
Allena yang tengah merasa kelaparan karena dia belum sempat mengisi perutnya dengan asupan nutrisi karena rey lagi-lagi melakukan pemaksaan pada segala aktivitas nya yang seharusnya rey tidak berhak ikut campur, tapi Allena tak kuasa menolak karena dia sedang berada di kota orang tanpa ada yang dia kenal dan tanpa ada yang untuk kembali pulang.
Allena yang lapar,dia begitu tertarik pada makanan yang di letakkan dalam sangkar bambu berbentuk kotak.Isi dari sangkar bambu itu lah yang menarik perhatian Allena,apalagi sangkar bambu itu terdapat empat susun sangkar bambu.
Allena,berjalan menghampiri pedagang asongan itu yang tengah menawarkan barang jualan nya pada pengunjung lainnya dengan membawa strawberry yang sepertinya menjadi ciri khas dari wilayah Ciwidey.
"Ini apa?".Tanya allena, tanpa basa-basi bertanya.
"Mochi rasa kacang neng".Sahut pedagang itu.Tak lupa menawarkan strawberry nya sebagai jualan pokoknya.
"Mochi?".
"Iya neng, makanan ini berasal dari pendatang yang berasal dari China".Jelas si pedagang asongan.
"Oh".Allena beroh ria.Antara bingung ingin membelinya atau tidak.
Rasanya allena ingin membelinya karena tuntutan perutnya yang terasa perih,tapi dia tidak punya uang apalagi rey sudah berjalan jauh mendahului nya.
Allena,masih diam mematung sesekali air liurnya menetes tatkala makanan yang ada dalam sangkar bambu itu seperti memanggil namanya.
"Makan aku".
__ADS_1
"Ambil aku".
"Kenyang kan perut mu, abaikan isi dompet mu".
Diantara perut kosong dan pikirannya pun kosong.Sayup-sayup dia seperti mendengar suara teriakan makanan dalam sangkar bambu itu memanggil namanya.
"Neng".Panggil pedagang asongan itu yang seperti mengerti apa yang ada dalam pikiran dari si gadis cantik berambut coklat.
"Yah".Sahut allena,terperanjat kaget.Di paksa bangun dari kenyataan.
"Neng kalau mau ambil aja.Gak papa saya ikhlas kok".Kata si pedagang, menyodorkan satu pack penuh berisi empat susun sangkar bambu pada allena.
Si pedagang mengangguk kepala.Daritadi dia memperhatikan Allena yang selalu memegangi perutnya dan sesekali meneteskan air liur seperti tengah kelaparan.
"Bule cantik yang malang".Gumam si pedagang.
Buru-buru Allena mengambil barang gratis yang di berikan secara sukarela oleh si pedagang baik hati yang merasa iba dan prihatin akan kondisi perutnya.
Allena,mencari tempat untuk dia bisa memakan makanan yang berhasil membuatnya penasaran akan cita rasa dan juga bentuknya.
"Ternyata mochi ini bentuknya bulat yah".Gumam Allena,sembari menikmati makanan ciri khas dari negeri tirai bambu.
__ADS_1
Di saat Allena tengah menyantap makanan gratis nan lezat itulah.Rey meneriakkan namanya.
"Allena". Begitu teriak Rey,sembari berjalan menghampiri Allena.Sedang yang di cari dan di teriakkan namanya tak menoleh sedikitpun.
Rasa frustasi dan lelah mencari gadis kecilnya.Tapi, begitu dia menemukan nya sang gadis tengah duduk di bawah pohon dengan menikmati makanan yang dia sudah hapal betul itu apa.Tak pelak membuat Rey,kembali emosi terhadap tingkah laku Allena.
"Ternyata kau ada disini merpati putih yang bebas".Ucap Rey,menjewer telinga Allena.
"AW sakit,bodoh.Apa tak bisa memperlakukan wanita dengan cara yang baik-baik?".Gertak Allena,tak terima kegiatan makan nya terganggu oleh rey.
"Suruh siapa bikin gue emosi?".
"Suruh siapa ninggalin gue?".Allena,jelas dia tidak mau kalah begitu saja.Enak saja dia yang di salahkan sedang dia tidak menyadari kelakuannya.
Rey,ikut duduk di samping Allena.Dia memperhatikan Allena yang lagi-lagi asyik menyantap makanannya,sembari memeluk sangkar bambu itu dengan erat seperti takut di ambil oleh orang lain.
"Rakus sekali ".Ucap Rey, menggeleng-gelengkan kepala.Tanpa sadar, tangannya mengelus puncak kepala allena.
Allena yang tengah asyik makan pun sampai menoleh pada rey.Rey,tersenyum manis saat pandangannya bertemu dengan kornea mata Allena yang berwarna coklat senada dengan warna rambutnya.
Warna Kornea mata dan juga warna rambut yang di warisi oleh ayahnya.Allan McQuarrie, sekaligus yang membuatnya di benci bahkan menerima pengabaian dari ibunya.
__ADS_1