Ia meraih tangan pacarnya lalu menggenggamnya erat.
"Aku seneng kamu udah sadar, udah kamu gak perlu cemas masalah tadi! Aku gak akan bisa marah sama kamu Lucas, karena aku kan sayang banget sama kamu!" ucap Sahira tersenyum lebar lalu dibalas oleh Lucas.
Tak diduga justru Sahira malah memegang kepala Lucas dan kemudian mencumbu bibir pria itu seperti yang dilakukan Lucas tadi, tentu saja Lucas mendadak syok mendapat ciuman dari Sahira yang sebelumnya ia kenal sebagai gadis lugu nan polos. Tapi sekarang Sahira malah berani menciumnya lebih dulu.
Lucas tak tinggal diam dan tak mau kalah dengan Sahira, ia membalas permainan bibir Sahira dan menekan kepala gadis itu untuk memperdalam percumbuan mereka.
Ceklek... tiba-tiba pintu terbuka dari luar, dua insan yang tengah berpagutan itu kaget lalu melepas ciuman mereka satu sama lain.
Tampak Nur yang berada paling depan syok karena melihat adegan itu, beruntung Alan serta yang lainnya tak melihatnya karena berada di belakang gadis itu.
"Eh bro, akhirnya lu udah sadar..." ujar Alan gembira melihat Lucas sudah pulih.
Mereka pun masuk menemui Lucas tak lupa juga melakukan tos dengannya, sementara Nur duduk di dekat Sahira dengan wajah terheran-heran.
Sahira tau apa yang hendak dikatakan oleh sahabatnya itu, ia akhirnya mengajak Nur keluar untuk membahas itu agar yang lain tidak bisa mendengarnya.
Sementara itu, Dimas tengah bermain di ranjang bersama wanitanya yang tak lain adalah Wilona seorang gadis yang membuat Dimas lupa akan tugasnya untuk menjaga Sahira dan Nur di bumi.
Wanita itu dibuat mengerang kenikmatan oleh permainan Dimas, namun tiba-tiba pria itu berhenti mencumbui dada Wilona karena kaget saat melihat mata gadis itu menyala terkena pantulan sinar matahari dari jendelanya.
Dimas bahkan menjauh dari Wilona sambil mengucek-ngucek matanya memastikan apakah yang dilihatnya itu benar, ya ternyata ia memang tak salah melihat karena mata Wilona tak seperti gadis pada umumnya.
"Kenapa Dimas?" tanya Wilona kebingungan karena pria itu mendadak berhenti dan bahkan menjauh darinya, ia yang sudah terlanjur terbawa ke dalam permainan Dimas merasa kecewa karena belum terpuaskan.
"Siapa kamu sebenarnya Wilona? Jawab!" ujar Dimas dengan nada keras menatap Wilona dengan tatapan tajam dan tubuh yang bergetar menahan emosi di tubuhnya itu.
"Apa maksud kamu sih? Aku Wilona, pasangan ranjang kamu! Masa kamu lupa sih, kita kan udah hampir setiap hari berhubungan demi membayar semua hutang aku ke kamu!" ucap Wilona masih tampak terheran-heran.
"Gak! Pasti kamu bukan manusia kan? Karena tak mungkin ada manusia yang bisa menyerupai wajah sang ratu semesta, sekarang jawab jujur pertanyaan ku siapa kamu!" ujar Dimas membentak Wilona dan meminta gadis itu untuk jujur kepadanya.
__ADS_1
Sontak Wilona meraih selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah separuh terbuka, ia menatap Dimas dengan mata berkaca-kaca.
"Ya aku emang bukan manusia biasa Dimas, tapi aku juga yakin kalau kamu sama seperti aku bukan penduduk asli bumi ini! Aku baru akan jujur sama kamu siapa aku, setelah kamu menampakkan wujud asli kamu disini!" ujar Wilona.
"Oke," ucap Dimas singkat sambil mengangguk, ia memejamkan mata lalu merubah dirinya menjadi sang pangeran langit dengan mahkota emas di kepalanya sebagai tanda kekuasaan dirinya atas seluruh wilayah langit bumi.
Sontak Wilona syok terkejut melihatnya, ia reflek menutup mulut karena tak menyangka selama ini pria yang menidurinya adalah seorang pangeran dari langit.
"Jadi kamu pangeran baru itu? Yang diangkat secara tidak sah oleh sang ratu, kenapa kamu masih memiliki sikap mesum seperti manusia?" tanya Wilona.
"Aku memang manusia biasa Wilo, aku bukan siapa-siapa sebelum ratu mengangkat ku sebagai penghuni langit untuk bisa menjaga para bidadari dari gangguan makhluk jahat seperti penyihir hitam itu..." jelas Dimas.
Wilona memalingkan wajahnya menitikkan air mata, ia telah salah menjebak orang selama ini karena mengira Dimas adalah utusan makhluk jahat yang ingin menghancurkan bumi.
"Maafkan aku Dimas, seharusnya aku tidak mempengaruhi kamu untuk mendekati aku dan bahkan sampai menyetubuhi aku! Itu semua aku lakukan untuk menjebak kamu dan bisa mengusir kamu dari bumi ini, karena aku ditugaskan menjaga bumi dari para makhluk jahat yang ingin menguasainya..." ucap Wilona.
"Maksudnya? Kamu ini siapa??" tanya Dimas masih terheran-heran mendengar perkataan Wilona seolah-olah gadis itu memang baik.
Wilona merunduk lalu dengan sekejap gadis itu menghilang dari hadapan Dimas, tentu saja pria itu terkejut hebat mencari-cari keberadaan Wilona ke sekeliling kamar itu tapi tak berhasil menemukannya.
Tiba-tiba saja angin berhembus kencang sampai membuka jendela kamar itu, terlihat kamar yang semula rapih menjadi sangat berantakan akibat angin kencang itu.
Dimas melihat ada cahaya yang menyilaukan sekali matanya dari arah luar jendela, ia berusaha melindungi matanya dengan tangan agar tak terkena cahaya tersebut.
"Inilah wujud asliku Dimas...." ucap sosok wanita berpakaian serba emas dengan wajah seperti sang ratu dan terdapat bunga-bunga melingkar di lehernya serta mahkota yang terbuat dari emas menambah aksesoris wanita itu.
Dimas hanya terdiam membelalakkan matanya terkejut melihat wujud asli Wilona, ia belum tau siapa identitas sebenarnya gadis itu karena memang Wilona belum berbicara banyak.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1