Broken Angel

Broken Angel
Episode 259 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...Helo....!!!...


...|||...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 4


...•...


...HAPPY READING...🎉🎉🎉...


...***...


KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG...


Bel istirahat akhirnya berbunyi dan seluruh murid kembali berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing lalu segera menyerbu kantin atau tempat-tempat lainnya di sekolah itu, mereka tampak bahagia walau sebelumnya juga sudah curi-curi kesempatan pergi ke kantin saat jam kosong.


Lucas, Alan & Jack menuruni tangga bersamaan tanpa kehadiran seorang Aldi yang belakangan ini memang cenderung pisah dari mereka karena ingin mendekati Kania yakni wanita incarannya yang akan ia jadikan kekasih agar bisa seperti Lucas & Alan yang sudah sama-sama memiliki pasangan.


Di tengah perjalanan menuju kantin, tanpa diduga mereka dicegat oleh seorang pria yang berdiri menghalangi jalan di lorong sekolah tersebut sembari menatap tajam ke arah Lucas dan mengepalkan kedua tangannya seperti orang yang tengah menahan emosi.


"Heh, lu ngapa ha?" bentak Jack.


Pria itu tak menjawab bahkan tidak menggubris sama sekali pertanyaan Jack, ia tetap fokus menatap wajah Lucas karena mungkin yang ia ingin urus hanyalah Lucas bukan Jack maupun Alan sehingga ia hanya fokus pada Lucas saja.


"Wah udah gila nih bocah, gua rasa otaknya sengklek sih!" ujar Jack.


"Iya bener, berani-beraninya dia melotot ke arah lu bro!" sahut Alan sembari menoleh ke arah Lucas.


Lucas hanya tersenyum tipis tidak mau memperdulikan tatapan mata pria disana karena menurutnya hanya buang-buang waktu saja, ia pun memilih melanjutkan langkahnya melewati pria itu untuk segera menuju kantin menikmati jajanan disana yang telah menjadi andalannya.


Akan tetapi, pria yang tak lain adalah Saputra alis si murid baru yang sebelumnya menggoda Sahira itu malah menghalangi Lucas kembali dan tak membiarkan Lucas melewatinya begitu saja bahkan ia juga terus menatap wajah Lucas tanpa berkedip dengan ekspresi wajah penuh amarah.


"Lu gak boleh pergi!" ucapnya.


Lucas yang daritadi mencoba sabar akhirnya mulai sedikit terpancing emosinya, satu tangannya kini sudah terkepal akibat kelakuan Saputra yang memang benar-benar membuat emosinya memuncak karena terus menatapnya tanpa alasan yang jelas.


"Mau lu apa sih, ha?" tanya Lucas tegas.


Saputra terkejut mendengar suara Lucas yang begitu lantang dan keras membuat matanya terpejam seketika, namun ia tetap saja kembali memasang wajah kesal dengan mata melotot ke arah Lucas dan kedua tangan yang masih terkepal.


"Lu salah karena udah cari gara-gara sama gue, ingat ya selamanya gue akan bikin hidup lu gak nyaman!" ancam Saputra.


"Maksud lu apa? Sejak kapan gue cari masalah sama lu? Yang ada lu yang terus-terusan caper sama gue, udah deh gausah bikin emosi gue naik!" ucap Lucas.


"Hahaha, tunggu aja saatnya... lu bakal tau siapa gua dan lu juga akan mendapat balasan atas perbuatan lu ke gue pagi tadi, gua gak terima lu permalukan gue di depan orang banyak!" ucap Saputra.


"Terserah apa kata lu aja, masih untung lu gak gua hajar sekarang karena gua kasihan dan gak mau mukul adik kelas gue!" ucap Lucas.


Lucas langsung mendorong tubuh Saputra hingga terjengkang ke samping lalu pergi begitu saja meninggalkan dia disana, tak hanya itu bahkan Alan serta Jack juga memberi tendangan keras ke arah tubuh Saputra secara bergantian lalu pergi menyusul Lucas yang sudah lebih dulu ke kantin.


Saputra tampak semakin emosi pada Lucas dan juga dua temannya itu, ia mengepalkan tangan dan tubuhnya mulai bergetar sembari menatap tajam ke arah ketiga pria yang tengah berjalan memunggunginya itu.


"Kita lihat aja, siapa yang akan bertahan sampai akhir!" gumamnya.


•


•

__ADS_1


Di perjalanan, Lucas dan dua sohibnya masih membahas kelakuan murid baru yang songong serta tidak ada rasa hormatnya sama sekali pada seniornya itu karena mereka bingung apa sebenarnya mau atau keinginan dari Saputra sampai menghalangi jalan mereka seperti tadi.


"Kas, gue heran deh sama adek kelas jaman sekarang! Kagak ada sopan-sopannya sama yang lebih tua, ya minimal hormat lah gitu! Lah ini malah nantangin kayak tadi, ngeselin banget tuh bocah!" ujar Alan tampak sangat emosi.


"Kalau bukan di tempat tadi, udah gue hajar tuh anak baru yang gak tahu malu! Untung aja dia cari masalahnya disitu, coba kalo di kantin paling langsung bonyok tuh sama gue!" ucap Lucas yang juga ikut emosi karena kelakuan Saputra.


Perbincangan mereka akhirnya terhenti lantaran muncul 3 sosok wanita penggoda yang sangat dibenci oleh Lucas dan kehadirannya selalu membuat dirinya sial, ya mereka tak lain adalah Edrea serta para keronconya.


"Hai, Lucas!" sapa Edrea sembari tersenyum menggoda Lucas dan mendekati pria itu.


"Mau apa lagi sih lu?" tanya Lucas.


"Ya ampun, kamu kenapa nanya begitu sih sayang? Aku kan cuma mau nyapa kamu, sekalian ajak kamu ke kantin bareng kita bertiga...." ucap Edrea.


Gadis itu bertindak semakin berani pada Lucas, bahkan Edrea sampai melingkarkan tangannya pada sela-sela lengan Lucas lalu mengelus tubuh pria itu secara lembut dan perlahan memberikan rangsangan pada tubuh pria di sampingnya.


Akan tetapi, Lucas sama sekali tidak terpengaruh ataupun tergoda dengan tindakan Edrea padanya, ia justru merasa jijik dan langsung menyingkirkan tangan Edrea dari tubuhnya lalu bergerak menjauhi wanita itu karena ia tak ingin ada salah paham.


"Heh, jangan pernah lu kayak gitu lagi sama gue! Denger ya Edrea, sekarang gue udah punya Sahira dan cuma dia yang gue cinta!" bentak Lucas.


Edrea sangat terpukul mendengar perkataan Lucas padanya, matanya seketika berkaca-kaca menatap wajah Lucas memelas berharap pria itu mau berbelas kasih padanya lalu membantunya berdiri dan memeluknya lagi seperti dulu.


"Lucas, kamu kok gitu sih sekarang sama aku? Emang kamu gak inget ya, dulu kita kayak gimana?" ucap Edrea dengan nada manis.


"Iya, parah lu Kas! Giliran dulu pas Sahira ninggalin lu aja, lu deketin Edrea eh sekarang malah lu lepeh Edrea begitu aja... jahat banget lu tau!" sahut Imeh.


"Heh, gausah ikut campur deh lu! Mending kalian semua pada pergi dan jauh-jauh dari hidup gue, jangan harap ya gue bakal berpaling dari Sahira! Oh ya satu lagi, semua yang lu bilang itu emang bener tapi yang lalu biarlah berlalu jangan diungkit-ungkit lagi!" ucap Lucas.


Setelah mengatakan itu, Lucas bersama kedua temannya pun pergi dari sana meninggalkan Edrea beserta Imeh & Sonya yang masih menganga tidak percaya dengan perkataan Lucas yang begitu nyelekit menyakitkan hati.


"Edrea, sabar ya!" ucap Imeh langsung menghampiri sahabatnya itu untuk menenangkannya.


"Iya, tapi lu gak boleh putus asa! Ayo terus kejar dan deketin Lucas, gue yakin lama-kelamaan Lucas pasti luluh terus berpaling ke lu...!!" sahut Sonya.


Edrea pun bangkit dibantu oleh kedua temannya itu, ia menatap Lucas yang kini sudah menjauh dengan tatapan tulus penuh arti karena ia memang benar-benar mencintai pria itu.


"Lucas, aku akan bikin kamu cinta lagi sama aku!" batin Edrea.


•


•


Sesampainya di kantin, Lucas pun menghampiri rombongan Sahira dan teman-temannya yang sudah lebih dulu berada disana mengisi tempat mereka sembari berbincang-bincang membicarakan orang lain alias ghibah.


Tampak disana ada Sahira, Nur, Diandra, Tiara, Tasya & Andini cukup lengkap hanya minus satu orang yakni Kania yang entah kemana saat ini karena dia tidak ada di meja tersebut bersama teman-temannya yang lain.


"Hai, sayang!" ucap Lucas tersenyum sembari merangkul kekasihnya dari belakang membuat Sahira cukup terkejut.


"Duh ya ampun, Lucas! Kamu ini ngagetin aku aja deh, kalo aku jantungan gimana?" ucap Sahira kesal sembari mengelus dadanya.


"Hahaha, maaf maaf sayang...!!" ucap Lucas.


Pria itu pun coba menggoda Sahira dengan mencubit gemas pipi gadisnya lalu menciumnya berkali-kali di hadapan para temannya, tentu saja Diandra dan yang lainnya tampak tidak senang karena Lucas malah bermesraan di depan mata mereka.


"Ehem, ehem... enak banget ya yang udah pacaran!" sindir Diandra.


"Iya tuh, pake cium-cium segala lagi!" sahut Tasya.


"Hahaha, ya iyalah! Makanya lu pada punya pacar dong, tuh si Jack nganggur mending gebet gih!" ucap Lucas tertawa kecil.


Jack yang namanya disebut oleh Lucas langsung merapihkan rambut serta mengedipkan mata ke arah Diandra serta Tasya berulang kali, sedangkan kedua gadis itu serentak membuang muka sembari menunjukkan ekspresi mual ingin muntah.


Tentu saja hal itu mengundang tawa bagi semua orang di meja tersebut, ya terkecuali Jack yang merasa patah hati setelah dicuekin oleh Diandra dan juga Tasya secara bersamaan.


"Sabar aja Jack, mungkin lain waktu mereka berdua bakal gantian tergila-gila sama lu!" ucap Lucas.

__ADS_1


"Iya bener, tunggu aja saatnya...!!" sahut Alan.


"Cakep, emang kalian doang dah yang paling ngertiin gue hahaha!" ujar Jack bersemangat kembali.


Alan pun menepuk-nepuk punggung sohibnya yakni Jack untuk menyemangati pria itu, lalu matanya kini tertuju pada sosok wanita yang tengah terdiam santai sembari memainkan sedotan di gelasnya dan sesekali menatap ke arahnya.


Ya Alan langsung tersenyum begitu gadisnya menoleh memandang wajahnya, ia pun bergerak mendekatinya agar tidak kalah dari Lucas yang sudah lebih dulu mendekati Sahira bahkan sampai merangkul dan menciumnya disana.


"Sayang, ketemu lagi nih kita..." ucap Alan tersenyum menggoda gadisnya, namun Nur malah membuang muka tetapi sambil senyum-senyum.


Ya kedua pasangan bucin itu akhirnya beraksi membuat para jomblo harus gigit jari menyaksikan momen tersebut secara langsung dan ekslusif, Jack juga tak mau kalah dan menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk mendekati Diandra.


"Hai, cantik amat sih!" ucap Jack.


"Hah? Idih, 2022 masih aja ngegombal pake kalimat begitu! Udah gak jaman keleus....!!!" cibir Diandra.


"Tau nih, yang gaul dikit dong yang lebih keren gitu!" sahut Tasya.


"Bukan kata-kata gombalnya yang perlu gue upgrade, tapi kayaknya tampang gue deh yang harus ditingkatkan! Soalnya mau gimanapun gombalan gue pasti bakal tetep salah dimata kalian, karena muka gue yang jelek ini..." ucap Jack mengsedih.


Seketika Diandra & Tasya saling pandang karena tak menyangka Jack akan baper, bahkan pria itu sampai pergi dengan lesu meninggalkan meja tersebut dan membuat Diandra serta Tasya makin merasa bersalah alias tidak enak pada Jack.


...•••...


Disisi lain, Aldi masih terus berusaha mendekati gadis incarannya yang sekarang juga sudah mulai mau menerimanya setelah kemarin sempat berselisih karena salah paham.


"Kania, makasih ya!" ucap Aldi seraya menggenggam tangan gadis di sampingnya itu.


"Makasih buat apa?" tanya Kania yang langsung menoleh sembari mengunyah makanan di mulutnya.


"Karena kamu udah mau kasih aku kesempatan lagi untuk buktiin cinta aku ke kamu, aku janji kali ini aku akan berusaha untuk bikin kamu percaya bahwa cintaku ini tulus dan gak main-main!" ucap Aldi.


"Ohh... iya sama-sama, asalkan kamu emang beneran tulus pasti aku juga bisa terima kamu kok!" ucap Kania tersenyum.


Melihat senyum di wajah Kania membuat perasaan Aldi menjadi tak karuan saat ini, ingin rasanya ia berteriak sekeras mungkin untuk meluapkan isi hatinya saat ini karena telah mendapat lampu hijau dari Kania untuk bisa mendapatkan hatinya.


"Aku janji, aku akan bikin kamu bahagia selamanya dan percaya kalau aku memang tulus sama kamu!" ucap Aldi tersenyum bahagia sembari mencium tangan Kania yang tengah digenggamnya.


Kania pun hanya diam tersenyum menyaksikan tingkah Aldi yang benar-benar kesenangan, walau jujur ia juga belum percaya 100% pada perkataan Aldi karena ia tahu Aldi adalah tipe lelaki yang suka bercanda dan memainkan hati perempuan.


"Maaf, tapi kayaknya kita jangan sering pegangan kayak gini deh..." ucap Kania langsung menarik tangannya dari genggaman Aldi.


"Oh, emangnya kenapa? Kamu gak suka ya kalau aku pegang tangan kamu, apa tangan aku ini kasar?" tanya Aldi penasaran.


"Gak gitu, aku cuma gak mau ada gosip lagi di sekolah ini tentang kita kayak waktu itu lagi! Aku malu banget loh Aldi, jadi perbincangan orang banyak bahkan sampai ke angkatan lain!" jawab Kania menjelaskan maksudnya.


"Ohh, iya aku ngerti kok! Untuk sekarang kita kan bukan siapa-siapa, nanti kalau aku udah berhasil curi hati kamu pasti aku akan genggam tangan kamu terus-menerus...!!" ucap Aldi.


"Eee... ya jangan juga dong, kalo gitu berarti kamu gak bakal lepasin aku! Terus nanti aku pulangnya gimana, masa iya aku harus ikutin kamu terus?" ujar Kania.


"Hahaha, iya bener! Setelah kita jadian dan kamu percaya sama aku, kamu harus ikut aku terus kemanapun itu!" ucap Aldi terkekeh.


"Ish, ya gak boleh lah! Kamu nikahin aku dulu kalo mau kayak gitu, kalo enggak nanti kamu bakal babak-belur dihajar kak Valen!" ucap Kania.


"Iya, kan aku cuma bercanda cantik!" ucap Aldi.


Mereka berdua saling tertawa dan memandang satu sama lain, keduanya amat sangat menikmati momen ini walau diantara mereka belum ada hubungan apa-apa karena Kania masih ingin menilai seberapa tulus cinta Aldi padanya.


Dari arah lain, tampak Cat mengintip kebersamaan Kania & Aldi lalu menitikkan air mata merasa sedih melihat lelaki yang dicintainya bahagia bersama wanita lain.


"Jujur aku sedih, Aldi...!!!" batin Cat.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2