
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 120
...•...
"Heh, gue tau lu pasti lagi nyari lukisan nyai selendang hijau yang hilang itu kan? Gue bisa bantu lu temuin lukisan itu, dengan satu syarat!" ucap sosok tersebut.
"Ah yang bener? Apa syaratnya??" tanya Lucas.
"Jadi pacar gue!"
Lucas teramat sangat syok mendengarnya, matanya membelalak lebar dengan mulut yang menganga.
"Gila kali lu, yakali gue pacaran sama banci! Kalo ngasih syarat tuh yang bener, jangan ngawur!" ujar Lucas langsung emosi mendengar syarat dari sosok tersebut yang sangat aneh di telinganya.
Sosok itu malah tertawa terbahak-bahak mengangkat tangannya ke atas sembari menatap langit-langit sekolah, Lucas pun dibuat heran sambil menggaruk-garuk kepalanya melihat tingkah sosok yang tidak jelas asal-usulnya itu.
"Heh, banci tanah Abang! Kenapa lu ketawa, emangnya apaan yang lucu?" bentak Lucas.
"Kurang ajar lu ngatain gue banci tanah Abang, gue ini lebih berkelas dari itu!" ujar sosok itu.
"Banci apaan dong?" tanya Lucas.
"Banci Thailand!"
Kini giliran Lucas yang tertawa sembari menutup mulutnya, bukan hanya suara sosok itu yang terdengar lucu tapi juga gayanya yang memang benar-benar mirip banci.
"Halah, udah gausah bahas banci banci! Sekarang lu mau gue bantu apa kagak nih? Ini mumpung gue lagi baik jadi mau bantu orang kayak lu, berhubung lu ganteng juga sih jadi gue tergoda..." ujar sosok itu.
"Dasar gila! Ogah gue dibantu sama banci kayak lu apalagi syaratnya suruh pacaran sama lu, mending gue cari sendiri aja tuh lukisan!" ujar Lucas menolak mentah-mentah tawaran sosok itu.
"Heh mulut udang!" bentak sosok itu membuat Lucas terkejut dan reflek memegangi mulutnya.
"Beli kuaci dimakan sama si Aci, makannya ditemenin nasi ketan! Gue banci bukan sembarang banci, gini-gini gue punya kekuatan!" sambung sosok itu melontarkan pantun pada Lucas.
"Yaelah emang lu siapa sih sebenarnya? Kenapa lu bisa muncul tiba-tiba disini??" tanya Lucas heran.
"Hadeh cyin, masih aja nanya! Masa lu gak tahu juga kalo gue ini Dorta alias si penjaga setia nyai selendang hijau, itu kenapa gue bisa bantu lu buat temuin lukisannya dan selamatin satu sekolah!" jawab sosok bernama Dorta itu.
__ADS_1
"Jadi lu pengawalnya nyai selendang hijau? Yaudah kalo gitu sekarang lu kasih tau gue, dimana lukisan itu berada! Gue gak mau kalau semua murid disini sampai kesurupan karenakan..." ujar Lucas.
"Gampang aja, asalkan nantinya lu juga mau bantu gue buat bebasin arwah nyai selendang hijau dari tubuh wanita jahat!" ucap Dorta kini berubah suaranya menjadi tegas.
"Wih suara lu lebih keren yang sekarang, udah mending ngomongnya begini aja terus! Oh ya omong-omong maksud lu apa sih? Wanita jahat siapa, emangnya nyai selendang hijau itu kenapa?" ujar Lucas bertanya-tanya keheranan.
"Ah capek gue jelasinnya ke lu! Udah intinya lu mau apa kagak bantu gue?" ujar Dorta.
"Ya ya gue mau... yaudah sekarang kasih tau gue dimana lukisannya itu!" ucap Lucas.
"Oke, lu ikut gue sekarang!" ujar Dorta mendekati Lucas lalu menepuk pundak pria itu.
Dengan sekejap mereka menghilang dari sana.
...•••...
Sementara itu, di luar kondisinya masih sangat mencekam karena nyai selendang hijau yang sekarang ini dikuasai oleh Wilona terus menyerang orang-orang yang berada disana. Hampir semuanya sudah terkena pengaruhnya dan kesurupan seperti yang lain, kali ini bukan hanya wanita melainkan pria juga kena kekuatan darinya.
"Hahaha... ahahaha...."
Nyai selendang hijau semakin puas tertawa, ia masih terus menunggu Sahira serta Nur menunjukkan jati dirinya disana dan menggunakan kekuatannya sehingga ia bisa mencuri mustika merah dari tubuh Sahira dan memberikannya pada Dimas.
Tak hanya nyai selendang hijau yang ada disana, Edrea yang kini dibawa pengaruhnya juga muncul dan dari matanya terpancar kejahatan. Bola matanya berubah hijau terus menatap tajam ke arah Sahira, tentu ia ditugaskan juga untuk menghajar Sahira serta Nur disana. Itulah sebabnya Wilona memberi Edrea kekuatan, agar bisa melawan mereka.
Nur serta Kania dan teman-temannya hanya berdiri diam disana melihat Sahira melangkah maju, Nur merasa khawatir kalau Sahira akan terpancing dan mengeluarkan kekuatannya.
"Jangan sakiti mereka lagi! Kau kembalilah ke alam mu dan jangan pernah usik sekolah ini!" teriak Sahira kembali sambil menunjuk ke arah nyai selendang hijau. "Lepaskan Edrea! Jangan libatkan dia dalam kejahatan mu yang tak beralasan ini!" sambungnya.
"Hahaha, kurang ajar kamu! Berani sekali kamu berteriak ke arahku, rasakan ini gadis bodoh! Ayo gadisku serang dia!" ucap nyai selendang hijau memerintahkan Edrea menyerang Sahira.
Sontak Edrea langsung maju, matanya mulai mengeluarkan cahaya hijau yang lama-kelamaan berubah menjadi laser pembunuh. Dengan cepat laser itu mengarah ke Sahira dan membuat bidadari itu terpental karena tak sempat menghindar, Nur dan yang lainnya pun menghampiri Sahira untuk membantunya berdiri.
"Sahira!" teriak Nur lalu berlari bersama teman-temannya mendekati Sahira.
"Hahaha, hahaha..." tawa nyai selendang hijau melihat Sahira tergeletak di jalan.
"Bagus, bagus gadisku! Ayo cepat serang mereka juga dan habisi mereka!" teriak nyai selendang hijau menunjuk ke arah Nur dan teman-temannya.
Edrea menatap Wilona lalu kini mengarahkan pandangannya ke arah Nur serta yang lainnya, ia berkonsentrasi untuk mengeluarkan kekuatannya.
"Nur, cepat kalian pergi!" teriak Sahira memperingati teman-temannya itu.
"Hah?" ujar Nur heran.
"Edrea mau serang kalian lagi!" ucap Sahira.
__ADS_1
Sontak Nur dan yang lainnya menoleh ke arah Edrea, memang benar gadis itu hendak menyerang mereka.
"Gawat, cepat kalian pergi!" ucap Nur memerintahkan Kania dan yang lainnya pergi.
"Tapi-"
"Cepat pergi!" potong Nur.
Sontak Kania bersama Diandra dan yang lainnya pergi meninggalkan Nur & Sahira disana, mereka bersembunyi di balik tembok sekolah.
Slaasshhh...
Serangan laser hijau dari mata Edrea itu tepat mengenai punggung Nur, dengan sekejap Nur pun tergeletak pingsan di samping Sahira.
"Nuuurrr...." teriak Sahira histeris.
...•••...
Disisi lain, Jack mencari-cari sahabatnya yakni Aldi karena belum kunjung datang juga di tempat mereka janjian akan ketemu kembali. Ia pun bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal karena tak tahu harus apa sekarang.
Tak lama kemudian, Valen datang menghampirinya lalu menepuk pundak Jack dari belakang. Jack sempat terkejut lalu menoleh ke belakangnya untuk mengecek siapa yang menepuknya itu.
"Loh, bang Valen?" ujar Jack kaget.
"Iya, gimana siswi yang kesurupan itu?" tanya Valen.
"Mereka masih ditangani guru agama, sebentar lagi juga ustadz bakal datang karena gue udah panggil!" jawab Jack menjelaskan pada Valen.
"Baguslah, tapi gue rasa ustadz juga belum tentu mampu mengalahkan penjahat ini! Gue ngerasain ada kekuatan besar di sekeliling sekolah ini, mungkin itu berasal dari sosok yang bikin semua siswi disini kesurupan!" ucap Valen.
"Apa? Duh terus gimana dong, bang?" tanya Jack.
"Ikut gue! Kayaknya gue tahu darimana kekuatan ini berasal, dari belakang sana!" ucap Valen.
"Oke,"
Mereka pun langsung berlari menuju belakang sekolah, tampak Valen memang bisa merasakan kekuatan jahat di sekitar sana yang cukup besar.
Sesampainya disana, mereka celingak-celinguk mencari darimana sumber kekuatan itu. Jack yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti saja apa yang dilakukan Valen, pandangannya sekarang tertuju pada seseorang yang tergeletak di depan sana.
"Bang, itu ada orang!" ujar Jack menunjuk ke arah orang tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1