
Sudah satu bulan ini semenjak Allena memutuskan untuk angkat kaki dari kedua mewah nan megah Axel Maureen.Pergi dari rumah yang memberikan trauma baginya,luka hati yang setiap hari dia rasakan.Penhara hidup yang di sulap menjadi istana megah nan mewah.Menipu orang yang melihatnya,di luar terlihat megah tapi di dalam hanya memberikan rasa sakit.Di luar terlihat megah,di dalam hanya luka fisik yang di dapat.
Semua itu dapat Allena saksikan,dapat dia rasakan dan berakibat pada kesehatan mentalnya dan masa depan suram.
Mamah Axel,dia menjadi wanita yang gila kerja semenjak berpisah dengan suaminya.Ayahnya,jelas tidak pernah menemuinya, hanya sekali itu saja.Itu pun dengan cara tak sengaja.Andre,apalagi dia.Dia sudah menghilang dari kehidupan Allena,bak di telan bumi.Rey,dia jelas bukan siapa-siapa nya Allena,kenapa juga harus di harapkan?,toh yang dekat dengan dia saja bisa meninggalkan nya apalagi orang lain.
Allena, terpaksa harus banting stir.Semula dia bisa menikmati harta orang tua tanpa pikir panjang.Sekarang dia harus berjuang dari hidupnya yang keras.Berjuang demi mendapatkan selembar uang,atau koin untuknya bertahan hidup dengan cara mengamen dari angkot satu ke angkot lainnya, terkadang Allena juga mendatangi tempat-tempat keramaian yang banyak pengunjungnya.
Semua itu Allena lakukan untuk bertahan hidup.Berada si jalanan dan berada di tengah-tengah kalangan bawah.Mengajarkan Allena untuk berjuang lebih keras lagi untuk membeli sesuap nasi.
Pada awalnya memang tidak mudah untuk allena yang terbiasa hidup mewah dan bertabur harta benda.Tapi,lagi hidup selalu di hadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit,di hadapkan pada kenyataan yang terkadang tidak pernah terduga oleh kita.
Allena memilih untuk mengamen saja,karena dia tidak mungkin memungut sampah.Itilu lebih menjijikkan bagi Allena, hanya dengan mengamen lah pilihan yang baik meski sama-sama bukan yang terbaik.
Malam Minggu ini,Allena pergi ke waduk Pluit.Dimana disana banyak muda-mudi yang nongkrong,ada juga angkringan yang menjajakan makanan dan minuman.
__ADS_1
Allena mengamen seorang diri saja, terkadang dia di temani oleh bocah perempuan untuk sekedar menemaninya saja.
Seperti saat ini,dia mengamen bersama dengan bocah perempuan.
"Kak,kita ngamen disana yuk?".Ajak bocah perempuan menunjuk angkringan bakso yang padat pembeli.
Allena mengangguk setuju,itu adalah kesempatan nya untuk mengumpulkan pundi-pundi uang.
Mereka berdua berjalan menuju angkringan bakso itu dengan bergandengan tangan.Allena amat menjaga bocah perempuan seperti adik perempuannya sendiri.
Tanpa izin pun,Allena tetap akan bernyanyi.Tak peduli di hargai atau tidak,yang terpenting baginya dia sudah berusaha.
*Andai kan kau tau
Rasa sayang ku
__ADS_1
Melebihi rasa sakit ini....
Mungkin kau takkan pernah menyangka
Mengapa ku tetap disini*
Suara Allena begitu merdu terdengar di telinga pengunjung.Lagu yang menyayat hati itu Allena nyanyikan sebagai bentuk penyampaian rasa sakitnya selama ini.
Bocah perempuan itu, menengadahkan plastik bekas permen pada pengunjung untuk di mintai uang.Baik logam maupun kertas.
"Terimakasih".Ucap Allena sopan.
Sepanjang perjalanan bocah perempuan itu tersenyum bahagia.Bagaimana tidak?, penghasilan mereka malam ini sangatlah banyak melebihi malam-malam sebelumnya.Sebab ada seorang pemuda yang memberikan uang 100 ribuan dalam 10 lembar juga.
"Alhamdulilah".Ucap si bocah perempuan, begitu bahagia nya.
__ADS_1