Broken Angel

Broken Angel
Part 78


__ADS_3

Saat Rey di Landa kecewa dan malu pada marga.Lain hal dengan marga,dalam hatinya dia bersorak senang karena berhasil membuat rey tersipu malu karena ulahnya sendiri.


'Suruh siapa ngomong nya kenceng '.Gumam marga membatin.


Senang sekali dia membuat Rey tersipu malu di tengah rasa kecewa dan frustasi nya.Dia sengaja membiarkan Rey tenggelam dalam rasa sesal dan kecewanya yang di buat oleh dirinya sendiri dan bukan karena orang lain.


Tak di pungkiri oleh marga,dia juga merasa kecewa.Kecewa terhadap sahabat nya yang bertugas dengan sesuka hatinya tanpa memikirkan orang lain bahkan untuk mendengar sebuah fakta yang belum sempat dia ungkapkan saja rasanya enggan bagi rey.


Sebenarnya marga sudah mengetahui keberadaan Allena, bahkan hanya dengan suara saja dia dapat mengenali seseorang.


Yah,pengamen cantik bersuara merdu nan ramah.Pengamen yang bernyanyi bersama dengan bocah perempuan itu tak lain dan tak bukan adalah allena Aidira, seseorang yang selama ini di cari nya.


Marga,tentu dia dapat mengenali seseorang hanya dengan suaranya saja karena memang dia sebagai detektif di tuntut untuk bisa memecahkan masalah meski itu merupakan orang misterius.

__ADS_1


'Sorry,Rey bukannya gue tega sama loe.Tapi,loe juga harus bisa berusaha dan berjuang jangan hanya mengandalkan tenaga orang lain saja'.Marga membatin lagi.


Saat Rey,hanyut dalam rasa kecewa dan malu akibat ulahnya sendiri.Berbeda dengan Allena,dia yang memutuskan untuk pergi dari rumah mewah nan megah milik mamah Axel, meninggalkan segala fasilitas dan kemewahan yang ada.Mau tak mau dia harus berjuang melawan kerasnya dunia.


Yah,Allena hari ini kembali mengamen dengan seorang diri tanpa di temani oleh bocah perempuan nya maupun oleh bocah laki-laki.Dis benar-benar sendiri,mencari sesuap nasi tanpa di temani.


Sengaja memang Allena mengamen sendiri.Selain ingin punya waktu sendiri,dia juga bisa bebas mengonsumsi barang-barang yang selama ini dia tahan karena ada dua bocah cilik yang seperti sedang mengawasi tingkah lakunya.


Yah,Allena tengah duduk selonjoran di atas gundukan tembok yang sudah retak dan jatuh ke pinggiran laut.


Kakinya di sapu oleh air laut yang menyejukkan nan membawa ketenangan untuknya, matanya di manjakan oleh pemandangan air laut yang bersih nan jernih,di pojok sana ada segerombolan orang-orang yang tengah memancing.


Hati Allena sedikit tentram,karena Indra penglihatan nya di suguhkan oleh sebuah pemandangan yang amat memukau dan menjernihkan pikiran nya.

__ADS_1


Tapi,sedetik kemudian pikiran nya kembali mengingat kejadian lima tahun yang lalu.Dimana keluarga nya masih utuh dan belum tercerai berai seperti sekarang,ada kebahagiaan dan juga keceriaan.


Lima tahun yang lalu,Allena dan keluarganya pernah pergi bertamasya menggunakan kapal pinisi,menelisik setiap keindahan lautan dengan menggunakan kapal, sesekali ayahnya menggunakan jetski untuk menambah suasana kesenangan bertamasya nya.


Di ujung sana ada pulau seribu,yang menyajikan panorama alam yang sangat mengagumkan dan tak terlupakan untuk di kenang.


Tapi,lagi itu adalah kenangan terindah dan terakhir bagi keluarga Allena sebelum benar-benar hancur di hancurkan oleh orang terdekatnya.


Allena bangkit berdiri,dia menghadap pada hamparan air laut sebelum akhirnya dia menatap lurus pada hamparan lautan yang di sinyalir disana merupakan letak dari pulau seribu.


"Argggg".Allena berteriak kencang pada udara kosong,pada hamparan air laut yang jernih,pada kapal-kapal yang melintas dan pada ikan-ikan kecil yang berenang dengan bergerombol.


"Kenapa hidup gue, selalu sial dan sial".Teriak Allena,begitu kencangnya.

__ADS_1


__ADS_2