
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 85
...•...
Kania masih saja cemberut hingga saat ini, ia tak habis pikir tentunya kalau semuanya akan menjadi seperti ini padahal ia hanya menemani Aldi pergi malam itu dan tidak ada niatan juga untuk berpacaran dengan pria tersebut.
Namun, seseorang malah mengambil foto dirinya yang tengah makan berdua dengan Aldi dan menyebarkan gosip di sekolah kalau ia berpacaran dengan Aldi.
Kang Amin sang supir pun terheran-heran karena hari ini majikannya itu terus cemberut tak seperti biasanya yang selalu riang gembira.
"Eee punten non, ada apa ya sama non Kania? Kok daritadi kelihatannya sedih begitu? Lagi ada masalah apa gimana non??" tanya kang Amin sambil melirik ke kursi belakang melalui kaca spionnya.
"Gapapa kok kang, aku cuma agak pusing sedikit aja gara-gara ulangan tadi!" jawab Kania berbohong tentu ia tak mau mengatakan yang sebenarnya pada kang Amin.
"Ohh kalo gitu mah obatnya cuma satu non, pasti dijamin ampuh dan gak pusing lagi gara-gara mikirin hasil ulangan!" ujar kang Amin.
"Apa tuh kang?" tanya Kania penasaran.
"Nonton video aa lah non apalagi, kan udah pasti semua video aa teh bikin adem dan hati juga terasa nyaman lagi..." jawab kang Amin.
"Ya ampun kang, aku kira apaan eh taunya suruh nonton video... kalo itu mah aku juga tau kang kan emang video akang tuh maknyus!" ujar Kania kembali tertawa dibuatnya.
"Nah kan kalo ketawa gini jadi enak dipandang non daripada cemberut kayak tadi, jangan lupa nonton video aa ya non!" ujar kang Amin nyengir.
"Ahaha iya kang pasti kok, yaudah kang buruan dong bawa mobilnya aku pengen cepet-cepet sampe rumah nih soalnya capek banget!" ucap Kania meminta supirnya mempercepat laju mobilnya.
"Siap non!"
Kang Amin pun menambah kecepatan mobilnya agar bisa lebih cepat juga sampai di rumah Kania, sementara Kania kembali memainkan ponselnya menonton video kang Amin seperti saran supirnya barusan.
__ADS_1
Melihat majikannya tersenyum-senyum sendiri di belakang, kang Amin pun ikut tersenyum bahagia karena majikannya bisa senyum lagi.
Tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan mobil Kania dan mencegatnya, sontak kang Amin menginjak rem secara mendadak agar tak menabrak motor itu.
TIIINNN.... tak lupa juga kang Amin membunyikan klakson cukup lama agar motor itu bisa pergi dari sana.
"Waduh mau apa sih dia? Maaf non bukan maksud aa ngerem mendadak, tapi itu motornya tiba-tiba berhenti gitu aja!" ucap kang Amin.
"Iya kang aku tau kok," ucap Kania masih syok karena tiba-tiba mobilnya dicegat oleh seseorang dengan motor.
Ketika pemotor itu melepas helmnya, Kania langsung bisa mengenali orang tersebut karena wajahnya terpampang jelas.
"Aldi?"
Ya seperti yang disebutkan Kania, pemotor tersebut adalah Aldi teman sekolahnya yang juga digosipkan dekat dengannya.
Aldi turun dari motornya berjalan menghampiri mobil Kania, kang Amin yang penasaran membuka kaca mobilnya lalu berteriak ke arah Aldi cukup keras.
"Heh, mau cari mati kamu? Berhenti ngedadak kayak tahu bulat aja, awas cepet pinggirin itu motor kamu saya mau lewat!" ujar kang Amin.
Sontak Kania memutar bola matanya merasa malas harus meladeni Aldi disana, namun supaya bisa cepat pulang ia terpaksa turun dari mobil menemui pria itu.
"Kania, gue mau bicara sebentar sama lu!" ucap Aldi mendekati Kania yang sudah turun dari mobilnya.
"Bicara apalagi sih Aldi? Gue tuh mau pulang, lain kali aja ya kita bicaranya..." ucap Kania kemudian berbalik badan dan hendak masuk ke mobilnya lagi.
Tapi dengan cepat Aldi menahan tangan Kania agar tak pergi dari sana, ia mencengkeram lengan gadis itu lalu menariknya pelan.
"Please Kania, kasih kesempatan gue buat bicara sama lu! Gue tau lu marah karena gara-gara gue lu jadi dipermalukan begitu di sekolah, tapi tolonglah lu mau ya bicara sama gue sebentar aja!" ucap Aldi memaksa.
"Yaudah cepetan bicara! Gue gak punya banyak waktu buat ngeladenin lu lagi Aldi!" ucap Kania.
"Jangan disini, ikut gue!" ucap Aldi lalu menarik tangan Kania ke motornya, gadis itu terpaksa menuruti kemauan Aldi.
Mereka pun pergi berboncengan meninggalkan kang Amin sendirian disana yang masih terheran-heran kebingungan.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Dimas dipanggil oleh sang ratu untuk menemuinya ke nirwana... tentu saja Dimas merasa tegang karena tau dirinya telah melakukan kesalahan dengan menyalah gunakan kekuatannya untuk mendapatkan keperawanan seorang wanita.
Dimas masuk ke dalam nirwana ditemani Nawal disampingnya, terlihat sang ratu sudah menunggu disana lalu menyambut Dimas dengan senyuman yang mencurigakan.
"Selamat datang kembali Dimas, kelihatannya kamu senang sekali berada di bumi sampai jarang datang kemari lagi..." ucap ratu Keira.
"Iya ratu, kan saya harus menjaga Sahira dari kejahatan yang mengintai dirinya! Ya walau sampai sekarang saya juga masih belum bisa memastikan siapa penjahat itu ratu, tapi saya yakin secepatnya akan terungkap!" ucap Dimas.
"Bagaimana mungkin kamu bisa menemukan penjahat itu Dimas? Sedangkan kamu saja selalu berduaan dengan wanita lain disana, tentu saja sulit bagi kamu untuk menemukan penjahatnya Dimas..." ucap ratu Keira.
Sontak raut wajah Dimas berubah panik saat sang ratu mengatakan itu, ia sudah pasrah jika ratu Keira akan memberi hukuman padanya.
"Maaf ratu, tapi aku juga sedang melakukan penyelidikan mengenai wanita itu! Karena kan ratu sendiri yang bilang kalau tidak mungkin ada manusia yang bisa menyerupai ratu, maka dari itu saya hendak menyelidikinya bisa jadi dia lah pelakunya ratu..." ucap Dimas.
"Iya aku tau niat mu itu Dimas, tetapi belakangan ini kamu malah terlena dengan gadis itu bukan? Sudah berapa kali kamu berbuat yang tidak-tidak pada dia?? Apa itu juga bagian dari rencana kamu?" ucap Keira.
Nawal yang sedari awal tidak suka dengan Dimas pun tersenyum sinis saat melihat raut wajah pria itu bertambah panik, ia senang jika ratu akan menghukum Dimas.
"Dengar Dimas, sebagai seorang pangeran langit tindakan mu itu sungguh tidak terpuji dan sangat-sangat mencemarkan nama baik kerajaan langit! Seharusnya kamu tidak berbuat seperti itu apalagi kepada seorang manusia, apa kamu tidak memikirkan bagaimana nasib manusia itu setelahnya?" ucap ratu Keira bangkit dari singgasananya.
"Maaf ratu, aku tau perbuatan ku itu salah dan telah mencoreng nama baik kerajaan langit! Tapi entah kenapa saat berada di dekat Wilona, aku selalu terpancing untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh itu! Aku kesulitan mengontrol hawa n@fsu ku ratu, mungkin karena aku juga mengubah diriku sebagai manusia biasa saat di bumi ratu!" ucap Dimas.
"Apa saja yang sudah kamu temukan tentang gadis yang mirip denganku itu? Siapa dia dan darimana asal-usul gadis itu? Pastinya kamu sudah mengetahui keluarga dia bukan?" tanya ratu Keira.
"Tentu ratu, aku mengenal baik ibunya... tapi dari yang aku rasa sepertinya wajah Wilona itu tidak mirip sama sekali dengan ibunya, bisa jadi dia bukan ibu kandungnya!" ucap Dimas.
"Teruskan penyelidikan kamu Dimas, tapi jangan pernah lagi kamu berbuat hal buruk itu dengan alasan apapun! Atau aku tidak akan segan-segan untuk memberi hukuman pada kamu Dimas!" ucap ratu Keira.
"Baik ratu!" ucap Dimas menunduk.
Dimas pun keluar dari sana dengan perasaan kesal bercampur marah karena sang ratu mengetahui tindakannya selama ini.
"Kurang ajar memang, kayaknya gue harus gunain kekuatan gue supaya ratu gak bisa tau aktivitas gue di bumi...." gumam Dimas.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1