Broken Angel

Broken Angel
Episode 314 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...~Pertemanan itu banyak versinya, ada yang benar-benar setia dan mau menjadi teman kita tanpa memandang apapun. Namun, ada juga yang hanya memanfaatkan kita dan akan pergi bila kita sudah tidak lagi seperti sekarang~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 59


...•...


...HAPPY READING...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Saat ini para bidadari tengah berada di ruangan medis bersama ratu Keira yang juga sedang pingsan setelah terkena serangan dari ratu Sofia tadi, mereka semua sangat berharap kesembuhan bagi ratu Keira karena kini hanya tinggal ratu Keira lah harapan bagi mereka untuk memiliki pemimpin di nirwana setelah kepergian Wilona beberapa saat lalu.


Sahira terlihat sangat sedih dan terus saja menangis sedari tadi di dalam rangkulan Nur yang ada di sebelahnya, Sahira memang merasa bersalah karena tidak dapat melindungi kedua ratunya dari serangan ratu Sofia tadi dan mengakibatkan ratu Wilona yang baru dilantik itu harus pergi secepat ini, lalu ratu Keira pun saat ini juga tengah dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan disana.


"Sahira, kamu jangan nangis terus! Sebaiknya sekarang kita coba lagi untuk mengobati ratu Keira, siapa tahu kali ini berhasil!" ucap Nur.


"Iya Sahira, kamu harus kuat! Karena hanya kamu disini yang paling kuat diantara kita, dan kamu juga memiliki mustika merah itu!" sahur Nawal.


Sahira pun terdiam sejenak setelah mendengar perkataan dari Nawal barusan, ia baru ingat kalau saat ini ia belum menggunakan mustika miliknya untuk mengobati sang ratu yang sedang pingsan. Sahira akhirnya mencoba untuk mengeluarkan mustika itu dari dalam tubuhnya, lalu mengobati ratu Keira disana dengan menggunakan mustika itu.


"Ini dia, aku akan mencoba untuk mengobati ratu Keira kembali dengan ini!" ucap Sahira tersenyum.


"Benar Sahira, semoga kali ini kamu berhasil!" ucap Nur ikut tersenyum.


Sahira dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi, kini melangkah maju mendekati tubuh ratu Keira yang masih tergeletak disana. Ia pun mengarahkan mustika merah itu ke atas tubuh sang ratu, lalu membaca mantra kesembuhan agar mustika nya dapat mengeluarkan kekuatan yang ia butuhkan yakni penyembuhan terhadap ratu Keira.


Pancaran sinar mulai muncul keluar dari dalam mustika tersebut, semua yang ada disana sampai takjub melihatnya karena sinar itu begitu indah dan juga mengagumkan. Sahira pun dengan perlahan menaburi seluruh tubuh ratu Keira dengan sinar dari mustika merah di tangannya, ia berharap ini bisa membantu kesembuhan sang ratu.


Setelah proses itu selesai, kini Sahira kembali meletakkan mustika merah itu ke dalam tubuhnya dan tinggal berharap kekuatan yang digunakannya tadi bekerja dengan baik. Sahira serta yang lain kini menunggu secara bersamaan respon dari tubuh ratu Keira terhadap kekuatan mustika itu, mereka berharap kalau sang ratu bisa segera sadar.


"Lihat itu, tubuh ratu mulai bergerak!" ucap Zahra menunjuk ke arah tubuh sang ratu.


Mereka semua pun menatap ke depan dan memang benar kalau ratu Keira kini sudah mulai bergerak, tubuhnya gemetar dan sedikit terangkat seperti menerima respon dari kekuatan mustika merah. Sahira berkaca-kaca menantikan kesadaran dari sang ratu saat ini, ia tak bisa membayangkan jika pengobatan kali ini gagal dan ratu Keira tidak terselamatkan seperti ratu Wilona tadi.


Tak lama kemudian, tubuh ratu Keira mengeluarkan semacam asap hitam melalui mulutnya lalu terjatuh kembali ke atas ranjang dengan posisi masih terlelap pingsan. Mereka semua tampak terkejut melihat itu dan tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, mereka hanya mampu terperangah lebar dan saling menatap satu sama lain untuk bertanya ada apa.


"Apa yang terjadi sebenarnya dengan tubuh ratu? Apa yang barusan keluar itu?" batin Sahira.


__ADS_1



Sementara itu, Lucas bersama Nuril hanya menunggu di depan sampai ada kabar tentang sang ratu dari para bidadari yang ada di dalam. Mereka juga berharap-harap cemas semoga ratu Keira tidak kenapa-napa dan bisa kembali sadar seperti biasanya, karena tentunya hanya ratu Keira yang dapat memimpin nirwana saat ini.


Lucas pun berkali-kali terus saja mondar-mandir di depan kamar sang ratu sambil menggigit jarinya karena rasa cemas yang ia rasakan, Lucas tak bisa bohong pada dirinya sendiri karena ia saat ini memang sangat cemas dan khawatir pada kondisi sang ratu yang memang masih belum bisa sadar hingga kini setelah bertarung dengan Sofia tadi.


Sementara Nuril yang berada di dekat Lucas hanya terdiam sembari memegang dagunya menyaksikan Lucas yang terus mondar-mandir tak karuan itu, sebenarnya ia memang cemas juga bahkan tak kalah cemas dengan yang dirasakan Lucas saat ini. Namun, Nuril lebih ingin bersikap tenang agar tidak ada yang ikutan panik jika melihatnya cemas.


Lucas kini menoleh ke arah rajanya dan penasaran mengapa Nuril terlihat diam saja, ia mengira jika Nuril tidak kasihan pada sang ratu atau bahkan mungkin senang melihat kondisi ratu yang seperti sekarang ini. "Yang mulia, kenapa engkau hanya diam saja dan terlihat tenang seperti itu? Padahal kau tau sendiri, sekarang ini ratu sedang dalam kondisi kritis dan sangat mengkhawatirkan! Apa kau tidak kasihan padanya, raja?" Lucas sampai mengucapkan itu kepada Nuril dengan santainya dan menatap heran ke wajah rajanya tersebut.


"Kamu salah, Lucas!" elak Nuril berkilah dari tuduhan Lucas yang asal terucap dan tidak ada kebenarannya itu. Nuril pun melangkah agak menjauh dari Lucas dengan kedua tangan terlipat di belakang tubuhnya, "Aku justru sangat panik, bahkan lebih daripada kamu!" sambungnya sembari menghentikan langkah dan menoleh sekilas ke arah Lucas.


"Lalu, kenapa engkau hanya diam saja?" tanya Lucas penasaran.


"Rasa cemas itu tidak perlu ditunjukkan dengan cara mondar-mandir seperti kamu, walaupun aku diam dan hanya berdiri disini, tapi aku merasakan panik yang amat sangat dan cemas kalau sampai terjadi sesuatu pada sang ratu. Untuk itu, aku berdiam diri dan terus mendoakan yang terbaik agar Keira bisa selamat!" jawab Nuril menjelaskan pada Lucas mengapa ia hanya diam sedari tadi.


Lucas pun dibuat tak berkutik dan hanya diam tanpa mampu berkata-kata lagi, ia kini kembali beralih menatap ruangan tempat ratu Keira berada dan berharap semoga ratu Keira bisa diselamatkan.


Tiba-tiba muncul bidadari Nawal dari dalam kamar tersebut dengan wajah cemasnya.


"Pangeran Lucas, raja Nuril." ucap Nawal dengan nafas ngos-ngosan karena rasa cemas dan panik yang ada dalam tubuhnya bercampur aduk.


"Ada apa, Nawal? Ceritalah dengan tenang agar kami dapat mengerti!" ucap Nuril meminta Nawal tenang.


Nawal mengambil nafas panjang lalu menghembusnya perlahan dan melakukan itu berulang-ulang untuk dapat menenangkan dirinya, ia harus cepat karena ini menyangkut kondisi sang ratu di dalam sana.


Lucas menghela nafasnya sembari mengusap wajahnya kasar, ada sedikit rasa kesal yang ia rasakan karena Nawal terlalu banyak drama dan membuatnya sempat panik tadi. Namun, ia juga sangat senang karena ratu Keira bisa kembali sadar dan tidak kenapa-kenapa saat ini.


"Syukurlah! Kalau begitu kami juga ingin masuk ke dalam dan menemui Keira," ucap Nuril.


"Iya, kita juga khawatir sama ratu." sahut Lucas.


"Yaudah, masuk aja yuk!" ucap Nawal mempersilahkan kedua pria itu masuk ke dalam kamar sang ratu.


Lucas dan Nuril pun mulai melangkahkan kaki mereka ke dalam kamar tempat ratu Keira berada, masih terbesit rasa kesal di dalam tubuh Lucas pada sosok Nawal soal kejadian tadi. "Haish, itu kalau gak ada raja Nuril disini, bakal gue hajar lu Nawal pake serangan dahsyat punya gue! Dasar sukanya bikin panik orang aja!" pikirnya di dalam hati sembari terus melangkahkan kaki mengikuti Nawal yang berada di depannya memimpin perjalanan itu.


Sementara Nuril memberikan senyum tipis ke arah Lucas karena ia mendengar apa yang dibicarakan Lucas di dalam hati itu, jujur Nuril juga merasa geram dan kesal pada kelakuan Nawal tadi.


❤️


Saat di dalam sana, terlihat ratu Keira memang sudah sadar dan terduduk di atas ranjangnya sembari berbincang pada Sahira serta para bidadari lainnya yang juga ada disana. Mereka semua terlihat gembira karena dapat melihat sang ratu sadar kembali dan dalam keadaan sehat seperti semula, ya walau mereka juga tengah dilanda kesedihan setelah kepergian Wilona akibat serangan dari Sofia tadi.


Ratu Keira pun juga sulit untuk tersenyum renyah seperti biasanya di hadapan para bidadari, karena ia baru kehilangan sosok adik yang sangat ia sayangi dan hanya beberapa hari ia dapat bersama dengan adiknya tersebut. Ya memang ia lebih lama bermusuhan dengan Wilona dibanding berbaikan seperti sekarang, sungguh sedih rasanya bagi Keira karena sudah harus ditinggal lebih dulu oleh adiknya.


"Ratu, kau sudah sembuh?" tanya Lucas begitu masuk ke dalam kamar yang dipenuhi bidadari itu.


Sontak mereka semua menoleh saat Lucas serta Nuril masuk ke dalam sana, ada raut ketidaksukaan dari para bidadari karena ruangan ini hanyalah khusus untuk wanita dan hanya para wanita saja yang dapat masuk kesana. Namun, Lucas dan Nuril justru masuk ke dalam sana dengan santainya tanpa mengetahui aturan tersebut.

__ADS_1


"Aku baik, tapi kamu seharusnya jangan masuk kesini! Ini kamar ku dan hanya para wanita saja yang boleh masuk ke dalam sini, kamu ataupun Nuril sebaiknya menunggu di luar saja!" ucap Keira.


"Iya Lucas, bukannya aku udah bilang ya tadi?" ucap Sahira emosi.


"Bukan salah kami, ini loh si Nawal yang bolehin kami masuk ke dalam. Makanya aku sama raja Nuril masuk aja kesini sekalian jenguk ratu, abisnya Nawal juga kasih izin sih!" ucap Lucas tersenyum memperlihatkan gigi-giginya sembari menunjuk ke arah Nawal dengan telunjuknya.


"Nawal...!!!" para bidadari disana tampak geram sekali dan menatap tajam ke arah Nawal.


"Nawal, aku kan suruh kamu ke depan tadi cuma buat infoin ke mereka kalau ratu sudah sadar. Terus kenapa kamu malah ajak mereka masuk?" ucap Sahira geram.


"Tau ih Nawal! Kan jadi gak suci lagi kamarnya ratu Keira, karena udah ada laki-laki yang masuk. Apa kamu lupa sama aturan di kamar ratu ini?" sahut Nur juga memarahi Nawal.


Nawal tampak mengerucutkan bibirnya dan menunduk karena merasa bersalah, "Maaf semua! Aku bener-bener lupa sama aturan itu, tadi aku pikir kalau cuma buat nengokin ratu doang itu gapapa. Makanya aku kasih izin Lucas sama raja Nuril buat masuk kesini, sekali lagi maafin aku ratu dan semua bidadari disini!" ucapnya dengan nada lembut dan wajah yang tertunduk lesu.


"Sudah sudah, tidak apa! Wajar kalau Nawal melakukan kesalahan, dia kan bidadari paling muda diantara kalian semua." ucap Keira membela Nawal sembari tersenyum bermaksud agar Nawal tidak terus cemberut seperti itu.


Namun, pembelaan dari sang ratu itu membuat para bidadari yang lainnya disana merasa jengkel dan kesal karena menganggap kalau ratu Keira terlalu memanjakan Nawal sehingga Nawal tidak mau belajar dan terus saja berbuat kesalahan. Mereka sebenarnya menginginkan ratu Keira setidaknya memberi hukuman ringan kepada Nawal, ya kalau memang ratu Keira tidak mau menghukum yang berat-berat kepada bidadari muda itu.


"Huft, pasti kalau aku yang lakuin itu, bakal langsung dihukum berat deh sama ratu!" batin Sahira dengan perasaan jengkelnya.




Singkat cerita, kini ratu Keira serta para bidadari disana telah usai melakukan ritual pemakaman jenazah Wilona yang memang meninggal akibat terkena serangan ratu Sofia saat hendak menyelamatkan kakaknya. Wilona tentunya berhasil membuat dirinya dikenang baik oleh seluruh kaum bidadari di nirwana itu, ya karena aksi heroiknya untuk menyelamatkan ratu Keira tadi.


Kematian Wilona sangat membuat Keira bersedih dan merasa hancur sehancur-hancurnya karena telah kehilangan adik tercintanya itu, biarpun memang Wilona sempat berbuat jahat padanya dan juga seluruh bidadari disana dalam waktu yang cukup lama. Namun, Keira pastinya sangat terpukul harus kehilangan Wilona secepat ini disaat mereka baru saja bersama kembali.


Acara tersebut juga dihadiri oleh raja Lingga selaku sang ayah dari Wilona dan juga Keira, beliau menyempatkan waktu untuk hadir disana karena ini merupakan proses pemakaman mayat putrinya. Raja Lingga amat sangat terpukul dengan berita kematian putrinya itu, terlebih ia baru saja usai mendamaikan Wilona dengan Keira beberapa waktu lalu dan membuat mereka mau berbaikan kembali.


"Keira!" ucap raja Lingga memanggil putrinya.


"Iya, ayahanda." ucap Keira.


"Kamu sekarang kembali lagi menjadi ratu tinggal di nirwana, setelah adikmu Wilona pergi dengan cepat. Ayah minta padamu untuk tetap bertugas seperti biasanya dan jangan pernah terbesit dalam pikiranmu untuk balas dendam pada pelaku pembunuhan aidkmu ini!" ucap raja Lingga berpesan.


"Tapi ayah, aku tidak terima!" ucap Keira.


"Ayah tau akan itu. Ayah pun juga tak terima dengan ini, namun kamu harus tau Keira kalau balas dendam itu tidak ada gunanya dan hanya membuat hati kita ikut kotor seperti pembunuh itu!" ucap raja Lingga.


"Baiklah ayah, aku akan menuruti permintaan mu itu!" ucap Keira menurut pada ayahnya.


"Baguslah!" ucap raja Lingga.


Setelahnya, mereka pun berpelukan di depan makam Wilona sambil menangis sedih karena sudah tidak dapat lagi bertemu dengan Wilona.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2