
Allena buru-buru sekali dia berganti pakaian di toilet umum,bau apek dan kotor sangat menganggu penglihatan nya,Allena yang terbiasa hidup mewah dan pakaian yang bersih tentu merasakan ketidaknyamanan nya.
Tapi,Allena harus menyesuaikan diri dengan keadaan.Dia bukan lagi anak orang kaya yang bisa berganti-ganti pakaian dengan pakaian bagus dan limited edition.Dia sudah persis seperti gelandang,tak punya tempat tinggal,harta pun tak punya.Hanya baju sederhana nan lusuh yang dia bawa di dalam tas gendong nya.
Bukan sebuah firasat atau sebuah kebetulan,tapi memang dia sengaja membawa pakaian lamanya.Tak Sudi rasanya,dia membawa pakaian yang di beli dengan uang mamahnya.
Allena yang terbiasa berpenampilan nyentrik dan serba mewah, sekarang bertransformasi menjadi cewek tomboi dengan rambut di ikat di sertai dengan topi yang melindungi kepala dari sengatan sinar matahari,baju kaos oblong dengan lengan pendek dan celana panjang.
Inilah Allena Aidira,dia dengan terpaksa harus berbaur, mengikuti keadaan nya yang sekarang bukan lagi allena yang dulu bertabur kemewahan.
"Wow".Dua anak kecil itu,melongo demi melihat penampilan Allena yang tomboi bak preman pasar.
"Kenapa dek?".Tanya allena, basa-basi.
"Kakan cantik".Jawab anak perempuan,polos.
__ADS_1
Allena mengelus kepala bocah perempuan itu."Semua perempuan juga cantik,kalau tampan itu namanya laki-laki".Sahut Allena, berkelekar.
Rian,sang kakak tertawa terbahak-bahak demi melihat adiknya yang cemberut tatkala Allena bergurau.
"Bercanda sayang".Ucap Allena lembut.
Ternyata tidak hanya penampilan Allena yang berubah tapi sikapnya juga berubah.Dia bak seorang kakak yang menjaga adik kecilnya, memberikan cinta dan kasih sayang kepada dua bocah kurang beruntung ini.
Tanpa,Allena ketahui.Reynaldi Kenzo Pratama,guru yang bahkan Allena sendiri telah mentasbihkan diri membenci gurunya itu ternyata memang benar,Kenzo nya,pria nya yang telah memberikan earphone kepadanya.
Pagi sekali Rey mendatangi kediaman Axel Maureen dengan maksud untuk mengungkapkan jati dirinya.Alkena Aidira,gadis kecilnya yang tanpa sengaja di temukan oleh nya tengah menangis.
Tak hanya Rey saja yang merasa kecewa sekaligus merasa sedih atas kehilangan jejak Allena,tapi bi suri juga merasakan hal yang sama kendati Allena sering memerintah dan memberikan hukuman yang tak wajar padanya.
Tapi,bi Surti adalah orang yang sudah mendidik dan mengajarkan Allena sejak Allena berusia dua tahun.Tenru,dia tau keadaan allena yang sejak kecil haus akan kasih sayang.
__ADS_1
Allena kecil sering mendengar pertengkaran orang tuanya,tapi bi Surti hanya lah seorang pembantu.Tidak ada kepentingannya untuk mengurus hidup majikannya hanya berupa kata-kata lembut yang dia berikan untuk allena.
Suka,duka, kesedihan,kecewa dan amarah Allena dapat bi Surti rasakan dan dapat dia saksikan dengan kedua matanya.
Rey,tengah duduk di ruang tamu dengan bi Surti yang terus-menerus bercerita tentang masa kecil Allena, masa-masa sulit yang di lalui oleh keluarga majikannya dengan mengorbankan seorang anak yang bernama Allena Aidira.
Sambil bercerita,bi Surti Tak henti-hentinya meneteskan air mata.Membayangkan tentang penderitaan Allena, kebahagiaan nya terengut paksa oleh keegoisan orang tuanya sendiri.
Rey,yang mendengarkannya saja ikut meneteskan air mata.Dia memang tidak mengetahui seluruh cerita hidup Allena,tapi dia juga ikut merasakan kesedihan.Apalagi, dia pernah melihat Allena kecil yang tengah menangis di pojokan pohon,amat memilukan.
"Ternyata hidup mu lebih keras dari ku,Allena".Gumam rey.
Menyesal,ada perasaan menyesal di hati rey karena dia begitu terlambat mengetahui asal-usul Allena,dia juga tak memberikan pembelaan saat Allena harus di keluarkan dari sekolah padahal Allena sebentar lagi akan menghadapi simulasi ujian nasional.
Rey,yang kala itu kecewa pada Allena.Tentu, tanpa pikir panjang,dia juga ikut andil dalam keputusan sekolah untuk mengeluarkannya.
__ADS_1
"Allena,dimana kau?".Tanya Rey,memegang dadanya.Membayangkan kehidupan Allena di luar sana.