
Bukan tanpa alasan marga mengharapkan rey agar dia bisa menemukan allena, apapun dan bagaimanapun keadaannya karena memang itu berkaitan erat dengan janji rey terhadap gadis kecilnya,tak hanya itu dia juga berharap allena bisa merubah perasaan nya terhadap dirinya.
Akan sangat tidak lucu,jika Allena menaruh hati padanya hanya karena sebuah pelukan hangat yang baginya itu untuk membuat Allena tenang dan nyaman bukan dalam artian yang berbeda.
Tidak dapat marga pungkiri,bahwa memang benar Allena mencintai nya seperti teriakan nya yang mengungkapkan seluruh isi hatinya.
"Rey, semoga kau memang bisa menepati janji mu".Harap marga,sembari menutup matanya.Berdo'a dalam hati akan sebuah keajaiban.
....
Rey dengan kecepatan tinggi langsung melesat pergi membelah jalanan ibu kota dengan perasaan gamang.Ada rasa khawatir,bangga dan juga.Entah lah rey sendiri tidak bisa mengekspresikan.
Di kejar waktu, itulah yang ada dalam pikiran rey.Telat satu menit saja mungkin akan berbeda cerita.
Di jalan Daan Mogot itulah lokasi Allena mengamen dengan si saksikan puluhan orang-orang berkerumun demi mendengar suara merdunya dan juga rasa penasaran mereka terhadap wajah cantik Allena.
di sanalah rey menepikan mobil BMW nya, tempat dimana tanpa malu dan tanpa risih Allena mengamen yang mungkin dia lakukan untuk bisa menyambung hidupnya.
Benar, perkiraan rey benar.Sangay kebetulan saat rey tiba,Allena tengah mengumpulkan uang dari penonton.
__ADS_1
"Kesempatan bagus".Senyum licik terbit di bibir rey kala allena semakin maju, mendekat kearah nya.
Dengan sabar pula Allena mengumpulkan uang demi uang dari penonton yang mendengar suaranya dengan sukarela, tanpa paksaan atau bahkan pemerasan.
"Terimakasih".Ucap Allena, setelah dia mendapatkan uang yang mungkin tak seberapa tapi sangat berarti untuk Allena.
Tibalah,Allena meminta keikhlasan dari seorang Reynaldi Kenzo Pratama untuk memberikan sepersen dua persen uang nya.
"Hallo".Sapa Rey,saat allena menyodorkan plastik bekas permen.
Allena mendongakkan kepalanya yang tadinya tertunduk demi melihat orang yang telah menyapanya seperti orang yang sudah kenal betul dengan dirinya.
Pandangan Allena dan rey bertemu saat ekor mata Allena menangkap dengan jelas sosok laki-laki yang menyapa nya.
Orang yang selama ini dia hindari selain mamah nya kini sedang berdiri berhadapan dengan dirinya.Senyum mengembang terlukis jelas di bibir rey.Yang entah itu senyuman apa,Allena sendiri tak mampu menjabarkan nya.
"Ngapain loe kesini?". Bahkan Allena tak mau beramah tamah dengan sosok yang di hindari nya.
Dia mundur dua langkah,menjaga jarak dari pria yang telah menyebabkan masa depannya hancur.Dialah yang menjadi penyebab dia di keluarkan dari sekolah dan membuat nya tak lagi mendapatkan masa depannya dan hak nya.
__ADS_1
"Menjemput mu".Senyum sinis jelas tergambar di dalam wajah rey.
Allena yang tak siap dengan pertemuan tak sengaja ini, apalagi setelah mendengar ucapan rey yang ingin menjemputnya.Tanpa pikir panjang,allena berlari meninggalkan kerumunan orang-orang yang menatap nya penuh dengan tanya.
"Allena".Teriak rey,begitu lantangnya saat Allena pergi menjauh darinya.
Dia juga ikut berlari,takut betul akan kehilangan jejak Allena yang sudah dia cari sampai dia merasa frustasi.
Kesempatan itu telah datang padanya,tak mungkin dia menyia-nyiakan kesempatan yang ada.Dengan sekuat tenaga dia berlari,mengejar gadis kecilnya yang ternyata pintar dalam hal melarikan diri.
"Lari sebisa dan semampu kamu, allena".Ucap rey."Akan ku pastikan kau ku dapatkan".Ucap rey lagi diantara napasnya yang tersengal akibat kelelahan berlari.
Semakin kencang laju lari allena, seperti buronan polisi saja dia.Seperti maling yang ketahuan pemilik rumah nya, seperti itulah gambaran Allena saat ini.
Tak memperdulikan rasa letih nya dan kakinya yang tiba-tiba merasa kram, Allena terus berlari.Mrmaksa kakinya untuk bekerjasama demi menghindari seseorang yang tak ingin dia temui.
Tapi bahkan di langkah selanjutnya, kakinya tak kuat lagi untuk berlari.Kaki Allena mengalami kram akibat terlalu di paksakan.
Laju larinya kini semakin mengendur,tak lagi sekencang tadi.Tapi, sekuat tenaga Allena paksakan dan akhirnya dia harus terhenti.
__ADS_1
"Kena kau".Suara pria di belakangnya sambil memegangi kedua tangannya,mengejutkan allena.
"Rey".