Broken Angel

Broken Angel
Episode 249 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 149


...•...


Sahira bangkit dan merasakan tubuhnya kembali seperti semula, ya kali ini energinya memang telah berhasil dipulihkan oleh nyai selendang hijau dan bahkan sang nyai juga sudah membantu Sahira menghilangkan sisa-sisa pengaruh jahat di dalam tubuhnya hingga kini Sahira telah resmi menjadi orang baik seperti sebelumnya.


Teman-temannya yang ada disana langsung tersenyum sumringah begitu melihat Sahira mampu bangkit kembali, ya tentu saja mereka sangat senang karena sahabatnya sudah kembali seperti sedia kala dan tidak lagi berada dalam pengaruh iblis jahat yang sempat membuat hubungan mereka kisruh ricuh.


"Sahira, syukurlah kamu sudah pulih kembali seperti semula! Aku benar-benar khawatir melihat kamu dirasuki oleh iblis jahat tadi, tapi sekarang aku senang karena kamu sudah kembali!" ucap Nur.


"Nur, teman-teman...." ucap Sahira tampak sumringah dengan senyum tersimpul di bibirnya.


Sahira langsung maju ke dekat teman-temannya alias para bidadari dan mereka pun berpelukan erat disana membentuk lingkaran, ya para bidadari memang suka berpelukan seperti itu layaknya teletubbies tontonan anak-anak itu.


Lucas yang menyaksikan kekasihnya sudah kembali pulih dan dapat tersenyum lagi pun tampak bahagia, ia sampai menitikkan air mata karena sangking bahagianya melihat Sahira berpelukan bersama teman-temannya walau ia masih sulit percaya kalau Sahira ternyata adalah seorang bidadari.


"Selamat ya, bro! Pacar lu sekarang udah pulih dan bisa ditemukan lagi, semoga lu langgeng terus ya sama Sahira dan jangan kepisah!" ucap Dorta.


"Thanks, makasih banget kalian udah mau bantu gue buat cari Sahira dan bebasin dia dari belenggu iblis jahat yang kejam itu!" ucap Lucas tersenyum.


"Sama-sama, Lucas! Sudah sepantasnya kami membantu mu karena sebelumnya kamu juga sudah membantu kami, aku akan selalu mengingat ini dan berdoa supaya hubungan kamu dengan Sahira lancar selalu!" ucap nyai selendang hijau.


"Terimakasih, nyai!" ucap Lucas.


Nyai selendang hijau dan Dorta saling pandang sembari tersenyum, tugas mereka saat ini sudah selesai karena Sahira juga telah ditemukan dan kembali seperti dulu yakni menjadi bidadari baik walau masih belum memiliki kekuatan lamanya.


Maka dari itu, mereka berdua pun hendak pamit kepada Lucas untuk kembali ke tempat mereka berada dan memberi pilihan pada Lucas untuk ikut dengan mereka atau tetap disana.


"Lucas, apa kamu ingin ikut bersama kami kembali ke bumi atau tetap disini dengan mereka?" tanya nyai selendang hijau.


Lucas diam sejenak memikirkan jawaban yang tepat untuk ia ambil, jujur ia ingin tetap berada disana bersama kekasihnya karena ia sudah rindu sekali dengan Sahira yang selama ini menghilang entah kemana wujudnya.


Akan tetapi, Lucas juga harus secepatnya kembali ke bumi sebelum teman-temannya sadar kalau ia menghilang dan mereka bisa khawatir lalu mencari dirinya kemana-mana atau mungkin malah jadi keributan nantinya antara geng wild blood yang salah sangka mengira geng the darks menculik Lucas.


"Saya disini aja, nyai!" jawab Lucas tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu kami pamit..." ucap nyai.


"Ya, sekali lagi terimakasih nyai atas pertolongannya!" ucap Lucas.


"Sama-sama, Lucas!" ucap nyai tersenyum.


"Heh, kok cuma sama si nyai sih makasih nya? Emangnya eike gak dianggap nih, kan eike bantuin nolong Sahira juga tadi..." ujar Dorta.


"Hahaha, iya iya! Makasih Dorta, lu lebih keren kalo bicaranya kayak gini dibanding sok-sokan pake suara berat malah gak cocok!" ucap Lucas tertawa.


"Oh gitu, ya? Oke deh, mulai sekarang ai bakal pake gaya ini terus kalo ngomong..." ujar Dorta.


Tingkah Dorta pun mengundang tawa bagi Lucas dan juga nyai selendang hijau, setelahnya kedua jin baik itu memilih pergi dari sana meninggalkan Lucas bersama para bidadari yang masih berpelukan.


🌺


Selepas kepergian nyai selendang hijau dan Dorta, Lucas pun mendekat ke arah kumpulan bidadari untuk menemui kekasihnya sekaligus temu kangen karena cukup lama mereka berpisah sejak Sahira dibawa oleh seseorang menghilang dari bumi.


Namun, tangan kekar menahannya untuk menghampiri para bidadari tersebut dengan mencengkeram erat lengannya yang baru saja ia ayunkan seperti kebiasaan orang lainnya kalau jalan.

__ADS_1


"Jangan ganggu mereka!" ucap Nuril yang mencengkram tangan Lucas.


"Tapi, aku—"


"Biarkan bidadari itu berpelukan melepas rindu!" potong Nuril dengan nada tegas.


"Baiklah, aku menurut!" ucap Lucas mengalah.


Nuril pun melepaskan cengkeramannya dari lengan Lucas lalu berjalan layaknya seorang raja, ia berdiri membelakangi Lucas dengan kedua tangan terlipat di bagian punggung.


"Darimana kamu berasal, anak muda?" tanya Nuril.


"Aku dari bumi, namaku Lucas!" jawab Lucas dengan santainya sembari memegang dada.


Nuril menoleh menatap tubuh pria itu dari atas sampai bawah dengan tatapan menelisik, Lucas yang ditatap seperti itu merasa gugup karena ia takut akan terjadi masalah atau bahkan yang lebih buruk yakni ia bisa diusir karena mengaku sebagai penduduk bumi.


"Jadi kamu ini manusia?" tanya Nuril penasaran.


"Ya, benar yang mulia!" jawab Lucas sedikit merunduk.


"Bagaimana kamu bisa dekat dengan dua jin tadi?" tanya Nuril makin penasaran.


"Kebetulan aku bertemu dengan mereka di bumi, saat terjadi kericuhan yang mengakibatkan Sahira menghilang lalu seluruh teman-teman ku kerasukan bahkan sampai ada yang dijadikan anak buah iblis jahat itu!" jawab Lucas menjelaskan semuanya.


"Oke, ada hubungan apa kamu dengan Sahira? Mengapa kamu sangat mengkhawatirkan dia, sampai-sampai kamu rela datang kesini demi menyelamatkan dia??" tanya Nuril lagi.


"Aku kekasih Sahira di bumi, sebelumnya aku sama sekali tidak mengetahui kalau Sahira adalah seorang bidadari khayangan yang sedang menyamar! Kami berdua saling cinta dan itulah alasan mengapa aku datang kesini, karena aku sangat menyayangi Sahira dan ingin menyelamatkan kekasihku!" jawab Lucas.


Nuril terkejut mendengar jawaban dari Lucas, ya ini menjadi ambigu karena dahulu Dimas juga pernah mengatakan hal yang sama saat ditanya olehnya mengenai hubungannya dengan Sahira beberapa waktu lalu.


Selain itu, Nuril juga merasa kaget karena ternyata Sahira memiliki kekasih lain di bumi dan ia berpikir mungkin saja itu alasan mengapa Dimas jadi semarah ini pada Sahira dan sampai tega menyerap semua kekuatan bidadari itu.


"Kalau begitu kamu harus hati-hati sekarang! Sahira itu memiliki pasangan di alamnya, namanya Dimas! Bahkan Dimas juga yang sudah membawa Sahira pergi dari bumi, dia begitu tergila-gila pada Sahira sampai tega melakukan apapun demi bisa mendapatkannya!" ucap Nuril.


Tiba-tiba Nuril tersenyum melihat keberanian Lucas, ia tak menyangka ada manusia seberani Lucas dan rela berkorban demi cintanya.


"Aku salut dengan keberanian mu, Lucas! Semoga kamu bisa terus bersama Sahira, walau itu suatu hal yang tidak mungkin terjadi karena kalian berbeda alam dan kasta!" ucap Nuril.


"Terimakasih, yang mulia!" ucap Lucas menunduk.


🌺


Sahira & para bidadari kini sudah puas berpelukan melepas rindu diantara mereka, ya mereka bersamaan menghapus air mata yang berlinang dan menggantinya dengan senyum khas para bidadari yang bisa memikat siapa saja yang melihatnya.


Sesaat setelah mereka melepas pelukannya, Sahira melihat ke arah Lucas yang tengah berbicara dengan Nuril sang raja langit di depan sana. Ia pun menyipitkan matanya mencoba mengenali siapa pria yang dilihatnya tersebut, akan tetapi pikirannya tidak bisa mendeteksi siapa lelaki disana karena memang ingatannya sudah dihilangkan oleh Dimas.


"Sahira, kenapa?" tanya Nur penasaran melihat sahabatnya seperti kebingungan begitu.


"Eee... itu siapa ya, Nur? Aku kok baru pertama kali ini ngeliat dia ada disini??" ucap Sahira sembari menunjuk ke arah Lucas yang berada di depannya.


Nur pun menoleh ke arah yang ditunjuk tangan Sahira, ia tentu mengenali pria tersebut karena ingatannya memang masih utuh tidak seperti Sahira yang sudah benar-benar diatur ulang oleh Dimas.


"Itu manusia bumi, namanya Lucas! Kamu mungkin gak kenal sama dia sekarang, tapi setelah mustika kamu kembali aku yakin kamu akan segera mengenali siapa manusia itu!" ucap Nur.


"Apa maksud kamu, Nur? Memangnya aku pernah mengenali dia sebelumnya?? Aku saja baru kali ini melihat dia..." ujar Sahira terheran-heran.


"Iya, kamu sangat kenal sama dia! Malah kalian deket banget waktu di bumi, tapi sayang aja Dimas dateng dan bawa kamu pergi menjauh dari dia terus menghilangkan semua ingatan kamu tentang dia!" ucap Nur menjelaskan semuanya.


Sahira tercengang mendengar penjelasan dari sahabatnya, ia sungguh tak bisa mengenali pria di depannya itu tetapi Nur mengatakan kalau dirinya sangat dekat dengan pria disana ketika di bumi.


"Aku mau coba berbicara dengannya..." ucap Sahira.


"Boleh, yuk kita kesana!" ucap Nur tersenyum mengangguk.

__ADS_1


Mereka pun berjalan maju menghampiri Lucas yang tengah berbincang dengan Nuril disana, Sahira masih saja berusaha mengingat-ingat tentang pria yang dilihatnya itu tetapi juga masih gagal terus.


"Lucas..." sapa Nur.


Sontak Lucas & Nuril terkejut mendengarnya, mereka menoleh secara bersamaan dan tampaklah kesembilan bidadari itu tengah berdiri menatap mereka dengan senyum terukir di wajah mereka.


"Sahira?" ucap Lucas tersenyum senang.


Mendengar namanya disebut oleh pria itu, Sahira semakin percaya kalau ia memang cukup dekat dengannya. Akan tetapi, ia sama sekali tidak bisa mengingat apapun tentang Lucas ataupun kenangan bersama pria tersebut ketika di bumi.


Perlahan Lucas maju mendekati Sahira dengan mata berkaca-kaca dan tangan terangkat sedikit, Lucas teramat sangat senang dapat melihat kembali kekasihnya dalam keadaan sehat dan kini tengah menatap ke arahnya walau tanpa senyum.


"Aku senang kamu gak kenapa-napa, Sahira!" ucap Lucas yang kini sudah berada di dekat Sahira.


Pria itu langsung hendak memeluk tubuh wanitanya, namun dengan cepat Sahira menghindar dan mencegah Lucas memeluknya sembari memberi tatapan tajam ke arah pria tersebut.


"Jangan sentuh aku, manusia bumi!" ucap Sahira.


"Sahira, kamu kenapa??" tanya Lucas heran.


"Lucas, harap maklum ya! Sahira sekarang sedang kehilangan ingatannya tentang kamu, ini semua karena perbuatan Dimas yang licik itu! Jadi untuk sementara ini, Sahira belum bisa mengenali kamu!" ucap Nur menyerobot.


"Apa? Sahira hilang ingatan...??" ujar Lucas syok.


Disaat Lucas menganga tak percaya, Sahira justru hanya diam tanpa ekspresi karena ia memang tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.


"KURANG AJAR...!!!"


Tiba-tiba terdengar suara teriakan tak jauh dari tempat mereka sekarang, tentu mereka semua panik dan langsung mengira kalau itu berasal dari ruang utama tempat sang ratu tengah berkelahi dengan Dimas sebelumnya.


"Ratu Keira...!!" ujar para bidadari bersamaan.


...•••...


Wilona amat sangat geram pada perkataan sang ratu yang terus saja memojokkan dirinya, ya ratu Keira mengatakan kalau Wilona memang salah dan pantas bila ayahanda mereka mengasingkannya dan lebih memilih mengangkat Keira sebagai ratu. Apalagi ratu Keira juga mengatakan bahwa selera Wilona benar-benar rendah, ya itu karena ia mau menikah dengan Dimas seorang lelaki yang tak punya apa-apa.


"KURANG AJAR...!!" teriak Wilona geram.


Tampak mata melotot menyala mengarah ke wajah ratu Keira yang masih tersungkur di lantai, ia benar-benar emosi sampai mengepalkan kedua telapak tangannya dan tubuhnya pun mulai gemetar akibat menahan rasa emosi tersebut.


"Apa yang mau kau lakukan padaku, Wilona? Bukankah semua kekuatan mu sudah kau berikan pada suami tercinta mu itu?" ujar Keira.


Sontak Wilona terdiam melirik ke arah Dimas yang sedari tadi anteng-anteng saja duduk di singgasana menikmati momen yang jarang bisa ia nikmati, rupanya Dimas tak terlalu perduli dengan drama kedua saudara itu dan lebih memilih diam.


"Sial, darimana si busuk ini bisa tahu tentang itu? Apa mungkin kalau Dimas lah yang sudah memberitahunya...??" batin Wilona.


"Tidak perlu penasaran begitu, Wilona! Aku bukan tahu dari Dimas, untuk apa juga dia mengatakan itu padaku bukan? Sudahlah, lebih baik kamu bertaubat Wilona dan kembali ke jalan kebaikan! Cukup sudah kamu banyak berbuat kerusakan di bumi, kembalilah tinggal bersamaku di khayangan dan aku akan memberimu jabatan sendiri..." pinta sang ratu.


"Itu tidak akan pernah terjadi, Keira! Karena aku harus berada disana sebagai seorang pemimpin, dan artinya kau harus mati di tanganku!" ujar Wilona.


"Wilona, aku ingatkan sekali lagi kalau kamu sudah tidak memiliki kekuatan apapun! Bahkan aku saja sekarang sudah bisa mendengar suara batinmu, apa kamu masih mau ngeyel ingin menghabisi ku?" ucap ratu Keira tersenyum sengaja memancing Wilona.


Wilona semakin dibuat geram oleh perkataan ratu Keira yang memang ada benarnya, ia kini hanya seperti manusia biasa yang tak memiliki kekuatan apapun dan tidak mungkin bisa melawan sang ratu yang masih memiliki kekuatan penuh.


"Seharusnya yang kamu musuhi adalah dia, Wilona! Suamimu sendiri, karena dia sudah membuat kamu kehilangan segalanya bahkan sekarang kamu tak lebih dari seorang manusia biasa!" ujar Keira bangkit sembari menunjuk ke arah Dimas.


Wilona terdiam sempat melirik sekilas ke arah Dimas, ia sepertinya mulai terpengaruh pada perkataan sang ratu karena Dimas memang sudah banyak membuatnya menderita bahkan sampai merampas semua haknya.


"Jangan coba-coba memengaruhi ku, ratu bodoh!" teriak Wilona makin emosi.


Ratu Keira hanya senyum-senyum saja karena tahu Wilona saat ini sedang dalam keputusan rumit, ya gadis itu sulit memilih antara menghabisi Keira atau melawan Dimas dan mengambil kekuatannya kembali.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2